NovelToon NovelToon
Diceraikan Di Malam Pertama

Diceraikan Di Malam Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayangsu

Sekuel After Marriage.

"Anha nggak mau menikah lagi, Ma."
Karena masa lalunya yang kelam, Anha di ceraikan di malam pertamanya.

Satu kali diceraikan, satu kali gagal menikah, itu semua membuat Anha trauma akan yang namanya pernikahan. Anha tidak mau menikah lagi dan memilih untuk sendiri saja.

Hamkan, anak dari teman Mamanya diam-diam memiliki rasa kepada Anha. Akankah Anha mau membuka hati untuk Hamkan?

***

Instagram: Mayangsu_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayangsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salad

“Ya, ampun, Jeng. Nggak usah repot-repot kayak gitu. Jeng Asih ini terlalu manjain Anha, deh,” kata mama tidak enak hati—padahal, sih, sebenarnya suka juga melihat Anha diberi tas mahal seperti itu. Biasa… pencitraan.

“Nggak papa, kok, Jeng. Lagian Anha ini juga udah nemenin saya waktu di rumah sakit dulu.”

“Makasih, Tante,” kata Anha sambil meletakkan tote bag tersebut dipangkuannya. Jeng Asih tersenyum dan mengangguk. Kemudian Jeng Asih menatap mamanya Anha dan memberikan kode kepada sahabatnya itu. Mama tersenyum dan mengerti maksud dari tatapan dan kedipan Jeng Asih.

“Anha. Kamu buatin minuman sama cemilan dulu sana buat Tante Asih.”

Anha mengangguk. Meletakkan tote bag yang semula dipangku itu di atas meja.

“Ah, nggak usah repot-repot, Jeng,” kata Jeng Asih.

“Nggak papa, kok, Tante. Bentar, ya, Anha siapin dulu.”

Jeng Asih akhirnya mengangguk. Namun langkah Anha berhenti sesaat ketika Jeng Asih memanggil namanya.

“Anha bentar. Ada salad nggak? Tante nggak suka manis-manis, nggak dibolehin dokter. Biasa, penyakit orang tua,” kata Jeng Asih sambil cemberut. Penyakitnya itu terkadang memang merepotkan. Tidak boleh ini, lah. Tidak boleh itu, lah. Banyak pantangannya. Semuanya tidak boleh dimakan.

Anha mengingat-ingat sekilas. Di kulkas masih ada beberapa sayuran, sih.

“Ada Tante. Bentar, ya, Anha buatin dulu.”

Jeng Asih tersenyum senang.

“Memang bener-bener idaman banget,” kata-kata Jeng Asih tersebut hanya Anha dibalas dengan senyuman—tentunya senyuman yang dipaksakan demi beramah-tamahan dan demi terlihat baik-baik saja.

Setelah Anha masuk ke dalam dapur. Jeng Asih menatap Hamkan dengan tatapan yang tajam dan tangan yang bersedekap di deepan dada.

Hamkan mengeryitkan keningnya tidak paham akan kode-kode seperti itu. Biasa, Namanya juga lelaki. Tidak pekaan.

“Kamu itu, lho, masih aja duduk aja di situ. Sana bantuin Anha di belakang. Kasihan tahu nanti Anha bawain gelas sama piring banyak sendirian.”

Mamanya melotot kepadanya. Hamkan meringis, ternyata itu maksud gerak-gerik mamanya tadi. Kenapa juga tidak menyampaikannya langsung kepadanya.

“Iya, Ma,” jawab Hamkan patuh. Akhirnya Hamkan berdiri untuk membantu Anha di belakang. Apapun yang mamanya ucapkan, pastilah Hamkan kerjakan. Hamkan tidak akan menolaknya sama sekali karena dia sangat menyayangi mamanya itu.

Ketika kedua anak muda itu sudah ke belakang. Jeng Asih menggeser duduknya supaya berdekatan dengan mamanya Anha.

Jeng Asih memegang lengan sahabatnya itu. Kini ekspresinya berubah lagi. Berubah menjadi sedih.

“Jeng. Saya nggak nyangka kalau pernikahan Anha bisa batal. Saya ikut sedih, Jeng. Pasti Anha sedih banget. Saya nggak bisa ngebayanginnya.”

Itulah kata yang sebenarnya hendak Jeng Asih sampaikan. Dan maksud menyuruh Anha serta Hamkan ke belakang supaya dia bisa mengatakan ini kepada mamanya Anha.

“Iya, Jeng. Saya sebagai orang tua juga sedih banget lihat anak sendiri terpuruk kayak gitu. Tapi mau gimana lagi. Mungkin nggak jodoh.”

Jeng Asih mengusap lengan sahabatnya itu.

“Nggak papa, Jeng. Anha anak yang baik. Cantik. Kalem. Pasti dia nanti dapet pengganti yang juga baik.”

Mama Anha menganggukkan kepala. Ada harap juga jika yang terbaik itu mungkin salah satunya adalah anak dari sahabatnya yang sedang duduk di sebelahnya ini.

Tidak apa bukan jika dirinya berharap seperti itu?

***

Ketika sudah sampai di pintu dapur. Hamkan berdehem sejenak membuat Anha menengok ke belakang. Anha cukup kaget juga akan kedatangan Hamkan yang tiba-tiba sudah dibelakangnya itu.

1
Rahma Yanti
Luar biasa
✨Susanti✨
bagus... sampe gabosen balk lagi kesini
✨Susanti✨
hai . hai .. Thor kesini lagi aku
makasih udah bikin karya sebagus ini
banyak pembelajaran yang bisa diambil
🔴⏤͟͟͞R Ayyana Gani🐌
pengin nya yg kaya kamu ,,
Nayla Regina: uu
uu
total 2 replies
🔴⏤͟͟͞R Ayyana Gani🐌
pengecutt bgt ikhram
🔴⏤͟͟͞R Ayyana Gani🐌
ayok ma marai aja Ikhram gemes
Dewi Nurani
udh sampe disini aja ah , gak suka sama si anha yg sombong gak tau terima kasih , udh kotor tapi gak tau diri pula
si hamkan pula juga msh banyak perempuan suci msh ngejar² bekas orang
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
akhirnya Bahagaia juga 🤗🤗
RithaMartinE
jadi ikutt /Sob//Sob/
RithaMartinE
😢😢😢
Ryan Jacob
semangat Thor ditungggu karya-karyanya
Endah Dwika
yaaah thoor kok cuma sedikit sih kisah hidup pernikaha Anha bersama hamkan
Endah Dwika
ujung2nya di Hasan menyesal seperti si ikram
Endah Dwika
picik kali pikiran hasan
Endah Dwika
ini lah salah anha tidak belajar dari pengalaman sebelumnya
Auristela Allisya
benar2 novel yg berbeda. sangat banyak manfaatnya
Auristela Allisya
serius nanya gimana cara aku mau tau kisah si Sean. dh ngetik "dinikhi brondong kaya" tp g' muncul2
Mayangsu: hai ka, udh ganti judul jadi Di Bawah Atap yang sama
Hueee maaf ya lupa kasih info ulang. silakan cek di profilku ya kak
total 1 replies
Auristela Allisya
permisi numpang tanya kok aku nyari novelnya Sean gk bs2 y. padahal dh nyari yang judunya DINIKAHI BERONGDONG KAYA
Mayangsu: hai ka, udh ganti judul jadi Di Bawah Atap yang sama
Hueee maaf ya lupa kasih info ulang. silakan cek di profilku ya kak
total 1 replies
Dewi Febria Sylvita
sangat suka dg ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!