NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putra Mahkota .

Pagi menjelang Siang , di sebuah Heli pad di belakang Mansion , terdengar suara bising sebuah Helikopter sedang mendarat .

Tidak jauh dari Heli pad itu , berdiri Evelyne dan Aditya dengan pakaian resmi , mengenakan jas hitam , berkacamata hitam berdiri berdampingan .

Dibelakang mereka , nampak sepuluh orang laki laki paro baya , berjas hitam dan berkacamata hitam berdiri berjejer .

Pintu Helikopter terbuka , dari dalam Helikopter keluar empat orang laki laki paro baya ber jas hitam dan berkacamata hitam juga .

Setelah keluar dari Helikopter itu , ke empat orang itu berdiri berjejer juga .

Saat seorang laki laki paro baya , berwajah tampan , mengenakan jas hitam dan kacamata hitam muncul , ke empat orang tadi segera menekuk kan kaki mereka , dengan lutut kanan bertumpu ketanah , dan lutut kiri ditekuk didepan tubuh nya .

Dari wajah nya , sangat jelas , jika mereka bukan warga lokal , tetapi orang orang Eropa .

Laki laki itu tidak menghiraukan ke empat orang tadi , langsung berjalan kearah Evelyne dan Aditya berdiri .

Lama dia berdiri didepan Evelyne dan Aditya , berbicara dengan Evelyne , menggunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh Aditya .

Evelyne menatap kearah Aditya sembari berkata , "adik !, inilah ayah kita !" ...

Laki laki itu melangkah kehadapan Aditya , bertatapan beberapa saat , barulah setelah itu maju merangkul tubuh Aditya .

"Oh my son !, my son !, kau sudah besar nak ? , maafkan papa yang tidak bisa mendampingi mu tumbuh besar nak , tetapi ibu mu wanita yang sangat hebat , berhasil membawa mu tumbuh dewasa nak !" air mata laki laki itu mengalir di wajah nya .

Dengan menggandeng tubuh Aditya , laki laki itu melangkah masuk kedalam Mansion, di ikuti yang lain nya .

Hasan membimbing putra putri nya memasuki sebuah ruangan yang mirip sebuah aula , dengan sebuah meja besar dan panjang ada di sana .

Hasan duduk di ujung meja , di dampingi Aditya di sisi kanan nya , dan Evelyne di samping kiri nya .

Empat laki laki tadi dan beberapa orang laki laki lain nya , duduk di sebelah kanan , sedangkan di sebelah kiri , duduk berjejer empat belas orang wanita muda nan cantik , yang kesemua nya mengenakan stelan jas hitam , berkaca mata hitam .

"Terimakasih atas kehadiran kalian semua nya siang ini , hari ini aku ingin memperkenalkan putra mahkota ku yang sudah sekian lama ku janjikan pada kalian semua , sudah sejak lama ku persiapkan , meskipun waktu nya belum tepat , tetapi kurasa tidak ada salah nya untuk mulai beradaptasi mulai sekarang , karena aku berencana ingin pensiun dari Dunia bawah tanah ini , dan memulai hidup tenang dengan istri ku di kampung , tetapi aku akan tetap mengawasi kalian semua , hanya tidak lagi turun tangan langsung , tentang organisasi kita ini , sepenuh nya ku serahkan pada putra dan putri ku , pasukan Angel yang telah ku persiapkan sejak lama sekali , hari ini sepenuh nya mulai ku aktifkan dan kendali kalian , berada di tangan sang pangeran langsung , ada pun tugas kalian adalah , menjaga dan melindungi pangeran dengan resiko jiwa raga kalian , dan sementara pangeran kalian belum bisa memerintah sepenuh nya , maka aku juga menunjuk putri ku Yellow Angel sebagai wakil adik nya , dan mengambil kepemimpinan organisasi ini untuk sementara waktu , segala kebijakan , ada pada nya , kalian tidak diperkenankan untuk membocorkan keterangan dalam bentuk apapun tentang siapa kami , bila itu terjadi , aku sendiri yang akan mencabut nyawa kalian !" kata Hasan sambil berdiri , melepas cincin yang selama ini melekat di jari manis nya itu , serta menyelipkan nya ke jari manis Aditya .

Begitu cincin itu diselipkan di jari manis Aditya , secara ajaib , cincin yang awalnya longgar itu tiba tiba pas .

Semua yang hadir bertepuk tangan dengan meriah .

"Hidup sang Pangeran !" ...

"Hidup sang Pangeran !"...

"Hidup sang Pangeran !" ...

Empat belas Wanita muda nan cantik itu berdiri , dan di pimpin oleh salah seorang dari mereka , ke empat belas wanita itu pun bersumpah setia kepada Aditya .

"Kami pasukan Angel !, bersumpah !, akan selalu setia melindungi dan membela sang pangeran , serta mentaati semua perintah nya , dengan jaminan jiwa dan raga kami !" ...

Kemudian empat orang laki laki tadi , di ikuti oleh semua yang hadir , berdiri dan bersumpah setia .

"Kami para pimpinan tertinggi King Devils !, berjanji dan bersumpah setia kepada sang pangeran , serta bersedia mentaati semua perintah nya , dengan jaminan jiwa raga kami !" ...

Setelah selesai acara serah terima jabatan itu , serombongan pelayan masuk membawa aneka macam masakan ke tempat itu .

Acara pesta pesta pun di laksanakan untuk merayakan penobatan sang putra mahkota menjadi pimpinan King Devils yang baru .

Hasan memperkenalkan dua orang laki laki berbadan tegap , bertubuh tinggi kepada Aditya .

"My son !, ini kenalkan Daniel dan ini Ranirov , mereka berdua tangan kanan mu , mereka lah yang mengatur anak anak yang lain , kalau ada sesuatu , kau bisa menghubungi mereka berdua , meskipun untuk membuat Dunia ini kiamat sekalipun , mereka siap dan mampu !" kata Hasanov atau Hasan .

"Siap pangeran !, pangeran bisa menghubungi kami berdua , bila ada tugas , dan kami siap melaksanakan nya !" kata kedua laki laki itu .

Setelah acara seremoni itu selesai di laksanakan , Daniel dan Ranirov serta beberapa laki laki lain nya , segera menaiki helikopter dan terbang arah keutara laut lepas .

Sedangkan Aditya , mulai hari itu , di bimbing oleh Hasanov sendiri , untuk mempergunakan berbagai jenis senjata api .

Mungkin karena Aditya mewarisi kecakapan sang ayah , tidak memerlukan waktu yang lama , dia sudah mahir menggunakan berbagai senjata api , terutama pistol .

"Papa !, seperti nya Aditya lebih berbakat dari papa , lihatlah , dalam waktu yang sangat singkat , nilai nya bisa berada jauh diatas papa !" kata Evelyne , disela sela sang papa dan adik nya berlatih menembak .

"My son memang lebih hebat dari papa nya , tidak apa apa kan ?, kelak dia akan jauh lebih sukses dari papa nya !" kata Hasanov sambil menepuk bahu Aditya .

Mansion ini ternyata berdiri diatas sebuah pulau kecil yang hanya puluhan hektar saja luas nya .

Di empat sudut pulau , ada sebuah menara setinggi dua puluh meter dan setiap satu menara , di bawah nya ada sebuah rumah panjang , mirip asrama , dengan beberapa orang laki laki bertugas disana .

Di sebelah selatan pulau itu ada sebuah dermaga laut yang cukup besar , dengan beberapa kapal serta Motor boat bersandar di situ .

Disekeliling pantai itu , ada puluhan pohon kelapa yang tumbuh , diselingi dengan pohon Ketapang dan tanjung .

Sedangkan agak jauh dari pantai , beberapa pohon buah buahan tumbuh dengan subur nya .

Hari itu , Aditya , Evelyne , dan Hasanov sedang berjalan jalan berkeliling di pulau itu .

Di belakang mereka , seperti biasanya , Irene mengikuti langkah mereka dengan setia nya .

Dibawah pohon Ketapang besar , mereka duduk diatas kursi kayu menghadap kearah laut lepas .

"Ayah !, apakah selepas ini ayah akan pergi menemui ibu ?" tanya Aditya .

"Hm !, my son , ayah akan membuat sebuah rumah sederhana untuk ayah dan ibu , kakek serta nenek mu nanti nya , lalu kami akan bertani sambil beternak dan menjadi masyarakat biasa , mengisi hari tua kami , mungkin menimang dan merawat anak anak mu nanti nya !" kata Hasanov sambil menepuk pundak Aditya .

"Apakah ayah akan pergi bersama ku ?" tanya Aditya lagi .

"No !, no !, no !, son !, kalau itu kita lakukan , orang orang akan curiga , biarlah kita berjalan sendiri sendiri , seolah tidak saling kenal , begitu juga dengan para Angel itu , mereka akan menyebar di sekitar mu , pura pura tidak saling kenal , tetapi sebenarnya mereka saling berhubungan dengan bahasa yang tidak di mengerti orang lain !" jawab Hasanov .

"Oh iya ya dik !, kau tahu siapa mereka ?" tanya Evelyne .

Aditya menggelengkan kepala nya , "tidak kak , kakak lebih tahu tentu nya !" ...

"Mereka para ksatria dari berbagai disiplin ilmu beladiri , seperti ahli kungfu , Silat , dan karate !" kata Evelyne .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!