Menjelang pernikahan Cecillia Meliza mengalami sesuatu kejadian yang begitu tragis dan membuatnya putus asa hingga melakukan percobaan bunuh diri sebanyak dua kali. Ryan Andres yang adalah seorang pria sukses di bidangnya merasa hancur dengan kejadian yang menimpa calon istrinya itu.
Usut punya usut dalang utama dari kejadian tersebut adalah orang terdekat dari Ryan, Bagaimana reaksi Ryan setelah mengetahui siapa pelaku utama yang menghancurkan istrinya? dan apa apakah Ryan masih mencintai Cecillia setelah gadis itu kehilangan mahkota terpentingnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Niat Luna
Keesokan harinya.
Ryan berkumpul dengan keluarganya.
"Cecillia, mudah-mudahan masakan kami sesuai dengan seleramu," ujar Luna dengan senyum ramah.
"Kakak, sarapannya sangat enak, terima kasih!" ucap Ceciliia.
"Baguslah kalau kamu menyukainya, makan yang banyak," ujar Luna.
Handphone milik Ryan menerima sebuah pesanan dari nomor yang tidak dikenal. ia kemudian membaca pesan tersebut.
Saat melihat pesanan itu, Ryan membulatkan mata besarnya. sebuah rekaman seorang pria yang sedang menyetubuhi calon istirnya.
[" Tuan Andres, kalau menginginkan rekaman ini, Kita bisa bertemu. Jangan coba-coba bertindak bodoh. Atau kalau tidak, aku akan mengirim rekaman ini ke nomor calon istrimu,"]
Ryan terdiam sejenak saat menerima pesan itu, Ia berusaha menahan emosinya di depan keluarganya.
"Aku ada urusan dan harus berangkat lebih awal!"pamit Ryan yang bangkit dari kursinya.
"Kakak, masih pagi, kita berangkat bersama saja," ujar Leo.
"Aku baru teringat ada temu janji hari ini, salah satu klien yang harus aku jumpa," jawab Ryan dengan alasan.
"Sarapanmu belum habis," ucap Cecillia.
"Aku sudah kenyang, Sampai jumpa nanti," kata Ryan dengan senyum dan mencium wajah gadis itu.
Sesaat kemudian Ryan pergi meninggalkan rumahnya.
"Apakah terjadi sesuatu?" batin Leo.
"Aku juga sudah kenyang, Kakak, Kakak ipar, aku pergi dulu!" pamit Leo yang ingin menyusul Ryan.
"Kamu juga ingin pergi menjumpai klien?" tanya Luna.
"Aku ingin bertemu dengan teman kampusku yang dulu," jawab Leo yang kemudian melangkah pergi.
"Kakak, apakah mereka selalu sibuk sehingga tidak sempat makan?" tanya Cecillia.
"Dua pria ini memang selalu begini, Jangan dipikirkan! Mari kita makan," jawab Luna dengan senyum.
"Ryan dan Leo tidak ada di sini, Mungkin ini adalah waktu tepat untuk bertindak," batin Luna.
"Cecillia, apakah kamu sudah putuskan tanggal pernikahan kalian?"
"Belum," jawab Cecillia yang raut wajahnya langsung berubah.
"Apa pun yang terjadi adalah masa lalu, Ryan adalah suamimu. ke depannya kamu hanya akan hidup bahagia dan tidak ada kepahitan lagi. percayalah padanya!"
"Kakak, aku selalu percaya padanya, Ryan adalah pria yang baik."
"Baguslah kamu bisa merasakannya, Kakak senang melihat kalian berdua baik-baik saja, Keluarga kita adalah keluarga besar yang memiliki bisnis dari dalam dan luar negeri. Ryan dan Leo akan selalu disibukan dengan urusan perusahaan. kakak berharap kamu tidak keberatan," ujar Luna.
"Aku mengerti dengan kesibukan Ryan, Aku juga tidak akan menyulitkan dia!"
"Kakak tahu kamu adalah gadis yang baik, Ryan pernah mengatakan setelah kalian menikah dia akan berbagi saham untukmu. setelah kalian memiliki anak dia juga akan memberikan sahamnya untuk anak-anaknya. Jadi, kehidupan yang akan datang kamu tidak perlu khawatir. karena Ryan sudah berencanakan dengan baik," ucap Luna.
"Kakak, sebenarnya aku...."
"Katakan saja, kita adalah sekeluarga," ujar Luna dengan senyum.
"Aku ingin menunda pernikahan, Karena saat ini aku belum bisa," jawab Cecillia dengan sedih.
"Apakah karena kamu masih ragu dengan Ryan?"
"Bukan, Tapi, aku ragu dengan diriku sendiri. Aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi istri yang baik atau tidak," jawab Cecillia.
"Tidak apa-apa, Cecillia. Walau untuk saat ini kamu masih belum bisa, Juga tidak apa-apa. kamu tetap adalah anggota keluarga kami. tetap tinggal di sini dengan tenang. Biarkan kami yang menjagamu di saat Ryan tidak ada," kata Luna
"Terima kasih, Kak," ucap Cecillia.
"Jangan berkata seperti itu, kamu sudah seperti adikku," ujar Luna.
"Kakak ingin membuat jus, apakah kamu mau?" tanya Luna.
"Tidak, Aku sudah minum susu," jawab Cecillia.
"Hanya jus bukan apa-apa, kamu makanlah dulu, Kakak akan buatkan jus apel untukmu!" ujar Luna yang bangkit dan menuju ke dapur.
Luna memotong buah apel dan memasukannya ke blender. ia menuangkan serbuk putih ke dalam buah yang telah dipotong di saat Cecillia tidak memperhatikannya.
"Maafkan aku, Cecillia. Kamu tidak pantas menjadi menantu keluarga ini. karena semua saham hanya boleh menjadi milikku seorang diri," batin Luna.
next semngt sukses selalu