NovelToon NovelToon
Pawang Tuan Impoten

Pawang Tuan Impoten

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Disfungsi Ereksi / Tamat
Popularitas:31.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: DHEVIS JUWITA

Ara bingung karena tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengaku impoten padanya.

"Aku harus menikah sebulan lagi tapi aku mendadak impoten!" ungkap lelaki yang bernama Zester Schweinsteiger tersebut.

"Terus hubungannya denganku apa?" tanya Ara.

"Kau harus membantu membuatnya berdiri lagi!" tuntut Zester sambil menunjuk bagian celananya yang menyembul.

"Apa kau memasukkan ular di dalam celanamu? katanya impoten!" Ara semakin bingung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTI BAB 24 - Main Petak Umpet

Zester memandangi beberapa makanan yang sudah tertata di meja ruangannya, dia setia menunggu Ara sampai gadis itu sampai.

Beberapa menit kemudian yang ditunggunya datang, asisten Mike langsung mengarahkan Ara ke ruangannya.

"Kau memang selalu bertindak semaumu, ya," komentar Ara seraya mendudukkan diri.

Ara mengambil kuncir rambut dari dalam tasnya, gadis itu ingin menguncir rambutnya yang terurai.

Adegan menguncir rambut itu di mata Zester seperti adegan slowmotion, miliknya sampai bereaksi.

"Tahan... tahan..." batin Zester. Kalau sampai bangun pasti akan menyakitkan karena belum benar-benar mengering setelah sunat.

"Kau kenapa?" tanya Ara seraya mengibaskan tangannya di depan wajah Zester.

"Ehem!" Zester berdehem kemudian mengalihkan pandangannya. "Aku atasanmu jadi panggil aku dengan sopan!"

Ara mengerutkan keningnya. "Kau yang memaksaku untuk magang, kau tidak lupa, 'kan?"

"Kalau begitu panggil aku Zee, supaya lebih akrab," pinta Zester.

"Zee?" gumam Ara yang merasa nama panggilan itu lebih gampang diucapkan. "Ini bukan panggilan dari calon istrimu, 'kan?"

"Itu nama panggilan dari keluargaku, aku dipanggil seperti itu dari kecil," jelas Zester.

Ara mengangguk paham. "Baiklah kalau begitu, satu kata lebih baik. Aku merasa namamu tidak asing. Aku pernah mendengarnya tapi di mana, ya? Aku lupa!"

"Yang jelas bukan di kampungmu dan aku low profile sebelum mengambil alih perusahaan," ucap Zester seraya membuka makanan.

"Memang beda ya kalau memulai karir dari nol dengan mendapat warisan," komentar Ara.

Zester memang berbeda dari ayahnya yang benar-benar memulai dari nol jadi pak kades bisa lebih menghargai orang, sementara Zester yang hidupnya dari kecil sudah serba ada dan kurangnya pendidikan atau perhatian orang tua, akan menyepelan sesuatu.

Tapi, Ara yakin kalau Zester sebenarnya orang baik.

"Terserahmu saja mau menyebutku apa," balas Zester yang tidak mau berdebat lagi.

Percuma, dia akan kalah karena wanita selalu benar.

"Lebih baik kita makan dulu," Zester memberikan makanan yang sudah terbuka pada Ara.

Karena lapar, Ara menerima makanan itu dan tidak bicara lagi. Mereka menikmati makanan dari restoran mahal langganan Zester.

"Oh iya, pekerjaanku di bagian apa? Aku kan tidak bisa bekerja full time karena harus kuliah," ucap Ara disela makannya.

"Mike yang akan menunjukkan pekerjaanmu nanti," balas Zester.

Ara tidak bertanya lagi, dia bukan karyawan kontrak jadi tidak masalah ditempatkan dibagian mana, asal dia bisa menyesuaikan dengan jadwalnya.

Setelah selesai, Ara membersihkan meja Zester padahal lelaki itu sudah melarangnya.

"Aku akan memanggil cleaning service kemari," cegah Zester.

"Biar saja, cuma pekerjaan kecil kalau kita bisa melakukan sendiri jangan sedikit-sedikit memanggil pegawai, memang kau yang menggaji mereka tapi jangan jadi manja karena itu," Ara sempat-sempatnya berbicara panjang lebar.

"Ada saatnya nanti kau akan dalam situasi tidak bisa meminta bantuan padahal kau banyak uang," lanjutnya.

Biasanya Zester tidak akan mendengar perkataan sok bijak seperti itu tapi kalau yang berbicara Ara rasanya berbeda.

Ara berjalan ke arah tempat sampah dan pada saat itu telepon di meja kerjanya berbunyi, Zester duduk di kursinya dan mengangkat telepon itu.

"Tuan, Nona Riri datang!" lapor asisten Mike.

Pupil mata Zester membesar, dia segera berlari ke arah Ara dan membawa gadis itu bersembunyi di bawah mejanya.

"Ada apa ini?" tanya Ara bingung.

Zester membekap mulut Ara dengan tangannya supaya tidak bicara dulu.

Dan tak lama pintu ruangan Zester terbuka.

"Zee..." panggil Riri yang masuk ruangan direktur itu. "Aku pulang!"

1
Maldini
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Maldini
/Facepalm//Facepalm/
Maldini
gatellll😂
Maldini
ulerr kaliii😂
Maldini
😂😂😂
Maldini
😂😂
Maldini
hadir
Axell Saimima
🤣🤣🤣🤣
Axell Saimima
poooorr untuk zes🤣🤣
ros
ceritanya menarik 👍
puspita
❤️
puspita
/Rose/
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
puspita
❤️
Tira Aneri
suuukaaa
Ary hartini
ini yang lama2 gila yang baca..karna tertawa sendiri😅😅maaf ya kakak author..baru nemu ini novel
Bela Viona
kocak 🤣
Yayang Sumariana
cerita nya bagus dan didlm cerita ini bisa diambil pelajaran bahwa cinta tdk melihat umur
rena
good
Ke ke
ternyata polos itu bukan Krn TDK berpengalaman tapi watak bin karakter buktinya pak Sulis ini saat muda disebut polos disaat tua disebut kolot bin posesif🤭
anna
/Curse//Curse//Curse//Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!