NovelToon NovelToon
Mr. And Mrs. Walker

Mr. And Mrs. Walker

Status: tamat
Genre:Suami amnesia / Tamat
Popularitas:94.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Juara 🥉 Event Air Mata Pernikahan S3

Ainsley dan Charlie adalah sepasang suami istri yang juga anggota FBI. Mereka bertugas menggagalkan penyelundupan narkotika di pelabuhan New York yang dilakukan oleh mafia bernama John Wilson.

Tapi rencana mereka di ketahui oleh musuh sehingga terjadi baku tembak antara kedua kubu.

John Wilson berhasil kabur, tapi Charlie tidak membiarkannya begitu saja. Dia mengejar John hingga terjadi kecelakaan tragis yang menewaskan Charlie.

Ainsley terpuruk dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari FBI. Dia terus mencari keberadaan suaminya karena dia tidak percaya suaminya meninggal jika belum melihat jasadnya. Bahkan dia berencana untuk balas dendam.

Tapi beberapa bulan kemudian saat dia berlibur, dia bertemu dengan pria yang mirip dengan suaminya. Tapi sayangnya, pria itu bernama Michael dan mempunyai tunangan.

Siapakah Michael sebenarnya? Dan apakah Ainsley bisa membalaskan dendam kematian suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Pengkhianat Yang Sebenarnya

Ainsley dan Clara berada dalam perjalanan menuju rumah seseorang. Mereka akan memastikan, apakah orang itu yang sudah membocorkan keberadaan Michael pada John atau bukan?

"Apa Michael baik-baik saja?" tanya Clara

Ainsley hanya melirik sekilas dan kembali sibuk dengan ponselnya. Dia tengah mengawasi apa yang Michael dan Daisy lakukan di rumahnya? Apakah semua aman atau tidak?

Ya, walaupun Ainsley terlihat tenang, tapi dia sangat khawatir saat meninggalkan Michael sendiri. Untuk itu dia mengawasi Michael melalui CCTV di rumahnya yang terhubung langsung dengan ponselnya.

"Oke, aku anggap diam mu itu adalah jawaban, Iya." seru Clara. Dia tahu, walaupun Ainsley berkata jika dia mempercayainya, namun wanita itu masih waspada terhadapnya

"Apa masih jauh?" tanya Ainsley

"Bentar lagi kita sampai."

Dan benar saja, tidak lama kemudian mereka sampai di depan rumah mewah bercat putih dengan tiga lantai. Ainsley dan Clara turun dari mobil dan bersiap untuk menyelinap masuk ke rumah tersebut.

"Apa kau bawa peralatannya?" tanya Ainsley

"Tentu saja." Clara mengeluarkan Grappling hook launcher. Senjata itu biasa di gunakan untuk memanjat tebing, bangunan sampai lambung kapal.

Clara menembakkan Grappling hook tersebut kearah tembok pagar yang menjulang tinggi. Dan keluarlah jangkar bertali yang menancap kuat di tembok tersebut. Clara memanjat tembok dengan menggunakan tali tersebut diikuti Ainsley di belakangnya. Dan setelah berhasil masuk ke halaman rumah orang itu, Ainsley dan Clara mengendap-endap dan bersembunyi di balik semak-semak.

"Sepertinya tidak banyak penjaga di rumah ini." seru Clara pelan

"Bukankah itu bagus?" Ainsley memperhatikan beberapa penjaga yang berdiri di depan pintu utama. Dia dan Clara mengendap-endap mendekati penjaga dan langsung memukul leher belakang mereka hingga pingsan.

"Aku tidak menyangka jika semua akan semudah ini." seru Clara

"Mungkin karena dia belum sadar jika dia dalam bahaya." sahut Ainsley. Dia menggunakan keahliannya untuk membuka pintu utama yang sudah terkunci dari dalam. Sedangkan Clara menyingkirkan penjaga yang pingsan agar tidak ada yang curiga.

"Astaga, mereka berat sekali." keluh Clara.

Ainsley hanya melirik sekilas dengan kedua tangannya yang masih mengotak-atik lubang kunci. Dan setelah pintu berhasil dibuka, mereka segera masuk.

"Kita berpencar." seru Ainsley

"Tidak perlu. Hanya akan membuang-buang waktu saja jika kita berpencar mencarinya di rumah sebesar ini. Aku yakin saat ini dia berada di kamarnya." tebak Clara. Mereka bergegas mencari ruangan yang diduga adalah kamar orang tersebut. Dan benar saja, saat mereka membuka salah satu ruangan, mereka menemukan orang yang mereka cari, baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya

"Si-siapa kalian?"

Ainsley memutar tubuhnya sementara Clara tidak berkedip melihat pemandangan gratis di depannya. "Wow.. Aku tidak menyangka kau mempunyai tubuh yang bagus, dokter Samuel."

"Urus dia!! Aku akan menunggu di luar." seru Ainsley, berjalan keluar kamar.

"Ka-kau, nona Clara, bukan?" tanya dokter Samuel terbata

"Aku senang kau masih mengingatku, dok. Tapi kau sepertinya kau harus memakai bajumu terlebih dahulu."

Dokter Samuel menelan ludahnya kasar melihat senjata yang berada di tangan Clara. "Ba-baiklah, a-aku akan memakai bajuku terlebih dahulu." dokter Samuel berjalan masuk ke walk in closet diikuti Clara di belakangnya. Dia melirik sekilas dengan tangan gemetar memakai bajunya

"Tidak perlu takut dok, kami tidak akan menyakitimu. Asalkan kau mau bekerjasama dengan kami." seru Clara

"A-aku tidak tahu apa mau kalian, tapi bi-bisakah kau berbalik sebentar? A-aku mau memakai celana ku dulu."

"Aku tidak keberatan melihatnya dok." ucap Clara dengan nada sensual. Tapi suara keras Ainsley membuatnya mendengus kesal.

"Berhenti menggodanya dan cepatlah!!" teriak Ainsley

"Ck.. Dasar menyebalkan. Dari dulu dia selalu mengganggu kesenangan ku." gerutu Clara sambil membalikkan tubuhnya. "Cepat dok!! Waktu kita tidak banyak." ucapnya lagi

"Ba-baiklah." dokter Samuel segera memakai celananya dengan tangan gemetar. Dalam hatinya dia terus berdoa agar nyawanya selamat kali ini. Entah kesalahan apa yang ia perbuat sampai-sampai mengalami hal mengerikan seperti ini.

...----------------...

Dokter Samuel menelan ludahnya berkali-kali saat Ainsley menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Di tambah senjata api yang berada di tangan wanita itu yang bisa sewaktu-waktu menembus kepalanya.

"Se-sebenarnya a-apa mau kalian?" tanya dokter Samuel

"Kami ingin bertanya padamu dan kau harus menjawab dengan jujur, jika tidak, peluru di pistol ku ini akan menembus kepalamu." ancam Ainsley

Glek

"Ba-baiklah." jawab dokter Samuel ketakutan

"Jangan menakutinya, Ainsley." Clara menarik kursi dan duduk di depan dokter Samuel. "Katakan!! Apa kau menjual informasi tentang Michael pada seseorang?" tanya Clara

"A-apa maksudmu? A-aku tidak mengerti." seru dokter Samuel

"Kau ingat saat aku mengunjungimu untuk berkonsultasi mengenai kondisi temanku yang bernama Michael, bukan? Setelah itu, ada yang mengincar nyawanya. Beberapa orang tidak dikenal menyerangnya di Manhattan. Aku yakin, pasti kau yang menyebarkan keberadaan Michael, bukan?"

Dokter Samuel rasanya ingin tertawa mendengar lelucon dari Clara. Namun dia mengurungkan niatnya, melihat senjata yang wanita itu pegang.

"Ja-jangan bercanda nona!! Apa untungnya aku memberitahu tentang temanmu itu pada orang lain? Bahkan aku tidak tahu siapa temanmu? Dan lagi, bagaimana orang-orang itu bisa sampai di Manhattan, sementara alamat yang tertera di hasil medis milik temanmu adalah New York." seru dokter Samuel

Ainsley dan Clara saling pandang. Memang benar yang pria itu katakan. Rasanya sangat tidak masuk akal karena mereka tidak saling mengenal. Bahkan di laporan hasil medis tersebut tidak tertera foto pasien dan hanya nama saja. Jadi, kalaupun dokter Samuel adalah komplotan musuh, dia pasti tidak tahu siapa Michael? Dan seandainya mereka curiga, pasti mereka akan mengikuti Clara untuk mencari tahu lebih lanjut. Tapi Clara tidak lagi pergi ke Manhattan setelah itu. Lalu bagaimana anak buah John bisa sampai di sana?

Memikirkan hal itu, Ainsley memandang Clara curiga dan bersiap untuk mengangkat senjatanya. Namun ucapan dokter Samuel berikutnya membuat keduanya tertegun.

"Aku tidak tahu kenapa aku bisa mengalami nasib sial seperti ini. Beberapa hari yang lalu aku hampir mati dan sekarang kalian datang juga ingin membunuhku. Sebenarnya apa salahku?" keluh dokter Samuel

"Apa kau bilang?" tanya Ainsley dan Clara bersamaan.

"A-aku bilang, kenapa nasibku sial sekali?"

"Tidak, bukan itu. Tadi kau bilang, kau hampir mati, apa yang terjadi?" tanya Clara

"O-oh, waktu itu ada seorang pria menyamar sebagai pasien dan masuk ke ruanganku. Dia menodongkan senjata padaku dan bertanya padaku, untuk apa kau datang menemui ku.. Upss." dokter Samuel buru-buru menutup mulutnya.

Ainsley dan Clara kembali saling pandang. "Itu dia." ucap mereka serempak. "Bagaimana ciri-ciri pria itu?" tanya mereka lagi

"A-aku tidak bisa mengatakannya. Nyawa keluarga ku bisa terancam." seru dokter Samuel

"Keluarga? Tapi yang aku lihat kau tinggal di sini sendiri." seru Clara

"Keluarga ku tinggal di California. Karena ancaman itu, aku terus menghubungi mereka untuk memastikan jika mereka baik-baik saja."

"Dengarkan aku, dokter Samuel!! Kau tahu siapa aku, bukan?" tanya Clara yang dijawab anggukan oleh dokter Samuel. "Aku berani menjamin keselamatan keluargamu. Aku akan meminta anggota FBI untuk melindungi mereka. Percayalah padaku!!" ucap Clara menyakinkan dokter Samuel

Pria itu nampak berfikir. Dia tidak ingin mengambil jalan yang salah, karena nyawa keluarganya taruhannya. Namun mendengar ucapan Clara yang sangat meyakinkan, akhirnya dokter Samuel mau membuka suara.

"Dia seorang pria dengan postur tubuh yang bagus. Dia menggunakan kacamata. Tapi sepertinya itu hanya untuk penyamaran saja dan dia mempunyai tanda lahir di lehernya."

Deg

"Tidak mungkin." ucap keduanya. Ainsley melihat ada laptop di meja. Dia segera mengambilnya dan mulai meretas cctv di rumah sakit tersebut.

"Apa kau yakin dengan yang kau lihat, dok?" tanya Clara memastikan

"Aku sangat yakin. Waktu itu dia memakai baju pasien jadi terlihat jelas tanda di lehernya." jawab dokter Samuel

Ainsley masih mencoba meretas cctv di sana. Dia bertanya pada Clara, kapan dia datang ke rumah sakit? Dan setelah berhasil, muncul rekaman saat Clara sampai di rumah sakit. Dia terus memperhatikan layar laptop tersebut dan melihat seseorang yang sangat ia kenal. Dia menekan tanda pause dan memperbesar gambar orang itu.

"Tidak mungkin." gumam Ainsley . Dia mendekati Dokter Samuel dan memperlihatkan gambar di layar laptop padanya, "Apa dia, orang yang sudah mengancam mu?" tanya Ainsley

Dokter Samuel memperhatikan layar laptopnya dan mengangguk membenarkan. "Iya, dia orangnya. O iya, sebelum dia pergi, dia menghubungi seseorang. Kalau tidak salah namanya, John."

Deg

1
Anny
Buruk
Anny
Kecewa
Gintania nia
Luar biasa
Intan Tayo
bener bener menguras air mata, lagi puasa batal ga ya nangis😭
Virgo Girl
Kakak aku baru baca karya mu. Awalnya menarik ❤❤
falea sezi
kayaknya mic udah tidur deh ma daisy
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Belum, ah🤭
total 1 replies
falea sezi
desi ma mic uda tidur bareng belom kalo uda mah ogah mending cerai
Irena Irani
angelina jolie
kerennnnn
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu 💜
total 1 replies
Can Can Takarai
kocak bngt Clara sama sidokter
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: /Grin//Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lho pie crtane clarq musuhi ainsley? bkne sahabatan y
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Iya, mereka sahabat /Grin/
total 1 replies
Liana Simon
cerita singkat tapi menarik Thor
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: thankiyu kak 💜
total 1 replies
Bels_
recomended
Ujung Harapan
Luar biasa
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Thankiyu Kak
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sampe.kecolongan sdh tau henry jahat kok masuk jbaakan🤦‍♀️
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sukurin klqr byk duit tp clara pnter akting🤭
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
knpq hrs menyindir gini si. mndg pura2 g tau jaa deh
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
lha memang heeh mich
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
cewe kerennn bingit
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚖𝚕𝚑 𝚑𝚎𝚗𝚛𝚢🤦‍♀️
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
𝚝𝚛𝚢𝚝𝚊 𝚕𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚋𝚔𝚗 𝚔𝚊𝚠𝚊𝚗..𝚋𝚑𝚢𝚊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!