NovelToon NovelToon
THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

THE MIRACLE OF FRIENDSHIP

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:162.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Wida

Sheira tak pernah menyangka jika cintanya dengan sang kekasih 'Andra' harus berakhir. Dia pun harus merelakan Andra untuk sahabatnya.

Demi menjaga hubungannya denga Reina, Sheira memutuskan untuk mengalah dan menyembunyikan hubungannya dengan Andra. Dia memilih untuk pergi dan menjauh dari mereka. Bagi Sheira persahabatan adalah segalanya.

Tetapi pada akhirnya kebohongannya pun diketahui oleh Reina. Terbongkarnya kebenaran itu membuat hubungan persahabatan mereka diujung tanduk.

Akankah persahabatan mereka terus berlanjut?
Atau justru persahabatan mereka akan hancur?
Dapatkah Sheira menemukan cintanya?

Penasaran dengan kisah persahabatan mereka, mari baca cerita selangkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Wida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Curhat

Setelah kejadian didepan swalayan tadi. Perasaan Sheira menjadi sangat tidak tenang. Dia terus teringat tentang kejadian pahit sekitar 13 tahun yang lalu. Bahkan bayangan itu membuatnya tak bisa tidur.

Sheira merasa sangat tidak tenang, dia ingin menceritakan masalahnya pada seseorang. Dia ingin membagi keluh kesahnya. Namun dia tidak tahu harus bicara pada siapa. Tidak mungkin pada Mecca, karena Sheira tahu betul selama ini Mecca sangat membenci papa mereka. Pada mama juga tidak mungkin, Mama pasti akan kembali bersedih jika tahu semua ini. Hingga Sheira teringat pada satu nama yang sangat dia percaya. Orang yang pasti dapat merahasiakan dan memberikan solusi padanya.

Sheira meraih ponselnya yang berada diatas nakas. Dia langsung menekan nomor seseorang. Dan melakukan panggilan video.

   

“Halo Shei. Assalamualaikum. Apa kabar kamu?” sapa Reina yang terlihat sangat antusias mendapatkan panggilan video dari Sheira.

   

“Waalaikum salam Rein. Alhamdulillah aku baik. Gimana kabar kalian disana?” tanya Sheira tersenyum.

   

“Kami juga baik Shei. Sheira kenapa kamu baru menghubungiku sekarang? Apa kau tahu betapa aku sangat merindukanmu?” kata Reina memajukan bibirnya menandakan dia sedang ngambek.

   

“Maaf Rein, akhir-akhir ini aku sangat sibuk.” Jawab Sheira meminta maaf dan merasa bersalah.

   

“Halo tante Sheira.” sapa si kecil Sasa yang tiba-tiba muncul bersama Andra.

   

“Halo Sasa. Kok jam segini Sasa belum tidur sayang. Besokkan harus sekolah.” Kata Sheira merasa senang saat melihat wajah polos Sasa.

   

“Sasa belum ngantuk tante. Tante… tante.. kapan main ke rumah Sasa lagi. Sasa pengen banget main sama tante lagi. Sasa kangen banget sama tante Sheira.” Lanjut Sasa berceloteh.

   

“Tante juga kangen banget sama Sasa. Nanti kalau ada waktu tante pasti akan main kerumah Sasa. Tapi untuk saat ini tante belum bisa sayang.” Jawab Sheira mencoba memberi pengertian.

   

“Yah… kok gitu sih tante?” sahut Sasa cemberut dan kecewa.

   

“Jangan sedih dong sayang. Kalau tante Sheira gak bisa kesini nanti kita yang kunjungi tante Sheira ya, Sasa mau kan??” sambung Reina mencoba menghibur Sasa.

   

“Memang boleh bunda?” tanya Sasa berbinar.

   

“Tentu saja boleh sayang. Tapi tunggu liburan sekolah dulu ya.” Lanjut Andra mencubit lembut pipi Sasa.

   

“Ye… ye…. Terimakasih ya ayah, Bunda. Sasa sayang kalian.” Sahut Sasa senang sembari menciumi pipi Reina dan Andra secara bergantian. Sheira ikut tersenyum senang melihat tingkah lucu Sasa.

Mereka saling bercanda bersama. Tertawa dan tersenyum bersama. Terkadang sikap Sasa membuat mereka tak dapat menahan tawanya. Sasa terus berceloteh menceritakan semua kejadian disekolahnya pada Sheira. Hingga tanpa sadar dia sudah merasa mengantuk dan terus menguap.

 

“Sasa tidur dulu ya sayang. Tuh Sasa udah ngantuk.” Kata Sheira mencoba menyudahi cerita Sasa.

 

“Tapi Sasa belum selesai cerita tante. Sasa juga belum ngantuk.” Jawab Sasa berusaha membuka matanya lebar-lebar.

   

“Sasa bobo yuk bunda temenin. Besok kita ngobrol lagi sama tante Sheira. Tuh tantenya juga sudah lelah dan ngantuk.” Bujuk Reina.

   

“Huuaahh… iya sayang tante sudah sangat mengantuk.” Sahut Sheira berpura-pura menguap.

 

“Ya suda kalau begitu besok kita sambung lagi ya tante. Selamat malam tante dadah….” Ucap Sasa yang kemudian menyerah.

   

“Selamat malam sayang. Dadah…..” jawab Sheira melambaikan tangan. Kemudian Reina mengantar dan menemani Sasa tidur.

Kini hanya tersisa Andra di sebrang sana. Andra yang sudah sangat mengenal Sheira menangkap sesuatu yang aneh pada mimik wajah Sheira. Andra menyadari Sheira sedang dalam masalah.

 

“Hai Shei. Apa ada sesuatu yang ingin kamu ceritakan?” tanya Andra tanpa basa-basi.

   

“Kenapa kamu bertanya seperti itu Ndra?” kata Sheira berusaha tersenyum.

   

“Ayolah Shei aku sangat mengenalmu. Jika ada masalah dan butuh teman berbagi aku dan Reina selalu siap.” Lanjut Andra mencoba membuat Sheira berkata jujur.

   

“Hari ini aku bertemu dengannya Ndra….” Kata Sheira menggantungkan ucapannya. Wajahnya berubah menjadi sendu.

 

“Siapa Shei?” tanya Andra penasaran.

   

“Tuan Bagaskara.” Jawab Sheira dengan suara bergetar.

   

“Papa kamu? Dimana?” sahut Andra sangat terkejut.

   

“Tadi siang di depan sebuah swalayan. Aku tak sengaja melihatnya saat sedang menemani kak Zia.” Kata Sheira mulai tak bisa mengendalikan emosinya.

   

“Shei yang sabar ya. Tapi kenapa om Bagas bisa sampai disana Shei. Seharusnya kan dia ada diJakarta?” tanya Andra merasa sedikit bingung.

 

“Itu juga yang belum aku mengerti Ndra. Aku sedang berusaha mengumpulkan informasi.” Lanjut Sheira yang mulai meneteskan air mata.

   

“Shei hey.. jangan menangis. Aku tahu itu sangat menyakitkan untukmu. Tapi kamu jangan lemah Shei. Jangan kalah dengan ego dan masa lalu itu.” Kata Andra menasehati dan mulai panik saat melihat Sheira menangis. Sejak dulu Andra memang paling tidak bisa melihat wanita menangis. Apalagi Sheira dan Reina, hatinya pasti akan ikut sedih saat melihat mereka menangis.

     

“Maaf ya Ndra aku tidak bisa mengontrol emosiku.” Kata Sheira berusaha mengusap air matanya.

Sejenak Andra hanya menatap Sheira dalam diam. Ingin rasanya dia memeluk Sheira dan menenangkannya. Andra tahu pasti saat ini Sheira sedang merasa sangat sedih. Andra sungguh tidak tega melihat semua itu.

“Aku percaya Shei kamu adalah wanita yang kuat. Sejak dulu kamu selalu mampu melewati setiap ujian yang kamu hadapi. Aku sangat yakin kali ini kamu pun pasti bisa melewati ujian ini.” Kata Andra menguatkan Sheira yang sedang terlihat sangat rapuh.

“Aku harap juga begitu Ndra. Setidaknya aku harus kuat demi mama dan Mecca. Aku tidak ingin jika mereka harus merasakan kesedihan itu kembali.” Jawab Sheira yang mulai berusaha tersenyum meski sangat berat.

   

“Aku tahu ini memang tak kan mudah Shei. Tapi percayalah Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya.” Sahut Andra kembali menasehati dan menguatkan Sheira.

   

“Terimakasih ya Ndra karena sudah mau mendengarkan ceritaku. Setidaknya sekarang aku merasa sedikit lega.” Kata Sheira tersenyum.

 

“Tidak perlu berterimakasih Shei. Kita kan sahabat, kapanpun kamu butuh aku dan Reina, jangan sungkan datang kepada kami.” Lanjut Andra.

   

“Iya Ndra. Ya sudah kalau begitu beristirahatlah. Selamat malam Ndra, Assalamualaikum.” Kata Sheira mengakhiri obrolan mereka.

   

“Waalaikum salam.” Jawab Andra sebelum menutup panggilan video tersebut.

Tanpa mereka ketahui Reina mendengar percakapan terakhir mereka. Reina yang merasa penasaran langsung menghampiri Andra. Dia mencari tahu apa yang terjadi pada Sheira.

   

“Ada apa Mas? Aku dengar tadi Sheira menangis.” Tanya Reina sedikit cemas.

   

“Kamu tahu cerita papanya Sheira?” tanya Andra memastikan.

     

“Tidak banyak sih tapi garis besarnya aku tahu. Sheira pernah menceritakannya padaku.” Jawab Reina sembari mengingat. Kemudian Andra menceritakan semua kegelisahan Sheira. Reina merasa sangat kasihan dan sedih melihat Sheira. Setelah sekian lama dia berusaha bangkit namun kenangan itu kembali hadir.

“Kasihan sekali Sheira Mas. Rasanya aku ingin menghampirinya dan memeluknya erat. Pasti saat ini dia sangat membutuhkan pelukan.” Kata Reina seolah ikut merasakan kesedihan Sheira. Bahkan Reina ikut meneteskan air matanya.

   

“Mas juga merasa begitu sayang. Tapi saat ini kita hanya bisa memberi semangat dan kekuatan pada Sheira.”  Kata Andra memeluk istrinya.

   

“Kasihan sekali sahabatku itu Mas. Saat dia sedang butuh sandaran aku tidak ada bersamanya. Hiks…hiks…” lanjut Reina terisak.

   

“Mas tahu kamu ingin membantunya sayang. Sudah dong jangan menangis. Sekarang kita tidur yuk malam sudah larut.” Ajak Andra berusaha membuat Reina berhenti menangis. Tanpa menunggu jawaban Reina, Andra langsung menuntun istrinya menuju kamar mereka.

Setelah menceritakan semua kegelisahannya pada Andra. Sheira menjadi sedikit lega dan tenang. Bebannya seolah berkurang. Kini dia bisa memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.

.

.

.

Sahabat memang tempat yang tepat untuk mencurahkan keluh kesah kita. Jangan lupa beri Like, Vote, dan komennya. Terimakasih yang sudah membantu thor. 🙏🙏🙏

1
Hap£!π
ka baguss bgt ceritanya
Rizqi Wida: terimakasih 🙏😊
total 1 replies
Hap£!π
ak mewek ka...
Sri Puji Lestari
mksh thir ceritanya sangat bagus smg novel berikutnya banyak pembacanya aamiin YRA
Rizqi Wida: aamiin
terimakasih kak 🙏😊
total 1 replies
Stefani Setyaningsih
keren thorr👍👍
Suherni Erni
mau mengubur perasaannya tp ngga mau buka hati buat yg lain munafik bgt sheira...
Astirai
menarik..... aku mampir thor..
ikutin jg bukalah hatimu untukku
Raditya Tita
sumpah pengen nonjok andra...
Rizqi Wida: sabar kak sabar, lagi puasa 😁
total 1 replies
Yhuli Yhuliati
kirain rein ny yg sengaja godain andra,ga tau nya andra yg berkhianat..
DeThe D'Costa
kayanya nanti jangan2 sih Reina mati trus Andra sama Sheira balik lagi
mudah mudahan feelingQ sala ya thor
Rini Haryati
Keren thor
nazaruddin thamrin
3 Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Bety Nurlaila
kak apakah novel ini lanjutan dari novel bidadari surgaku
Bety Nurlaila: oh iya kak makasih ya sudah diberitahu
total 5 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor.
Kohaku
First
Jungkook wife
Hadir lagi like dari "Istri yang Terabaikan". Mari saling support terus kakak. Ditunggu Feedback nya selalu. Semangat terus kakak.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor.
nazaruddin thamrin
Like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel PEMBALASAN SANG CEO dan HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Rizqi Wida: Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!