Perjuangan seorang gadis muda yang sedang mencari pekerjaan di kota besar demi bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi seorang designer. Namun, gadis itu harus merelakan mimpi nya untuk menjadi designer karena dia di tuduh berbuat mesum dengan seorang laki-laki yang sama sekali dia tidak kenal bahkan bisa di bilang itu adalah pertama kali gadis itu bertemu dengan laki-laki tersebut.
Mampukah gadis itu menjalani kehidupan pernikahan nya dengan laki-laki yang dia tidak kenal, dan apakah gadis itu bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi designer walaupun dia sudah berstatus sebagai seorang istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24
" Aku juga yakin kalau wanita itu juga tidak menginginkan pernikahan ini, karena dia pasti sudah memiliki kekasih yang dia cinta " ucap Arjun lirih sambil melihat kearah Chika.
" Cepat atau lambat pernikahan ini juga pasti akan berakhir " ucap Arjun lirih.
Chika yang sudah selesai menaruh lingerie tersebut ke dalam lemari pun langsung berjalan menuju tempat tidur nya.
Baru saja Chika akan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tiba-tiba dia teringat sesuatu saat melihat Arjun yang sudah duduk di atas tempat tidur " Tunggu dulu, kamar ku kan cuman ada satu tempat tidur ya? Kalau dia lebih dulu di tempat tidur terus, aku tidur dimana?! ".
" Masa iya, aku berbagi tempat tidur dengan orang ini?! Tidak! Tidak! Aku tidak mau!! " gumam Chika sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Masa aku harus tidur di lantai sih? Kan dingin?! " gumam Chika sambil mengerucutkan bibirnya.
" Tapi, kalau aku tidak tidur di lantai, itu artinya aku harus tidur satu ranjang dengan orang itu dong?! " batin Chika.
" Tidak! Tidak mau! Lebih baik aku tidur di lantai daripada harus tidur dengan orang menyebalkan itu!! " ucap Chika dalam hati.
Setelah menimbang-nimbang akhirnya, Chika memilih untuk tidur di lantai. Dia pun langsung berjalan menuju lemari pakaian lagi untuk mengambil selimut untuk dia gunakan sebagai alas tempat tidur.
Arjun diam-diam ternyata memperhatikan Chika yang sejak tadi bergumam sendiri.
Saat melihat Chika berbaik sambil membawa selimut, Arjun berpura-pura melihat handphone nya lagi agar tidak ketahuan jika dirinya sedang memperhatikan sang istri.
Setelah mengambil selimut, Chika langsung menyiapkan tempat untuk dirinya tidur.
Setelah itu, dia berjalan menuju tempat tidur untuk mengambil bantal.
Sesampainya di samping tempat tidur, Chika langsung mengambil bantal tanpa berbicara dengan Arjun.
Arjun pun demikian, dia hanya diam saja. Tetapi, baru saja Chika berjalan beberapa langkah meninggalkan tempat tidur nya, Arjun berkata " Tunggu! ".
Chika yang mendengar hal itu pun langsung menghentikan langkahnya.
" Ada apa pak? " tanya Chika sambil menoleh ke belakang.
" Ayo kita membuat perjanjian!? " kata Arjun.
" Perjanjian? Perjanjian apa?! " tanya Chika bingung.
Bukan nya menjawab pertanyaan Chika, Arjun malah berkata " Duduk! ".
Mendengar itu, Chika tidak langsung menuruti perkataan Arjun, dia malah berkata " Saya di sini saja pak ".
Mendengar perkataan Chika membuat Arjun sedikit kesal, dia pun langsung berkata " Tidak sopan bicara sambil berdiri! ".
Mendengar hal itu membuat Chika mendengus kesal.
Huh! Cuman mau bicara saja banyak aturan!! " gerutu Chika.
Dengan perasaan kesal, Chika pun menuruti perkataan Arjun, dia berbalik dan berjalan menuju tempat tidur.
Sesampainya di samping tempat tidur, dia juga langsung duduk dengan jarak yang lumayan jauh dari Arjun.
Arjun yang melihat nya pun hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Ada apa pak? " tanya Chika.
" Saya mau kita membuat perjanjian! " kata Arjun.
" Perjanjian apa? " tanya Chika penasaran.
" Perjanjian kontrak pernikahan " jawab Arjun.
" Kontrak pernikahan??!! " Chika terkejut saat mendengar jawaban Arjun.
" Iya! " jawab Arjun singkat.
" Asal mula pernikahan ini terjadi karena kesalahpahaman dan keterpaksaan bukan karena cinta jadi, saya pikir bagaimana kalau kita membuat kontrak pernikahan " ucap Arjun.
" Kita akan bercerai setelah tiga bulan pernikahan " imbuh nya.
Chika semakin di buat terkejut mendengar ucapan Arjun.
" Gila!! Dia pikir pernikahan ini bisa di buat mainan?! " batin Chika.
" Memang pernikahan ini terjadi karena keterpaksaan tapi, bukan berarti bisa untuk dipermainkan " batin Chika.
" Pernikahan itu, hal yang sangat sakral. Yang tidak boleh untuk di permainkan, dia pikir ini cerita novel atau sinetron di televisi apa!? " gerutu Chika dalam hati.
" Kalau dia tidak mau pernikahan ini terjadi, kenapa dia tidak membatalkan nya sebelum terucap kalimat ijab kabul itu dari bibir nya! " kesal Chika dalam hati.
Saat Chika sedang sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Arjun memberikan selembar kertas sambil berkata " Itu isi kontrak pernikahan kita, kamu baca dulu jika ada yang tidak sesuai kamu bisa mengganti nya ".
Chika pun mengambil kertas tersebut dan langsung membaca isi kontrak pernikahan tersebut satu persatu dengan teliti.
Setelah membaca isi kontrak pernikahan tersebut, Chika bertanya " Kenapa di sini tertulis sejumlah nominal uang pak? ".
" Itu sebagai kompensasi selama kamu menjadi istri saya " jawab Arjun.
" Ya tuhan! Hamba bingung, berikan petunjuk mu untuk pernikahan kami ini " ucap Chika dalam hati.
" Apa keputusan yang harus hamba ambil ya tuhan " ucap Chika dalam hati.
" Ayo cepat tandatangan! " kata Arjun.
" Seandainya kamu tidak menandatangani kontrak pernikahan itu pun, pernikahan ini tidak akan berjalan lama karena saya sudah memiliki wanita yang sangat saya cintai " ucap Arjun.
Mendengar ucapan Arjun, membuat Chika tersadar jika memang seharusnya pernikahan ini tidak terjadi, oleh karena itu Chika langsung menandatangani kontrak pernikahan tersebut.
" Ya tuhan! Semoga keputusan ku benar, meskipun pernikahan ini terjadi karena keterpaksaan aku akan tetap berusaha untuk menjadi seorang istri yang baik untuk suami ku " ucap Chika dalam hati.
Setelah Chika selesai menandatangani kontrak pernikahan tersebut, Arjun langsung mengambil nya.
" Karena ini kamar kamu, kamu tidur di tempat tidur. Biar saya yang tidur di lantai " kata Arjun sambil mengambil bantal dan pergi menuju tempat dimana Chika meletakkan selimut sebagai alas untuk nya tidur.
Chika yang melihat dan mendengar perkataan Arjun pun diam-diam tersenyum senang.
" Meskipun dia dingin, tapi dia masih memiliki hati nurani dan tidak membiarkan aku tidur di lantai ".
Chika pun langsung naik ke atas tempat tidur dan mengambil posisi untuk tidur.
" Mulai sekarang status ku sudah berubah menjadi istri orang, tapi apa aku masih bisa mengejar mimpi ku untuk menjadi seorang desainer ya?! " pikir Chika sambil menatap langit-langit kamar.