NovelToon NovelToon
Bukan Penggoda

Bukan Penggoda

Status: tamat
Genre:Pelakor / Cintapertama / Cinta Terlarang / Romansa / Tamat
Popularitas:104.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sisca Nasty

Siapa sangka. Hidup bahagia bersama pria yang sangat dicintai Lala kandas begitu saja hingga akhirnya dia dijuluki sebagai pelakor. Kesabarannya telah habis hingga ia memutuskan menikah dengan pria lain. Sayangnya, Rama tidak membiarkan Lala bahagia. Dia terus mengusik hidup Lala karena baginya Lala adalah miliknya.
Bukan hanya itu saja. Pria yang dinikahi Lala juga memiliki segudang rahasia. Lala merasa frustasi melihat takdir hidupnya yang tidak pernah memihak kepadanya.
Akankah Lala bisa meraih kebahagiaan yang selama ini ia impikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BP. Bab 24

Seorang dokter dan beberapa tim medis lainnya sudah mengelilingi tempat tidur Lala. Mereka berjuang untuk menstabilkan kondisi wanita tersebut. Padahal beberapa waktu yang lalu, keadaan Lala sudah dinyatakan stabil. Entah kenapa sekarang tiba-tiba dia harus memakai selang oksigen lagi.

Bahkan tetesan infus harus diganti dengan kantung darah lagi. Bibir Lala pucat seperti tidak ada tanda kehidupan. Tangannya dan sekujur tubuhnya dingin. Semua tim medis juga panik. Mereka berjuang keras menstabilkan kondisi Lala saat ini.

"Dok, denyut jantung pasien melemah." Seorang perawan memegang pergelangan tangan Lala dan memeriksa denyut nadi wanita itu. Dokter masih memeriksa detak jantung yang memang kini kembali melemah.

Alat pendeteksi detak jantung telah di pasang. Semua melakukan tugas masing-masing. Satu perawat beralih ke Rena. Ia ingin memastikan kalau Rena tetap stabil.

Buliran air mata menetes di sudut mata Lala. Dokter yang menangani Lala memandang wanita itu dengan alis saling bertaut. Dia tahu kalau kini pasiennya sedang mengalami hal yang menyedihkan. Bisa jadi karena sakti hati atau karena merindukan seseorang.

"Dimana keluarga pasien?" tanya dokter tersebut.

"Berdasarkan informasi yang di tulis, pasien tidak memiliki keluarga lagi. Mereka berdua bersahabat dok. Atasan mereka yang membawa mereka ke sini," jelas suster itu apa adanya.

"Dimana atasannya? Apa ada di sini?"

"Ada di depan, dok." Dokter itu mengangguk sebelum melanjutkan pemeriksaan.

Robi berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar. Pria itu tidak di izinkan masuk karena memang tim dokter tidak mau di ganggu. Robi berdiri di depan kamar sambil sesekali memandang ke dalam.

Wajahnya terlihat khawatir walau mereka tidak memiliki hubungan yang spesial. Rama yang baru saja tiba, berdiri di depan Robi. Sebenarnya pria itu juga ingin masuk. Tapi apalah daya. Robi saja di larang masuk. Apa lagi dirinya. Rama sangat penasaran dan ingin tahu. Seisitimewa apa karyawan yang kini di tolong Robi. Sampai-sampai Robi bisa sekhawatir itu.

"Tuan, apa anda baik-baik saja? Apa tidak ada keluarga dari karyawan anda yang menunggu di sini?" Rama memandang ke kanan ke kiri. Dia tidak menemukan siapapun lagi selain Robi dan pengawalnya.

"Mereka tidak memiliki keluarga lagi," sahut Robi. "Tapi, saya juga tidak terlalu mengerti. Sebenarnya bagaimana kehidupan mereka selama ini."

"Anda atasan yang hebat, Tuan. Senang bisa bekerja sama dengan sosok pemimpin seperti anda." Rama menepuk pundak Robi. "Saya doakan semoga karyawan anda cepat sembuh agar bisa bekerja lagi di resto. Kapan-kapan jika keadaan sudah tenang, saya ingin bertemu dengan karyawan anda ini. Saya ingin katakan kepada mereka kalau anda pemimpin yang begitu sempurna," puji Rama.

"Anda terlalu berlebih-lebihan, Tuan." Robi tertawa kecil mendengar pujian Rama.

"Tuan, saya permisi dulu," ucap Rama. Walau kini dia berucap ingin pulang, tetapi kedua matanya tidak bisa berbohong. Ia berusaha mencari cela agar bisa melihat wajah pasien yang ada di dalam kamar. Sayangnya tidak ada akses yang bisa membuat Rama melihat ke dalam.

"Terima kasih, Tuan." Robi memijat dahinya ketika kepalanya kembali pusing. "Saya akan menyesal seumur hidup saya jika sampai wanita itu tidak selamat!" keluh Robi.

Rama lagi-lagi menahan langkah kakinya untuk pergi. Rasa ingin tahunya kembali memenuhi pikirannya. "Apa yang sudah menyebabkan dia masuk rumah sakit, Tuan?"

"Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Setibanya di lokasi, saya menemukan mereka berdua dalam keadaan kritis. Penuh darah. Rumah itu sangat berantakan," jelas Robi secara singkat. "Sepertinya ada orang yang dendam sama mereka."

"Sekarang tingkat kejahatan semakin tinggi. Anda juga harus hati-hati, Tuan."

"Terima kasih, Tuan."

Rama mengambil ponselnya yang berdering. Pria itu kembali pamit sebelum mengangkat panggilan masuk sambil berjalan menuju lift.

"Halo."

"Tuan, saya belum berhasil melacak keberadaan Nona Lala. Nomornya sampai sekarang belum aktif."

"Kau yakin ponselnya mati?"

"Ya, Tuan. Jaringan tidak aktif. Saya tidak bisa melacak keberadaan. Anda bisa membayar hacker yang lebih baik daripada Saya Tuan."

"Tidak! Rama segera memutuskan panggilan telepon tersebut secara sepihak. Pria itu masuk ke lift sambil memandang ke arah Robi yang sudah diperbolehkan masuk ke dalam. "Sepertinya dia memiliki rasa terhadap salah satu pekerjanya itu. Tidak mungkin orang sibuk seperti dia membuang waktu seperti ini. Aku yakin, Tuan Robi telah jatuh cinta. Hanya saja dia belum menyadarinya."

Di dalam ruangan, semua tim medis bisa bernapas dengan lega. Keadaan Lala kembali stabil. Satu kabar yang sangat menggembirakan adalah ketiak Rena membuka mata. Sebagian perawat memilih untuk memeriksa keadaan Rena. Sedangkan sisanya masih memperhatikan Lala dan menjamin kalau wanita itu benar-benar sudah stabil.

"Lala," lirih Rena ketika pertama kali dia membuka mata. Wanita itu terbayang-bayang ketika Lala jatuh ke lantai dan dipenuhi darah.

"Lala baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir," jawab Robi. Rena memiringkan kepalanya. Wanita itu merasa sedikit lega karena pada akhirnya masih ada orang yang ia kenal di dalam ruangan tersebut.

"Pak, dimana Lala?"

Robi memandang ke depan sebelum mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah Lala. "Dia masih belum sadarkan diri."

Rena mengikuti arah yang di tunjuk Robi. Wanita menangis ketika melihat sahabat terbaiknya kini masih belum sadarkan diri.

"Maafkan aku, La. Maafkan aku."

"Rena, sebenarnya apa yang terjadi?"

Rena menghapus air matanya yang terus saja menetes. Perawat yang ada di dekat Rena terlihat tidak suka ketika melihat Robi menekan Rena seperti itu.

"Tuan, sebaiknya anda keluar. Pasien masih butuh ketenangan dan banyak istirahat," usir perawat itu.

Robi mengatur napasnya agar tidak terpancing emosi. "Maafkan saya, Sus. Saya tidak akan bertanya apa-apa lagi."

Rena menggeleng pelan. "Pria itu sudah merenggut masa depan saya, Tuan. Saya tidak menyangka kalau dia akan memiliki niat jahat terhadap Lala."

"Sejak kapan Rena? Kenapa kau membawa Lala ke rumahmu?"

"Saya juga tidak menyangka hal ini akan terjadi. kabar terakhir yang saya dapat dia sudah tidak tinggal di kota ini. Saya sangat kaget ketika Lala bercerita kalau dia melihat seorang pria. Saya tahu itu mimpi. Tetapi, kejadiannya sangat sama dengan apa yang pernah saya alami."

"Rena, tenanglah."

"Nona, anda harus tenang. Kondisi anda masih baru stabil. Anda tidak boleh banyak pikiran," bujuk perawat yang ada di dekat Rena.

Rena terus saja menyeka air matanya. Dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi sesuatu terhadap Lala. "La, maafkan aku. Tadinya aku pikir kau akan aman bersamaku. Jika aku tahu keadaannya akan seperti ini, aku tidak akan mungkin membawamu ke rumah."

1
Surati
bagus
LENY
kok aneh bukan lala
LENY
Nah gitu dong Lala jaga perasaan MAYA SBG SESAMA WANITA JGN EGOIS
LENY
YA RAMA KEBANGETAN LEBAY
LENY
Tuhan jg tdk merestui niat mu RAMA
LENY
Sdh terobsesi sdh gak wajar lagi si Rama ini
LENY
RENA BENAR LALA. KU LEBIH SENANG WATAK NYA RENA
LENY
Tega Lala suruh Rama bercerai ih
LENY
JIJIK LIHAT LALA & RAMA KELAKUANNYA. IH LALA SDH LAH RELAKAN MAYA JGN JD PELAKOR WALAU BGMN MRK SAH SUAMI ISTRI. APA ENAKNYA BAHAGIA DIATAS PENDERITAAN ORANG LAIN.
LENY
ih Aku jadi gak respek sama Lala msh aja mau sama suami orang. kl Rama jaruh miskin nah baru tahu kasihan Maya jg
LENY
Sama aja LALA KAMU JG BUKAN WANITA YG BAIK
LENY
ya diperkosa lala aduh
LENY
DUH LALA PUNYA HARGA DITI SEDIKIT LAH RAMA SDH JD SUAMI ORANG KASIHAN JG MAYA ISTRINYA.
LENY
Lala kamu jgn jd pelakor walau bagaimana Rama sdh menikah
LENY
Sudahlah Lala orangtya Rama gak merestui kamu mereka memandang harta.
LENY
kirain suami istri eh ternyata msh pacaran Lala dan Rama 🤭🙈🙈
gaby
Aq baca dr tengah sampai akhir & aq mengambil kesimpulan bahwa tokoh yg paling menderita dsini adl Rena & Rama. Pas pertengahan bab aq iba sm Maya & Lala. Tp di ending pendapatku brubah, Maya & Lala sama2 sukses mendapatkan kebahagiannya. Hanya Rena yg gadis tp single parent. Dah kasihan jg Rama, dia jadi gila karena kesetiannya pd Lala. Paling bruntung mah Robi, puas nidurin bny wanita bahkan sahabat istrinya di garap jg sampe pendarahan. Tp smua critamu emang bagus Thor, sulit di tebak & slalu ada tokoh yg berakhir sad ending. Aq mau baca lg karyamu yg tamat lainnya, asal babnya ga tll bny
gaby
Aq sih biasa aja pas baca Lala diperkosa Rama. Mungkin ini karma buat Robi karena sering menyewa wanita malam, bahkan sahabat istrinya sendiri pernah dia tiduri. Sadarlah Robi, kau jg bukan perjaka. Pusakamu sudah berkali2 masuk sarang yg berbeda. Jd ga usah marah kalo dpt istri barang bekas. Lagian Lala baru di pakai 1× oleh Rama & itu diperkosa bukan menjual diri seperti wanita2 malam penghangat ranjang Robi.
gaby
Robi penjahat kelamin. Sebelum sm Rena bahkan dia sering menyewa wanita malam utk memuaskan hasratnya. Aq malah lbh respek sm Rama, dia bahkan ga menyentuh maya slama menikah demi cintanya ke Lala. Rama meniduri Maya dlm keadaan mabuk, bukan karena niat
Dewa Nara
mereka sudah tinggal bersama?
Author_Ay: permisi kak

baca juga karya aku (bukan) pernikahan impian karya ayu Andita
jangan lupa like, komen dan rate
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!