KARYA EVENT ANAK GENIUS S2
Senyum bahagia di hari pengantin Syahnaz harus lenyap saat dirinya menerima kenyataan bahwa pengantin prianya membatalkan pernikahan secara sepihak.
Karena depresi dan butuh ketenangan, Syahnaz malah terjebak di sebuah bar yang membuatnya terlibat skandal dengan Presdir yang di isukan penyuka sesama jenis.
Tidak pernah ada dalam benak Syahnaz bahwa dirinya akan hamil setelah itu, merasa bahwa dirinya malu, ia memilih meninggalkan Indonesia dan berkarir di Melbourne.
Tapi siapa sangka, sembilan tahun kemudian, dia dipertemukan dengan Presiden Direktur itu kembali disaat sang anak hasil hubungan satu malam itu mempertanyakan dimana ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24. Flashlight
Sebelum lanjut baca Author mau minta maaf karena sudah 2 Hari tidak update.
Kemarin sempat sakit dan sekarang sudah sembuh, happy Reading~
POV Andro.
•
•
•
"Daddy, mana Uncle?" tanyaku masuk ke dalam mobil menemui Uncle Zian setelah berhasil melakukannya misinya.
Uncle Zian hanya menunjuk kebelakang yah ke box mobil, yah kami memakai mobil box sekarang dan mereka mengurung Daddy di belakang.
"Sekarang apa?" tanyaku kembali.
Astaga briefing akan Operation Wedding ini benar-benar singkat sehingga membuatku bekerja dibawah tekanan, apalagi bekerjasama dengan Uncle Zian yang merupakan musuhku sendiri.
Uncle Zian mengangguk perlahan dia kemudian menatap lurus kedepan. "Sekarang kita menunggu pergerakan Dilon, yang melakukan misinya."
Uncle Dilon? Dokter Pribadi Daddy, aku bahkan tidak tahu kalau dokter ini di seret dalam rencana kita.
"Uncle, apakah uncle Zian memberitahu uncle Dilon tentangku?" tanyaku pada Uncle Zian.
Zian menggeleng. "Tenang, ini adalah rahasia kita berdua, ada saatnya semua tahu, tapi bukan sekarang."
Aku mengangguk, Uncle Zian tidak seburuk yang aku pikirkan, aku membuka laptop Dan melihat kondisi gedung yang sedang huru hara melalui monitor laptop didepanku, karena aku sedang memasang kamera setelah mengganti flashdisk lcd utama tadi.
"Mereka sedang melakukan pembersihan, mungkin acara akan dilanjutkan sebentar lagi, aku akan melakukannya sekarang," jawabku turun dari mobil sedangkan Uncle Zian menunggu di mobil.
Aku berjalan membawa tongkat bassball yang diberikan Uncle Zian kepadaku beserta senter, karena dari pendengaranku, Daddy sudah berteriak dibelakang meminta dilepaskan.
BRUG!
Aku mendobrak pintu box mobil dengan cukup kencang kemudian beranjak masuk dan kembali menutup pintunya.
"Siapa kamu!?" tanya Daddy yang membuatku menghela napas panjang.
"Santai Dad, ini aku Andro," jawabku berusaha menenangkan Daddy yang mengira dirinya sedang diculik. "Aku cuma pengen waktu berdua sama Daddy."
Daddy tampak tenang, aku menyalahkan Flashlight dari senter yang kubawa yang membuat kami bisa saling melihat wajah di tempat tertutup ini.
"K-kamu, ngapain Andro?" tanya Daddy yang membuatku kembali menghela napas panjang.
Entah darimana lagi aku harus menjelaskan hal ini kepada Daddy, aku rasanya benar-benar ingin menggeplak kepala Daddy dengan tongkat bassball yang aku bawa.
"Daddy mau nikah sama perempuan itu?" tanya To The Point. "Bukannya Daddy ga cinta sama dia."
Daddy tampak terdiam, dia menghela napas panjang pula sedang mataku masih menelusuri dalam ke matanya yang entah kemana arah pandangannya.
"Maaf Andro, Daddy tidak bisa menolak permintaan Ayah Daddy," jawab Daddy yang membuatku menghentakkan tongkat bassball itu tepat disamping kepala Daddy.
Walaupun tidak mengenai Daddy, tapi berhasil membuat Daddy terkejut. "Coba ulangi?"
"M-maaf, Andro," jawab Daddy sekali lagi.
Hah! Astaga!
"Katanya Daddy mau jadi Daddyku, dan katanya Daddy cinta sama Mommymu, kenapa Daddy menyerah sebelum berjuang?" tanyaku berusaha menjelaskan kondisi kita semua.
"K-kamu tahu?"
"Uncle Zian yang memberitahuku, kenapa Daddy tidak berjuang untuk mendapatkan Mommy, Daddy malah pasrah begini," jawabku atas pertanyaan itu.
Daddy terdiam dia kemudian menatapku. "Daddy mau berjuang tapi Daddy tidak tahu bagaimana caranya agar bisa membatalkan semua ini."
"Daddy hanya perlu menjadi diri Daddy sendiri, jangan pernah memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya, Daddy harus yakin dengan pilihan hati Daddy, i trust you!"
Daddy tersenyum dia kemudian memelukku, rasanya pengap sih pelukan di box mobil begini, tanpa sengaja tongkat bassballku menghentak hampir mengenai kepala Daddy.
"Sorry, Dad."
"Its Oke! Kamu benar boy, Daddy akan berjuang untuk ini, Daddy akan membatalkannya, Daddy berhak memilih, Daddy bangga bisa memilih anak seperti kamu, walaupun kamu bukan anak kandung Daddy."
AKU ANAK KANDUNGMU DAD! Sayangnya ini semua hanya terlintas sejenak dalam hatiku karena selebihnya aku belum siap untuk mengatakan bahwa akulah anak hasil hubungan satu malam itu.
•
•
•
TBC
beri keajaiban dong ..
bukan sok bener sendiri... tapi bok jangan seperti itu.
kita menjelek² kan orang... belum tentu kita bagus dan baik.
setiap orang memang punya pemikirannya sendiri²... tapi tidak perlu menghujat to menjatuhkan orang lain.
berkaca pada diri sendiri... apa yang kurang to yang baik pada diri kita... dan moga² hati kita d jauhkan dari PENYAKIT HATI.
maaf bila kata² to tulisan saya menyakitimu...buka membela siapa²...hanya mengingatkan. moga jadi lebih baik dan sehat selalu. 🙏🙏🙏🙏☺☺