"kalau kamu melanggar kesepakatan kita maka kamu akan denda sebesar 1miliar.."
karena ingin menghindari perjodohan paksa yang dilakukan oleh ibu sambungnya Sean Wiratama ,duda tampan kaya raya melaksanakan pernikahan kontrak secara rahasia dengan Berliana.gadis cantik pemberani yang mengaku jago bela diri yang secara tak sengaja ia temukan dipinggir jalan.
penolakan demi penolakan sering ditunjukkan oleh berlian yang merasa terpaksa menjadi seorang istri diusia muda.namun ancaman yang diberikan oleh Sean membuat nyalinya ciut! dan terpaksa menjadi istri yang penurut.
bagaimana seru nya kisah pasangan beda usia itu ? akankah berlian yang masih menyandang status pelajar itu bertahan dengan pernikahan nya atau dia lebih memilih meninggalkan Leon?
yuk simak bareng!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon calondra gayatri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
triple date
"Tapi gue belum punya crush gimana dong?"
Anya melirik ke kiri dan ke kanan, mencari-cari siapa kira-kira laki-laki yang cocok untuk menemani nya nonton.
"gampang Nya, ada si alul kan.. do'i mah cowok bayaran asal Lo yang bayarin makan sama nonton, dia pasti mau.."
Saran Yura dan Anya nampak berpikir sejenak, menghitung-hitung berapa tabungan nya yang tersisa.
"Abian pke kan Li...?"
berlian juga tampak ragu , karena sang kekasih belum ada menghubungi nya selama ia berada di Bali.entah apa yang terjadi dengan ketua OSIS tampan itu?
"Eh, panjang umur si bian.." seru Yura saat melihat ada lelaki tampan yang menghampiri berlian.
"sayang maaf ya , aku sibuk basket akhir-akhir ini. Jadi lupa menghubungi kamu.aku denger kamu ke Bali ya?" ucap Abian yang langsung duduk di samping berlian.
Berlian mengangguk singkat, karena setiap berada didekat abian ia merasa tersihir.
"aku bawain oleh-oleh banyak buat kamu" ucap berlian lembut.
"makasih sayang...btw kamu masih dekat aja ya sama om Kenan, kok rasanya aku cemburu!"
Abian tak segan-segan lagi mengungkapkan apa yang ia rasakan akhir-akhir ini.
"gak usah jealous bi karena berlian hanya milik Lo seorang...om Kenan kan bakal jadi jodoh gue.." sahut Anya yang langsung mendapat jitakan dikepalanya oleh berlian.
"Eh bi, kita mau nonton bareng Lo entar malem, triple date gitu..Lo sama berlian ,gue sama bale, dan Anya sama alul. Gimana mau kan?" seru Yura semangat.
"boleh..boleh, udah lama ya sayang kita gak pergi nonton?" wajah bian berbinar cerah menyambut usulan Yura.
"iya, tapi gue mau minta izin om Kenan dulu ya..!"
walau merasa ragu jika sang suami mengijinkan, tapi apa salahnya ia mencoba .begitu lah yang ada dipikiran berlian.
"telpon aja sekarang,gak ada waktu lagi loh.." usul Anya dan berlian langsung menjauh dari teman-teman nya untuk menghubungi sang suami.
Sekali..dua kali..tak ada jawaban membuat berlian mulai jengkel, ia menghubungi terus-terusan tanpa jeda, hingga akhirnya terdengar sahutan dari sebrang sana.
"saya lagi meeting Li...nanti aja ya saya telpon lagi.."
"om ,aku ingin minta ijin mau nonton boleh gak?" suara nyaring itu mengalun sumbang di telinga Kenan.
"nonton...?"
Semua peserta meeting menoleh ke arah Kenan yang seperti nya sedang terkejut, dan sang bos pun meninggalkan ruangan meeting begitu saja.
"sama siapa nontonnya..?" selidik Kenan kemudian.
"sama teman-teman saya, kita triple date ,jadi masing-masing bawa pasangan."
"kapan memangnya..? Kalau nanti malam saya gak bisa. Besok saja!"
" yee, siapa juga yang mau ngajak om?"
Kenan mengerutkan wajah dan mulai memasang tampang serius.
"jadi nanti itu Yura sama pacarnya, Anya sama gebetan nya.eh, bukan gebetan Ding.. tapi cowok bayaran."
"kamu sama siapa..?" nafas Kenan memburu menanyakan hal itu.
"sama Abian pacar saya..!"
Glek...
Kenan merasakan hawa panas melewati kerongkongan,saat mendengar pernyataan berlian.
"om..boleh ya..." rengek berlian dengan suara manja.
"boleh, tapi saya juga ikut.."
"yahh, kenapa om ikut sih? Gak seru dong kalau.."
"saya ikut atau kamu gak saya izinkan pergi" tegas kenan yang telah melupakan peserta meeting yang sedang menunggu didalam ruangan.
"gimana Li...?"
Dua gadis remaja dan satu remaja laki-laki tampan menatap berlian tak berkedip.
"di izinin gak?" desak Yura yang sudah tak sabar mendapat jawaban.
"oke...!" berlian menautkan kedua jempol dan telunjuknya membentuk huruf O.
"perfect! Nanti malam aku jemput ya sayang.."
Abian nampak semangat mendengar jawaban berlian.
"jangan bi, kita ketemuan di bioskop aja ya.."
Tentu saja belum memberitahu kan, perihal Kenan yang ingin ikut bersamanya. Khawatir jika teman-teman nya akan membatalkan planning ,karena berlian membawa serta om-om dalam triple date mereka.
***
Tepat pukul 18:30 malam ini, berlian sudah berdandan cantik. Ia mematut diri di depan cermin, sambil berpikir apakah ada yang kurang dari penampilan nya malam ini. Sepertinya sudah nyaris sempurna dan ia tersenyum sumringah.
Berlian mulai berpose narsis, sambil mengangkat ke dua tangan nya di kepala, tapi kala mencium bau kurang bersahabat yang cukup membuat nya mual, ia baru tersadar kalau belum menggunakan deodorant. Apalagi malam ini ia mengenakan atasan tanpa lengan.
"ah, mana gue lupa beli deodorant lagi.. gimana dong?"
Berlian mengendap-endap masuk ke kamar suaminya, yang memang sengaja tak dikunci. Tangan nya bergerak lincah mengacak-acak barang pribadi milik kenan, mencari-cari deodorant yang biasa dipakai suaminya. Namun semua botol diatas meja berbentuk sama, hingga berlian sulit membedakan yang mana deodorant, dan mana yang bukan. Alhasil ia mengambil secara acak saja , asalkan benda itu berbentuk bulat dan panjang.
"loh, kok harus disemprot gini ya.."
Gumamnya ketika membuka tutup tub botol berwarna hitam. tapi karena takut ketahuan sang suami yang kebetulan belum kembali dari kantor. akhirnya berlian menyemprotkan saja benda itu di kedua ketiaknya.
Sreett..
Terdengar pintu kamar dibuka, dan berlian mendadak panik. Benda yang ia sangka deodorant itu terjatuh ke lantai. Dan menggelinding ke arah pemilik kamar yang melangkah masuk.
"kamu ngapain Lian..?" seru Kenan sambil membungkuk meraih benda yang sudah berada dikakinya.
"nggak...nggak ngapa-ngapain, saya gak lagi nyolong deodorant om kok, sumpah!" saking gugupnya gadis itu langsung berkata jujur.
"deodorant.." Kenan meneliti benda yang ia raih dari kakinya.
"ngapain kamu pakai hair spray punya saya?"
"haa, hair spray?"
berlian terbelalak, seketika mencobanya menggerak-gerakkan kedua ketiaknya yang ternyata sudah lengket, karena hair spray yang ia gunakan.
(aduh, bikin masalah lagi kah gue..)
Kesalnya dalam hati tapi karena takut jika Kenan akan kembali uring-uringan ia pun diam mematung.
"om gak jadi ikut saya kan..?"
berlian mencoba mengalihkan perhatian kenan, agar tak lagi membahas tentang deodorant, hair spray apalagi ketiaknya.
"kalau saya gak ikut, siapa nanti yang mau bayarin kamu dan teman-teman kamu nonton sama makan?" jawab Kenan meremehkan.
"teman-teman saya anak orang kaya om, banyak duitnya. Cuma saya aja yang istri direktur tapi uang jajan nya lima belas ribu sehari." sungut berlian berharap Kenan iba dan akan menambah uang jajannya.
"kamu kan kemana-mana sama saya, ngapain pegang uang banyak-banyak? Lagian masih umur 17 , entar kalau dikasih uang banyak malah jajan yang aneh-aneh."
Bala Kenan tak mau mengalah, dan seperti biasanya berlian akan memajukan bibirnya sebagai bentuk rasa protes yang sulit terungkap.
"kamu mau pergi ke bioskop pakai baju begituan..?"
berlian mengangguk singkat, masih merapatkan kedua ketiaknya yang sepertinya sudah kaku karena terkena hair spray.
"ganti bajunya, bioskop itu kan dingin nanti masuk angin.."
Kenan menatap tak suka pada kaos tanpa lengan yang berlian kenakan ,yang juga mengekspos perut ratanya.
"baju ini keren tau om, kekinian..!"protes berlian.
"ganti sekarang atau kita gak jadi berangkat..!"
(kita ,saya tuh gak ngajakin om..) gerutu berlian dalam hati.
"om mau pergi ke bioskop pakai baju begitu..?"
Giliran berlian mengamati penampilan suaminya, yang mengenakan kemeja kantoran dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam. Persis seperti seorang om-om yang hendak mengasuh keponakannya.
"saya mandi dulu sebentar,kamu tunggu aja dikamar. Pakai sweater aja biar gak kedinginan!"
(sweater? Yang benar aja emang mau kemping dipuncak..)
Gerutu berlian lagi yang tentunya hanya didalam hati saja, mau tak mau ia menuruti semua petuah kenan agar rencana malam jadi terlaksana.
udh kelas XII jga kan ampun ceritanya Kya cewe desa
semakin lama semakin modis dong bukan malah semakin udik