NovelToon NovelToon
Sudah Cukup Main Mainnya

Sudah Cukup Main Mainnya

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: 𝑪𝒂𝒔𝒕𝒂𝒓𝒊𝒄𝒂𝑪𝒆𝒔𝒍𝒊𝒆𝒂𝑪

Setelah suaminya lebih memilih wanita lain dibandingkan dirinya, ia memutuskan untuk bercerai.
Di lain sisi, kakak dari suaminya yang sudah menyukainya sejak lama menikahinya tak lama setelah mereka bercerai. Hubungannya dengan sang mantan suami kini adalah kakak dan adik ipar.
Di situlah mulai timbul rasa kekecewaan yang tinggi dari sang mantan suami terhadapnya.


Penasaran dengan alurnya? Yuk klik episode 1 dan lanjut kalo ketagihan bacanya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝑪𝒂𝒔𝒕𝒂𝒓𝒊𝒄𝒂𝑪𝒆𝒔𝒍𝒊𝒆𝒂𝑪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 [Kebahagiaan Atau Dendam]

Cahaya matahari menembus masuk melewati hordeng kamar. Begitu juga dengan hembusan angin yang masuk melewati lubang udara. Dedaunan mulai rontok berjatuhan dari rantingnya. Kini, jalanan terlihat seperti tumpukan sampah yang di penuhi oleh dedaunan lantaran angin membawanya terbang jauh.

Seorang wanita nampak terbangun dari ranjang tempat tidurnya. Suasana hening menyelimuti ruangan yang hanya ada Nata seorang. Ia menguap, dan melihat jarum jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.

"Nata, kapan kau bangun?" tanya seorang Pria yang baru saja keluar dari kamar mandi. Kontan ia menutupi matanya dengan selimut yang masih membalut tubuhnya.

"Ha-- hai, cepat kenakan pakaianmu!" perintah Nata dengan nada kesal.

"Memangnya kenapa? Kita kan suami istri?" sanggah Harwell yang terus berjalan mendekati Nata.

"Tapi tetap saja, kau harus mengenakan pakaian!"

"Baiklah baiklah, aku akan memakai baju sekarang."

Setelah cukup lama Harwell menyibukkan dirinya dengan beberapa kemeja, akhirnya ia pun selesai mengenakan pakaiannya.

"Bagaimana? Sudah?" tanya Nata memastikan, ia bahkan tak berani membuka matanya sedikitpun.

"Sudah."

"Eh? Kenapa kau tidak menggunakan pakaian kantor? Apa hari ini kau tidak akan pergi ke perusahaan?"

"Tidak, hari ini aku akan beristirahat dan bersenang-senang denganmu," lontar Harwell yang kemudian mengajak Nata untuk sarapan bersama.

Keduanya lantas menuju lantai bawah tempat dimana ruang makan berada. Nampaknya, ada sejumlah orang yang tengah menikmati hidangan makanan pagi ini.

"Hansen? Floryn? Kenapa kalian ada di sini?" tanya Harwell pada dua orang yang juga berada di sana.

"Yah, semalam kami menginap di sini. Jangan bilang kau tidak tau," ungkap Hansen masih fokus dengan garpu di tangannya.

Harwell tak menggubris penjelasan sang adik, ia lantas mempersilahkan Nata untuk lebih dulu duduk sebelum dirinya.

"Ngomong-ngomong, apa hari ini Kakak tidak akan pergi ke perusahaan? Sepertinya, pakaian yang Kak Harwell kenakan bukan pakaian kantor," seloroh Floryn di tengah berlangsungnya sarapan.

"Sebenarnya, hari ini aku ingin mencari rumah untuk kami tinggali. Tidak mungkin untuk seterusnya kami tetap tinggal di sini," papar Harwell yang sontak membuat beberapa orang merasa terkejut.

"Apa katamu? Membeli rumah? Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?" lontar Nata dengan nada jengkel.

"Yah, sebenarnya untuk suprise. Tapi Floryn malah menanyakannya."

"Hahaha!! Maaf, ini salahku!"

Canda tawa menyertai ruang makan yang berisi lima orang di dalamnya. Suasana terasa begitu hangat setelah mereka semua berkumpul di satu ruangan yang sama.

"Hmm, bagaimana jika kalian tinggal di rumahku? Kebetulan aku hanya tinggal berdua dengan Floryn, di sana masih banyak kamar yang tak terpakai," Hansen menawarkan sembari meletakkan garpu nya.

Seketika suasana berubah menjadi hening. Mereka saling menatap satu sama lain dengan artian yang berbeda.

"Tidak tidak, bagaimana mungkin aku tinggal di rumahmu, adikku," tolak Harwell dengan lembut. Ia lantas memegangi bahu Nata dan di tariknya ke dalam dekapan.

"Kau tidak usah merasa tidak enak. Aku memberi kalian rumah gratis, loh."

"Tidak perlu. Kami masih mampu untuk membeli rumah sendiri, terima kasih atas tawarannya," sela Nata dengan raut wajah dingin.

Mendengar penolakan Nata, tentu membuat Hansen terdiam cukup lama. Ditambah, rasa kesalnya membuat Hansen memutuskan untuk meninggalkan ruang makan.

"Kau pintar, Nata," bisik Harwell pada telinga istrinya.

******

Jalanan kota nampak ramai di penuhi oleh kendaraan lalu lintas. Asap asap yang berasal dari kendaraan membuat kota seakan diambang oleh kehancuran besar.

Salah satunya adalah mobil Harwell. Ia menarik tuas rem begitu sampai di depan sebuah rumah mewah. Terlihat dengan gaya serta warna cat yang berwarna emas.

"Menurutmu, bagaimana dengan rumah ini?" tanya Harwell memastikan.

Wanita di sebelahnya terdiam cukup lama seraya memperhatikan setiap sudut rumah tersebut. Ia lantas menganggukkan kepalanya dengan mantap.

"Aku suka dengan desain dan warna cat nya. Tapi, kira-kira berapa harga rumah ini?"

"Tidak mahal, hanya 14 miliar saja."

"A-- apa?!! Itu ... terlalu mahal ...."

Pria di sampingnya menggeleng pelan, sembari mengelus lembut rambut Nata.

"Apapun untuk kebahagiaanmu, tidak akan membuatku terbebani sedikitpun. Lagipula, aku mampu untuk membayarnya sekarang juga."

Raut wajah lesu terpampang pada wajah Nata. Lantaran ia merasa bersalah karena sudah meminta rumah yang dijual dengan harga tinggi.

Sementara itu, terlihat seorang pasangan suami istri yang tengah berkelahi. Raut wajah kesal terpampang pada wajah satu sama lain. Keduanya saling berdiam diri dengan memandang arah yang berbeda.

"Sekarang, cepat jelaskan padaku. Alasan kenapa kau menawarkan mereka untuk tinggal di rumah ini?!!" perintah wanita itu yang tak lain adalah Floryn.

Sembari memukul meja dengan keras, wanita itu menatap tajam Pria yang tengah duduk berhadapan dengannya.

"Hansen! Cepat jelaskan padaku!!" Namun, beberapa kali ia bersikeras meminta suaminya untuk menjelaskan hal tersebut padanya, Hansen sama sekali tak membuka mulut.

"Han--," untuk yang kesekian kalinya ia berteriak lantang. Dan ...

*𝐏𝐥𝐚𝐤!!*

Tamparan keras mengenai pipinya. Wanita itu kontan memegangi anggota wajah yang di rasanya sakit.

"Ha-- Hansen, kenapa ka-- kau menam-- parku? A-- apa salahku?" tanyanya sembari menangis tersedu-sedu.

Pria di hadapannya nampak tak peduli. Ia lantas melempar secangkir teh yang disajikan khusus untuknya ke lantai.

*𝐂𝐑𝐀𝐍𝐊!!!*

"Jangan membuatku tambah kesal! Aku muak denganmu, tapi aku juga tidak tega untuk menyakitimu. Untuk sekali ini saja, tolong ... tolong mengerti perasaanku ...."

Floryn melangkahkan kakinya menjauh dari Hansen yang tengah berbicara padanya.

Ia menghentikan langkah kakinya begitu sampai di taman belakang rumah.

Duduk di sebuah kursi taman, tentu hal yang dilakukan oleh wanita itu saat ini.

Sembari memandang birunya langit, ia meneteskan air mata tanda kesedihan.

"Aku kita kehidupanku akan jauh lebih baik begitu menikah dengan Hansen. Apalagi, aku berhasil merebut Hansen dari Nata. Tapi kenapa sekarang situasinya berbanding terbalik? Kenapa?!"

Floryn mengusap air matanya yang sukses membuat wajahnya basah.

"Ini semua gara-gara wanita itu!! Natalia Falaryn, aku tidak akan membiarkanmu terus hidup dalam penderitaan yang ku alami!" lanjut ucapnya dengan tatapan tajam bak singa yang berusaha menangkap mangsanya.

"Sepertinya, aku mempunyai ide cemerlang ... " senyuman licik terukir di wajahnya.

Ia kemudian mengambil ponsel yang berada di saku roknya. Tanpa berpikir panjang, wanita itu langsung menghubungi Harwell, yang kini berstatus sebagai suami Nata.

*𝐃𝐑𝐑𝐓𝐓𝐓*

Ponselnya berdering. Ia lantas mencari-cari dimana ponselnya berada untuk menerima panggilan telepon tersebut.

Tertera nama Floryn di layar ponselnya. Khawatir ada sesuatu yang tidak baik terjadi pada Hansen, ia pun langsung menerimanya.

"Ada apa, Floryn? Apa semuanya baik-baik saja?!" tanya Harwell.

"E-- Eh? Apa maksudnya? Tentu saja aku baik-baik saja. Sebenarnya, alasanku menelepon Kakak, karena aku ingin mengajak kalian minum-minum nanti malam. Bagaimana?" ungkap Floryn membuat kecemasan Harwell reda.

"Ah, itu ... akan aku tanyakan dulu pada Nata, ya ...."

"Baiklah."

"Ada apa, Harwell?" tanya Nata secara spontan.

"Floryn mengajak kita untuk minum-minum nanti malam. Apa kau mau?"

"Hmm, tidak masalah. Lagipula, nanti malam aku tidak sibuk," ujar Nata sembari mengangkat kedua bahunya.

"Floryn, Nata bilang tidak masalah. Kirimkan saja lokasi BAR nya."

"Oke Kak, sudah ku kirimkan lokasinya."

Perbincangan mereka dalam sambungan telepon pun berakhir begitu Floryn mengirimkan lokasi BAR tempat mereka minum-minum nanti malam.

𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....

𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀

1
TexasTiger
Thor, i love you!! Aku mau bilang itu karena cerita ini moodbosterku banget!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wih boleh dong kasih aku hati
total 1 replies
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wih yakin nih kack
total 1 replies
salt sand and smoothies
Ya Tuhan, do'aku cuma satu. Semoga authorku sehat terus biar bisa lanjut update dan jalani kegiatan sehari-harinya *piw piw
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh mksh bgt loh do'anya
total 1 replies
Mata Diam
Jangan lupa makan thooooor! Habis itu ketik bab-bab baruuuu
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wih semangat buat aku ya? Daebak!
total 1 replies
HotBabe
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: pasti dong
total 1 replies
SugarplumChum
Makin seru nihh!! Aku pun kepo!!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh makaacihh (๑•ᴗ•๑)♡
total 1 replies
Pai Konyol
Huft kok udah abis aja? Yok di next bab lanjutannya yok..
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: oke siap dong kak
total 1 replies
Cinta Insta
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wahh (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ loh akakakk
total 1 replies
Prasetya Wibowo
Yang punya daya tarik bukan magnet aja. Tapi karya author juga, lho! Hahaha.. semangat lanjut kak!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh kece g tuh
total 1 replies
Eja Drajat Adriansyah
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wihh arigatou kak
total 1 replies
🍷Asisten Cesliea🍷
bagusss thor menantang ceritanya
Jantung Taman
Ceritanya bagus thor! Keep it up, ya!
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: okee (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ kak
total 1 replies
CupcakeHugs
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: (๑•ᴗ•๑)♡ okee
total 1 replies
Intan Haryanti
seru thor... perjalan akan dimulai....
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ kak
total 1 replies
Badai Putih
terus up lgi... baru slesai baca mikir kpn up lagi....ehhh akhir ny up lngsng thor
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: wow (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ loh
total 1 replies
Wajah Boneka
thor up lgi dan kurangin typo yaaa
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚: oke kak, siap. Eh setauku gd yg typo wkwk
total 1 replies
🍷Asisten Cesliea🍷
Kasian banget sih Natalia!! Fix, Hansen emg kek dajjal
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
jangan lupa dukungannya 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!