Bagaimana rasanya apabila kita bisa melihat kejadian masa lalu dan kejadian masa depan juga selalu di hantui mahluk halus yang menjadikan dirinya alat untuk balas dendam
Tiara Wulandari seorang siswa SMA mengalami keanehan pada dirinya setelah gadis itu selamat dari aksi pembunuhan yang hampir merenggut nyawanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAYANGAN 24
Tiara memejamkan matanya namun tangannya mencengkram lengan gadis itu membuat gadis SMU itu ketakutan dan teriak minta tolong namun Tiara masih Engan melepaskannya.
Warga pada berkerumun mendengar teriakan gadis itu Dimas juga sudah membantu melepaskan tangan Tiara namun cengkraman itu begitu kuat seakan ada kekuatan ghaib yang membantunya.
Gadis yang bernama Dewi itu menangis ketakutan dan merasakan tangannya sakit, warga juga ikut membantu melepaskan cengkraman tangan Tiara karena merasa tidak percaya dengan ucapan Dimas.
"Astaga kuat sekali, wanita ini sepertinya kerasukan coba panggil pak kyai Mahmud" kata salah seorang warga.
beberapa orang warga segera memanggil pak kyai di rumahnya sedangkan yang lain membantu doa sebisanya, Tiara seperti orang tidur tapi sambil berdiri matanya terpejam tanpa ada tanda wanita itu bergerak.
Pak kyai Mahmud datang lalu memegang lengan gadis itu sambil membaca doa, lama kelamaan cengkraman itu lepas dari tangan gadis bernama Dewi itu dan Tiara terkulai seperti sedang tidur di pelukan Dimas.
"Maaf bapak-bapak istri saya sudah buat takut semua orang dia lagi kurang sehat" kata Dimas
"Bukan salah istri bapak juga mungkin dia kerasukan, memang beberapa bulan ini banyak sekali kejadian aneh di luar batas nalar manusia pak jadi pikiran jangan sampai kosong" ucap salah satu warga.
Tiara di bawa pulang kerumah dan di letakan di atas ranjangnya, kyai Mahmud memberi air doa kepada Dimas untuk di basuh kewajah Tiara juga untuk di minum wanita itu.
Didalam bayangan Tiara
Wanita itu melihat seorang ibu yang sedang hamil di sandera oleh beberapa orang, wanita itu terus memegang perutnya yang terasa sakit karena sempat di seret oleh para preman itu.
"Kau lihat bro istrimu ada dalam genggaman kami, jika tugasmu gagal untuk membunuh Prayoga dan keluarganya maka kau akan melihat istri dan anakmu juga kandungannya mati secara menyakitkan di depan matamu!" kata seorang pria yang sedang menunjukan sebuah vidio kepada pria yang di suruh membunuh itu.
"Dasar bajingan kalian!, keluargaku tidak bersalah sama kalian kenapa mereka kau siksa haaa?"
"Kalau tidak begini kau tidak akan mau membunuh mereka, sudah lakukan tugasmu jika mau ingin melihat mereka selamat!"
Pria itu segera melakukan apa yang di perintahkan namun saat dia mengejar Lastri dan putrinya dia hanya mampu menembak ibunya saja dan kehilangan jejak putrinya dan mau tidak mau dia juga harus kehilangan 1 orang putrannya yang di tembak sebagai ganti kegagalannya itu dan istrinya di bebaskan.
Karena hamil dalam penekanan akhirnya tak lama kemudian wanita itu melahirkan putrinya dengan prematur, karena merasa gagal dan harus kehilangan putrannya sang penembak jitu itu akhirnya membantai para penyandera istrinya namun dia tidak tau dalang dari semua itu.
Tidak cuma itu dia juga melihat mama dan papanya yang sibuk memanggil dirinya dan ingin mengajaknya bermain di taman Bunga, Tiara merasa senang karena akhirnya bisa bertemu dengan orangtuanya.
Saat wanita itu sedang asik bermain tiba-tiba terdengar suara Dimas memanggilnya membuat Tiara menoleh kebelakang.
"Kembalilah nak? Jangan lupa balas kematian kami kelemahan pamanmu ada di bawah tempat tidur papa. kami yakin kamu bisa mengalahkan mereka.
Tiara tersadar, pandangannya melihat banyak warga di rumahnya membuat Tiara bertanya-tanya dalam hati apa yang sudah terjadi. Namun wanita itu teringat akan pesan papanya untuk mencari kelemahan di bawah tempat tidurnya itu.
"Kamu sudah bangun sayang?" ucap Dimas yang melihat Tiara duduk di kasurnya.
"Iya ka memangnya aku sudah tidur berapa hari? Tanya Tiara.
"kamu sudah tidur 3 hari, namun aku tau kamu sedang bertemu keluargamu kan? Kenalkan ini kyai Mahmud yang membantu kakak memanggil sukmamu"
"Terimakasih kyai"
"Bagaimana keadaan kamu ndok apa kamu menemukan petunjuk? Suamimu sudah banyak cerita tentang dirimu" ucap kyai.
Tiara memandangi satu persatu orang yang ada di ruangan itu, ada pak kyai , pak Subandono, ada Dewi juga ibunya, namun tidak ada ayahnya Dewi.
"Ibu dimana suamimu?" tanya Tiara kepada ibunya Dewi.
"Suamiku di penjara karena membunuh banyak orang saat menyelamatkanku dan akan di jatuhkan hukuman mati setelah merasakan penjara selama 15 tahun"
Tiara terkejut dengan ucapan wanita itu, dia tau bener jika ayahnya Dewi melakukan itu karena terpaksa.
"Aku melihat bayangan pak kyai, bayangan saat ibu ini di sandera juga bayangan suami ibu ini menembak ibuku" ucap Tiara.
"Maafkan suamiku yang telah membunuh ibumu nak, dia melakukannya karena terpaksa"
"Iya aku tau Bu aku akan bantu suami itu bebas"
"Jadi kau beneran anak dari pemilik rumah kosong itu?" tanya kyai makmud
"Iya pak, karena aku lolos dari pembunuhan itu makanya ibu ini harus kehilangan putrannya untuk membayar kegagalan dalam membunuhku"
"Astaghfirullah" kyai Mahmud terkejut dengan cerita Tiara.
"Untuk sementara aku mohon kalian untuk merahasiakan siapa Tiara demi keselamatannya, kami pasti akan membongkar semua kejahatan pelaku itu dan membantu kebebasan suami ibu" ucap Dimas dan di angguki semua orang di ruangan itu.
"Ka aku ingin kembali kerumah itu, papa memberi petunjuk di sana" kata Tiara kepada Dimas.
"Sangat berbahaya ndok jika kamu datang kerumah itu, banyak yang mencoba masuk kesana tapi berujung kematian yang sadis" kata kyai Mahmud.
"Bukannya rumah itu tadinya ingin di jual ya kyai?" tanya Dimas.
"Awalnya iya namun para pembeli itu bertujuan ingin mengungkap kematian si pemilik rumah karena salah satu dari keluarganya kesurupan dan mengoceh tentang kematiannya sang pelaku langsung membunuh setiap orang yang kesurupan itu juga orang yang melihat dan mendengar ocehannya. Tapi di lakukannya secara bersih tanpa meninggalkan jejak pembunuh itu" kyai menjelaskan.
"Darimana kyai tau?" tanya Tiara.
"Aku sempat bicara dengan arwah mereka" katanya.
"Kenapa gak kita kumpulin aja arwah para korban itu untuk balas dendam?"
"Jangan itu akan membuat para arwah itu menambah beban dosanya"
"Kalau begitu bantu aku kyai untuk melepaskan Sukma untuk masuk kerumah itu mencari petunjuk yang papa berikan"
"Sukmamu tidak boleh meninggalkan tubuh istimewamu ndok karena pasti akan banyak siluman yang berebut ingin masuk kedalam tubuhmu."
"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Dimas kepada kyai Mahmud.
"Tugaskan saja semua pada para hantu cantik itu, kamu cukup bantu kasih petunjuk lewat telepati" jawab kyai Mahmud.
Tiara dan Dimas menatap ketiga hantu cantik itu, setelah semua setuju ketiga hantu itu pergi menjalankan misinya dan di bantu Dimas dengan ilmu lepas rogonya.
Kyai bantu dengan doa dan wiritannya Tiara bantu dengan menyalurkan tenaga murninya ke tubuh Dimas untuk membantu menjaga keselamatan hantu-hantu cantik itu.