Noir Steel awalnya seorang pedagang kaya, sayangnya beberapa tahun berikutnya perusahaannya mengalami kebangkrutan hingga akhirnya hidup sebagai gelandangan, demi melunasi hutang ia akhirnya menjadi seorang petualang. Sayangnya kehidupan itu tidak lebih baik dari yang ia duga, dia harus menghadapi komandan raja iblis dan bertarung melawan musuh-musuh kuat dengan caranya sendiri yang terbilang licik dan pengecut.
Ini adalah cerita seorang petualang lemah yang harus bertahan hidup di dunia kejam dengan anggota party tidak berguna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24 : Kekacauan Di Distrik 4 Bagian Satu
Api itu membumbung tinggi ke udara setelah membakar seluruh bangunan yang terbengkalai yang kini dihuni oleh para Succubus, dengan susah payah Nene yang bertugas mengevakuasi mereka memutuskan untuk mengirim mereka ke saluran bawah tanah, walau beraroma tidak sedap, hanya inilah satu-satunya yang mereka anggap aman.
Pertama kota ini telah dilindungi sihir pelindung yang bertujuan untuk mengurung siapapun ke luar, yang kedua fakta bahwa kerusakan ini dilakukan oleh orang-orang yang tergabung dalam nama Elemental Four adalah sesuatu yang merepotkan.
"Mbak loli apa kita akan baik-baik saja?"
"Semuanya akan baik-baik saja dan juga jangan memanggilku loli, suatu hari dadaku akan sebesar itu juga."
Nene menutup saluran setelah memastikan tidak ada siapapun yang tertinggal. Vi ada di dalam sana untuk memastikan mereka tetap aman.
"Apa menurutmu tempat itu akan bisa melindungi mereka sampai kapan?"
"Sampai kami bisa mengalahkan kalian," Nene mengarahkan perkataan tajam itu pada seorang wanita berpakaian ketat dengan rambut hijau panjang bernama Diana, ia Elemental Four perwakilan angin.
Sihirnya bisa memotong apapun.
"Benar-benar konyol, kau terlihat seperti petualang rendah dan juga seorang pendeta tidak bisa menggunakan mantra serangan."
Nene menggigit ujung bibirnya.
Yang dikatakannya tidaklah salah meski begitu Nene tidak seorang diri yang berada dalam kesulitan seperti ini, agar semua orang bisa dievakuasi Lifa dan Tisa juga memisahkan anggota lainnya.
Nene dengan gemetaran mengarahkan ujung tongkatnya. Dia tidak memiliki serangan meski begitu dia berharap tongkat ini bisa sedikit berguna.
"Aku benci bermain-main dengan orang lemah karenanya mari selesaikan ini secepatnya."
Di tempat lain Tisa memberikan senyum pahit saat dua orang berhasil mengejarnya, salah satunya Elemental Four air, Miza dan yang lain Elemental Four tanah, Sebastian.
Dia menciptakan golem yang memperburuk keadaan ini.
"Aku suka tikus yang terjebak."
Saat berhadapan dengan air, Tisa harus menggunakan nama Noir untuk lolos dari keadaan melawannya, dengan ragu ia mengatakan bahwa dia masih hidup membuat wajah Miza sedikit kesal.
"Apa yang kau bilang?"
"Noir tengah berada di distrik utama untuk menghancurkan kalian dari dalam."
"Aku akan pergi Sebastian, kau urus tempat ini."
"Baiklah, kurasa kita juga harus berhati-hati melawan orang bernama Noir."
"Dia hanya beruntung bisa selamat dari seranganku, selanjutnya tidak akan."
Miza berseluncur dengan air yang mengalir di bawah kakinya, sementara Sebastian melirik ke arah Tisa yang sudah menyiapkan kuda-kudanya dengan pedang besar di tangannya.
"Melawan kalian aku sudah cukup."
"Kalian menghancurkan kota dan berniat membunuh seluruh Succubus, kerajaan tidak akan tinggal diam."
"Mereka akan menyelidikinya tapi tanpa bukti tidak akan terjadi apapun, nyonya Lui bisa menutupi semuanya dan juga.... semua orang di sini berada di dalam kekuasaannya, tidak ada siapapun yang akan memberitahu apa yang terjadi."
"Aku membenci orang-orang seperti kalian yang menggunakan posisi kalian."
"Kau bisa mengeluh sesukamu sebelum kau mati."
Sebastian mengarahkan tangannya untuk memandu golem ciptaannya untuk maju, golem berteriak lalu menerjang dengan langkah besarnya.
Dia mengepalkan tinjunya sebelum mengirimkannya kehadapan Tisa, dia menghindari satu pukulan dan menahan satu pukulan lainnya. Tidak seperti biasanya Tisa berhasil menahannya walaupun sedikit terdorong ke belakang.
Golem tersebut menyatukan kedua tangannya untuk menghujani Tisa dengan kekuatan penghancur luar biasa. Melalui skill 'Avoid' Tisa menghilang dan muncul dari atas sembari berputar di udara demi menusuk kepala golem itu hingga seluruh tubuhnya hancur.
Sebastian tersenyum senang.
"Lumayan juga, dengan ini aku semakin bersemangat."
Dia membungkus kedua tangannya dengan tanah sebelum melangkah maju.