NovelToon NovelToon
BUKAN MENANTU SAMPAH

BUKAN MENANTU SAMPAH

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Anak Lelaki/Pria Miskin / Chicklit / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss el

Apa jadinya jika menantu yang selama ini di benci bahkan di caci merupakan seorang yang sangat berada jauh di atasnya bahkan uang yang di gunakan foya-foya selama ini adalah uang menantunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BMS.24

Bu Asri menjadi objek pembicaraan kali ini hanya bisa membuang muka ke arah lain karena dia belum mau mengakui kesalahan setelah dia perbuat selama ini kepada menantunya, karena menurutnya mengakui kesalahan pada orang yang lebih kecil dari kita merupakan hal memalukan dan juga merendahkan harga dirinya.

Jadi Bu Asri yang menjunjung tinggi harga diri serta ego yang tinggi maka akan sulit sekali mengakui atas perbuatannya.

Dia tidak mau jika sampai mengakui maka akan ditertawakan oleh menantunya itu, padahal kasih tidak ada sampai kepikiran ke arah sana.

"Bu mengakui kesalahan itu bukanlah hal yang memalukan dan juga apakah ibu tidak ingin berdamai serta menjalani hari lebih baik dari kemarin?"

Jika orang keras kepala dihadapi dengan keras juga maka tidak akan membuahkan hasil namun sifat keras seseorang harus dihadapi dengan sikap lembut serta penuh kesabaran agar keegoisan itu perlahan terkikis hingga ego itu runtuh dengan sendirinya.

"Apa yang harus Ibu akuisi pak? Bukan nya ibu sudah mengatakan yang sejujurnya,"

"Kok ibu bohong sih bukannya ibu yang mengajak aku untuk membuat kakak ipar tidak betah berada di rumah Bang Abi?"

Bu Asri mendengar ucapan Tina langsung terlunjak kaget karena tidak percaya bahwa anaknya sendiri membongkar sikap dia selama ini di belakang suami dan Abi anaknya.

Padahal dia sudah mati-matian menyembunyikan kesalahannya tapi dengan enteng Tina membongkar di depan suami dan anaknya hingga sekarang wajah dia merah padam lantaran tidak mungkin bisa membela diri lagi.

'Anak siapa sih ini? Tega-teganya membongkar aib ibunya sendiri'.

Jika sedang tidak berkumpul seperti ini mungkin Bu Asri akan menampol mulut anaknya itu yang sudah lancang membuat dia malu.

"Sekarang ibu ingin mencari alasan apalagi? Padahal Tina sudah mengakui kesalahannya yang dia perbuat bersama ibu. Apakah ibu tidak ingin mengaku kesalahan ibu dan meminta maaf kepada Kasih? Meminta maaf itu tidak akan menjatuhkan harga dirimu apalagi merasa direndahkan. Memangnya ibu tidak tahu atau pura-pura menutup telinga bahwa menantu kita ini memiliki hati seluas samudra yang pasti akan memaafkan kesalahan itu contohnya saja Tina, Kasih mau memaafkannya,"

Sebagai seorang suami pasti ingin istrinya memiliki sifat baik dan bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya tapi atas apa yang telah dilakukan oleh ibu Asri kepada menantunya bukanlah mencerminkan sifat sebagai seorang ibu yang baik.

"Sekarang papa tanya apa yang membuat Ibu tidak menyukai menantu kita? Setiap perbuatan pasti memiliki alasan kan Bu sekarang katakan kepada papa apa alasan ibu tidak menyukai menantu kita?"

Sebagai seorang suami dan ayah tentu bapak Abi harus tahu di mana dia harus menempatkan diri dan bertindak sebagai suami dan ayah.

Dia sangat menyayangkan sekali tindakan istrinya yang sudah melangkah terlalu jauh bahkan berniat menghancurkan rumah tangga anaknya itu sangatlah tidak mencerminkan sikap baik seorang ibu.

Padahal semua orang tua menginginkan pernikahan anak mereka bahagia dan langgeng hingga maut yang memisahkan tetapi berbanding terbalik dengan Bu Asri yang malah ingin memisahkan anak dan menantu hanya karena menganggap menantunya itu tidak berada setara dengan status sosial mereka.

Seharusnya Bu Asri tidak harus menutup mata tentang siapa menantunya ini karena masih ada beberapa rahasia yang kasih sembunyikan dari mertuanya itu namun yang jelas dia memiliki alasan sendiri.

"Kadang membenci seseorang itu tidak harus butuh alasan seperti mencintai,"

Entah dapat kata-kata dari mana Bu Asri berkata seperti itu bahwa seolah-olah jika dia membenci kasih itu tanpa alasan padahal sudah jelas bahwa status sosial yang berbeda diantara mereka yang membuat Bu Asri membenci menantunya itu.

Eh sekarang malah berkata jika membenci itu tidak harus memiliki alasan seperti mencintai.

Pintar sekali membela diri padahal kedoknya sudah terbuka dari beberapa hari belakangan ini.

"Bu, Abi kesini mau mendamaikan antara ibu dan Kasih bukan mau mendengar Ibu menggombali papa,"

Jengah Abi, padahal mereka lagi serius tetapi Bu Asri malah menjawab asal.

Sebenarnya masalah ini tidak terlalu pelik hanya saja Bu Asri yang terlalu bertele-tele hingga lama sekali damainya.

Andai Bu Asri mau mengakui dan meminta maaf maka semuanya kelar.

Tapi ya itu tadi egonya yang tinggi mengalahkan rasa hormatnya kepada sang suami yang sudah meminta agar mau berdamai dengan menantunya.

Tapi lihatlah jangankan mau meminta maaf melihat menantunya saja kan enggan.

"Lagi pula Ibu tidak salah dan juga memangnya kamu memiliki bukti?"

Jika seandainya Abi memiliki bukti maka Bu Asri tidak bisa menyala lagi jadi untuk sekarang dia harus menanyakan dulu tentang bukti yang dimiliki oleh anaknya baru dia mengakui kesalahan yang sengaja dia lakukan.

'masalah kecil seperti ini saja malah dibesar-besarkan dan awas saja kamu akan saya siksa lebih dari ini'

Bu Asri makin dendam kepada menantunya karena tidak ada yang membelanya saat ini dan terus mendesak dirinya untuk meminta maaf kepada menantu rendahnya itu.

Sudah jelas derajat dia lebih tinggi tetapi malah diminta maaf kepada orang yang derajatnya lebih rendah tentu saja harga diri Bu Asri diinjak-injak, fikir wanita paruh baya itu.

"Bu, Abi bahkan sudah bertanya kepada asisten rumah tangga yang di rumah dan mereka mengaku memang ibu sering menyiksa istriku saat aku sedang bekerja jadi apa yang mau Ibu sembunyikan lagi?"

Bukankah saksi di rumah sudah lebih dari cukup dan yang pasti kejadian itu bukan sekali mereka saksikan dan sudah berlangsung selama satu tahun usia pernikahan mereka.

Itu bukanlah waktu yang sebentar dan sudah bisa dipastikan selama itu juga istri Abi menanggung siksaan terhadap sesuatu yang tidak pernah dia lakukan kesalahan.

"Kamu jangan mudah percaya bisa saja istrimu itu membayar pembantu di rumah untuk menyudutkan ibu apalagi hanya untuk mengadu domba kita atau jangan-jangan dia memiliki niat jahat di balik semua ini,"

Sekarang malah menuduh kasih yang bukan bukan padahal masalah satu saja belum selesai dan sekarang malah memfitnah menantunya.

Entah terbuat dari apa Bu Asri ini mungkin dari tanah sengketa sehingga selalu bermasalah.

"Kenapa ibu malah menuduh kasih balik? Jika dia mau dia bisa melakukan apapun Bu tetapi dia yang tidak mau dan juga jika Ibu tahu satu rahasia dia mungkin ibu akan berbalik menyukainya tapi bukan saatnya sekarang ibu mengetahui,"

Rasanya mulut Abi sudah gatal ingin membongkar sebuah rahasia tentang istrinya ini tetapi tangan mungil kasih menggenggam erat tangan besarnya seolah mengatakan bahwa bukan sekarang saatnya karena kasih tidak ingin sang mertua menyukai dirinya dengan tidak tulus.

Jadi kasih lebih baik memandang sendiri daripada disukai dengan tujuan tertentu karena kasih ingin disukai tulus dari hati bukan karena apa-apa jujur saja disukai karena tujuan tertentu itu sangat menyakitkan apalagi sampai dimanfaatkan.

"Alah, kamu jangan membela istrimu itu dan seolah membangga-banggakan dia, dia itu hanya akan jadi bebanmu,"

Masih teguh pada pendiriannya dan menganggap kasih hanya akan menjadi beban anaknya.

Tahu kan anaknya itu kerja di mana dan memiliki posisi yang tinggi di sebuah perusahaan jadi Bu Asri merasa bahwa kasih tidak cocok untuk Abi anaknya.

Makanya kemarin itu dia mengajak orang perempuan yang akan dijadikan istri Abi kelak tetapi sayang sekali justru dikerjain oleh kasih hingga masuk rumah sakit.

Lagi pula istri mana yang akan diam saja jika ketenangan rumah tangganya diusik oleh orang lain apalagi berniat memisahkan mereka tentu saja kasih tidak akan pernah melihat orang itu bahagia dengan kehancuran rumah tangganya.

"Beban apa maksud ibu? Istri itu memang tanggung jawab suami bukan beban hidup seorang suami,"

Ada-ada saja Bu Asri ini mungkin dia butuh aqua agar bisa berpikir dengan.

Bahkan Abi sendiri pun tidak pernah merasa jika istrinya itu sebagai beban justru dia merasa istrinya itu sebagai penyemangat serta pelipur lara di kala lelahnya.

"Bagaimana tidak menjadi bebanmu dia hanya makan serta tidur di rumah tanpa berpikir bagaimana sulitnya suaminya bekerja di luar dan belum lagi dia akan berfoya-foya menggunakan uangmu,"

Padahal semua yang diucapkan Itu adalah kebebasan Bu Asri selama ini yang suka menghamburkan uang suaminya tanpa harus memikirkan bagaimana sang suami banting tulang mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar sang istri bisa hidup dengan enak.

Tetapi semua kebiasaan itu dia lemparkan kepada kasih yang tidak pernah melakukan semua itu apalagi membeli sesuatu yang tidak bermanfaat.

"Sepertinya masalah ini belum bisa diselesaikan karena Ibu tidak mau mengakui kesalahannya dan sebagai hukuman semua kartu ibu bapak blokir,"

Setelah mengucapkan kalimat itu papa Abi bangun dari duduknya dan menuju ke ruangan kerjanya.

"Papa tidak boleh seperti itu, Ibu mana bisa tanpa kartu-kartu itu,"

Nah kan lihat siapa tadi yang bilang menantunya yang berfoya-foya sedangkan sekarang dia tidak bisa tanpa kartu-kartu yang diberikan oleh suaminya jadi sudah jelas siapa yang suka foya-foya dan siapa suka di rumah saja.

Orang seperti Bu Asri itu tanpa kartu sakti yang ada di tangannya maka dunianya seperti berhenti dan seperti makan tanpa minum air rasanya tercekik.

"Pasti kartu aku juga akan diblokir oleh papa dan semua ini gara-gara Ibu,"

Tina sudah pasti bisa menebak bahwa imbas kekesalan papanya juga merambat ke dia sebab dia juga pelaku dalam penyiksaan kasih selama ini.

Sekarang dia baru menyesal bahwa tindakannya selama ini salah dan mendapat hukuman yang sangat mengerikan untuk orang-orang seperti mereka yang doyan foya-foya.

Jadi nikmati saja hari-hari tanpa gesekan kartu di meja kasir sebuah pusat perbelanjaan dan nikmati dunia sepi hampa itu dalam waktu yang belum ditentukan.

"Ini semua gara-gara kamu yang tukang adu domba,"

Tunjuk Bu Asri kepada kasih yang duduk sebelah Abi dia sangat murka karena tidak bisa berbelanja lagi dan suaminya belum mengatakan akan sampai kapan kartu-kartunya diblokir.

Bu Asri sangat tampak marah sebab tanpa kartu itu apa yang harus dia lakukan dan juga keluar rumah pun tidak ada gunanya tanpa berbelanja dan membeli barang-barang mewah.

'Kenapa saya bisa sesial ini memiliki menantu sudah miskin suka adu domba lagi'

Bu Asri pergi dari ruangan itu karena sudah tidak tahan ingin melampiaskan kekesalannya kepada kasih namun sayang sekali ada Abi di sana sebagai perisai untuk gadis itu.

Jika saja Abi tidak ada di sana sudah bisa dipastikan jika pasti sudah habis di acak-acak oleh Bu Asri.

Lagi pula dia yang salah kenapa dia yang marah seharusnya mengakui kesalahan dan meminta maaf maka hukuman ini tidak akan ada.

\=\=\=\=\=

Bersambung 😘

1
Ros Diyah
Kecewa
Ros Diyah
Buruk
Fryuhi
kok gadis si thor,kan dh ga perawan🙃
Fryuhi
Kasih ayo bangun jangan merendah terus,balas mereka
Fryuhi
sungguh ingin aku berkata kasar
Fryuhi
yg baca, merasakan sakitnya☹️
Fryuhi
suaminya gk peka🗿
Penghargaan Pink
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
DazzledSweetie
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
JellyCuddles
Aku terhibur baca ceritanya kak, monggo dilanjuuut~
flowerbean
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Prabu Marbun
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Mata Diam
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
PrincessFuzzie
Benar-benar deh karya ini bikin jatuh cinta :) I love you 3000 thor!
SugaryHeaven
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
vanillaatack
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
CutieBun
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Rahmat Emas
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
Cakrabirawa Tarihoran
Good news! Cerita author bikin aku halu..
Hulk
Tuh kan, baru juga baca udah bikin kangen aja nih cerita~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!