NovelToon NovelToon
Baskara Lelaki Yang Memilihku

Baskara Lelaki Yang Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Beda Usia
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Di usianya yang menginjak 40 tahun, Alena—seorang wanita yang kerap dijuluki perawan tua—terpaksa menuruti permintaan orang tuanya untuk menghadiri sebuah acara perjodohan di rumah makan. Berdasarkan foto yang ia terima, ia dijadwalkan bertemu dengan seorang pria bernama Ferry yang berusia 45 tahun.
Setelah menunggu begitu lama hingga berniat pulang, Alena akhirnya dihampiri oleh seorang lelaki tampan. Namun, kejutan besar menanti ketika pria tersebut memperkenalkan diri bukan sebagai Ferry, melainkan Baskara, anak kandung mendiang Ferry yang baru saja berpulang.
Demi memenuhi wasiat terakhir sang ayah, Baskara dengan tegas meminta Alena untuk meneruskan pernikahan tersebut. Meski sempat ragu dan berniat menolak akibat perbedaan usia yang terpaut jauh, keteguhan hati Baskara membuat Alena dihadapkan pada pilihan tak terduga dalam hidupnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Tanpa membuang satu detik pun, Baskara langsung merobek ikatan tali tambang di tubuh Alena menggunakan pisau kecil di sakunya dan tangan kosongnya yang mulai melepuh karena panas.

Begitu ikatan itu terlepas, ia langsung membopong tubuh istrinya yang sudah terkulai lemas ke dalam gendongannya, melindungi wajah Alena rapat-rapat di dadanya.

Bruk!

Belum sempat mereka melangkah keluar dari ambang pintu gudang, sebuah balok kayu besar yang terbakar runtuh dari langit-langit akibat struktur bangunan yang sudah rapuh.

Prang!

Buk!

Balok kayu yang membara itu menghantam tepat di punggung Baskara.

Suara hantaman keras dan desis kulit yang terbakar terdengar mengerikan.

Baskara menggertakkan giginya sekuat tenaga, menahan rasa sakit yang luar biasa hingga urat-urat di lehernya menonjol keluar.

Ia menolak untuk jatuh. Ia tidak boleh ambruk, tidak sebelum Alena selamat.

Alena, yang kesadarannya sempat pulih separuh akibat guncangan hebat, membuka matanya sayu.

Ia merasakan hawa panas yang membakar serta punggung suaminya yang bergetar menahan beban berat.

Air matanya meleleh saat melihat punggung jas Baskara mulai hangus dan bernoda darah.

"B-bas..." lirih Alena terbata-bata, napasnya tersengal lemah.

"Keluarlah... Tinggalkan a-aku... Jangan korbankan nyawamu..."

Baskara menunduk, menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta yang bercampur amarah membara terhadap siapapun pelaku di balik ini semua. Ia menggeleng kuat-kuat.

"Tidak akan pernah, Sayang," bisik Baskara dengan suara parau menahan sakit yang teramat sangat.

"Aku hidup atau mati bersamamu."

Dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya dan tekad yang lebih keras dari baja, Baskara kembali menegakkan tubuhnya, mengerahkan seluruh kekuatan di kakinya untuk menerobos sisa-sisa kobaran api, hingga akhirnya ia berhasil mendobrak keluar bangunan yang nyaris rata dengan tanah itu.

Tepat saat ia melangkah keluar melewati reruntuhan, sirine mobil pemadam kebakaran berderit nyaring.

Para petugas pemadam yang baru saja menyemprotkan air terperanjat kaget melihat sesosok pria keluar dari neraka api dengan membopong seorang wanita di pelukannya.

"Astaga! Pak Baskara!" teriak salah seorang petugas pemadam.

Melihat kondisi punggung Baskara yang terbakar parah serta Alena yang sudah tidak sadarkan diri, tim medis yang siaga di ambang garis polisi langsung bergerak cepat.

Mereka langsung berlari membawa tandu darurat.

Namun, sebelum tubuh mereka sepenuhnya menyentuh tandu, batas ketahanan fisik Baskara akhirnya habis.

Beban berat, luka bakar di punggungnya, serta terlalu banyak menghirup karbon monoksida membuat pandangannya menggelap secara drastis.

Dengan tangan yang masih erat mendekap tubuh Alena di dadanya, Baskara akhirnya ambruk tak sadarkan diri di atas tanah yang basah oleh air pemadam.

Tim medis bersama petugas langsung sigap mengangkat tubuh keduanya ke atas brankar terpisah, memberikan oksigen darurat, dan melarikan pasangan suami istri itu secepat kilat ke rumah sakit terdekat di bawah pengawalan ketat.

Sirene ambulans membelah jalanan kota dengan kecepatan penuh, membawa Baskara dan Alena ke ruang IGD Rumah Sakit Medika Sentra.

Suasana di koridor rumah sakit mendadak mencekam dan penuh kepanikan begitu kedua pintu belakang ambulans dibuka.

Tim medis bergerak cepat dengan profesionalisme tinggi. Alena, yang mengalami keracunan karbon monoksida ringan akibat asap pekat, segera didorong oleh perawat ke ruang observasi khusus untuk mendapatkan terapi oksigen intensif.

Sementara itu, Baskara dilarikan ke ruang penanganan bedah darurat (burn unit) yang steril.

Kondisinya jauh lebih mengkhawatirkan karena luka bakar parah di sekujur punggungnya akibat tertimpa balok kayu yang membara.

Di dalam ruang tindakan, tim dokter bedah plastik dan darurat langsung bergerak cepat menangani luka Baskara dengan prosedur ketat:

Pembersihan Luka (Debridement): Dokter membersihkan sisa-sisa abu, arang, dan serpihan kayu yang menempel di permukaan kulit punggung Baskara secara hati-hati untuk menghindari risiko infeksi bakteri.

Identifikasi Derajat Luka: Berdasarkan diagnosis awal, luka bakar di punggung Baskara dikategorikan sebagai Luka Bakar Derajat Kedua dan Sebagian Derajat Ketiga (Partial to Full-Thickness Burn).

Kulit punggungnya mengalami kerusakan jaringan yang cukup dalam akibat paparan panas ekstrem dan hantaman balok kayu.

Pemberian Penanganan Intensif: Tim medis mengoleskan salep antibiotik khusus luka bakar steril, menutup area punggung yang terluka dengan perban khusus anti-infeksi, serta memasang selang infus untuk cairan elektrolit dan obat pereda nyeri dosis tinggi guna menstabilkan kondisi tubuhnya yang sempat kehilangan banyak kesadaran.

Tidak lama setelah Baskara dan Alena ditangani, pintu utama IGD didobrak oleh kedatangan Tanti bersama dua karyawan baru dengan napas terengah-engah dan wajah pucat pasi.

Mereka baru saja kembali dari pengiriman pesanan ketika melihat asap hitam membumbung tinggi dari arah toko roti.

Begitu tiba di lokasi kejadian dan mendengar bahwa toko hancur terbakar serta bos mereka dilarikan ke rumah sakit, Tanti histeris dan langsung memimpin kedua karyawannya menyusul ke IGD.

"Dokter! Bagaimana keadaan Ibu Alena? Dan bagaimana Tuan Baskara?" tanya Tanti dengan suara bergetar hebat, air matanya tumpah membasahi pipi saat melihat noda abu dan jelaga masih menempel di pakaian mereka.

Seorang perawat keluar dari ruang tindakan, menatap Tanti dengan ekspresi serius namun menenangkan.

"Kondisi Nyonya Alena sudah mulai stabil dan sedang beristirahat setelah menghirup banyak asap. Sedangkan Tuan Baskara... dia mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian punggungnya akibat melindungi istrinya, dan saat ini sedang ditangani secara intensif oleh dokter bedah."

Mendengar pengorbanan luar biasa yang dilakukan Baskara, Tanti dan kedua karyawannya terdiam lemas, diliputi rasa haru sekaligus kemarahan yang membuncah terhadap dalang di balik teror keji ini.

Bau antiseptik dan cairan infus langsung menyapa indra penciuman Baskara begitu kesadarannya perlahan-lahan kembali.

Kelopak matanya yang terasa sangat berat bergetar, lalu terbuka perlahan.

Silau lampu putih ruangan rumah sakit membuat ia harus mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatannya.

Di kursi samping brankar, Tanti tampak duduk gelisah dengan mata sembab.

Begitu melihat jari-jari tangan Baskara bergerak, wanita itu langsung berdiri dengan penuh haru.

"Pak Baskara..." panggil Tanti dengan suara bergetar, nyaris menangis.

Baskara menolehkan kepalanya perlahan, merasakan nyeri yang cukup tajam menjalar di sekujur punggungnya akibat perban tebal yang membalut.

Suaranya terdengar serak dan parau saat nama wanita yang paling ia cintai meluncur dari bibirnya.

"Di... di mana istriku?" tanya Baskara lemah, tatapannya langsung menyorot tajam penuh kekhawatiran ke arah Tanti.

"I-ibu Alena ada di ruang perawatan sebelah, Pak," jawab Tanti cepat, berusaha menenangkan bosnya.

"Beliau sedang istirahat."

Merasa lega namun masih dihantui rasa penasaran, Baskara mencoba menggerakkan tubuhnya untuk bangkit, namun Tanti segera melarangnya.

"Jangan bergerak dulu, Pak! Biar saya panggilkan dokter."

Tanti langsung bergegas keluar dan kembali beberapa detik kemudian bersama seorang dokter spesialis bedah serta dua orang perawat.

Dokter tersebut langsung sigap memeriksa kondisi Baskara dengan teliti.

Dokter menyinari mata Baskara dengan senter kecil untuk mengecek refleks cahaya, lalu memeriksa monitor tanda vital yang terpasang di samping ranjang.

"Keadaan umum Tuan Baskara sudah mulai stabil, tetapi tubuhnya masih sangat lemah akibat syok trauma dan efek sisa keracunan karbon monoksida ringan," jelas dokter kepada Tanti, lalu beralih menatap Baskara yang masih menahan sakit.

"Luka bakar derajat dua dan sebagian derajat tiga di bagian punggung akibat hantaman benda panas memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang. Jaringan kulit yang rusak harus mendapatkan perawatan intensif setiap hari untuk mencegah risiko infeksi sekunder. Selain itu, otot punggung dan jaringan di sekitar area benturan balok kayu mengalami memar yang cukup parah. Anda harus total beristirahat dan tidak boleh melakukan gerakan fisik berat selama beberapa minggu ke depan agar proses regenerasi jaringan kulit berjalan lancar tanpa komplikasi," papar dokter panjang lebar.

Baskara mendengarkan penjelasan itu dengan napas berat.

Pikirannya sama sekali bukan pada rasa sakit di punggungnya, melainkan pada keselamatan wanita di ruangan sebelah.

Begitu dokter selesai memeriksa alat infusnya, Baskara langsung memotong dengan suara mendesak.

"Dok, bagaimana dengan istriku? Apa dia baik-baik saja?" tanyanya tidak sabar.

Dokter tertegun sejenak, lalu tersenyum tipis penuh kelegaan, memberikan jawaban yang seketika mengubah atmosfer ruangan.

"Istri Anda, Nyonya Alena, sudah melewati masa kritisnya. Dan puji Tuhan, bukan hanya nyawa istri Anda yang selamat... tapi juga janinnya," ucap dokter dengan tenang.

Baskara tertegun. Otaknya mendadak terasa kosong mencerna kata-kata tersebut.

"Janin? Istriku?" ulangnya dengan tatapan kosong, suaranya tercekat di tenggorokan.

"Iya, Pak Baskara," jawab dokter mengonfirmasi dengan senyuman hangat.

"Dari hasil pemeriksaan darah dan USG darurat tadi, istri Anda sedang hamil muda. Usia kandungannya baru menginjak minggu kelima. Syukurlah, meskipun ia sempat menghirup banyak asap dan mengalami syok berat, benturan yang diterimanya tidak sampai membahayakan keselamatan sang bayi."

Mendengar berita luar biasa itu, pertahanan diri Baskara yang sedemikian kokoh mendadak runtuh seketika.

Pria yang dikenal dingin, tegas, dan tak kenal takut itu langsung merasakan dadanya bergemuruh hebat.

Air mata hangat perlahan menetes dari sudut matanya, mengalir membasahi pipinya yang pucat.

Di tengah rasa sakit fisik yang luar biasa dan ancaman musuh yang masih mengintai di luar sana, takdir justru menitipkan sebuah anugerah terindah yang tidak pernah ia duga sebelumnya—ia akan menjadi seorang ayah.

1
Aghitsna Agis
udah bilang aja baskara dan iztrinya meninggal.jad ngungsi dulu sambil selidiki siapa yg telah membakar toko rotinya
sri hastuti
habis kan keluargamu baskara yg spt iblis itu, keterlaluan membahayakan nyawa orang, sikat semua ,bila perlu masukkan ke penjara semua 😡😡😡😡
sri hastuti
kok double???
Manis
kok di ulang?
Bunga Andthea
up lgi kak
lilik indah
ttp semangat walau sdikit yg komen kak
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ghiffari Zaka
ih kok kejam banget ya baskara??? apa setelah menikah nnt Alena akan seperti di kisah novel2 yg lain,tersiksa,di acuhkan ,di sia-siakan bahkan di anggap tidak ada,kok AQ jadi ke sn ya mikirnya Thor....
kayaknya sih gt,apa lagi usia mereka yg beda jauh dan pernikahan yg hanya di kalangan keluarga aja,duh Alena kasihan km,bagus kamu mati aja lah😭😭😭😭😭,tp lok iya gt ceritanya AQ ud baca yg mirip2 sih Thor...jadi bsk2 lagi AQ gak mau lah bacanya,soalnya buat asam lambung q bs naik Thor...gak rela lok perempuan tu di buat seperti itu😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
semoga ceritanya asyik ya Thor...dan semoga sukses di karya barunya🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!