Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .
lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .
Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .
Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putra Mahkota .
Pagi menjelang Siang , di sebuah Heli pad di belakang Mansion , terdengar suara bising sebuah Helikopter sedang mendarat .
Tidak jauh dari Heli pad itu , berdiri Evelyne dan Aditya dengan pakaian resmi , mengenakan jas hitam , berkacamata hitam berdiri berdampingan .
Dibelakang mereka , nampak sepuluh orang laki laki paro baya , berjas hitam dan berkacamata hitam berdiri berjejer .
Pintu Helikopter terbuka , dari dalam Helikopter keluar empat orang laki laki paro baya ber jas hitam dan berkacamata hitam juga .
Setelah keluar dari Helikopter itu , ke empat orang itu berdiri berjejer juga .
Saat seorang laki laki paro baya , berwajah tampan , mengenakan jas hitam dan kacamata hitam muncul , ke empat orang tadi segera menekuk kan kaki mereka , dengan lutut kanan bertumpu ketanah , dan lutut kiri ditekuk didepan tubuh nya .
Dari wajah nya , sangat jelas , jika mereka bukan warga lokal , tetapi orang orang Eropa .
Laki laki itu tidak menghiraukan ke empat orang tadi , langsung berjalan kearah Evelyne dan Aditya berdiri .
Lama dia berdiri didepan Evelyne dan Aditya , berbicara dengan Evelyne , menggunakan bahasa yang tidak di mengerti oleh Aditya .
Evelyne menatap kearah Aditya sembari berkata , "adik !, inilah ayah kita !" ...
Laki laki itu melangkah kehadapan Aditya , bertatapan beberapa saat , barulah setelah itu maju merangkul tubuh Aditya .
"Oh my son !, my son !, kau sudah besar nak ? , maafkan papa yang tidak bisa mendampingi mu tumbuh besar nak , tetapi ibu mu wanita yang sangat hebat , berhasil membawa mu tumbuh dewasa nak !" air mata laki laki itu mengalir di wajah nya .
Dengan menggandeng tubuh Aditya , laki laki itu melangkah masuk kedalam Mansion, di ikuti yang lain nya .
Hasan membimbing putra putri nya memasuki sebuah ruangan yang mirip sebuah aula , dengan sebuah meja besar dan panjang ada di sana .
Hasan duduk di ujung meja , di dampingi Aditya di sisi kanan nya , dan Evelyne di samping kiri nya .
Empat laki laki tadi dan beberapa orang laki laki lain nya , duduk di sebelah kanan , sedangkan di sebelah kiri , duduk berjejer empat belas orang wanita muda nan cantik , yang kesemua nya mengenakan stelan jas hitam , berkaca mata hitam .
"Terimakasih atas kehadiran kalian semua nya siang ini , hari ini aku ingin memperkenalkan putra mahkota ku yang sudah sekian lama ku janjikan pada kalian semua , sudah sejak lama ku persiapkan , meskipun waktu nya belum tepat , tetapi kurasa tidak ada salah nya untuk mulai beradaptasi mulai sekarang , karena aku berencana ingin pensiun dari Dunia bawah tanah ini , dan memulai hidup tenang dengan istri ku di kampung , tetapi aku akan tetap mengawasi kalian semua , hanya tidak lagi turun tangan langsung , tentang organisasi kita ini , sepenuh nya ku serahkan pada putra dan putri ku , pasukan Angel yang telah ku persiapkan sejak lama sekali , hari ini sepenuh nya mulai ku aktifkan dan kendali kalian , berada di tangan sang pangeran langsung , ada pun tugas kalian adalah , menjaga dan melindungi pangeran dengan resiko jiwa raga kalian , dan sementara pangeran kalian belum bisa memerintah sepenuh nya , maka aku juga menunjuk putri ku Yellow Angel sebagai wakil adik nya , dan mengambil kepemimpinan organisasi ini untuk sementara waktu , segala kebijakan , ada pada nya , kalian tidak diperkenankan untuk membocorkan keterangan dalam bentuk apapun tentang siapa kami , bila itu terjadi , aku sendiri yang akan mencabut nyawa kalian !" kata Hasan sambil berdiri , melepas cincin yang selama ini melekat di jari manis nya itu , serta menyelipkan nya ke jari manis Aditya .
Begitu cincin itu diselipkan di jari manis Aditya , secara ajaib , cincin yang awalnya longgar itu tiba tiba pas .
Semua yang hadir bertepuk tangan dengan meriah .
"Hidup sang Pangeran !" ...
"Hidup sang Pangeran !"...
"Hidup sang Pangeran !" ...
Empat belas Wanita muda nan cantik itu berdiri , dan di pimpin oleh salah seorang dari mereka , ke empat belas wanita itu pun bersumpah setia kepada Aditya .
"Kami pasukan Angel !, bersumpah !, akan selalu setia melindungi dan membela sang pangeran , serta mentaati semua perintah nya , dengan jaminan jiwa dan raga kami !" ...
Kemudian empat orang laki laki tadi , di ikuti oleh semua yang hadir , berdiri dan bersumpah setia .
"Kami para pimpinan tertinggi King Devils !, berjanji dan bersumpah setia kepada sang pangeran , serta bersedia mentaati semua perintah nya , dengan jaminan jiwa raga kami !" ...
Setelah selesai acara serah terima jabatan itu , serombongan pelayan masuk membawa aneka macam masakan ke tempat itu .
Acara pesta pesta pun di laksanakan untuk merayakan penobatan sang putra mahkota menjadi pimpinan King Devils yang baru .
Hasan memperkenalkan dua orang laki laki berbadan tegap , bertubuh tinggi kepada Aditya .
"My son !, ini kenalkan Daniel dan ini Ranirov , mereka berdua tangan kanan mu , mereka lah yang mengatur anak anak yang lain , kalau ada sesuatu , kau bisa menghubungi mereka berdua , meskipun untuk membuat Dunia ini kiamat sekalipun , mereka siap dan mampu !" kata Hasanov atau Hasan .
"Siap pangeran !, pangeran bisa menghubungi kami berdua , bila ada tugas , dan kami siap melaksanakan nya !" kata kedua laki laki itu .
Setelah acara seremoni itu selesai di laksanakan , Daniel dan Ranirov serta beberapa laki laki lain nya , segera menaiki helikopter dan terbang arah keutara laut lepas .
Sedangkan Aditya , mulai hari itu , di bimbing oleh Hasanov sendiri , untuk mempergunakan berbagai jenis senjata api .
Mungkin karena Aditya mewarisi kecakapan sang ayah , tidak memerlukan waktu yang lama , dia sudah mahir menggunakan berbagai senjata api , terutama pistol .
"Papa !, seperti nya Aditya lebih berbakat dari papa , lihatlah , dalam waktu yang sangat singkat , nilai nya bisa berada jauh diatas papa !" kata Evelyne , disela sela sang papa dan adik nya berlatih menembak .
"My son memang lebih hebat dari papa nya , tidak apa apa kan ?, kelak dia akan jauh lebih sukses dari papa nya !" kata Hasanov sambil menepuk bahu Aditya .
Mansion ini ternyata berdiri diatas sebuah pulau kecil yang hanya puluhan hektar saja luas nya .
Di empat sudut pulau , ada sebuah menara setinggi dua puluh meter dan setiap satu menara , di bawah nya ada sebuah rumah panjang , mirip asrama , dengan beberapa orang laki laki bertugas disana .
Di sebelah selatan pulau itu ada sebuah dermaga laut yang cukup besar , dengan beberapa kapal serta Motor boat bersandar di situ .
Disekeliling pantai itu , ada puluhan pohon kelapa yang tumbuh , diselingi dengan pohon Ketapang dan tanjung .
Sedangkan agak jauh dari pantai , beberapa pohon buah buahan tumbuh dengan subur nya .
Hari itu , Aditya , Evelyne , dan Hasanov sedang berjalan jalan berkeliling di pulau itu .
Di belakang mereka , seperti biasanya , Irene mengikuti langkah mereka dengan setia nya .
Dibawah pohon Ketapang besar , mereka duduk diatas kursi kayu menghadap kearah laut lepas .
"Ayah !, apakah selepas ini ayah akan pergi menemui ibu ?" tanya Aditya .
"Hm !, my son , ayah akan membuat sebuah rumah sederhana untuk ayah dan ibu , kakek serta nenek mu nanti nya , lalu kami akan bertani sambil beternak dan menjadi masyarakat biasa , mengisi hari tua kami , mungkin menimang dan merawat anak anak mu nanti nya !" kata Hasanov sambil menepuk pundak Aditya .
"Apakah ayah akan pergi bersama ku ?" tanya Aditya lagi .
"No !, no !, no !, son !, kalau itu kita lakukan , orang orang akan curiga , biarlah kita berjalan sendiri sendiri , seolah tidak saling kenal , begitu juga dengan para Angel itu , mereka akan menyebar di sekitar mu , pura pura tidak saling kenal , tetapi sebenarnya mereka saling berhubungan dengan bahasa yang tidak di mengerti orang lain !" jawab Hasanov .
"Oh iya ya dik !, kau tahu siapa mereka ?" tanya Evelyne .
Aditya menggelengkan kepala nya , "tidak kak , kakak lebih tahu tentu nya !" ...
"Mereka para ksatria dari berbagai disiplin ilmu beladiri , seperti ahli kungfu , Silat , dan karate !" kata Evelyne .
...****************...