NovelToon NovelToon
Bukan Kembar Tapi Mirip

Bukan Kembar Tapi Mirip

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Percintaan Konglomerat / Tunangan Sejak Bayi
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bam25

Alvaro Kenneth Jayaputra, adalah seorang CEO tampan dan memiliki seorang tunangan yang cantik dan anggun.

Violin Candra, merupakan putri konglemerat yang kekayaannya setara dengan group Jayaputra.

Namun meski keduanya pertunangan mereka namun baik pihak Alvaro tidak pernah mencintai tunangan tersebut hingga bertemu dengan Claire.

Bagaimana kisah tentang mereka? Siapa cinta pertama dan terakhir dari para tokoh utama? Bagaimana dengan akhir dari cerita ini?

Update setiap hari Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bam25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Violin Memasak Pertama Kalinya

Keesokan harinya di hari yang baru dengan diawali dengan sinar matahariyang bersinar cukup terang.

Seperti biasa Violin bangun pagi-pagi seperti dirinya berada di Prancis karena semenjak dirinya di Prancis dirinya belajar mandiri dan meminta kedua orang tuanya tidak memberikan fasilitas lebih seperti pelayan dan lain-lainnya membuatnya dirinya bisa merasakan kehidupan orang bercukupan.

Di dapur keluarga Candra

Saat ini Violin sedang sibuk memasak sarapan untuk keluarganya. Pada awalnya kepala koki dan para koki yang bekerja di kediamannya melarangnya untuk memasak karena takut tuan besar memarahi jika ketahuan membiarkan nona mudanya memasak di dapur. Namun karena permintaan nona besar membuat akhirnya mereka membiarkan Violin memasak dengan syarat mereka memantau agar nona muda mereka tidak terluka maupun terkena bahaya.

Sementara Violin memasak di dapur kediamannya yang luasnya hampir sama dengan luas di setiap ruangan di kediamannya, kedua orang tuanya keluar dari kamar utama dan turun menggunakan lift menuju ruangan makan karena ingin makan pagi bersama putri mereka satu-satunya. Sesampai di ruangan makan.

“Sayang, Vio apakah sudah bangun?” tanya sang istri kepada suaminya yang merupakan kepala keluarga Candra saat ini.

“Sepertinya belum, sayang, maukah kita ke kamar putri kecil kita?” tanya sang suami kepada istrinya dengan nada mesra dan penuh kasih meski usia pernikahan mereka sudah menginjak di kepala lima namun terlihat jika kduanya sangat romantic sehingga membuat Violin, putri mereka mendambakan cinta dan kasih sayang seperti kedua orang tuanya. 

“Ide bagus, sayang, mari kita pergi menuju kamar Vio untuk membangunkan gadis manis kita,” ucap mama Violin dengan senyum mesra kepada suaminya yang masih terlihat tampan dan gagah meski usia sang suami sudah empat puluh empat tahun. 

“Baiklah kalau keinginanmu, sayang,” ucap sang suami yang menggandeng tangan istrinya dengan mesra.

Sementara mereka hendak menuju kamar putri semata wayang, tiba-tiba mereka dicegat oleh kepala pelayan yang sudah mengabdi dirinya kepada keluarga Candra sejak dirinya masih kecil.

“Tuan dan nyonya besar, selamat pagi. Anda berdua mau ke mana?” safa sang kepala pelayan dengan sopan kepada majikannya yang terlihat ingin sekali pergi dari ruangan makan.

”Aku ingin membangunkan putriku biar kita bisa makan bersama-sama,” ucap kepala keluarga Candra membuat kepala pelayan sedikit terkejut jika tuan besarnya mencari nona mudanya.

”Tuan dan nyonya ingin mencari nona muda?” tanya kepala pelayan untuk memastikan perkataan majikannya.

”Iya, aku ingin pergi ke kamar Violin karena dia masih tertidur pulas,” ucap istri tuannya yang mengira jika putri mereka masih tertidur pulas di kamar pribadinya membuat kepala pelayan yang melihat mata kepalanya sendiri jika nona besarnya sudah bangun dan keluar dari kamarnya.

”Tuan dan nyonya, nona muda sudah bangun dari tadi dan keluar dari kamarnya namun nona muda pergi kamana saya masih kurang tahu,” ucap kepala pelayan yang memberi tahu keadaan nona mudanya kepada tuan dan nyonya besarnya.

”Lalu kalau jika dia tidak ada di kamarnya, pergi ke mana dia?” tanya sang kepala keluarga Candra yang bingung dan heran atas informasi yang diberikan dari kepala pelayan kepadanya mengenai putri semata wayangnya yang dikabarkan sudah bangun terlebih dahulu dan keluar dari kamarnya.

”Mungkin nona muda sedang berada di dapur, saya kurang tahu, tuan dan nyonya,” ucap kepala pelayan dengan jujur membuat tuan dan nyonya besarnya penasaran apa yang dilakukan oleh putri mereka di dapur.

”Violin sepertinya tidak bisa memasak, bisa-bisa dia akan membuat masalah,” panik mama Violin ketika mengetahui putri tercintanya masuk ke dalam dapur yang tidak diketahui apa keinginannya di dapur.

Sementara papa dan mamanya panik dan disertai kepala pelayan yang masih mencoba untuk mencari nona mudanya, tiba-tiba saja Violin muncul dengan tangan memegang nampan yang berisi dua piring hasil masakannya dibantu oleh koki-koki yang juga menghidangkan masakan lain dari nona besarnya.

”Pa, Ma, hari ini Violin menjadi kokinya, silakan Papa dan Mama mencoba masakan Violin,” panggil Violin sambil menghidangkan hasil masakannya di meja makan dan memanggil mama dan papa untuk makan pagi dari hasil masakannya yang selama ini dia buat ketika berada di Prancis. Mendengar putri kesayangannya muncul dan memanggil mereka sehingga membuat mama dan papa terkejut dengan putri mereka.

”Sayang, apakah kamu habis memasak ?” tanya papanya kepada Violin sementara ibunya sedikit shok dengan anaknya yang tiba-tiba membawa nampan. ”Sayang, ada apa denganmu dan mengapa kau bisa membawa nampan?” tanya mamanya kepada Violin.

Violin yang melihat sikap panik dari kedua orang tuanya hanya tersenyum lalu menghidangkan semuanya dengan bantuan koki-koki yang bekerja di kediaman mereka. Setelah selesai dihidangkan, Violin mengajak mama dan papanya untuk duduk bersama di ruang makan yang begitu luas dan mewah. ”Papa dan Mama, ayo duduk dan nikmati masakan Violin,” ajaknya yang di mana papa dan mamanya langsung nurut dan duduk di samping putri mereka.

”Kapan kau belajar memasak, Vio?” tanya mamanya yang penasaran karena setahunya putrinya sangat jarang memasak apalagi berurusan dengan dapur.

”Apakah ini benar-benar buatanmu sayang? Sepertinya keliatannya sangat lezat,” puji papanya melihat hasil masakan yang dimasak oleh sang putri dengan takjub.

”Aku belajar memasak dan terbiasa memasak selama aku di Paris, Ma, Pa, jadi masakanku enak seperti restoran bintang lima loh,” ucap Violin dengan senang dan memuji masakannya sendiri.

”Kalau begitu Papa akan memakan masakan Violin, ya” ucap papanya sambil mengambil sesendok lauk pauk yang keliatannya menggugah seliramakannya.

”Mama juga ingin mencoba masakan Violin, seperti apa rasanya,” ucap mamanya yang penasaran lantas mengambil sendok di piring yang berisi lauk pauk lain dan mengambil dua sendok lalu meletakkan ke piring makannya.

Tidak hanya mama dan papa yang mengambil lauk buatannya, Vio pun juga mengambil namun beda lauk pauk. Diambilnya dan diletakkan di piringnya sendiri. Setelah papa, mama dan dirinya selesai mengambil lauk pauk, kepala keluarga Candra mengucapkan selamat makan kepada anggota keluarga lainnya.

”Vio, Mama, Papa makan dahulu ya,” ucap papanya dan diikuti oleh mama dan Vio. Sesendok dimasukkannya ke dalam mulut mereka.

”Hmm… Mama tidak menduga jika kamu memiliki bakat masak dan masakanmu tidak kalah dengan koki-koki kita,” puji mamanya setelah merasakan suapan pertama masaka putrinya.

”Papa juga sependapat dengan Mama, masakan Vio sangat enak,” puji papanya yang selesai menyuapkan dan mengunyah suapan pertamanya.

”Violin senang jika Mama dan Papa suka dengan masakan Vio karena Vio nanti akan membawakannya ke perusahaan Kak Alva,” ucap Violin jujur alasan dirinya memasak setelah sekian lamanya di Paris yang membuat papa dan mamanya sedikit sedih jika Vio masih berusaha mencairkan perasaan Alvaro.

Karena tidak ingin membuat putrinya bersedih, ayahnya menghibur Violin dengan caranya sendiri.

“Sehabis memberikan kepada Alvaro jangan lupa ke perusahaan ayah sekalian kamu lihat-liha setelah itu ke ruangan kerja pribadi Papa sambil bawakan bekal yang isinya masakanmu ya, sayang,” ucap papanya yang langsung saja diiyakan oleh putrinya dengan perasaan senang karena papanya ingin dibawakan bekal hasil masakannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Penasaran sama masakan Violin yang rasanya seperti apa. Bagaimana reaksi Alvaro ketika dibawakan bekal untuk makan siangnya?

Sorry Author gantung lagi…

Jangan lupa selalu mampir karya Author dan dukung selalu bagi Authornya ya. Sangkyuu. ❤️❤️

1
Novita
aku udh lama bnget nunggunya
Novita
blm ada lanjutannya ya Kk?
Novita
udah lama nunggunya Thor

semangat terus Thor tunjukan karya" mu yang terbaik dan selalu semangat buat up ya Thor jangan di.gantung terlalu lama💪😘
Yoru: krg asupan likenya kakak
total 1 replies
Novita
Thor kok ga up" juga?
Yoru: sibuk nugas kak
total 1 replies
Novita
Thor upnya jangan lama dong😭
semangat ya Thor 💪💪
Yoru: oke kak
total 1 replies
Novita
somangattttt thorrrr
Novita
lanjut thorr udah lumutan nunggu up-nya sekalinya up masa cuman 1 sih
Novita
semangat thorr maaf baru nemu jadi baru baca karya mu Thor hehe
Yoru: makasih dan santai aja kak
total 1 replies
Vincent vinc
lanjut Thor
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
semangat up 👍
Yoru: mksh kak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
saya mampir di karya keren ini 😍 langsung like and favorit plus rate 😍❤️
Yoru: makasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!