NovelToon NovelToon
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Astirai

Langkah yang ku tempuh sudah terlalu jauh, tetapi sepertinya tidak berujung...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Bram meminum kopi yang ada

di depannya, kemudian membuang nafasnya panjang. Mami terus memandangi Bram

untuk meminta jawaban.

“Yaaa... Bram udah terus

terang sama dia soal perasaan Bram, tapi dia belum jawab. Bram akan terus berjuang

untuk mendapatkan dia..” Jawab Bram dengan muka sendu.

“Kamu gak mau ngenalin ke

mami...?” Tanya maminya lagi.

“Boro-boro ngenalin mi.

Jawab aja belum...”Kata Bram sambil garuk-garuk kepala yang tidak gatal, lalu

mencomot roti yang sudah disiapkan maminya.

“Mami pengen lihat,

seperti apa sih anak gadis yang sudah bikin kamu jungkir balik...?” Ledek

maminya. Bram kemudian mengeluarkan ponselnya dan membuka galeri. Mencari foto

Renata yang dia ambil waktu di Garut. Lalu menunjukkan kepada maminya.

“Ini mi... gimana menurut

mami..?” Tanya Bram sambil memperlihatkan beberapa foto Renata.

“Cantik... pantes kalau

kamu  jadi kacau begini. Kalau dilihat

wajahnya, sepertinya orangnya lembut ya. Bener gak Bram, ini menurut pandangan

mami lho...”

“Iyaaakkk... betul sekali

mamikuuuu... Tapiii... gimana donk mi...?” tanya Bram dengan muka sedikit

memelas

“Yaaa... kalau kamu memang

mencintai dia, perjuangkan cintamu. Tunjukkan kesungguhanmu. Apalagi katanya

dia sedang patah hati. Itu tantangan buat kamu...” Bram diam, tidak menjawab

komentar maminya. Bram masih menikmati sarapannya. Tak lama Sasa muncul, siap

dengan seragam sekolahnya dan duduk di sebelah Bram

“Wuuiihhh... tumben

pagi-pagi mas Bram dah sarapan. Biasanya jam segini masih molor. Ada angin apa

nih....?” Tanya Sasa sambil mencomot roti yang ada di depannya.

“Ihhh... pagi-pagi bawel,

kayak burung aja...” Kata Bram sambil mencubit pipi adiknya.

‘Wooiii... sakiiittt...” Teriak

Sasa sambil menepis tangan kakaknya

“Biarinnnnn...!” Jawab

Bram sambil mengacak rambut Sasa.

“Masss.... rambutku....!!!!”

Sasa cemberut karena rambutnya berantakan diacak-acak kakaknya

“Eeee..... sudah...sudah.

Ayo pada sarapan. Pagi-pagi ribut aja...!” Kata mami melerai

“Mas Bram nih mi...kebiasaan...!”

“Sa ngomong-ngomong kamu

udah latihan lagunya? Kita dapat jadwal tugas hari Minggu” .

“Malessss...!” Jawab Sasa

masih dengan muka cemberut.

“Yeeee... gitu aja

ngambek. Bener nih... musuhan...” Kata Bram sambil menaik-naikkan kedua alisnya

menggoda Sasa.

“Syukurlah.. kalo

musuhan. Berarti kantong amannnn....” Ledek Bram lagi.

“Maaasss.... iihhh...nyebelin....”

Kata Sasa cemberut

“Haaa......” Bram tertawa

sambil kembali mengacak rambut Sasa.

“Braaammm.... sudah..!

Jangan ganggu adikmu terus..!” Mami mendelik ke arah Bram. Bram memang paling

hoby mengganggu adiknya.

“Papi belum bangun mi..?”

Tanya Bram

“Udah, lagi mandi..”

Bram terlihat sudah

selesai sarapan, tinggal menghabiskan kopinya.

“Mi Bram berangkat ya...”

“Lho kok...? Emang mau

ada acara apa kok tumben berangkat pagi-pagi..?” Tanya maminya heran

“Mau negok Renata bentar.

Soalnya tadi malem dia maksa Bram pulang. Takut ada apa-apa.”

“Mas.... ikut.. Sasa

belum ngerjain PR....” Kata Sasa sambil berdiri.

“Tapi turun di jalan

ya... Mas Bram masih ada perlu dulu...”

“Iya.... entar nyambung pakai

taxi...” Jawab Sasa.

“Mi... Sasa jalan ya.....”

Pamit Sasa sambil mencium pipi maminya.

“Ya sudah.... Ati-ati di

jalan...” Pesan maminya.

Bram juga mencium pipi

maminya., kemudian keluar menuju garasi.

*****

Pagi-pagi mbok Jum sedang

menyapu di ruang tamu sambil mengelap kaca-kaca jendela.  Mbok Jum menoleh ketika ada mobil yang

berhenti di depan pintu pagar, terlihat Bram keluar dari mobil dan berjalan

masuk halaman rumah.

“Pagi den Bram. Kok tumben..”

“Pagi juga mbok. Gimana Rena...

sudah baikan?” Tanya Bram

“Sudah mendingan. Silakan

masuk den...”

“Makasih mbok...”

Bram masuk rumah dan

langsung ke atas menuju kamar Renata.

Tok..tok...tok

Bram mengetuk pintu kemudian

membukanya. Terlihat Renata tiduran sambil menonton TV. Wajahnya tidak sepucat

tadi malam, tapi badannya masih lemas. Renata berusaha bangkit untuk duduk.

Tangannya tiba-tiba memegangi kepalanya, karena merasa pusing.

“Eeeiitss... gak usah bangun,

tiduran aja Ren...”Bram memegang pundak Renata agar merebahkan badannya

kembali, dan Bram duduk di kursi dekat ranjang.

“Gimana kondisinya, udah

mulai enak..?” tanya Bram

“Lumayan tinggal pusing saja.

Mas Bram gak ke kantor?”

“Ke kantor entar habis

dari sini. Udah minum obatnya Ren?’

“Sudah mas. “

“Masih merasa pusing

terus..?”

“Kadang-kadang aja. Tapi

gak separah kemaren.” Kemudian keduanya diam. Mata Renata melihat ke arah TV,

tapi Bram yakin pikiran Renata entah melayang kemana. Bram pun ikut-ikutan

mengarahkan matanya ke TV. Tak lama mbok Jum masuk.

“Den Bram mau minum

kopi?” Tanya mbok Jum.

“Gak usah mbok. Makasih,

tadi udah ngopi di rumah,sekalian sarapan.”

“Baiklah kalau begitu. Mbok

tinggal dulu lanjutin bersih-bersih”

Setelah mbok Jum keluar,Bram

menghela nafas panjang.

“Ren... boleh aku bicara..?’

Tanya Bram tiba-tiba

“Ada apa mas..?”

“Kenapa kamu kemaren gak

mau kasih tau kalau kamu sakit? Aku kan bisa antar kamu pulang. Kamu bahkan

pesan ke Tia gak boleh kasih tau aku. Apa maksudmu???”

“Mas aku gak mau ngrepotin.

Aku tahu mas Bram sangat sibuk, dan aku bisa pulang sendiri.”

“Terus kalau ada apa-apa

di jalan bagaimana? Apalagi semalem kondisimu begitu lemah.” Kata Bram dengan

suara lembut. Dia gak mau Renata merasa tertekan dengan prertanyaannya.

“Gak papa mas.  Kan aku sudah sampai rumah juga gak papa.”

“Tapi tolong... jangan

diulang lagi ya....”

Bram mendekatkan badannya

ke arah Renata, menggenggam tangan Renata.

“Rennn.. Aku sangat sayang

padamu. Aku gak mau terjadi apa-apa dengan kamu. Apa sih susahnya kasih tau

kalau kamu gak enak badan. Tia kalau gak ku paksa-paksa, gak akan kasih tau

kalau kamu sakit. Kamu tidak sedang menghindar kan Rennn?” tanya Bram dengan

muka murung.

“Kenapa mas Bram bicara

begitu...?” tanya Renata dengan memandang Bram

“Hari Senin kamu menolak

aku jemput pulang kantor, terus kemarin kamu sakit juga gak mau kasih tahu. Rennn...

tolong.... jangan ulangi lagi. Aku akan selalu ada untuk kamu.”kata Bram sambil

mencium tangan Renata. Renata menarik tangannya dari genggaman Bram. Wajahnya

terlihat murung..

“Renn... maaf kalau

omonganku ngelantur pagi-pagi..” Renata diam, dia berusaha untuk duduk menyandar

di kepala tempat tidur, Bram membantu Renata duduk, kemudian Renata mengambil guling

dan menaruh di atas pangkuannya. Renata masih diam sambil mempermainkan

jari-jarinya di atas guling. Kepalanya menunduk.

“Ren... Kamu marah..?” Tanya

Bram sambil memegang jemari Renata.

Renata mengangkat wajahnya

dan memandang Bram sambil tersenyum tipis. Senyum yang dipaksakan. Bram sangat

paham melihatnya. Mata kucing itu.... menyimpan luka.

“Marah untuk apa...?” Tanya

Renata lirih.

“Ren... maaf... mungkin

kamu menganggap aku suka memaksakan kehendak. Tapi percayalah... semua aku lakukan

karena aku sangat mencintaimu. Aku gak mau terjadi apa-apa dengan kamu.” Kata

Bram dengan sungguh-sungguh. Renata diam, kemudian menghela nafas dan melihat jam

yang ada di meja, lalu menoleh lagi ke arah Bram.

1
Amarantha Chitoz
makasihhhh
Amarantha Chitoz
lanjutin....
Amarantha Chitoz
sasa bisa aza....
Amarantha Chitoz
selamat
Amarantha Chitoz
smoga lancar
Amarantha Chitoz
lanjuttt
Amarantha Chitoz
hati2
next
Amarantha Chitoz
siippp next
Amarantha Chitoz
positif
Amarantha Chitoz
hamil....????
Amarantha Chitoz
jangan2 hamil ya, mudah2an
Amarantha Chitoz
sedih kannnn
Amarantha Chitoz
next yaaaaaa
Amarantha Chitoz
up.....
Amarantha Chitoz
ribet
Amarantha Chitoz
sembuh ya...
Amarantha Chitoz
stop lebay
Amarantha Chitoz
siiiipppp.. lanjut
Amarantha Chitoz
next lah
Amarantha Chitoz
ayo mulai pelan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!