NovelToon NovelToon
Perjodohan Paksa Dengan Crush

Perjodohan Paksa Dengan Crush

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Karir / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: Chocolateee

"Gue mau terima perjodohan konyol ini tapi dengan satu syarat," ungkap Arsen.


"Apa?" Aliza penasaran dengan persyaratan yang akan diajukan oleh Arsen.


Sebenarnya diawal Arsen sudah memberikan saran untuk "Menikah kontrak." tapi Aliza tidak setuju.


"Hubungan gue dan Risa akan terus berlanjut setelah kita menikah."


Penjelasan Arsen mampu membuat Aliza membeku seketika. Persyaratan macam apa ini?

Namun, setelah beberapa menit terdiam seraya berpikir keras akhirnya Aliza menyetujuinya.


"Oke. Gue setuju."


Apakah Aliza akan bahagia dengan pernikahannya dengan Arsen walaupun suaminya itu masih terus menjalin hubungan dengan pacarnya?


Mari ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocolateee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Sadar Diri

Halo para readers!

Author mau rekomendasiin nih cerita yang bagus banget. Sambil nunggu Author update bab selanjutnya.

"Selama kemana, Al?" tanya Arsen yang duduk didepan meja kerja Aliza.

Dia menatap istrinya serius. Dia ingin tau perempuan itu jujur atau tidak.

Aliza menatap sebentar suaminya itu. Dia meletakkan tasnya. "Gua tidur di apartemen Niko semalem."

Aliza mengajak Arsen untuk membicarakan hal ini di ruang kerjanya saja.

Penjelasan yang begitu singkat dan padat membuat Arsen belum puas. "Ngapain?"

Aliza kembali menatap Arsen dengan kerutan didahi. "Lo mikir apa?"

Arsen menggeleng. "Gue cuma pengen tau lo ngapain nginep di apartemen Niko. Kenapa nggak pulang ke rumah?"

"Mobilnya mogok semalem. Terus gue ketemu Niko. Dia nawarin buat gue nginep di apartemennya," jelas Aliza.

"Kenapa nggak suruh anterin Niko pulang?" tanya Arsen. Dia ingin mendengar pengakuan Aliza ketika istrinya itu melihatnya dengan Risa semalam.

"Udah malam, Kak." Aliza kemudian mengeluarkan ponselnya. Dia mengirim chat pada Melia. Hari ini dia ingin banyak bercerita dengan sahabat baiknya itu.

"Kenapa nggak nelepon gue?" tanya Arsen. Dia terus memancing Aliza agar jujur.

"Takut ganggu."

"Ganggu kenapa?"

"Ganggu lo sama Ris—" Aliza menutup mulutnya mengunakan tangan.

"Lo cemburu sampai harus nginep di apartemen Niko?"

Aliza memalingkan wajahnya. "Nggak."

Arsen menghembuskan napas lelah. "Lo pasti inget kan perjanjian kita sebelum nikah. Hubungan gue sama Risa akan tetap berjalan dan lo nggak keberatan dengan hal itu."

"Iya gue inget kok. Udah gue bilang gue nggak cemburu," sangkal Aliza.

"Mulut sama hati lo nggak sama. Mulut bisa bohong. Sedangkan hati itu tidak pernah bisa dibohongi."

"Gue nggak bohong, Kak. Ngapain juga bohong, nggak ada guna. Gue udah jelasin ya kenapa gue nggak pulang semalem. Gue emang liat lo sama Risa, tapi gue nggak cemburu sama sekali. Dan gue akan selalu inget perjanjian kita," ucap Aliza mantap menatap Arsen begitu serius.

Entahlah, Arsen belum bisa percaya sepenuhnya jika Aliza tidak cemburu padanya. "Oke bagus kalo gitu. Gue harap lo nggak mengulangi hal yang sama seperti semalam. Kalo lo lupa lo udah jadi istri. Dan istri nggak bisa keluar seenaknya tanpa izin suami. Karena setelah menikah istri adalah tanggung jawab suami."

"Kalo ada apa-apa hubungi gue." Arsen berdiri. "Gue berangkat kerja dulu. Gue udah telat 15 menit."

Aliza kemudian mengantar Arsen sampai didepan pintu toko.

"Kenapa Arsen seperti ini? Kenapa dia sering mengakatakan kata suami istri?" batin Aliza.

Jika dia bisa berkata "Iya, cemburu." Maka dia akan mengatakannya. Namun, dia harus menutupi rasa cemburu itu. Dia tidak ingin Arsen tau karena menurutnya akan menambah masalah.

Dia cukup sadar diri dengan posisinya sekarang. Walau sebagai seorang istri tapi dia bukan perempuan yang dicintai oleh suaminya. Bukankah ini sangat sakit hanya sekedar dibaca saja? Lalu bagaimana jika dirasakan dan dialami?

Aliza menatap langit yang begitu cerah pagi ini. "Mengapa Tuhan persatukan jika memang kita tidak berjodoh?" lirihnya.

***

"Ya ampun, Al. Kok lo bisa sih malah tidur di apartemen Niko?" tanya Melia tak percaya setelah mendengar cerita Aliza.

"Ya, gimana lagi? Gue nggak bisa buat pulang terus ketemu Arsen," jawab Aliza singkat.

"Iya sih. Cuma ya nggak harus tidur di apartemen Niko juga."

"Gue nggak ada pilihan lain, Mel. Malam itu gue capek banget. Badan gue sakit, karena abis pulang kerja. Dan mata gue udah sembab banget. Gue nggak bisa apa-apa selain nerima saran Niko," jelas Aliza lalu menyeruput es stroberi kesukaannya.

Melia meminta Aliza untuk bertemu di kafe dekat rumahnya saja.

Melia menghembuskan napas. "Tapi lo nggak bisa kaya gini terus setiap lo liat mereka pacaran."

Melia adalah satu-satunya orang yang dia beri tahu tentang perjanjian konyol itu.

"Iya gue tau. Lo tenang aja. Ini pertama dan terakhir kalinya. Gue harus siap ketika hal itu kembali gue liat. Walaupun gue harus nangis dulu baru setelahnya gue berusaha baik-baik saja. Padahal bohong kalo gue baik aja." Tawa hambar dari Aliza itu membuat Melia menatap sahabatnya sedih.

Melia tidak bisa membayangkan menjadi Aliza yang harus menikah dengan laki-laki yang dia sukai tapi laki-laki itu menyukai perempuan lain dan status mereka masih berpacaran.

"Sabar ya, Al." Melia memberi usapan lembut dipinggung tangan Aliza. "Kamu hebat."

Aliza tersenyum lalu mengangguk. "Nggak papa gue kuat. Kan cuma nunggu setahun."

"Setahun?" tanya Melia bingung.

Aliza mengangguk. "Iya, gue denger percakapan mereka. Setelah setahun Arsen bekalan ceraiin gue. Jadi, gue bebas setelah itu."

Perempuan itu menahan sesak didadanya setelah mengatakan kalimat barusan.

"Kok gitu?"

"Gue juga nggak tau. Tapi menurut gue itu akan jauh lebih baik. Kerena gue nggak perlu terus berharap sama Arsen."

"Gue nggak bisa maksain dia suka sama gue 'kan?"

"Bisa," sangkal Melia.

"Ngaco kalo ngomong. Orang cinta kok maksa." Aliza tertawa setelahnya.

"Bukan maksa, Al. Tapi lo usaha. Lo punya waktu setahun buat luluhin hati Arsen," jelas Melia.

"Gimana gue bisa luluhin kalo hati nya aja udah ada perempuan lain?" tanya Aliza.

Menurutnya tidak mungkin akan berhasil.

"Lo manfaatin waktu pas Arsen lagi sama lo. Buat dia nyaman selama bareng lo."

"Ter—"

Ucapan Melia terhenti ketika Aliza mengkodennya menggunakan tangan.

Aliza mengambil ponselnya yang berada di tas. Ternyata ada pesan masuk dari Arsen.

1
Alora Ulandari
happy end dongggg kak trus si risa tu nikah trus baikan
Witri A
bab 2
Amelia Samsung
lanjut lh
Erni Fitriana
chocolate...sepertinya manis nih karyanya😘
CheapShop
hah... begini aja
CheapShop
berharap ada cowo lain.... masa bekas kakak diambil adik....
lan
thor ini update ya sekali seminggu?
Chocolateee: Aku usahain dua hari sekali, Kak.
total 1 replies
CheapShop
lama.... sedikit..... berharap bonus up....
paling jg ga mau liat itu flashdisk
Sondang Sartika Lumbanraja
nahhh loooo orang tua dah setuju pisah
CheapShop
cepet ketahuan mertua biar cerai.....
CheapShop
masih belom jelas.... knapa ga pisah aja.... cinta sendiri ya
Umisah Asther
kasian km Al moga cepat pisah biar nyesel arsen...punya suami bukan bikin bahagia malah nyakitin trs
Umisah Asther
gitu dong hrs tegas Aliza.... jangan mau di tindas
4U2C
𝐤𝐚𝐫𝐚𝐭𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐥𝐞𝐦𝐚𝐡,,𝐜𝐨𝐛𝐚 𝐮𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐨𝐤𝐨𝐦𝐮 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢,,𝐞𝐧𝐠𝐠𝐚𝐤 𝐮𝐬𝐚𝐡 𝐛𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬𝐚𝐥 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍,,𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫 𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐤𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀,,𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐠𝐢𝐚 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩,,𝐬𝐨𝐚𝐥 𝐩𝐞𝐫𝐣𝐨𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐛𝐚𝐭𝐚𝐥 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐧𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐀𝐑𝐒𝐄𝐍 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐜𝐚𝐫𝐤𝐚𝐧,,𝐤𝐞𝐧𝐚𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭,,𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐢𝐤𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐀𝐋𝐈𝐙𝐀,,𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐢𝐤𝐬𝐚 𝐡𝐚𝐭𝐢𝐦𝐮 𝐲𝐚..𝐨𝐤 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐥𝐚𝐬 𝐧𝐚𝐤 𝐛𝐚𝐜𝐚,,𝐤𝐚𝐫𝐚𝐭𝐞𝐫 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚 𝐜𝐮𝐦𝐚 𝐭𝐚𝐡𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐝𝐢𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐚𝐣𝐚,,𝐦𝐚𝐜𝐚𝐦 𝐭𝐢𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐣𝐮𝐚𝐧𝐠..𝐡𝐮𝐬𝐬𝐬𝐬𝐬.
Chocolateee: Makasih ya, kak. udah mau kasih saran sama kritiknya.
total 1 replies
Silvi Aulia
hai Thor aku mampir nih 🤗
jangan lupa mampir di novel aku juga ya Thor buat beri dukungan nya 🙏
Darellia
hay kak, salam kenal semangat berkarya ya maaf aku telat mampir
Asseret Miralrio
❤️Karakter-karakter dalam cerita ini begitu hidup dan membuatku empati padanya.
Tình nhạt phai
Tolong update sekarang juga biar bisa tidur malam dengan tenang.
Bipana Telaija Gurung
Aku udah ngebayangin situasi karakter-karakter disini ke kehidupan nyata, bisa ngeri ngeri sedap gitu loh!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!