NovelToon NovelToon
Pacar Kecil Tuan Muda

Pacar Kecil Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: mul

" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .

......

Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .

" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .

" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .

" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.

" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.


next

yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 Cemburu

1 minggu kemudian.

Sean yang sedang menyetir mobil langsung meminggirkan mobilnya di tepi jalan begitu melihat seseorang yang dikenalnya.

"Ada apa, Shania?" tanya Sean, melihat wanita itu terlihat takut dan panik.

"Sean." Wajah takutnya terlihat lebih lega begitu Sean berdiri di hadapannya.

"Ada apa?" tanya Sean.

"Ban mobilku kempes. Di sini tidak ada jaringan dan jauh dari keramaian," keluh Shania yang sedari tadi panik karena jalanan cukup sepi.

"Sini kunci mobilnya," kata Sean, mengeluarkan beberapa peralatan dari bagasi mobil dan mulai mengganti ban.

15 menit kemudian.

"Terima kasih, Sean. Jika tidak ada kamu tadi, aku tidak tahu harus bagaimana," ucap Shania yang hanya diangguki Sean.

"Pulanglah. Lain kali jangan ke mana-mana sendiri," pesan Sean yang diangguki Shania.

Setelah Shania pergi, Sean menuju mobilnya, namun kaget ketika seseorang tiba-tiba menabrak mobilnya dari arah belakang.

"Kamu," ucap Sean begitu menghampiri ke belakang. Ternyata mobil gadis pengganggu itu yang menabrak mobilnya. Untung Sean belum masuk ke dalam mobil.

"Nabrak sedikit, Kak Sean. Benerin saja mobilnya sendiri, kan sudah jadi montir sekarang," kata Ara tanpa dosa dengan ekspresi wajah cueknya.

Sean langsung tergelak melihat ekspresi wajah gadis itu yang jelas sekali cemburu. Sepertinya dia melihat Sean mengganti ban mobil Shania.

"Kamu kalau belum bisa bawa mobil sendiri, pakai sopir. Jangan menyetir sendiri," ucap Sean menatap Ara yang masih duduk di dalam mobil lewat kaca yang terbuka separuh.

"Nyenye," cibir Ara yang muak sekali mendengar ucapan Sean.

"Sekarang aku ingin kamu bertanggung jawab karena sudah menabrak mobilku," ucap Sean yang melihat Ara sengaja menabrak mobilnya tadi.

"Kalau Ara nggak mau?" tanya Ara dengan muka judesnya.

"Aku lapor polisi," jawab Sean dengan santainya, bersandar ke mobil Ara.

"Nggak ada bukti, weeeek," kata Ara memangku kedua tangannya, mencibir ke arah Sean karena tidak ada CCTV di sekitar sini.

Sean tersenyum kecut, melambaikan sebelah tangannya, lalu beberapa bodyguard datang menggunakan mobil dan memberikan rekaman video di mana Ara dengan sengaja menabrak mobil Sean.

"Kamu pikir aku sendirian di sini?" senyum tipis Sean setelah menunjukkan rekaman video di tablet yang diberikan bodyguard-nya.

Ara keluar dari mobilnya, namun yang paling mengejutkan bukanlah meminta maaf karena takut, dia malah meninju lengan Sean sampai semua orang melongo melihatnya.

"Jika punya bodyguard sebanyak ini, kenapa harus Kak Sean yang mengganti ban mobil wanita tadi? Dasar modus," teriak Ara di akhir ucapannya.

"Gadis, kenapa begitu marah?" senyum menggoda Sean sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Mmmh, Ara nggak suka Kak Sean perhatian sama wanita lain," pernyataan Ara terang-terangan tanpa menutupi perasaannya.

"Bukankah itu hakku?" pernyataan valid Sean.

"Tapi kan Ara suka sama Kak Sean," suara kecil Ara tiba-tiba menunduk sedih. Terlihat dia tidak bisa menutupi perasaan cemburunya.

"Ya, walaupun begitu, kita kan tidak ada hubungan, jadi kamu tidak berhak marah," ucap Sean sebagai pria dewasa.

"Yaudah, Kak Sean jadi pacar Ara saja," kata Ara memegang kedua tangan Sean.

"Astaga, Gadis, aku tidak bisa jadi pacar kamu," pernyataan Sean.

"Kenapa? Ara bisa kok jadi cantik juga kayak tipe Kak Sean. Bilang saja biar Ara berubah," kata Ara dengan begitu polos. Terlihat dia benar-benar ingin bersama Sean.

"Gadis, tidak begitu," ucap Sean jadi gelagapan.

"Lalu apa?" ucap Ara dengan bad mood.

"Mmmh, sok jual mahal," ketus Ara kembali masuk ke dalam mobilnya dan segera pergi tanpa berkata-kata lagi.

"Ooh Tuhan, cintanya benar-benar pemaksaan," ucap Sean kini bersandar ke mobilnya, menatap bagian belakang yang ditabrak Ara.

"Bodyguard, bawa mobilku ke bengkel untuk memperbaiki kerusakannya. Usahakan perbaikan selesai dalam semalam ini," ucap Sean masuk ke mobil bodyguard-nya.

"Jalan," perintah Sean, duduk membersihkan tangannya yang kotor dengan tisu sambil memikirkan beberapa hal.

"Iya juga, aku memiliki beberapa bodyguard yang mengamankan rahasia di sekitarku. Kenapa tidak meminta mereka saja yang mengganti ban mobil Shania?" ucap Sean jadi kepikiran ucapan Ara.

"Kalian semua ditugaskan untuk menjaga keselamatanku? Tapi kenapa kalian membiarkan dia menabrak mobilku?" pertanyaan beruntun Sean.

"Maaf, Tuan Muda. Sebenarnya kami bisa saja melakukan tindakan dengan menembak ban mobil gadis itu sebelum sempat menabrak mobil Tuan Muda, tapi..." ucapan bodyguard itu terputus.

"Tapi apa?" tanya Sean yang jadi semakin penasaran ketika ucapan bodyguard itu terputus.

"Gadis itu memiliki pengamanan jarak jauh sama ketatnya dengan Tuan Muda. Jika kami menyerang, bukan tidak mungkin beberapa agen rahasia itu juga akan menyerang kami," pernyataan bodyguard itu yang diangguki Sean.

"Seperti Ara, itu memang bukan gadis sembarangan," kesimpulan Sean.

"Aku hanya ingin tahu hal apa yang dia sukai dariku," batin Sean yang sudah dua kali mendengar Ara menyatakan perasaan untuknya.

"Gadis polos itu," senyum tertahan Sean dengan perasaan tidak karuan.

......

Ara keluar dari mobilnya dengan sangat bad mood, bahkan membanting pintu mobil, membuat Melly yang sedari tadi menunggu di parkiran kampus menjadi bingung.

"Ara, kamu kenapa?" tanya Melly yang begitu datang langsung memeluknya dan menangis.

"Hwaaaa, Kak Sean, dia perhatian sama cewek lain," tangis Ara tantrum sendiri dan meronta-ronta.

"Astaga, Ara. Jadi kamu bad mood sampai menangis seperti ini hanya karena Kak Sean?" ucap Melly menarik napas panjang sambil mengelus kepala Ara.

"Ara suka dia, Mell, tapi dia nggak mau jadi pacar Ara," tangis Ara dengan wajah semakin sedih sampai Melly stres sendiri melihatnya.

Rasanya Melly ingin marah pada Ara yang sampai melupakan martabat hanya demi pria yang dia sukai, tapi melihat Ara yang benar-benar sedih membuat Melly ikut merasakan sakit.

Sahabatnya terlalu polos dan terang-terangan sekali ketika menyukai seseorang.

"Ara, apa sih yang membuat kamu begitu menyukai Kak Sean?" heran Melly yang tidak habis pikir kalau sahabat polosnya akan kecintaan sekali pada Sean sampai menangis melihat Sean perhatian pada wanita lain.

"Ara nggak tahu, Mell. Yang jelas, sejak pertama kali Ara lihat dia, Ara sudah jatuh cinta. Ara nggak punya alasan khusus yang jelas, Ara suka padanya," jujur Ara yang juga tidak mengerti apa yang paling dia sukai dari Sean.

"Ara suka Kak Sean, Mell," kata Ara melonggarkan pelukannya sambil menghapus air mata, menatap Melly.

"Aku tahu kamu suka Kak Sean, tapi kan kita nggak bisa paksa Kak Sean buat suka sama kamu juga," ucap Melly mencoba memberikan pengertian pada Ara.

"Emang Kak Sean suka tipe wanita seperti apa?" tanya Ara mengusap air mata yang jatuh di pipinya.

1
Linda Ayu Tong-Tong
bagus sean...dan ara ayolah dewasalah sedikit..umurmu jg gk remaja lagi lo..hey
Linda Ayu Tong-Tong
katerlaluan gk sih thor ara ini..jgn gtu lah..kasih dia sifat dewasa dikit..
Yel
ara kapan sih bisa dewasanya 🤣 bikin salah paham trs, ksian sean
Linda Ayu Tong-Tong
akhirnya nicholas koit jg..jahat sih🤣🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
gaaaaass lanjut kak..iiih keren daddy nya ara..tuh kamu harus banyak belajar dri daddy ara sean...
Dewi kunti
semangat seaaaaann
Yel
sean sweet bet 😭
Dewi kunti
hadeeeeehhh cinta buta
Dewi kunti
melupakan kali yaaaa
Yel
chapter 100 pun gas ini mah 🤣
Arin
Kalau sampai Nicholas tau Ara di mana, berarti Irene yang bocorkan informasi nya
Linda Ayu Tong-Tong
waduh masa ara mau diculik
Adinda
Ara anaknya Alex sama lala ya Thor,berarti lala punya kakak cowok dua ya
Yel
nikah nikah nikah 🤭
Arin
Namanya perempuan.... biarpun Ara dari keluarga kaya. Kalau di belikan pacar pasti gak nolak lah..... apalagi kalau yang di belikan barang mahal yang limited edition🤭🤭🤭
Yel
jgn lupa acara nikah nya thor, udh 50an chap soalny 😍
Linda Ayu Tong-Tong
kpn mreka nikah thor..dah gk sabaaarrr
Linda Ayu Tong-Tong
iiih baguussss🤣🤣
Linda Ayu Tong-Tong
wakakaka ara lu ngajari camermu ngambekk🤣🤣🤣🤣🤣
Yel
ihiww double date 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!