Bagaimana jika kamu menjadi istri dari Ayah sahabatmu sendiri, atau lebih tepatnya menjadi Ibu tiri sahabatmu. Hal itu yang terjadi pada Aneska Mahendra yang menyukai Papah dari sahabatnya sendiri, Alexander yang biasa dipanggil dengan nama Alex. Aneska menyukai Alex sejak masih duduk dibangku SMA, pesona tampan Alex membuat putri dari sahabatnya itu sangat tergila-gila padanya.
Aneska kerap menggoda Alex ketika ia main ke kediaman Alex dengan dalih belajar kelompok bersama putri semata wayangnya yang tak lain sahabat Aneska dari kecil. Meski Alex masih memiliki istri, Aneska tak memedulikan hal tersebut. Baginya yang terpenting ia bisa menyingkirkan Ibu tiri sahabatnya dan menggantikan posisinya.
Beruntung Rania, putri Alex merestui Aneska bersama dengan Papahnya. Rania bahkan membantu Aneska menyingkirkan Ibu tirinya itu dari sisi sang Papah. Sebab, Rania sangat tidak menyukai Ibu tirinya yang sangat bermuka dua itu.
Akankah Aneska berhasil menyingkirkan istri Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isti Shaburu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PPS ~ 24
Kita kesampingkan dulu cerita Om Alex dan Baby Anes yah bestie, soalnya kisah mereka sudah hampir ending
Jantung Rania berdegup kencang, sekencang bunyi genderang yang ditabuh ketika perang akan segera dimulai. Napasnya memburu, bibirnya tersenyum seraya dipeganginya. Bayangan kala Victor membalas ciumannya masih terasa hingga membuat tubuhnya merinding dan berdesir hebat.
Katika ia tanpa sadar mencium bibir Victor yang menggoda dirinya, Victor memang terkejut, tapi seperekian detik kemudian ia membalas ciuman itu. Victor bahkan membalas pelukan Rania di pinggangnya, tangan satunya ia gunakan untuk menekan leher Rania agar ciuman itu tak terlepas dan malah semakin dalam. Rania bagaikan dibawa terbang melayang ke langit ke tujuh, ia berharap Victor jangan pernah menghempaskannya hingga ke dasar, karena jika itu terjadi, Rania akan hancur berkeping-keping.
“Kau semakin nakal, Nona. Apakah begini yang kau inginkan dariku?” ucap Victor setelah ciuman mereka terurai, ibu jarinya mengusap bibir lembut Rania semakin membuat jantung gadis cantik itu tak karuan rasanya. Oh Abang, Neng mau pingsan saja, mungkin begitulah batin Rania saat ini.
Seketika Rania langsung memeluk tubuh kekar Victor, “aku mencintaimu, Victor, sangat mencintaimu. Tak bisakah kau menjadi kekasihku?” ucapnya dengan berani. Victor menyeringai, ia bukannya tak tahu, ia tahu, Victor tahu semuanya tentang putri bosnya itu, ia tahu kalau selama ini Rania selalu mencari perhatian padanya, ia bahkan telah menaruh hati pula pada gadis cantik itu, tapi perbedaan selalu menjadi benteng yang ia pasang antara ia dan Rania.
Victor tak menjawabnya, ia malah menggendong tubuh padat berisi nonanya itu ala bridal style dan berjalan membawanya menuju kamar sang nona. Ketika sudah berada di dalam kamar Rania, Victor membaringkan tubuhnya dengan perlahan. Victor menatap wajah cantik tanpa noda itu dan menikmati kembali rasa yang baru saja ia nikmati, sebuah ciuman pendamping tidur untuk Rania yang begitu manis.
“Apakah ini yang namanya ciuman?” ucapnya bertanya-tanya sendiri, ia memang belum pernah merasakan yang namanya berciuman, bahkan jatuh cinta pun baru sekali dalam hidupnya dan itu pun pada Victor.
Malam itu, Rania terlelap dengan senyum yang terkembang di bibirnya. Hatinya sungguh bahagia. Perjuangannya untuk mendekati Victor sedari sekolah di bangku SMA akhirnya sedikit membuahkan hasil. Baginya, hanya tinggal selangkah lagi dan dia akan menjadikannya Victor kekasihnya. Di saat itu terjadi, maka ia akan merasa paling bahagia.
Pagi harinya menjelang, ketika ia bertemu Victor dengan wajah yang berseri, ternyata berbanding terbalik dengan pria bak kulkas tujuh pintu itu. Victor bersikap seperti biasa lagi, dingin bak gunung es yang tak pernah mencair, datar bak jalan tol yang hanya lurus saja dan kaku bak kanebo kering yang tak pernah terkena air.
‘Kenapa dia balik lagi kayak biasanya sih, gua pikir doi bakal bersikap manis bin romantis setelah kejadian semalem,’ gerutunya dalam hati melihat Victor yang sudah kembali seperti biasa.
“Hari ini aku malas ke kantor, kamu saja yang pergi.” Rania merajuk, ia tak jadi sarapan karena melihat wajah Victor yang datar, padahal memang seperti itu biasanya dia, wajah datar dan kaku.
“Baiklah, jika Anda memerlukan sesuatu, Anda bisa hubungi saya,” sahutnya, seketika membuat Rania bertambah merajuk, ia pikir Victor bakal memilih untuk menemaninya di rumah, tapi perkiraannya salah, pria itu malah memilih untuk pergi ke kantor meninggalkan dirinya seorang diri di rumah.
‘Baiklah, akan kubuat kau kelabakan nanti,’ dengusnya membatin merencanakan sesuatu untuk membuat Victor tak tenang.
Rania pergi ke kamarnya dengan wajah yang merajuk membuat Victor menghela napasnya berat dan menggelengkan kepalanya. Setelah Rania pergi, Victor pun pergi ke kantor karena ada pekerjaan yang harus ia urus.
Pikiran Victor tak tenang ketika ia sedang berkutat dengan pekerjaannya. Jam pulang kerja serasa begitu lama baginya, padahal hanya tinggal beberapa jam lagi, tapi mengapa serasa akan melewatinya berhari-hari.
Ketika jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, Victor dengan secepat kilat langsung bergegas pergi meninggalkan kantor untuk kembali ke kediaman Bosnya. Tak lupa di jalan ia mampir ke resto untuk membeli makanan, ia berniat makan malam di rumah bersama dengan Rania. Duh, sudah mulai perhatian sepertinya doi yah, hihi...
Mobil memasuki pelataran rumah mewah yang begitu besar, Victor langsung berlari tapi ternyata pintunya dikunci, beruntung ia memiliki kunci cadangannya, jadi bisa dengan mudah masuk. Ketika sampai di dalam, terlihat rumah dalam keadaan kosong, ia mencari di mana keberadaan Rania tapi tak menemukannya. Victor meraih ponselnya, ternyata ada beberapa pesan yang dikirim oleh Rania, Victor bergegas membukanya.
Sebuah foto yang dikirimkan oleh Rania yang berada di sebuah bar dengan memegang segelas minuman dan pakaian yang cukup berani membuat Victor meradang. Ia mengenali bar itu, Victor segera bergegas pergi untuk menjemputnya pulang.
“Kamu sudah berani macam-macam yah gadis nakal, akan kuberi kau hukuman setelah pulang nanti,” gumam Victor yang menahan amarahnya.
Victor marah? Yah dia sangat marah melihat Rania yang mengenakan pakaian begitu terbuka hingga memamerkan tubuh bagian atasnya. Ketika mobil sudah berhenti di area parkir, Victor langsung masuk ke bar tersebut. Para penjaga tak berani menghadangnya, karena mereka mengenal siapa Victor.
Victor mencari di mana gadis cantik itu, hingga kemudian ia menemukannya sedang digoda oleh beberapa pria untuk diajaknya pergi dengan paksa. Victor langsung memukul pria itu tanpa bertanya lebih dulu, tentu saja membuat pria itu dan yang lainnya terkejut.
“Siapa kamu? Beraninya memukul orang sembarangan, apakah sudah bosan hidup?” sarkas sang pria yang tak mengetahui siapa Victor.
Victor membuka jasnya dan memakaikannya pada Rania. Lalu ia kembali menghajar pria itu tanpa ampun.
“Kau ingat wajah gadisku dan wajahku ini. Jika kau berani menggoda gadisku lagi, maka kau akan pulang hanya dengan nama saja, mengerti?” ancam Victor menghempaskan tubuh pria yang sudah babak belur olehnya itu. Ia langsung menggendong tubuh Rania yang sedikit mabuk dengan memanggulnya bak karun beras. Ia tak memedulikan Rania yang memukuli tubuh bagian belakangnya.
“Dasar Victor brengsek, kau sengaja melupakan kejadian semalam, iya kan? Kau tak tahu bagaimana bahagianya aku ketika kau membalas ciumanku. Apakah kau tahu? Itu adalah ciuman pertamaku yang sengaja kuberikan padamu, tapi kamu malah tak menganggapnya,” racaunya dengan tak sadarkan diri karena mabuk, Rania terus saja mengoceh hingga ia dimasukkan ke dalam mobil oleh Victor.
“Kita pulang dulu, setelah sampai rumah aku akan menghukummu agar kau tak berani lagi pergi ke bar seperti itu, terlebih dengan pakaian yang terbuka seperti ini,” ucapnya seraya melajukan mobilnya meninggalkan bar tempat di mana Rania hampir saja dibawa oleh pria hidung belang.
Apa hukuman Victor untuk Rania yah🤔
***
Happy reading, jangan lupa like dan komennya yah, yang belum sukreb tolong sukreb yah biar selalu dapat notif updatenya, yang belum kasih kopi atau mawar, boleh juga nih dikasih mawarnya buat othor. Othor lagi sakit tapi masih sempatkan buat nulis untuk kalian, siapa tahu dengan kiriman mawar or kopi kalian, othor jadi sembuh, hehe... Othor mode merayu, tapi merayunya penuh dengan kegaringan haha...
*****
Pesona Bodyguardku || Isti Shaburu || Noveltoon
ngadi" banget deh..kalimatnya🫠