Dinda Amelia seorang wanita mandiri yang sukses dalam karir nya tapi ia harus rela melepaskan karirnya itu karena harus menuruti perintah suaminya Arya baskara yang baru ia nikahi selama satu tahun atas perjodohan orang tuanya, pada awalnya pernikahan mereka berjalan lancar Dinda merasa bahagia menjadi istri Arya yang sabar dan penyayang, tetapi ternyata semua sikap dan kasih sayang nya hanya sebuah kepalsuan belaka, selama ini Arya telah berbohong karena di belakang Dinda ia telah menyembunyikan wanita lain yang ternyata adalah istri simpanannya, apa sebenarnya motif Arya untuk menikahi Dinda dan bagaimana Dinda melepas kan diri dari jebakan pria pembohongan itu??
simak kisah selengkapnya hanya di noveltoon...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Boleh aku duduk di sini?" tanya Arya sambil menunjuk kursi kosong yang berada di samping Dinda.
Dinda menatap Karin seolah meminta persetujuan dari temannya itu, kemudian Karin memberi kode anggukan pertanda memperbolehkan Arya untuk bergabung bersama mereka.
"Silahkan Mas," ucap Dinda mempersilahkan.
"Ada keperluan apa Mas di sini?" Ko pakaianmu seperti karyawan saja? Dinda memuli percakapan dengan Arya,
"Iya saya Ada sedikit urusan disini mengenai pekerjaan, " jawab Arya yang sedikit malu.
"Oh, " ucap Dinda singkat ia tidak ingin mengorek perihal urusan Arya lebih dalam lagi
"Gimana kabar Hessa Mas?" Apa dia sudah melahirkan?" tanya Dinda basa basi. Dinda kini sudah berdamai dengan masa lalunya ia tidak ingin menyimpan dendam kepada siapapun.
Arya terdiam sejenak dan menarik napasnya panjang awalnya ia ragu untuk menceritakan keadaanya setelah resmi bercerai dengan Dinda karena malu, karena mungkin saja apa yang Ia alami adalah buah dari perbuatan nya yang telah menyakiti hati Dinda.
"Kenapa Mas ko diem?" Apa Ada hal buruk yang terjadi?" tanya Dinda heran.
"Hessa keguguran Din, di usia kandungan yang keenam bulan," lirih Arya
"Inalilahi, " ucap Karin dengan lantang membuat Dinda menegurnya.
"Stt," ucap Dinda sambil menatap Karin tajam.
"Aku turut berduka cita Mas Arya, kalau boleh tahu alasannya kenapa Mas Hessa ko bisa keguguran?" tanya Dinda lagi. o
"Dia terjatuh di rumah kami lalu bayinya tidak bisa tertolong, " Jawab Arya
"Lalu bagaimana keadaan Hessa sekarang Mas?"
"Aku tidak tahu sudah sebulan yang lalu kami tidak bertemu dan tidak berkomunikasi aku sedang mengajukan gugatan cerai kepadanya, "
"Hah! ko bisa Mas kenapa?" tanya Dinda terkejut.
Arya menarik napas panjang lagi "Hessa telah lama berselingkuh dari ku Din," ucap Arya memelas.
"Oh berarti yang kita lihat di kafe itu jangan-jangan selingkuhan nya,"celetuk Karin.
"Di kafe? Maksud mu?" tanya Arya penasaran.
"Kami pernah melihat Hessa di sebuah kafe Bersama pria lain," jelas Karin.
"Karin…" tegur Dinda karena merasa tidak enak hati kepada Arya.
"Gak apa-apa tenang aja aku juga udah ikhlas ko,
Aku akan melanjutkan hidup ku sekarang," ucapnya Arya. "kalau begitu aku duluan yah Din aku harus mengurus beberapa urusan lagi disini, " pamit Arya.
"Iya mas Arya hati-hati," balas Dinda.
Karin memastikan Arya telah hilang dari pandangannya, mulutnya susah untuk tidak mengomentari kisah hidup Arya.
"Din, benerkan kata gue juga si Hessa pasti selingkuh mana ada kakaknya iya kan feeling gue selalu bener kan?" ucap Karin seolah ia bangga akan pencapaian nya.
"iya feeling lo emang bagus kalo soal gossip gak pernah meleset," balas Dinda sambil tersenyum.
"Tapi kasian Hessa keguguran Rin, gak kebayang sih susahnya kaya gimana, "
"Udah lah gak usah dipikirin mungkin aja itu karma kan dia udah selingkuhan, " ujar Karin.
"Huss, jang bilang karma-karma ngeri tau, "
"Udah yuk kita balik ke Kantor aja," ajak Dinda. k
Ketika Dinda telah sampai di lantai delapan ia dikejutkan oleh sosok Alvin yang sedang berdiri di depan ruangan Dinda dengan tatapan sinis,.
"Ada apa ini? apa aku membuat suatu kesalahan?" Pikir Dinda heran.Jantungnya berdegup kencang ia seolah menjadi tersangka yang bersiap di interogasi oleh polisi.
"Ada yang bisa saya bantu Pak Alvin?" tanya Dinda gugup.
"Apa pria itu mengajakmu untuk rujuk?" Alvin membuka obrolan dengan menanyakan pertanyaan yang membuat Dinda keheranan.
"kenapa dia tertarik pada urusan pribadiku?" Pikirnya.
"Maksud Bapak?x Dinda bertanya untuk memastikan kemana arah percakapan yang dimaksud Alvin. Tapi laki-laki di depan Dinda itu hanya menatapnya dengan tatapan tajam nan sinis.
"Iya laki-laki yang bersamamu di kantin tadi bukankah dia mantan suamimu?" Alvin menyolot dengan pertanyaan nya.
"Mas Arya maksud Bapak?"
"Iya siapa lagi, apa kau akn rujuk dengan nya seperti nya kamu bahagia bertemu kembali dengan mantan suamimu?"
"Maaf Pak Alvin, ini bukan suatu hal yang patut kita bicara kan?" Jawab Dinda kesal dengan pertanyaan pertanyaan Alvin yang banyak menuduhnya.
"Maafkan aku Din, banyak bertanya mengenai kehidupan pribadimu?" Kali ini ia berucap lebih lembut.
Dinda terdiam sejenak meresapi dan menelaah sikap Alvin yang seperti ini kepadanya.
"Apa bapak cemburu?" ucap Dinda tiba-tiba yang merupakan hasil dari buah pikiran nya.
Dilempar pertanyaan seperti itu membuat nya menjadi salah tingkah dan gugup.
"Apa Kau ingat kejadian di pantai malam itu?"
Dinda sedikit terkejut karena Alvin tiba-tiba membahas kejadian konyol itu. Semenjak perjumpaan kita di pantai malam itu aku tidak pernah sedikit pun melupakan wajah mu.
Pengakuan Alvin membuat hatinya berdegup kencang,Dinda tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, antar geli Dan heran bercampur menjadi satu.
Dinda hanya terdiam ia tidak tahu harus merespon seperti apa setelah Alvin berbicara seperti itu kepada Nya. Ia tidak bisa menebaknya atau mengira-ngira maksud Alvin Ia tidak ingin ke geeran dan terjadi kesalahpahaman antara dirinya Dan Alvin.
"Dinda apa kau mendengar ku?" tanya Alvin sambil menggoyang kan bahu Dinda. Karena Alvin bingung Dinda tidak merespons ucapannya alias bengong.
"Iya Pak saya dengar tapi saya bingung harus berkata apa," balasnya.
"Biar saya perjelas Dinda, agar kamu tidak merasa bingung lagi, " ucapnya.
"Saya ini sudah lama menyukai kamu semenjak pertemuan kita di pantai Dan saya saat ini cemburu melihat kamu bersama mantan suamimu tadi jelas kan sekarang?" tanya Alvin tegas.
Jangan lama- lama upnya