NovelToon NovelToon
Luka

Luka

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:60.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gina

"Aku ingin putus"Ucap Michi tertunduk dia menahan tangisnya.
"Putus? kenapa?"Satria meminta penjelasan dia tidak terima begitu saja.
"Karena aku hamil"jelas Michi.

Duar....
Bagai di lempar Boom ke wajahnya Satria sungguh terkejut medengar pernyataan kekasihnya orang yang paling dia cintai hamil,bagaimana tidak karena selama ini mereka jarang bertemu bahkan Satria sangat menjaga Michi dia tak pernah berani menyentuh gadis itu meski sehelai rambut pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam

Di kedai tukang bubur pak gendut,saat ini mereka berada dan duduk bersampingan.

"Pak buburnya dua ya"pesan Michi.

"Ooo iya mba...eh mba sama siapa?pacar ya?wah pacarnya ganteng banget mba ih hebat loh mba ini"ucap tukang bubur panjang lebar.

"Oh...bukan pak ini..."Michi bingung mengenalkan Agung sebagai apa,sementara Agung melengos dari pandangan Michi tapi tersenyum di balik itu.

"Hemm ini bos saya pak"ucap Michi akhirnya.

Agung cuek saja.

"Bos?bukannya mba ini punya usaha sendiri?"pak Gendut bingung.

"Ooo itu saya hanya pengelola pak tapi semua modal dan tempat ya punya bos saya ini"jelas Michi.

Byur....

Agung menyemburkan air yang dia minum saat ini ketika mendengar penjelasan Michi.

"Hahaha bisa ajah kamu ini beb"ucap Agung tertawa.

"Ish...apaan sih beb...beb..."Michi kesal.

"ooo bos...dari bos terus jadi pacar gitu mba"ledek tukang bubur itu.

"Hah...nggak gitu pak Ndut..."Michi frustasi karena kelakuan Agung.

"Hehe terserah dia mau bilang apa,tapi bisa buburnya segera di sajikan?saya lapar"ucap Agung ketus.

Pak Gendut langsung segera menyajikan bubur itu ke meja,Michi tergelak saat melihat pak Gendut ketakutan saat mendengar dan melihat Agung yang sudah berwajah kesal.

Ganteng tapi nyeremin ya...

Batin pak Gendut.

Tak lama saat mereka menikmati bubur ayam tersebut ada pelanggan lain yang datang dan mengenal Michi juga.

"Hei...Chi...tumben makan di luar sendirian"sapa seorang pria.

Agung sudah mendelik sinis pada Michi.seolah berkata siapa lagi ini.

"Eh...Hendra saya nggak sendirian kok saya ajak bos saya"ucap Michi.

"Bos?"Hendra bingung.

Pria muda seusia Satria ini yang nampaknya seorang karyawan di sebuah pabrik karena mengenakan seragam pabrik,kebingungan ketika Michi menyebutkan kalau dirinya bersama bosnya.

Hendra melihat ke arah Agung yang sedang makam bubur.

"Kenapa melihatnya seperti itu hah?!"ucap Agung ketus pada Hendra.

"Eh...nggak mas maaf kalau saya ganggu"Hendra pun menciut ketakutan pada Agung.

Orang ini kenapa sih ketus banget,udah ketus sombong hadeuh...parah.

Batin Michi.

"Chi...cepetan habiskan makan mu,aku tinggal ya kalau begitu"ucap Agung kesal karena jam sarpan paginya begitu banyak yang membuatnya kesal.

Agung bangkit dari kursi kayu panjang tersebut,tapi tangannya segera di raih oleh Michi.

"Tunggu jangan tinggalin saya pak"ucap Michi lirih bahkan tangannya dingin saat ini.

Agung merasa ada yang aneh pada Michi.

"Chi...kamu nggak apa-apa?kamu sakit?"Agung cemas.

Michi hanya menggeleng saja.

"Tapi muka mu tiba-tiba pucat Chi"Agung cemas.

"Kita balik ke ruko ya"ajak Agung.

Dan Michi pun mengikuti Agung setelah dia membayar bubur tersebut.

Michi masih trauma bila dirinya berjalan sendirian,itu yang menyebabkannya jadi gemetaran.Agung masih belum menyadari hal itu.

Meski sepertinya Michi sudah lebih baik kondisinya ketika melihat Agung dan dekat dengan Agung namun,bayangan kesendirian itu masih membuatnya ketakutan,karena saat dia berjalan sendirian dirinya seolah teringat masa buruk itu kembali.dan kata-kata meninggalkan itu mengingatkannya pada Satria yang pergi meninggalkannya begitu saja saat dirinya sedang terpuruk membutuhkan pegangan dan dukungan.

Michi berjalan beriringan dengan Agung namun kata-kata Agung yang berkata "tinggal" itu masih terngiang kembali di benaknya dia jadi teringat kembali saat bagaimana Agung begitu teganya meninggalkannya sendirian di gudang tersebut.

Tubuh Michi gemetar hebat bayangan malam itu terbayang lagi,Agung merasa ada yang tidak beres dengan Michi dia terus memeperhatikan gerak-gerik Michi.

Hingga....

Bruk...

Michi jatuh pingsan.

"Michi...astagfirullah Chi...kamu kenapa?"Agung panik dia segera menggendong Michi dan berlari membawanya ke ruko.

Agung menendang pintu ruko karena panik dan segera meletakan tubuh Michi di sofa yang ada di toko.

Sinta juga khawatir saat Agung tiba-tiba datang dalam keadaan membawa tubuh Michi yang tak sadarkan diri.

Sinta segera memanggil Pingki,yang kebetulan belum berangkat bekerja,Pingki panik dia pun segera turun dari lantai atas dan menuju lantai bawah.

"Chi...apa yang terjadi? pak Agung kenapa dia bisa pingsan?"tanya Pingki cemas.

"Saya nggak tahu karena tiba-tiba dia pucat dan tangannya jadi dingin pas saya bilang saya tinggal dia di tukang bubur"jelas Agung.

"Astagfirullah Michi...ternyata belum sembuh total"gumam Pingki.

"Maksud kamu apa?"Agung bingung.

"Michi itu kan mengelami trauma hebat pak,dia masih ketakutan bila di tinggal sendirian jadi,dia suka gemetar kalau dengar kata dirinya di tinggal,dan efek yang paling parah ya ini dia pingsan"jelas Pingki.

"Pak Agung maaf sebelumnya,bila saat Michi nanti sadar dan dia histeris saat melihat anda bisakah anda pergi beberapa saat dari sini menunggu Michi tenang kembali?"Ucap Pingki lagi.

"Tapi berapa lama?"tanya Agung.

"Nggak bisa di pastikan,tapi bila dia sudah mencemaskan anda lagi,anda bisa muncul kembali di hapannya"jelas Pingki lagi.

Agung terdiam,dirinya merasa bersalah lagi pada Michi,sebab karena dirinya lah Michi mengalami trauma dan karena nya juga saat ini trauma itu kambuh lagi.

Michi membuka matanya perlahan dan benar saja saat membuka mata dan orang yang pertama kali dia lihat itu Agung,Michi langsung histeris lagi.

"Aaaa pergi kau dari sini....pergi...aaaaaa"Michi menjerit.

Pingki langsung memeluk tubuh sahabatnya itu.

"Chi...tenang Chi....ada gue disini tenang ya..."ucap Pingki.

"Pak Agung bisa anda pergi dari sini"pinta pingki.

Dan Agung dengan langkah yang berat akhirnya meninggalkan Michi bersama Sinta dan Pingki.

Agung melihat keadaan Michi yang masih histeris dari luar pintu toko Pingki masih memeluknya,mencoba menenangkannya.

Padahal kemarin dia sudah mendingan bahkan dia mau dia ajak berjalan dengan pak Agung berduaan saja,tapi kenapa harus kumat lagi setelah mendengar kata tinggal sih Chi...

Batin Pingki.

"Chi...tenang disini ada gue ada Sinta yang nemenin elu,jadi elu tenang ya..."Pingki dengan sabar mendampingi Michi.

Agung masih melihat Michi dari kejauhan tak terasa air matanya menetes saat melihat Michi yang seperti itu.

"Ya....allah apa yang telah aku perbuat padanya hingga dirinya sangat kesakitan seperti itu,sungguh jahatnya diri ku ini saat itu"ucap Agung lirih.

Agung pun melangkah pergi menjauh dari ruko,dia lalu menelpon Andri untuk menjeputnya dan membawanya ke sebuah hotel,dirinya saat ini tak bisa berada di dekat Michi lagi.

Tak lama Andri datang menjemput Agung di tempat yang telah dia beritahu,dalam perjalanan Agung hanya terdiam memikirkan keadaan Michi.

Andri pun terdiam tak berani bertanya kalau sudah melihat wajah bosnya ini sudah terlihat suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja.

Padahal hubungan kami sudah membaik,tapi kenapa sih...mulut ini harus mengatakan kata-kata tinggal segala,akh...bodohnya aku.

Batin Agung kesal.

Dirinya kesal hingga memukul bangku kemudi.

Andri hanya bingung dan terdiam saja membiarkan bosnya marah-marah sendirian di bangku belakang,karena bila dia berani berbicara apa lagi bertanya dirinya sangat yakin kalau Singa yang sedang gundah ini pasti akan menerkamnya tanpa ampun,hingga cara teraman adalah diam.

Bersambung.

1
andi hastutty
akhirnya akhir yg bahagia 😍❤️🥰😘😇jangan mempermainkan hati seseorang meskipun berkuasa. kejarlah cinta dan libatkan Allah dan sabar. sehat slalu Thor dan tambah banyak karyanya
Gina: Terima kasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
andi hastutty
Hem mau dimarahi atau mau dinikahkan ?🫣
andi hastutty
dilamar saat pesta temannya yuhhuuu
andi hastutty
tabibnya baik banget dan benar tu agung jangan datang dan pergi sesuka hatimu
andi hastutty
astaga agung aneh2 ajha fikirannya 😜🤭
andi hastutty
sama2 ngga mau jujur dasar yah mereka menyiks diri
andi hastutty
agung yg nyerah duluan sebelum bertempur kan sakit liat orang disayang menikah
andi hastutty
menyiksa diri masing2
andi hastutty
wah agung mundur
andi hastutty
aduh tambah so sweet ajha 😂
andi hastutty
moga lekas sembuh
andi hastutty
agung parah
andi hastutty
katrine ih dasar yah ngga kapok ajha
andi hastutty
astaga sesingkat i2 hahahahha 😜🤭
andi hastutty
larinya kepesantren
andi hastutty
kasian agung
andi hastutty
dasar wanita yg ular
andi hastutty
ulat bulu mau apa lagi sih ?
andi hastutty
Naura dan Michi kan baik akur hehehhe
andi hastutty
betul satria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!