NovelToon NovelToon
Taqiya'S Scret

Taqiya'S Scret

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:111.2k
Nilai: 5
Nama Author: LenteraHijaz

Sebulan lagi Taqiya Eldiina akan menyandang gelar sebagai Nyonya Prasetyo, seorang wartawan senior di salah satu stasiun TV swasta.

Di tengah kesibukan mempersiapkan pernikahan, tiba-tiba terjadi peristiwa yang cukup tragis. Prasetyo meninggal karena ditusuk orang secara kejam. Kesedihan gadis itu makin bertambah setelah polisi menetapkan dia sebagai tersangka. Belum lagi, ada beberapa orang yang berusaha mencelakainya, lengkaplah sudah penderitaannya.

Demi melindungi gadis itu, kedua keluarga sepakat untuk melanjutkan pernikahan, tentunya dengan pria yang berbeda .
Akankah Qia terlepas dari penderitaan dan hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LenteraHijaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Rencana Kejutan untuk Qia

Qia sedang bersiap-siap menuju perpustakan ketika ponselnya berbunyi. Gadis itu sangat terkejut begitu mengetahui nama yang tertera di layer. Andre Wijaya Kusuma, sang ketua Yayasan menghubunginya? Qia hampir tak percaya. Ini adalah pertama kali pemuda itu menghubunginya secara langsung. Biasanya kalau ada apa-apa, Ningrum selalu menjadi perantara di antara mereka.

“Iya, Pak Andre, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Qia setelah mereka berbalas salam. Ia lalu mencari tempat duduk kemudian meletakkan tas di sebelahnya karena cukup berat.

Beberapa saat, terdengar deheman dari seberang, kemudian disusul dengan suara bariton yang sudah dikenal.

“Betul, Ustazah. Saya sedikit ada keperluan, tetapi tidak mungkin dibicarakan lewat ponsel. Karena ini sangat penting, maka saya ingin mengatakan secara langsung pada Ustazah. Karena itu, insyaallah nanti malam saya akan datang ke rumah Ustazah. Ustazah Taqiya ada di rumah, kan?” tanya Andre sopan.

Taqiya tertegun sejenak. Sungguh, ia tidak bisa menebak apa yang akan dibicarakan. Tiba-tiba perasaan tidak enak menyelimuti hatinya. Namun, mau menolak rasanya kok sungkan.

“Insyaallah saya di rumah, Pak Andre,” jawab Qia pelan.

Qia berpikir, daripada menebak-nebak tak keruan, mending ia meghadapinya langsung, toh di rumah ada kedua orang tuanya. Bahkan, gadis itu sudah siap dengan segala kemungkinan, termasuk apabila ia harus dipecat. Dulu dia sering mendengar rumor kalau Andre merimanya mengajar di sekolah itu karena ada ketertarikan pada Qia. Sekarang, setelah mengetahui Qia akan menikah, bisa saja keberadaanya di sekolah tidak diperlukan lagi. Tentu saja Qia tidak tahu kalau Andre sedang mempersiapkan kejutan untuknya. Ya, nanti malam Andre akan datang ke rumah Qia untuk melamar.

***

Setelah mengakhiri panggilan, Qia bergegas melangkah menuju perpustakaan. Namun, rupanya keberuntungan di hari itu masih enggan untuk menyapanya. Begitu tiba di lorong bercabang, seseorang tiba-tiba menghentikan langkahnya. Tentu saja gadis itu sangat terkejut. Apalagi setelah mengetahui kalau yang mencegatnya itu adalah Bayu. Seketika wajah cantiknya memucat. Selain karena ia sendirian, lorong itu kebetulan tidak terlalu ramai, hanya sesekali terlihat satu atau dua mahasiswa yang melintas. Mungkin mereka sedang ada kelas, sementara Qia memang sudah tidak kada kelas. Ia tinggal menyelesaikan skripsi saja.

“Hai, Qi, mau ke perpustakaan, ya? Abang temenin, yuk!” ajak Bayu sok lembut dan penuh perhatian, membuat Qia semakin ketakutan. Di belakang pemuda itu ada beberapa teman setia yang selalu menyertainya. Sama seperti Bayu, kebanyakan mereka adalah mahasiswa abadi.

Qia agak menyesal, mengapa tadi tidak menunggu Aina saja. Sekarang, ia hanya bisa berusaha untuk menghindar dengan sekuat tenaga.

“Maaf, Kak Bayu. Saya sedang menunggu Aina. Kami akan berdiskusi tentang masalah skripsi,” jelas Qia berusaha untuk tetap sopan.

“Tidak apa-apa, Qi. Abang hanya menemani ke perpustakaan saja sampai Aina datang. Qia juga bisa tanya-tanya pada Abang tentang beberapa literatur. Secara, jurusan kita kan sama,” bujuk Bayu.

Saat itu, Qia sedang menelan liurnya karena ketakutan, dan ia hampir tersedak mendengar perkataan Bayu tersebut.

“Gak salah, tuh?” batin Qiapenuh tanya. Ia tidak bermaksud meragukan kemampuan Bayu. Hanya saja, sejauh penglihatan Qia sepintas lalu, pemuda itu tidak pernah masuk kelas, bahkan ia belum pernah bersentuhan dengan skripsi sama sekali.

Beberapa mahasiswi yang kebetulan bergerombol dan melintas di dekat mereka bahkan sempat menghentikan langkah dan menatap ke arah mereka saking kagetnya. Namun, mereka tidak berani bersuara, apalagi menertawakan. Ya, mereka semua tahu, bagaimana sepak terjang dan kemampuan Bayu. Bahkan untuk membual pun pemuda itu sangat tidak pintar, begitu menurut mereka.

Begitu pula dengan teman-teman Bayu yang selalu setia. Mereka semua tidak bisa menahan tawa dan akhirnya ngakak bersama.

“Lo yang pinter dikit, dong, kalau membual … bikin malu gue aja,” bisik seorang teman membuat pemuda penuh tato itu memelototkan mata.

“Ah, kayak lo paling pinter aja,” bentak Bayu ketus. Pemuda itu lalu mengalihkan pandangan ke arah Qia.

“Bagaimana, Qi? Abang antar, ya?” desak Bayu akhirnya. Pemuda itu terlihat kurang sabar. Jelas sekali ia tidak sadar, di mana letak kesalahannya.

“Dasar ideot ….” batin mereka hampir bersamaan.

“Maaf, Kak Bayu, Itu Aina sudah datang, jadi Kakak tidak perlu menemani saya,” tolak Aina sopan sambil menunjuk ke wanita muda yang sedang berlari ke arahnya. Entah kebetulan atau memang seseorang memberi tahu pada Aina tentang dirinya yang diganggu Bayu, yang jelas Qia merasa bersyukur. Qia merasa lega karena terbebas dari Bayu.

Sementara, Bayu terlihat sangat kesal. Tadi adalah kesempatan langka. Jarang-jarang Qia berjalan sendirian seperti tadi. Selama ini, pujaannya itu selalu bersama Aina. Wanita bermata biru itu layaknya seorang bodyguard saja bagi Qia. Sebenarnya Aina juga Wanita yang lemah lembut, hampir tidak bisa melindungi diri sendiri. Hanya saja, gadis bermata biru itu kini sudah menikah. Ardi, suami Aina adalah salah seorang yang tidak bia ia singgung. Dulu Bayu pernah diberi pelajaran olehnya. Karena itu, sekarang ia tidak berani bertindak gegabah kalau ada Aina. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Bayu memilih untuk mengalah. Ia memutuskan mundur untuk sementara.

***

“Lo salah perhitungan, Bro,” celetak Imran, salah seorang teman Bayu.

“Maksud lo?”

“Qia itu anak masjid. Dia tidak pernah mau jalan bareng sama cowok, apalagi berduaan dan bersentuhan. Lo lihat sendiri kan, bagaimana kesehariannya? Terlebih kalau cowok itu macam lo,” jelas Imran.

“Lo menghina gue? Lo merendahkan gue? Jadi … menurut lo, gue gak masuk kualifikasi sebagai calon suami Qia?” Tentu saja kata-kata Imran tadi membuat Bayu naik darah. Ia hampir saja menggampar Imran. Untung saja teman-teman yang lain segera melerai.

“Maksud gue gak gitu, Bay.” Imran buru-buru meralat ucapannya.

“Lantas?”

“Qia gak mau lo ajak ke mana-mana karena lo bukan mahramnya. Jadi, kalau lo mau ngajakin Qia dan melakukan apa-apa bareng Qia, lo harus halalin dia dulu.”

“Maksudnya”

“Ya … lo nikahin dia, Cengo!” jawab Imran kesal.

“Oh, gitu ya? Lo bener. Tumben otak lo encer,” sahut Bayu sambil menjitak kepala Imran membuat teman Bayu itu bertambah kesal.

Sementara, Bayu tersenyum sumringah. Ia senang karena sudah mendapatkan jalan keluar. Saat ini di benak pemuda itu penuh dengan berbagai rencana.

“Tar malam, kalian semua ikut gue,” ujar Bayu tiba-tiba.

“Kemana?”

“Ke rumah Qia.”

“Ngapain?” tanya taman-teman Bayu serentak saking penasarannya.

“Ngelamar Qia.”

“???????????”

“Lo serius?”

“Gue dua rius. Sekarang ikut gue!” ajak Bayu lagi.

“Ke mana lagi?” Teman-teman Bayu mulai gusar.

“Kita belanja, buat seserahan,” jawab Bayu sambil ngeloyor pergi. Teman-temannya semakin melongo. Namun, mereka tidak bisa menghentikan kenekatan Bayu. Akhirnya mereka mengikuti begitu saja.

1
Eka Suryati
absen
Eka Suryati
liat-liat siapa fau cikgu ngasih bonchap😍😍😍😍
Eka Suryati
Masih ngulang-ngulang bacanya. Seru dan sedih baca akhir cerita, sedihnya karena ceritanya tamat.
Eka Suryati: semoga cikgu diberi kesempatan, Aamiin🤲
total 2 replies
Eka Suryati
Dosa WK membunuh orang, sungguh tega ya. Demi apa coba, demi napsu dunia yang diperturutkan. Faktanya memang akan seperti itu kalau kita mengejar ambisi, dunia yang menjadi pusat perhatian kita hingga lalai akan nasip kelak diakhirat🙏🏼
Eka Suryati
Sedih juga cikgu berpisah dengan Qia.
Eka Suryati
yah tamat
Eka Suryati
wah
Eka Suryati
dimaafkan
Eka Suryati
waduh malah ngk kapok ya
Eka Suryati
Ngk tau lagi ya kalau jadi.Andre
Eka Suryati
begitulah senarusnya
Eka Suryati
kasian sih, tapi kejahatan harus dihukum
Eka Suryati
bsnar sekali
Eka Suryati
bagaimana hasilnya
Eka Suryati
ssmoga baktimu berbuah manis ndre.
Eka Suryati
wih enak aja mau lari ya
Eka Suryati
Nah kan akhirnya perang antar kelas kakap
Eka Suryati
yah....😀😀😀😀
Eka Suryati
kejahatannua sudah membuncah
Eka Suryati
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!