Kisah triplets keluarga Rao dalam perjalanan cintanya.
Charusmita Rao atau Mita harus mengubur impiannya menjadi balerina akibat kecelakaan yang dialaminya. Dokter Vikram Gupta membantu gadis itu melewati masa-masa menerima kenyataan meskipun Mita tidak tertarik dengan orang India tapi dokter tampan ini berbeda.
Ararya Rao atau Arya bertemu dengan Riko Ichida, seorang dokter anak yang menderita lupus. Arya yang juga seorang dokter penyakit dalam, mendampingi Riko dalam pengobatannya hingga keduanya sama-sama jatuh cinta.
Benoit Rao atau Ben bertemu dengan dokter bedah judes, Ran Tsubasa saat bertugas di Tokyo. Keduanya saling membenci satu sama lain, hingga mereka harus terjebak saat membantu korban tsunami.
Generasi ketujuh klan Pratomo
Follow my IG @hana_reeves_nt
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BR -RT - Apakah Kamu Cemburu?
Tokyo University Hospital
Ben menatap Akito yang tampak geram saat tahu Alaska bilang kalau naksir teman kuliahnya karena tahu pria di hadapannya sangat suka adiknya.
"Bang, mungkin cinta monyet..." ucap Ben berusaha menenangkan Akito.
"Tampaknya tidak, Ben. Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja ! Hanya aku yang tahu brutalnya Alaska."
Ben memegang pelipisnya. "Bang, boleh aku kasih nasehat?"
"Shoot ! Aku butuh sesuatu untuk bisa mendapatkan Ska... Anak itu memang keras kepala !"
"Bang, kalau sama Alaska, jangan langsung frontal. Dia akan pergi menjauh. Harus pelan-pelan... Jadilah orang yang selalu ada buat Alska. Aku tahu karena Ska tipikal orang yang menyimpan semua sakit hatinya dengan berkelahi. Dia memiliki self defense mechanism, tidak mau sakit lagi. Dia ditinggalkan ibunya di panti asuhan, ayahnya tidak mau mengakui, kakek neneknya sama dan hanya kita keluarganya. Ska jauh lebih perasa dibandingkan Spen. So, kamu harus pelan-pelan Bang, tunjukkan bahwa kamu sangat mencintai Ska, melindungi Ska dan tidak akan menyakiti Ska. Di luaran Ska tampak tangguh, tapi aslinya dia rapuh bang. Ditambah dia bersama Nyunyun yang sama kacaunya jadi jiwa bar-bar nya tersalurkan hanya untuk melepaskan angernya."
Akito menatap Ben. "Sejak kapan kamu jadi profiler?"
"Sejak aku ambil coas psikologi dan mengamati Ska sejak pindah ke Swiss."
Akito mengangguk. "Thanks Ben... Kamu sangat membantu..."
"Pelan - pelan bang... Ska itu tidak bisa digedubrakin ..." senyum Ben.
"Ben ... Ini Arya !" panggil Riko.
"Kita masuk?" ajak Ben ke Akito. Keduanya pun masuk ke dalam kamar Riko tanpa tahu Ran yang hendak ke ruang Rontgen mendengar semuanya.
Jadi dokter Akito suka dengan adik Ben.
***
Paris Perancis
Mita tampak segar setelah mendapatkan kesempatan untuk berenang dari Vikram. Selain balet, berenang adalah olahraga favoritnya.
"Akhirnya boleh berenang !" seru Mita bahagia saat duduk di pinggir kolam renang usai menyelesaikan lima putaran.
"Senangnya mademoiselle Rao..." ucap Lucy yang memberikan handuk.
"Aku sangat senang, Lucy. Akhirnya bisa berenang itu merupakan mood booster. Aku sangat suka air dan jika kakiku sudah oke, aku akan pergi ke Bali dan surfing disana..." senyum Mita.
"Bagaimana dengan latihan balet mu?"
Mita mendongak dan melihat Vikram berdiri menjulang dengan kemeja biru muda, dasi hitam, celana pantalon hitam serta sneli putih. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku sneli putih dan wajahnya tampak sok galak ke Mita.
"Eh ? Masa nggak boleh senang-senang sih dokter Gupta?" senyum Mita.
"Lalu? Latihan balet? Sudah tidak tertarik menjadi prima balerina?" Vikram mengulurkan tangannya dan Mita menerimanya dan pria itu membantu Mita berdiri perlahan.
"Entah ... Makin kemari aku semakin tidak terlalu ambisius. Anda tahu dokter Gupta, mau dibilang aku sembuh 100 persen tapi tetap saja, ini pernah patah..."
"Charusmita Rao, apakah kamu akan menyerah begitu saja?" tanya Vikram yang melihat Mita memakai handuk besar dan pakaian renang one piece.
Mata hijau Mita menatap mata hazel Vikram. "Aku..."
"Karena aku tidak akan pernah menyerah padamu ..." ucap Vikram lagi.
"Dokter Gupta..."
"Ayo, kamu mandi dulu... Sudah terlalu lama kamu basah dan tubuh kamu kedinginan." Vikram menatap Lucy. "Tolong ya Lucy..."
"Absolutely, dokter Gupta" senyum Lucy.
***
Tokyo Medical Faculty Tokyo University
"Rao-san !"
Benoit yang sedang memeriksa jadwal pasien, menoleh ketika namanya dipanggil.
"Yes Tanaka-sensei?" balas Ben sambil membungkuk hormat.
"Ben, boleh aku panggil begitu?"
"Boleh saja sensei."
"Kamu takut mayat tidak?" tanya Takara.
"Mayat?" Ben menatap dokter seniornya. Apa aku bakalan dikirim macam Opa Joey ? Aku kan tidak bikin masalah ...
"Forensik membutuhkan kita, Ben. Kamu kan cucunya Joey Bianchi dan pasti sedikit banyak ada gennya yang kepo. Aku butuh fresh eye untuk kasus pembunuhan. Bisa?"
Ben hanya mengangguk. Mau aku tolak juga percuma. "Baik sensei. Jam berapa kita akan autopsi?"
"Satu jam lagi. Mayatnya baru proses di TKP."
***
Joey Bianchi tertawa terbahak-bahak saat Ben mengadu pada Opanya bahwa dia diseret untuk mengautopsi korban kejahatan.
"Bagus dong Ben ! Ada penerusnya..." gelak Joey seolah mendapatkan mood booster tersendiri.
"Opa, kan sudah diwakili sama Dipta yang sudah yakin mau jadi dokter forensik. Aku kan tidak !" sungut Ben sebal.
"Anggap saja kamu mendapatkan pengalaman baru, Ben. Siapa tahu berguna nanti. Sudah, sana belajar jadi dokter forensik. Oh, jangan nyanyi lagu mayat ya..."
"Seriously Opa? Saat-saat begini?" Ben menggelengkan kepalanya ke Opanya yang super kacau.
"Mayat oh mayat, kenapa kamu diam saja. Sebab kalau bangun, berati kamu zombie..." dendang Joey.
"Oppaaaa..."
***
Ran mendatangi Riko yang masih dirawat demi menstabilkan kondisinya setelah mendapatkan virus flu perut. Riko sangat beruntung karena Akito datang ke rumah sakit itu disaat dia ambruk.
Riko yang melihat Ran datang, tampak bingung karena tumben kakak kelasnya datang ke kamarnya
"Haik? Dō shitano ( ada apa )?" tanya Riko yang masih bertukar pesan dengan Arya.
"Riko Ichida?" Ran menatap datar ke gadis yang masih berbaring.
"Haik. Anata wa ( kamu )?" balas Riko.
"Ran Tsubasa. Kakak kelas kamu. Apa hubungan kamu dengan Benoit Rao?"
Riko melongo. "Hubungan ? Ben hanya menjaga aku. Aku dekat dengan Arya, saudara kembar Ben dan karena Arya di Muenchen, dia menitipkan aku pada Ben. Aku kan punya lupus jadi Arya sangat khawatir jadi minta tolong pada Ben supaya aku tidak kambuh ..."
"Hanya itu?"
"Hanya itu."
Ran mengangguk.
"Tsubasa-senpai. Apakah kamu cemburu padaku?" tanya Riko dengan wajah polos.
Ran tidak bisa menjawab.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
Ahahhahaha