NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Apoteker Cantik

Akhir Cinta Apoteker Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: INRUMIDITAH

Alisha, seorang gadis cantik berumur dua puluh empat tahun. Alisha seorang yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal pada saat Alisha berumur dua tahun. Alisha dirawat oleh paman dan bibinya.

Paman dan bibinya Alisha, mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Amalia. Amalia tidak menyukai apapun tentang Alisha. Bahkan, terkadang Amalia mengerjai Alisha.

Suatu hari, Amalia menyuruh teman laki-lakinya untuk mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Alisha, yaitu keperawanannya.

Akankah Alisha berakhir ditangan pria itu? Ataukah ada seseorang yang menolongnya? Mari, cari tahu takdir Alisha!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuka

Siang hari pukul sembilan, Alisha kini sudah sadar dari komanya. Ia sangat terkejut mengetahui keadaan tubuhnya. Kenapa aku bisa seperti ini? Sebentar, terakhir kali bukannya aku berada didalam mobilnya Reyhan? Dan sepertinya ... mobil yang aku naiki masuk ke jurang, batin Alisha.

"Alisha ... kamu sudah sadar Sayang," ucap Sonya yang baru saja masuk ke ruangan itu. Ya, Alisha sedang sendirian pada saat pertama kali sadar dari komanya.

"Ma ... apakah lukaku sangat parah, sampai-sampai banyak perban disekujur badanku dan wajahku, aku merasa seperti mumi, Ma," keluh Alisha.

"Apakah lukaku bisa disembuhkan, Ma?" tanya Alisha lesu.

"Sayang, kamu pasti sembuh! Papa dan Mama akan mengupayakan pengobatan terbaik untuk kamu." Sonya mencium kening Alisha yang tertutup kain kassa.

"Terima kasih, Ma ... terima kasih juga untuk papa," ucap Alisha tersenyum, tapi tak terlihat karena tertutupi wajahnya.

"Iya, Sayang," ucap Sonya sambil tersenyum.

*

*

*

Tiga hari kemudian, Alisha sudah diperbolehkan untuk pulang, tapi perban Alisha belum bisa dibuka. Alvin juga datang ke rumah sakit saat itu, ia mendorong kursi roda yang Alisha naiki. Sonya dan Wisnu saat itu, sedang berada di bagian administrasi, mereka melunasi semua biaya rawat Alisha selama di rumah sakit itu.

"Sha, kamu mau langsung pulang atau mau keliling di taman rumah sakit dulu?" tanya Alvin kepada Alisha.

"Kita ke taman sebentar ya, Kak, aku pasti bakal kangen berjemur lagi di taman rumah sakit ini," jawab Alisha.

"Kalau kamu mau, aku bisa membawa kamu kemari setiap harinya hanya untuk berjemur dipagi hari," ucap Alvin menawarkan diri.

"Jangan mengada-ngada kamu, Kak. Kamu pikir ini taman umum," ucap Alisha tertawa.

"Aku bahagia sekali bisa mendengar tawamu, Sha," ujar Alvin sambil merekahkan senyumnya.

"Kalian ada disini rupanya, ayo kita pulang," ajak Sonya yang baru saja datang.

"Baik, Ma," respon Alisha.

Alvin mendorong kursi roda Alisha, sampai didepan mobil Wisnu. Sonya membantu Alisha masuk kedalam mobil. "Aku pulang dulu ya Kak, terima kasih atas semuanya, wassalamu'alaikum," ucap Alisha dari dalam mobil.

"Iya, Sha, kamu tidak perlu sungkan. Nantinya, kamu akan menjadi istriku, aku akan berusaha selalu menjagamu." Alvin kembali mengungkapkan keinginannya, menjadikan Alisha sebagai istrinya. Alisha hanya diam, ia tak merespon perkataan dari Alvin.

"Vin, kita jalan dulu ya, wassalamu'alaikum," pamit Wisnu lalu melajukan mobilnya.

"Iya, Om, wa'alaikum salam," respon Alvin.

Sepertinya Alisha belum bisa memberi jawaban kepada Alvin, papa juga tidak akan memaksa kamu jika kamu belum siap, batin Wisnu sambil melirik Alisha dari sebuah kaca didalam mobilnya.

Setengah jam kemudian, mobil Wisnu telah sampai di halaman rumahnya. "Alhamdulillah, kita sudah sampai," ucap Wisnu.

"Iya, akhirnya bisa pulang. Tidur di rumah sakit kurang nyaman ya, Sha, kasurnya nggak empuk," protes Sonya.

"Namanya juga rumah sakit, Ma ... kalau empuk ya di hotel," ledek Wisnu.

Alisha tersenyum mendengar perdebatan diantara Wisnu dan Sonya. Alhamdulillah, akhirnya aku bisa pulang ke rumah ini lagi. Entah bagaimana wajahku sekarang ini, aku tidak tahu akan bisa menerimanya atau tidak setelah kain kassa dibuka nanti, batin Alisha kembali lesu.

Alisha, Wisnu, dan Sonya masuk kedalam rumah. Mereka duduk di ruang tamu, mereka berbincang-bincang tentang banyak hal. Mereka sangat merindukan kebersamaan itu.

*

*

*

Satu bulan kemudian, kini saatnya Alisha membuka seluruh perban dan kain kassa yang masih menutupi wajahnya. Alisha sebenarnya takut melihat keadaan wajahnya saat itu.

"Ma, aku takut." Alisha memegang tangan mamanya. Satu itu, Alisha sedang berada didalam kamarnya bersama Sonya.

"Apapun yang terjadi, kamu tetap anak mama. Papa dan Mama juga akan mengusahakan pengobatan terbaik buat kamu, kamu tidak perlu takut dan khawatir," ucap Sonya mencoba menenangkan Alisha.

"Baik, Ma, kita coba buka perlahan," ucap Alisha ragu.

"Iya Alisha, kita akan pelan-pelan membukanya," respon Sonya.

Alisha dan Sonya perlahan membuka kain kassa yang membungkus wajah Alisha. Helai demi helai kain kassa telah berhasil dilepas. Kini, adalah bagian yang terakhir. Alisha memejamkan matanya, ia tak sanggup melihat wajahnya sendiri.

"Su-sudah Sayang," ucap Sonya terbata. Sonya terkejut melihat wajah Alisha saat itu, tapi ia mencoba menyembunyikannya, ia tak mau membuat Alisha bersedih.

Alisha membuka kedua matanya perlahan, ia sangat terkejut melihat pantulan wajahnya didepan cermin. Wajahnya benar-benar rusak, bahkan temannya sekalipun, mungkin tak akan bisa mengenalinya.

Alisha menjatuhkan dirinya ke lantai. "Kenapa aku tidak mati saja. "Alisha seperti tak punya harapan untuk hidup.

"Jangan bicara seperti itu, tidak boleh! Anak Mama, kamu pasti sembuh Sayang." Sonya memeluk Alisha erat.

"Ma, jika wajahku masih seperti ini, mungkin aku akan menghabiskan seumur hidupku didalam kamar saja. Jika seperti ini, kasihan Mama dan papa jika terus merawatku," ucap Alisha terisak.

"Tolong ... tetaplah semangat menjalani hidup. Mama sudah kehilangan Dikta, mama tidak mau jika harus kehilangan kamu juga." Sonya menangis di bahu Alisha.

Deg!

Alisha benar-benar melupakan hal itu. Bagaimana aku bisa egois seperti ini! Mama dan papa sudah sangat menyayangiku seperti anak sendiri, mereka benar-benar takut kehilanganku. Aku seharusnya optimis untuk sembuh! batin Alisha.

"Mama, Alisha minta maaf karena tadi Alisha sempat berputus asa. Mulai sekarang, Alisha akan beroptimis untuk sembuh, Ma," ucap Alisha sambil tersenyum lalu memeluk Sonya kembali.

Sonya tersenyum bahagia mendengar perkataan Alisha. "Mama sayang kamu, mama benar-benar takut kehilangan kamu, Sayang." Air mata Sonya terus mengalir.

"Ma, Alisha lapar, tapi Alisha ingin makan di kamar saja. Nanti kalau Alisha makan di meja makan, nanti kalau bibik takut bagaimana?" Alisha tidak mau menakuti pembantu di rumah itu, ketika melihat wajah buruknya.

"Sayang, Mama tidak mau kamu mengurung diri. Mereka yang sayang, tidak akan meninggalkan dalam keadaan apapun! Ikut Mama." Sonya menarik pelan tangan Alisha.

Alisha hanya bisa pasrah. Hah, sudahlah! Masalah tidak akan selesai jika aku terus menghindar! Karena keadaanku sekarang seperti ini, ya aku harus menerimanya, batin Alisha.

"Silahkan makan, Non, bibi sudah siapkan semuanya," ucap bibik di rumah itu.

"Terima kasih, Bi," respon Alisha.

Sungguh diluar dugaan, bibik tak menunjukkan ekspresi terkejut saat melihat wajah burukku. Apa mama yang menyuruhnya? Sudahlah, aku makan dulu, perutku sangat lapar, batin Alisha sambil memegangi perutnya.

"Apa bibik sudah makan?" tanya Alisha.

"Sudah, Non, bibik pamit dulu mau cuci piring." Bibik pergi meninggalkan tempat itu.

"Ayo Sayang, makan yang banyak ya supaya kenyang," ucap Sonya.

"Baik, Ma, mama juga makan ya," respon Alisha.

Disisi lain, bibik sedang menangis di dapur. Ia bersedih melihat keadaan Nona-nya itu. Nona Alisha, kenapa jadi seperti itu? Kasihan kamu, Non, bibik berdo'a semoga Nona Alisha bisa tegar menjalani ujian ini. Semoga kelak, wajah Nona bisa kembali seperti sedia kala ... aamiin, batin bibik dalam hati.

1
𝕱𝖗𝖔𝖒 𝖙𝖍𝖊 𝖗𝖎𝖛𝖊𝖗 𝖙𝖔 𝖙𝖍𝖊 𝖘𝖊𝖆
menjadi yatim piatu di usia semuda itu, kasihan Alisha
Dehan
selamat alisha dan dikta
Dehan
alhamdulillah.. akhirnyaaaa
Dehan
dikta selalu ada disaat alisha sedih
Dehan
dikta juga baik kok.. ayo sha buka hati untuk dikta
Dehan
sudah aku favoritin karyanya kak.. bagus ceritanya
Dehan
hallo kak inru.. aku mampir kesini, lanjut baca novelmu selanjutnya
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Makin Seru Kk
Salut ama sikap Alisha
Perjuangan Ucup mampir
Authophille09
citra adalah aku ketika mendengar gratisan🤣
Inru: 😅😅😅😅..
total 1 replies
Star
Cepat sembuh, Alisha.
Nenie desu
sudah aq favoritkan kak bagus
Inru: Terima kasih banyak..
total 1 replies
Dewi
Moga aja Amalia mengakui kejahatannya, dia menuai apa yang dia tanam
Dewi
Untungnya pria itu datang tepat waktu, jago beladiri juga
TK
👍
TK
bunga semangat untuk Thor 🌷👍✍️
Rini Antika
innalillahi..kasihan baru jg nikah
Authophille09
karya yang sangat luar biasa😍
Authophille09
holla kak Inru, aku mampir nih👋 udh sekalian d favorite kan juga biar ga ketinggalan notifnya🤭 yuk mampir juga di karya ku dengan judul "janji Aksara"
Inru: Oke, Terima kasih
total 1 replies
Rini Antika
baru jg menikah, kok udah ketembak aja 😢
Rini Antika
si Elena kebawa Kak, 🤭
Rini Antika: yg aku komen Kak d Bab Resepsi Pernikahan
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!