NovelToon NovelToon
PESONA LUCIA

PESONA LUCIA

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:427.2k
Nilai: 5
Nama Author: iraurah

Jika hidup adalah sebuah buku, maka bertemu denganmu adalah bab favorit ku.

Bagaimana jadinya jika perempuan yang tengah hamil mengikuti kegiatan Ospek sebagai Calon Mahasiswa Baru? Banyak lirikan sinis serta desas-desus miring sudah pasti.

Namun tak berlaku ketika dia bertemu Mahasiswa nomor satu, lelaki semester akhir yang justru tertarik pada ibu hamil satu ini.

***

"Kenapa harus aku?" ~Lucia~

"Aku bangga memiliki kamu. Dalam kurang dan lebihmu" ~Fabio~

Instagraam: @iraurah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa Yang Kita Tunggu?

Bagaimana harimu? Sudahkan tersenyum hari ini? Bagaimana situasi luka itu? Sudahkan membaik?

Jangan lupa bahagia, aku memikirkan mu disini. Membayangkan momen indah kita bersama.

Teruslah mengingat aku, nanti kan kau temui titik terang surgawi. Karena hanya akulah pemegang kunci kebahagiaan mu, bersama ku takkan ku biarkan luka itu terus membeku.

Berakhirnya mata kuliah membuat para mahasiswa dan mahasiswi berebutan untuk keluar dari kelas.

Kecuali dengan pria satu ini, setelah memasukkan peralatan ke dalam tas, Fabio tak langsung keluar, ia membuka ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Fab, mau pulang? Gue nebeng ya hari ini" seru Nada membuat jari-jemari Fabio yang tengah mengetik langsung terhenti.

"Lho, emang lo gak bawa mobil?"

"Mobil gue masuk bengkel"

Fabio berpikir sejenak untuk menerima permintaan Nada, tadinya ia mau pulang bersama dengan Lucia meski perempuan itu juga belum Fabio beritahu lebih dulu.

"Gimana, boleh kan?"

Fabio menggaruk tengkuknya yang tak gatal, bimbang harus memilih yang mana. Sejujurnya Fabio ingin cepat-cepat bertemu dengan Lucia, dari kemarin ia berusaha bersabar.

"Kok lama banget mikirnya? Lo gak bisa ya?" Mulai menebak-nebak.

Tidak apalah, kali-kali ia bantu temannya ini. Toh Lucia juga belum tentu sudah keluar kelas, selain itu Fabio juga bingung memberi alasan untuk menolak permintaan Nada.

"Bisa kok, ya udah ayo"

Senyum sumringah muncul di bibir wanita itu, setelah sekian purnama akhirnya ia bisa kembali berboncengan dengan Fabio, pas sekali Fabio juga belum keluar kelas, biasanya dia selalu menghilang lebih dulu dari yang lain.

Keduanya keluar dari gedung fakultas, berjalan beriringan menuju parkiran.

Sial sekali! Fabio bertemu Lucia yang berdiri di ujung tangga luar. Mata mereka beradu dalam satu garis lurus.

Lucia melambaikan tangan pada lelaki itu, baru saja ia hendak melangkah seorang wanita yang berada disebelah Fabio membuat Lucia mengurungkan niatnya.

"Kenapa berhenti? Ayo" Nada menarik lengan Fabio.

Tatapan Lucia terpaku pada tangan perempuan itu, siapa dia? Sepertinya dekat sekali dengan Fabio, apa mungkin teman sekelas? Entahlah, siapapun dia yang pasti sudah membuat suasana hati Lucia menurun.

Lucia berbalik badan, menyembunyikan kegusaran hati saat melihat kedua insan disana.

Ayolah jangan cengeng! Mereka sudah berteman dari lama, Fabio juga punya urusan sendiri.

"Fab, liat apa sih?"

"Enggak, bukan apa-apa. Ayo buruan"

Fabio melanjutkan langkah ke tempat parkiran, otaknya tak berhenti memikirkan Lucia, Fabio mengumpat dirinya sendiri yang malah diam saja.

Sudahlah, sekarang ia harus secepatnya mengantarkan Nada pulang, setelah itu Fabio akan kembali untuk menemui Lucia.

"Nih, pake helm nya"

"Tumben bawa helm dua, buat siapa?" Keheranan, ia hafal sekali kalau Fabio tak pernah membawa barang yang bukan untuk dirinya sendiri.

"Buat jaga-jaga aja, siapa tau ada yang mau nebeng juga" Fabio beralasan, helm itu selalu ia bawa untuk dipakai Lucia.

"Oh ya? Sejak kapan lu mikirin banget orang lain?" Tuturnya tak percaya, cowok cuek-cuek begini mana pernah inisiatif duluan.

Keduanya naik setelah sama-sama siap, namun ada hal yang tak membuat Fabio kunjung melajukan motornya.

"Nad, tangan lu... Jangan terlalu meluk gini, gue pengap" melepas perlahan kedua lengan yang melilit perutnya, bukan karena sesak tapi Fabio merasa tak nyaman, belum lagi kalau Lucia tak sengaja melihatnya.

Terlepas dari anggapan Lucia apa, Fabio tetap tak mau menunjukkan kedekatan dengan wanita lain di depannya.

Nada sedikit aneh dengan sikap Fabio akhir-akhir ini, seperti menghindar untuk menjaga perasaan seseorang. Ataukah memang itu murni alasan Fabio?

"Sorry, biasanya kan gue selalu gini kalau nebeng sama lu"

"Pegang jaket gue aja, tetep aman kok"

Dengan sedikit terpaksa Nada tetap melakukan permintaan Fabio, memegang erat jaket kulit yang Fabio pakai, barulah Fabio mengendarai motornya.

***

"Thanks udah anterin gue"

"Sama-sama, gue balik dulu ya"

"Lo gak akan mampir dulu? Udah lama lo gak ketemu nyokap gue, dia sering nanyain lo" menawarkan Fabio untuk singgah sebelum pulang.

"Maaf kayaknya gak bisa untuk sekarang, kapan-kapan aja ya" tolak Fabio, ia tidak bisa menunda waktu lagi, Fabio harus kembali ke kampus sebelum Lucia dijemput oleh mobil.

"Yakin? Mau kemana sih emang? Buru-buru amat" tanya Nada dibuat penasaran.

"Ada urusan, titip salam aja buat nyokap bokap lo. Sekali lagi maaf belum bisa ketemu"

Nada mendengus kecil, kecewa Fabio tak bisa menyempatkan waktu untuk bertemu dengan orang tuanya.

"Oke, hati-hati dijalan"

Fabio pun pergi menuju kampusnya lagi.

Tak adakah cara untuk memperjelas hubungan ini? Terkadang disembunyikan bukan agar orang lain tidak tau, akan tetapi untuk menjaga martabat lawan jenisnya.

Jika hubungan mereka diperlihatkan secara terang-terangan apa pendapat publik? Mungkin tidak berlaku untuk Fabio, tapi Lucia? Wanita itulah yang sudah memiliki status disini, Fabio tak ingin orang lain semakin menganggap Lucia rendah.

Memasuki area kampus Fabio melihat Lucia masih menunggu jemputan, ia pun memarkirkan motor dengan asal lalu berlari menghampiri perempuan yang tengah duduk di bangku panjang.

"Hallo cantik!" sapa Fabio dengan nafas terengah-engah.

Lucia dibuat terkesiap dengan kemunculan Fabio, kenapa anak ini ada disini lagi? Bukankah tadi menuju parkiran bersama seorang wanita??

"Kakak..... Kok disini?" Sembari menengadah.

"Emang harusnya dimana?" Berbalik tanya pura-pura tidak mengerti.

"Bukannya tadi...."

"Oh... Habis nganterin temen tadi, mobilnya masuk bengkel jadi dia minta aku buat anterin pulang"

"Terus kenapa kakak balik lagi? Ada kegiatan?"

Sebelum menjawab Fabio ikut duduk di bangku yang sama, lumayan menguras tenaga juga bulak balik ke kampus tanpa jeda.

"Tadinya sih mau nganterin kamu juga, makanya balik lagi. Kamu udah telpon supir?"

"Udah, lagi otw kesini katanya"

Mendengar itu punggung Fabio merasa lemas tak bersemangat, ia pun bersandar sambil memandang ke arah awan.

Dua orang itu pun saling terdiam, jarak membuat mereka ingin selalu dekat, tapi begitu sudah dekat mereka malah saling bersurat.

"Tadi kamu nungguin aku?" Fabio bertanya.

"Kapan?"

"Waktu di tangga tadi"

"Enggak" Lucia mengelak, malu kalau sampai Fabio tau, ujungnya mereka tak jadi pulang bersama.

"Sorry...." Lirih lelaki itu.

"Maaf buat apa?" Menoleh kesamping menatap wajah Fabio.

Maaf.... Karena aku masih banyak kurangnya untuk bisa terus ada disisi kamu.

"Bukan apa-apa, cuma pingin bilang maaf aja. Aku pikir kamu nungguin aku tadi"

"Enggaklah, kan udah aku bilang kita gak bisa sering-sering pulang bareng" diiringi tawa kecut.

Sampai kapan aku terus berdusta terus? Lucia dalam hati.

Fabio mengangguk, ia sampai tidak ingat jika Lucia pernah mengingatnya akan hal itu.

Sudah di tampar kenyataan bukannya sadar malah makin mengejar, Hahaha.... Sadarlah Fabio.

1
Audrey Chanel
seruuuu mami memang pintar bikin cerita..jd bingung pilih yg mana...tp kalau boleh pilih fabio ya mom🥰🥰🥰 buat lucia
Audrey Chanel
😓kasian lucia⚘️💗😓 fabio pas buat suami tapi gmntuhygdi ono😓
Audrey Chanel
kak aku baca ini sambil nunggu cerita yg masih up
Audrey Chanel: sama³ kakak💗⚘️
total 2 replies
Sandisalbiah
nyatanya Ghani beneran jadi pecundang sejati.. gak di hadapan Jihan, lebih lagi di hadapan Lucia... beneran laki gak bertanggung jawab plus gak berguna...
Sandisalbiah
istrimu sudah minggat, Ghani
Sandisalbiah
nyatanya tetap disini Lucia yg jd korban keegoisan mereka.. sebaik apapun perlakuan mereka tetap gak adil buat Lucia yg di paksa terikat dgn hubungan yg merugikan dirinya, sama sekali gak memihak pdnya.. poor Lucia
Sandisalbiah
obsesi berlebihan si Vino
Eby cantik
jujur aku suka novel karyanya tapi yg Lucia ini aku kurnag srek agak gimna gitu kedua belah pihak abu² gk nemu kebahagian
Sandisalbiah: setuju.. kek ngegantung nasib para tokohnya...
total 1 replies
Heidi Aden
moga ending jihan & ghani juga bahagia thor.. jangan lama2 update ya...
Nila
🥰🥰
Nila
kenapa ???
🥺
Nila
gustiiii Fabio
kalau Fabio sama Lucia aku suka senyum2 sendiri
macam orang gila🤣
Ety Nadhif
tamat deh
Ety Nadhif
🤭🤦
Ety Nadhif
waras ga sih kamu fabio😂😂😂
Ety Nadhif
jangan egois jihan,,,kemaren" kamu yg nyuruh ghani perhatian ma lucia sekarang kaya merasa tersakiti🤦🤦🤦
Ety Nadhif
pa ,,ma anakmu mencintai istri orang,,,,
Ety Nadhif
sedih🥹🥹🥹🥹
Ety Nadhif
kasian lucia hamil besar harus sendiria,,,di sini yg jd penolongnya lucia si fabio tp slh juga kalau harus tidur satu ranja😴🤦
Ety Nadhif
cinta fabio tulus tidak memandang lucia buruk,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!