seorang murid jantung cinta kepada sang guru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
Renata dan Luna terus menjadi keberadaan Rino tidak berputus asa setelah beberapa kali ia bertanya kepada kakak kelas tidak ada yang mengerti keberadaan rino..
"lihat itu ren !! bukankah itu Rino kenapa dia ada di tepi curang seperti itu?"
mereka berdua menghampiri Rino mereka berjalan mengendap-endap biar langkah kaki mereka tidak terdengar oleh Rino..
"apa yang sudah aku lakukan sama Reni aku sungguh sudah berdosa telah mengotori anak gadis orang" teriak Rino
Reni dan Luna menghentikan langkahnya mereka saling pandang tidak menyangka bahwa rindu juga telah menyesal melakukan itu dengan Reni..
"kamu dengar itu Luna? sepertinya pria itu juga menyesal telah berbuat tidak senonoh sama Reni" ucap Renata
"benar kamu Renata, sebaiknya kita membawa Reno ke dalam tindak kita dan kita membuat perjanjian" ide cermerlanh terlintas dibenak Luna
boneka berdua mendekati Rino, ridho terkejut melihat kedua teman Reni mendatanginya dia spontan berlutut meminta maaf kepada kedua teman Reni..
"tidak perlu seperti itu Kak rindu mari ikut kita" ucap Renata dengan nada yang tidak begitu lembut
"saya mau dibawa ke mana? "
"tinggal ikuti kami"
"saya mohon jangan adegan perbuatan saya ke guru nanti gimana nasib saya" takut Rino
"lain kali kalau mau berbuat itu dipikir dulu pakai otak jangan hanya mengikuti hawa nafsu saja" geram Luna
"kita akan membawamu bertemu dengan Reni dan kita akan mengadakan perjanjian" ucap Renata tegas
"baiklah aku ikuti kalian"
mereka pergi bertiga kembali ke tenda di dalam tenda Reni sudah mandi, dia masih menangis sesugukan Tyara bingung mau berbuat apa..
mereka bertiga masuk ke dalam tenda Roni tampak terkejut melihat Rino yang masih utuh tidak babak belur sama sekali Reni segera memeluk rino..
"sudah kali pelukannya" ketus Luna
"iya aku minta maaf terima kasih kalian tidak memberi pukulan untuk rino," ucap Reni
"baiklah sekarang begini saja !! Tyaa tolong kamu ketik di laptop, jika kita sudah ke kota nanti kamu bisa mengeprintnya"
Renata mengucap kata-kata untuk perjanjian rindu dan Reni jika suatu saat Rani hamil Rino akan segera menikahi Reni..
dan jika Rani tidak hamil rindu akan menikahi Reni kalau mereka sudah dewasa nanti, jika didapati Rino menghianati Reni maka ridho akan mendapat hukuman..
yaitu hukumannya dipenjara dengan alasan pelecehan se*su,*l terhadap Reni, rindu tanpa setuju apa yang Renata katakan..
"jadi ini sudah deal ya" ucap Rino
"oke Rino sekarang kamu boleh keluar dari tenda kami" sinis Luna
mereka berempat saling berpelukan, Reni sangat beruntung sekali mempunyai teman sebaik mereka Renata juga Luna meminta maaf kepada Reni tadi sudah bersikap kasar kepadanya..
pak Asep memerintahkan semua murid untuk berkumpul di tengah-tengah lapangan semua murid nampak berbondong-bondong berkumpul di tengah-tengah lapangan..
pak Asep memberitahukan bahwa malam ini akan diadakan jurig malam siapapun yang tidak ikut nilainya akan dikurangi seratus..
"apaan lagi ini !! lun aku tidak akan ikut tidak masalah nilaiku dikurangi seratus" ucap tyara
"ayolah Tyara, pasti di sana ada pak brian nanti kamu bisa mencuri perhatian lah sama pak Brian" ucap Luna
"boro-boro mikirin babi Rian Aku paling takut kali sama jurig" kesal tyara
"palingan juga jurignya para panitia panitia !! percayalah padaku Tyara tidak akan ada jurig beneran " wajah Renata nampak begitu meyakinkan
"baiklah tapi aku tidak akan jauh sama kalian"
"nah gitu dong ra !! baru bestii kami !! " ucap mereka bertiga
pak Asep sudah membagi beberapa rombongan, pak Asep membagi beberapa rombongan pria dengan pria wanita dengan wanita..
sebelum mereka melaksanakan jurit malam tidak lupa untuk makan malam bersama, mempersiapkan semuanya, semua murid diminta untuk tidak lupa membawa senter..
"tyara apa kamu yakin tidak akan ikut denganku" ucap farel
"kan tadi kakak sudah dengar bukan tidak boleh lho !! dalam satu rombongan ada wanita maupun ada prianya" ketus tyara
"hehehe ,iya juga ya Tyara"
tyara berjalan, menuju kemah mau mengambil jaket yang cukup tebal, hawanya sangat dingin..
tiba-tiba Brian menghadang Tiara yang mau berjalan ke arah rombongan..
"Tiara apa kamu yakin mau mengikuti jurit malam ini?" ucap bryan
"yakin tidak yakin pak !! nanti biar bisa nilai saya paling jelek"
"baiklah kamu hati-hati"
"tentu pak terima kasih !! pak Brian perhatian sekali terhadapku membuatku semakin mengagumi pak Brian" ucap tyara tersenyum kearah Bryan
"sudah kubilang ini kewajibanku sebagai gurumu, Jangan pikirkan yang tidak tidak"
Bryan berlalu meninggalkan tyara, sedangkan tyara mulai berjalan dengan rombongannya menuju pos satu..
Hawa dingin menusuk tulang, tyara begitu ketakutan saat melintasi kebun kebun milik warga, suara bintang malam mulai terdengar..
rombongan tyara telah sampai kepos satu, mencari salah satu nama meraka, setelah ketemu mereka kembali melanjutkan kepos dua..
"ren, itu Suara apa?" ucap Luna
"itu sepertinya mbak Kunti"
Hahahhahaha
semua rombongan tyara nampak ketawa, namun Suara itu makin lama makin dekat, tawa mereka berganti dengan ketakutan..
salah satu rombongan berlari begitu saja setelah melihat penampakan mbak Kunti,
"lihat dibelakang kalian ada mbak Kunti" teriak salah satu rombongan tyara
"larriiii !!!!" mereka berlari kocar kacir kearah pos dua..
Hahahahha !!
"Dasar penakut" ucap yasmin
ternyata sosok mbak Kunti itu yasmin, tyara berlari sangat kencang dia begitu takut nafasnya ngos-ngosan setelah sampai di pos dua..
"buruan mencari nama yang ada dirombingan kita !! habis ini kita kepos tiga" ucap ketua rombongan kita
setiap rombongan berjumlah sepuluh orang, mereka harus mencari nama mereka dibeberapa yang sudah disiapkan oleh panitia..
"Tyara ini nama kamu buruan ambil ini juga ada nama Betty dia dan juga Husna" ucap ketua rombongan
tyara mengambil kertas yang bernamakan dirinya memasukkan ke dalam saku jaket semua rombongan berjalan lagi menuju pos tiga pos terakhir yang harus melewati kuburan warga..
"jadi gimana apakah kalian yakin?" ucap ketua rombongan
"bagaimana lagi Kak kita sudah hampir mencapai finish ayo kita segera ke sana nanti ke duluan rombongan yang lain " ucap salah satu rombonhgan
"let's go kita harus semangat palingan juga yang jadi memedi itu panitia gak usah dihiruakan" ucap Luna
akhirnya mereka kembali berjalan menuju pos tiga, merak saling bahu membahu jika ada Sura atau penampakan merka hanya menjerit kemudian melanjutkan lagi perjalanannya..
sesampainya dijalan kuburan, semua nampak hening tidak ada yang berbicara berjalan bergandengan tangan..
banyak sekali penampakkan, tyara menutup matanya, dia berjalan ikuti gerak kaki Renata yang ada didepannya, sedangkan Luna berada di belakang..
jalannya sempit, hanya bisa digunakan satu pejalan kaki, jadi mereka berjalan sepeti kereta api, yang paling depan orang pemberani tak takut jurig..
sedangkan paling belakang adalah ketua regu sedangkan Tyara Luna dan Renata Reni mereka di tengah-tengah para rombongan..
knapa sandra malah menghabiskan jus sirsak....
hayo author'a kurang fokus niiihhhh....
maaf hanya koreksi thor...
sekali lg maaf,,,soal'a bnyk bgt yg sering salah swbut nama...
Jujur saya KECEWA BANGETT SAMA ATHOR 😭😭😭😭😭😭