NovelToon NovelToon
MEWUJUDKAN CITA-CITA.

MEWUJUDKAN CITA-CITA.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Mengubah Takdir / CEO / Kebangkitan pecundang / Kehidupan di Kantor
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: RST

Pada suatu ketika, terlihat seorang pemuda dengan pakaian yang tak layak pakai sedang berjalan. Pemuda tersebut terlihat keletihan, entah mengapa pemuda itu seperti seorang yang belum makan berhari-hari. Karena dari tubuhnya, sudah terlihat sangat kurus kering, membuat siapa saja yang melihatnya merasa kasihan.

"mah, pah. Aku telah dewasa, ternyata benar apa yang kalian katakan dulu. Dewasa sangat tidak menyenangkan, banyak masalah yang ku pendam sendiri, dan aku sangat kesepian sekarang, tak ada teman maupun keluarga yang mau membantuku disaat susah kini," ucap pemuda tersebut didalam hati.

Berjalan tidak tentu arah, pemuda bernama asli Rifki Edrea kini singgah sebentar, dia berhenti sejenak untuk melepaskan rasa lelah habis perjalanan jauh. Walaupun dia tidak memiliki uang sekarang, tetapi rifki masih memiliki persediaan air dikantung celana nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RST, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah Berat.

Pagi hari tidak terlalu damai, kini Fraswa dan orang-orang terpilihnya, saat ini harus berada di ruangan meeting untuk membahas semua kelanjutan masa depan perusahaannya.

Selama berada di ruang meeting, mereka itu membahas segala hal tentang ekonomi dan prospek perusahaan. Sekarang ekonomi di dalam global, mereka sedang terjadi krisis di hampir seluruh negara dunia.

Dari membahas prospek dan ekonomi, dan ia semua pun ikut membahas alur dari teknologi yang sekarang sedang marak di pakai hampir semua masyarakat.

"Sangat sulit bro, apalagi dunia tidak baik-baik saja setelah resesi berakhir!" ucap Jack.

"Memang untuk sekarang tidak bro, tapi nanti pasti bisa. Apa lu tidak yakin pada kembang prospek teknologi?" ucap Fraswa sembari tersenyum.

"Bukan tidak yakin. Tapi lebih mementingkan prioritas saat ini, apa lu tidak takut memiliki hutang di bank dengan menggadaikan asset perusahaan?" tanya Jack sambil tersenyum smrik.

"Oke. Alasan lu di terima, baiklah apa ada lagi ide lain untuk menambah catatan meeting di hari ini?" ucap Fraswa bertanya.

"Ada tuan. Apa tuan ingin dengarkan ide saya sekarang?" ucap Rifki bertanya.

"Boleh, mari bicarakan ide anda itu!" ucap Fraswa sambil mengangguk.

"Kami dari asisten pribadi anda, kami miliki ide untuk membangun sistem reformasi di pertanian dan perikanan tuan," ucap Rifki.

"Reformasi untuk? Bukankah disana sudah di naikkan perkembangan teknologinya?" ucap Jack.

"Ya, anda betul tuan. Tapi menurut kami itu kurang!" ucap Fraswa.

"Kurang?" ucap Fraswa terkejut.

"Selama ini bidang tersebut tidak di lihat oleh orang pemerintah tuan, mereka cuma melihat trek record pertanian dan perikanan. Tapi jika sudah selesai, mereka akan melakukan impor dari luar negri untuk menambah bahan pokok di negara kita!" ucap Rifki.

"Maka dari itu, saya menyarankan anda untuk terjun masuk ke dalam bidang tersebut. Anda tidak perlu berpikir untung, nanti di pastikan akan untung, apalagi pertanian di negara kita sudah menurun drastis!" ucap Rifki lanjutnya.

"Hm, lalu?" ucap Jack bertanya kelanjutan ide Rifki.

"Kita membangun transformasi pertanian di negara kita dengan energi hijau tuan, apa itu sekaligus kita akan membantu transformasi pemerintah?" ucap Rifki sambil tersenyum.

Rifki lalu menjelaskan idenya tersebut, tentu tidak setengah-setengah ia memberitahu itu semua ide. Ia dengan detail menjelaskan apa saja kerugian dan resiko yang di dapat jika itu rencana tercapai.

"Saya setuju dengan rifki!" ucap Jack dengan cepat dan lantang.

"Bagaimana dengan lu bro?" ucap Jack lanjut bertanya.

"Apa Rifki akan menghancurkan kas yang ada di dalam perusahaan?" gumam Fraswa pelan.

"Huhh, 50 miliar dollar dan pemasukan dari keluarga lu tidak ada apa-apanya bro untuk melanjutkan rencana semua itu!" ucap Jack mengejek, kala mendengar gumaman Fraswa.

"Sialan lu, segala dengar aja!" ucap Fraswa kesal.

"Baik, saya setuju!" ucap Fraswa.

"Bagaimana dengan lu melakukan presentasi untuk kita bro? Apa lu bisa?" tanya Jack pada Rifki.

"Bisa tuan, tapi presentasi untuk apa?" ucap Rifki bertanya dengan penasaran.

"Untuk meyakinkan bahwa rencana kita bagus pada keluarga besar kami, agar dana cair dari keluarga kami, bagaimana?" tanya Fraswa.

"H........" ucap Rifki sambil berpikir.

"Gajimu akan di naiki 10 kali dari gaji saat ini, mau tidak?" ucap Jack dengan cepat beri penawaran.

"Saya disini hanya 3 bulan tuan, maaf untuk menaikkan gaji, saya tidak perlu itu!" ucap Rifki jujur.

"Maksudnya? Anda resign setelah 3 bulan?" tanya Jack kebingungan.

"Nanti di jelaskan Jack. Mari, bagaimana tadi dengan kemauan saya? Apa anda bisa?" ucap Fraswa sambil menatap Rifki.

"Jika anda mau, nanti selama 1 bulan saja ini anda bekerja dengan saya! Setelahnya sudah bebas ingin bekerja dimanapun!" ucap Fraswa tegas.

"Oke! Setuju tuan," ucap Rifki cepat.

"Bagus, mari sudahi meeting hari ini!" ucap Fraswa.

Semua orang lalu tersenyum bersama, saat ini meeting sudah di akhiri dengan banyak ide dari setiap isi di kepala hadirin meeting. Rifki lantas kembali ke ruang kerjanya, tentu untuk melanjutkan pekerjaan hari ini.

"Clek!"

"Huhh, akhirnya bro! Hari ini begitu rumit dan melelahkan, baru juga hari pertama tetapi ada masalah saja di dunia bisnis!" ucap Rifki sambil menyenderkan tubuh di kursi.

"Sabar bro, lagi pula ada pelajaran berharga dari hari melelahkan ini," ucap Tomi santai.

"Benar juga, bagaimana bang nanti? Apa lu ikut ke mansion keluarga Hux?" tanya Rifki.

"Tidak, tadi Fraswa atau tuan Jack tidak bicara apapun," ucap Tomi jujur.

"Ikut aja bang. Disana nanti bagaimana? Ini presentasi membutuhkan lu bang," ucap Rifki membujuk.

"Lihat saja, kalau Fraswa meminta agar ikut. Baru ikut," ucap Tomi sambil menatap Rifki.

"Oke bang. Nanti biar saya yang bilang!" ucap Rifki sambil menarik berkas di meja.

Setelah bicara sedikit, mereka kemudian kini melanjutkan pekerjaan mereka tersebut. Kala sudah membaca dan meringkas, Rifki lantas melanjutkan melihat berkas data-data kantor bulan lalu dan sekarang.

......................

"Kenapa bisa?" ucap pria setengah baya.

"Tidak tau tuan, tapi melihat turun komoditas perusahaan, ada orang di baliknya. Setelah di telusuri, orang tersebut adalah tuan muda Hux tuan!" ucap pria setengah baya lain.

"Apa maksud mereka melakukan itu?" tanya Tyron dengan rasa penasaran.

"Ada perjanjian tuan. Perusahaan anda akan di berhentikan laju perkembangan oleh tuan muda Hux," ucap pria setengah baya, asisten pribadi Tyron, bernama Alex.

"Perjanjian? Perjanjian apa? Selama ini kita tidak bekerja sama dengan mereka. Dan kita selalu di tolak, kala ingin bekerjasama!" ucap Tyron dengan wajah frustasi.

"Benar tuan. Dan mereka mengatakan ingin nona muda Sabrena, bahwa menikah pada seseorang bernotabe tidak memiliki uang, fasilitas, dan tidur di rumah kost sewa!" ucap Fraswa.

"Maksud anda?" ucap Tyron.

"Nona muda harus menikah, dan memiliki anak dengan pria pilihan tuan muda. Apalagi selama ini, saya baru tau tuan! Jika ternyata tuan besar semasa hidup, ia berhutang pada keluarga besar Hux, kalau di lihat secara data dari tuan muda Hux ialah 10 miliar dollar dan belum termasuk bunganya tuan!" ucap Alex.

"Kapan kau tau itu? Dan apa benar orang tua saya memiliki hutang segitu banyaknya?" ucap Tyron terkejut.

"Benar tuan, ini ada data dari mereka. Dan dari semua anggota keluarga anda, mereka juga di beritahu, tapi tidak dengan syarat yang tuan muda Hux berikan untuk anda!" ucap Alex.

Alex kemudian memberitahu hasil dari balas membalas pesan pada Felix. Ia memberitahu segala hal yang di ketahui, Sisanya ia berikan pada Tyron semua keputusan tersebut.

Setelah berpikir sejenak, Tyron kemudian lihat wajah Alex sebentar. Ia membutuhkan Alex untuk membantu memecahkan masalah yang ada di urusan pribadi dan bisnis perusahaan.

"Saya tidak bisa memberi ide tuan. Cuma ada satu kemungkinan bisa lolos dari mereka," ucap Alex.

"Anda menikahkan nona Sabrena pada orang pilihan tuan muda Hux!" ucap Alex sambil menghela nafas.

"Apa tidak ada pilihan lain? Sungguh tidak ideal menikahkan Sabrena di masa kuliah yang baru saja masuk!" ucap Tyron.

"Tidak tuan, mereka hanya menginginkan itu!" ucap Alex jujur.

"Huhh, baiklah. Nanti saya perlu berbicara dulu pada keluarga saya, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu lex!" ucap Tyron.

"Ya, kalau begitu saya permisi tuan!" ucap Alex.

1
ahmad sudrajat
Luar biasa
jalowos wos
Lumayan
Nrimo Ing pandum666
Luar biasa
ラマSkuy
menarik untuk masuk list fav saya 😁👍
lanjut thor
Yani Yan
lumayan
babang chabiyy
bagus
Andri S.
up lagi thorr
Jeger Widjaja
bagus broo
Adri Pratama
lanjutkan thor, jangan lama2 break nya
Shakri Aziz
Luar biasa
Baksoo Tempelenv
Visi misi di kepala setiap orang berbeda mas, anda harus mengetahui terlebih jauh teman anda sebelum memberikan sesuatu.
Was pray
frasa ternya tega juga memperalat temannya sendiri, aku kira fraswa tulus berteman dengan rifki, gak taunya ada udang dibalik rempeyek...ya gosong lah si rifki..../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Was pray
tomi sok pintar biar dikira orang berpengalaman, sok tampil elegan padahal jajan aja ditraktir, malu maluin rifki dan frasyawa
Was pray
ceritanya bagus tapi sayang sudah tamat sebelum ceritanya tuntas..
Baksoo Tempelenv: Lanjut membacanya kak, saat ini sudah hadir bab-bab terbaik dari novel ini
total 1 replies
maldi Suryana
semangat bang ditunggu up nya
Millennium Earl
Sangat menghibur, aku sekarang menjadi penggemar setia dari penulis ini.
Baksoo Tempelenv: makasih atas supportnya kak
total 1 replies
Lia_Vicuña
Wuih, jadi terinspirasi.
Baksoo Tempelenv: Alhamdulillah kak, semoga nyaman dengan ide saya ini
total 1 replies
La Otaku Llorona <33
Seru banget, ayo cepat update next chapter nya thor! 🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!