NovelToon NovelToon
SEMESTA MERESTUI KAMI

SEMESTA MERESTUI KAMI

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:151.5k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

LANJUTAN KISAH DARI NOVEL SAYEMBARA JODOH.

Selagi masih ada cinta, pasti masih ada jalan untuk pulang.

Sebuah keyakinan yang membuat Dira tetap yakin, bahwa suaminya masih hidup, dan suatu saat akan kembali. Tidak perduli, meski semua orang menganggap Arjuna telah tiada dalam sebuah kecelakaan. Tetapi selagi jasadnya belum di temukan, Dira percaya Suaminya masih bernyawa.

Satu tahun dalam penantian, Dira bertemu dengan seorang pria yang begitu mirip dengan Arjuna.

"Siapakah dia? Kenapa wajahnya sangat mirip dengan Mas Arjuna? Apakah dia Mas Arjunaku?"


Siapakah pria yang mirip dengan Arjuna itu?

Dan Apakah benar dia Arjuna, atau Pria yang berbeda?

Simak kisahnya yuk, hanya di Novel ini.


JANGAN LUPA TEKAN LIKE, FAV, KOMEN DAN VOTENYA. KARENA ITU SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

POV Juna

Ketika aku mendengar apa yang dialami Dira, hatiku merasa hancur. Bagaimana aku harus menjelaskan pada istriku tentang kondisinya? Baru saja kami merasakan kebahagiaan itu, kebahagiaan sebagai calon orangtua baru, aku berusaha membuat Dira bahagia di masa kehamilannya. Tapi saat dokter mengatakan kondisi kandungan Dira, rasanya bagai petir menyambar tubuhku. Aku belum siap melepas calon anak kami, aku rasa Dira pun juga begitu. Aku belum sempat menjelaskan padanya tentang kondisi kandungannya. Dan sekarang, Tuhan kembali menguji kami dengan kejadian yang dialami istriku. Ujian yang datang bertubi-tubi.

"Saudara Arjuna, bagaimana? kami perlu persetujuan anda untuk operasi kuret kandungan istri anda." Suara dokter kembali mematahkan lamunanku. Ku tatap kertas yang ada di genggaman.

"Juna," mama Dewi menatapku dengan keteduhannya.

"Ma,aku ..." rasanya aku tidak bisa berdiri. Tubuhku lemas tidak berdaya.

"Kamu harus ikhlas, nak. Kalau Tuhan berkehendak dia memberikan kepercayaan lagi pada kalian." ucap mama Dewi.

"Tapi, ma. Bagaimana dengan Dira? aku takut dia down setelah tahu calon anak kami sudah tidak ada."

"Down, itu pasti, Juna. siapapun akan mengalami hal yang sama jika kehilangan seseorang yang di harapkannya. Tapi kamu harus berusaha membuat Dira kuat. Kamu harus berusaha membangkitkan semangat Dira, karena itu tugasnya sebagai pasangan." jelas mama Dewi.

Tanganku akhirnya menari diatas kertas putih. Kertas yang menentukan nasib Istriku. Setelah aku menyelesaikan tanda tangan itu. Dokter tampak masuk ke dalam ruangan. Lampu ruang operasi pun hidup kembali. Kami kembali di hadapkan dalam rasa cemas yang mendalam. Rasanya menegakkan kepala saja susah. Apalagi untuk tersenyum.

Mama mertuaku juga sama dia tampak sedih setelah apa yang dialami Dira. Hanya saja kak Feri tampak sedikit tenang. Mungkin dia juga sedih, tapi bisa jadi tak diperlihatkan saja.

"Dokter apakah istriku bisa hamil kembali?"

Dokter lelaki itu tersenyum padaku, tangannya menepuk bahu sambil berkata. "Bisa, pak. Apa yang terjadi saat ini tidak mempengaruhi kandungannya. Tapi untuk sementara jangan di program dulu, tunggu sekitar tujuh bulan setelah di kuret." jelas dokter.

"Terimakasih, dok."

Di awal pernikahan yang penuh bahagia. Tuhan sepertinya memberikan selipan ujian dalam rumah tangga kami. Bukan ujian yang menyebabkan kami bertengkar. Tapi karena ujian dari calon bayi kami. Seperti kata orang yang namanya titipan suatu saat akan kembali pada pemiliknya. Dan kami harus ikhlas dengan semua ini. Tapi aku tidak bisa membayangkan reaksi Dira.

Ya Allah jika memang itu milikmu kami ikhlas. Dan kami yakin akan ada pengganti yang lebih baik.

Kulangkahkan kaki ku di lantai marmer berwarna putih. Tak lama kualihat Dira akan di masukkan ke ruang operasi.

"Sayang, bertahanlah. Aku ada disini." Ku kecup kening istrinya.

"Dok, bolehkah saya mendampinginya di dalam." pintaku.

"Maaf, hanya dokter yang bertugas boleh di ruang operasi." ucap suster.

"Juna, biarkan dokter dan perawat melakukan tugasnya. Kan Dira bukan melahirkan melainkan di kuret." kata mama Dewi.

Aku duduk di depan ruang UGD. menanti kabar tentang keadaan istriku. Berdoa kepada yang maha kuasa agar Dira dilancarkan operasinya dan juga agar Dira bisa sehat sedia kala.

Lebih dari dua jam operasi itu berlangsung. Aku menatap lampu UGD belum juga ada tanda-tanda kapan selesai. Tampak hanya mama Dewi yang terus menenangkan aku. Lampu UGD pun padam. Itu artinya operasi sudah selesai. Dokter keluar mengabarkan operasinya lancar.

Semua yang disana mengucapkan Alhamdulillah. Bahagia melihat istriku selamat. Dan sebentar lagi dia akan cepat pulih.

"Insyaallah, dia akan pulih secepatnya. Jangan terlalu diajak pikiran berat dulu. Jangan banyak aktivitas karena bekas operasinya belum kering." ucap dokter.

Dokter muda yang bernama Ridwan itu dengan sangat ramah menjelaskan detil apa yang akan dialami Dira. Aku memahami apa yang dijelaskan dokter Ridwan, begitu juga dengan mama dan kak Feri. Kami berdiri di depan UGD menunggu Dira di bawa ke ruang rawat. Beberapa saat kemudian Dira keluar dari UGD, aku berjalan mengiringi ranjang beroda.

Sekarang Dira dirawat di ruang VIP. Tempat dimana dulu dia pernah berbaring dalam kamar ini. Dulu dia pernah disekap oleh tuan Shahab agar memaksaku menerima kembali Delia dan menikah dengan anaknya. Dulu dia berbaring dikamar ini karena kehabisan oksigen dalam penculikan itu. Karena aku, dia harus terkena imbasnya, karena aku tak ada disampingnya dia kehilangan bayinya.

Saat ini Dira sudah berada di kamar rawatnya. Aku duduk disamping Dira. Ada selang kecil yang dimasukkan ke tangan kanannya. Alat pendeteksi detak jantung yang berada disamping ranjang. Aku berharap akan ada secercah harapan untuk Dira. wanita yang aku cintai kini berbaring tak berdaya.

Disaat aku sedang duduk menemani Dira. Handphoneku bergetar. Pucuk dicinta ulam tiba. Aku tadinya ingin mengabari soal mereka. Ternyata mereka pun meneleponku. Apa mama Dewi sudah mengabari soal Dira.

"Assalamualaikum, ma."

"Waalaikumsalam, Juna." Suara mama tampak berat.

"Mama kenapa?" aku penasaran suara mama tampak habis menangis.

"Kamu bisa pulang kan,Jun. Ajak Dira kesini. papa kritis, nak. Dia mau ketemu kalian."

"Ya Allah, ma, Dira juga sedang dirawat."

"Dira kenapa, Juna."

"Dira keguguran, ma. Ini baru saja keluar dari ruang operasi."

"Innalilahi wa innailaihi rojiun. Kamu yang sabar, ya, nak. Mama tidak maksa kamu harus datang."

"Maaammmaa...papa drop lagi!" suara teriakan ayu membuat perasaanku semakin kalut.

"Ya Allah selamatkan papaku."

Ya Allah aku hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari salah. Aku tidak berharap menjadi orang yang sempurna. Paling tidak aku berusaha memperbaiki diri lebih baik dari yang lalu. Aku tidak pernah lupa akan harapan demi harapan yang sudah kupupuk sejak dini. Karena tak ada yang tahu apa yang terjadi nanti. Ya Allah bantulah kami untuk selalu reda dengan takdirMu dan berilah kekuatan kepadaku untuk sabar menghadapi ujianMu ini.

Ketika manusia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kehidupannya, selanjutnya hal yang bisa dilakukannya adalah berdoa dan pasrah kepada tuhannya. Dengan berdoa, kita berserah diri untuk segala keputusan terakhir untuk kehidupan kita.

Kehidupan juga tak selalu berjalan sesuai keinginan kita meski sudah berusaha dan berdoa. Musibah dan rintangan diberikan supaya kita menjadi lebih sabar maupun lebih meningkatkan iman kepada tuhan kita.

"Juna, tadi mamamu telepon katanya papa kamu drop." Mama Dewi datang untuk mengabarkan apa yang disampaikan besannya.

"Juna tahu ma, tadi mamaku menelepon. Juna juga sudah bilang tidak bisa bertemu dengan papa. soalnya Juna tidak bisa meninggalkan Dira."

"Nak, kalau soal Dira ada mama, ada Feri dan ada Vira. Kamu jangan khawatir. tapi kalau soal orangtua jangan kamu abaikan. Apalagi dengan kondisi papamu yang sewaktu-waktu di panggil. Jadi mama mengizinkan kamu untuk pulang menengok papamu."

"Tapi, ma ..."

"Besok pagi kamu berangkat ke Lembang. urusan Dira biar kami yang disini."

"Terimakasih, ma. Juna beruntung punya mama mertua yang baik seperti mama Dewi."

"Mama juga beruntung punya menantu yang sayang sama keluarga seperti kamu."

1
Spyro
Emang udah jrang banget sukun. Dlu sekali2nya nemu tukang jualan sukun taun 2000an 😂 skrg boro-boro. Pdhl ak tgl d kampung 😣
mama Al: ya namanya juga selera orang ngidam hehehe
total 1 replies
Spyro
Andre ini suaminya Dewi?
mama Al: hooh bapaknya vira
total 1 replies
Spyro
Oh, bu Dewi.. Dewii trnyata Dewi Safitri. Oke...

Vira berati Savira ya? Okeh. Saya marathon.
mama Al: iya
terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
keren 👍
mama Al: wah terimakasih masih sempat mampir.
total 1 replies
Nori^
akhirnya tamat juga. 🤣🤣
༄༅⃟𝐐QueenCy
absen
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐
khayalan nya ngeri juga nih... Semoga Juna ga seperti yang di khayal kan ya...
⃝⃞🦋⃟ℛ★ᴊᴀɴᴇ★ᴬ∙ᴴ N⃟ʲᵃᵃ࿐: sama-sama Kak..
total 2 replies
Its me
dah habis ya
Memyr 67
dah tamat ya? sekarang?
Memyr 67
uuu indah sekali. aq sampai baca berulang ulang, supaya ingat
ZasNov
Syukurlah.. Semua hidup bahagia dan penuh cinta.. 🥰
ZasNov
Ah romantisnya Vira dan Dawa.. 🥰
ZasNov
Aamiin.. Semoga Vira dan Danu selalu bahagia sampai maut memisahkan 🥰
ZasNov
Nah begitulah perempuan kalau udah jadi seorang ibu.. 😆
Tapi tenang Juna, pasti kamu tetap jadi prioritas Dira sesuai porsinya 😄
ZasNov
Karena belahan hati Dira adalah Juna.. Begitupun sebaliknya, belaha hati Juna adalah Dira.. 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
Mantap 👍
ZasNov
Mampir ah.. Penasaran sama kisah Panji sama Echa selanjutnya.. 😆
Its me
sudah mampir ceritanya keren
Elisabeth Ratna Susanti
good job 👍
Elisabeth Ratna Susanti
aku merinding 😍 sip 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!