NovelToon NovelToon
Kakakku Ternyata Suamiku

Kakakku Ternyata Suamiku

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Chicklit / Tamat
Popularitas:269.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kim O

Ingatan akan hidup seorang wanita muda di masa lalu tiba-tiba menerpa Elena. Kisah cintanya dengan sang suami, kematian tragis mereka, hingga seucap janji yang diikrarkan sang wanita di detik-detik terakhir kematiannya, semua terekam jelas di memori gadis berusia 18 tahun itu.

Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa wanita itu? Dan, apa yang akan Elena lakukan saat mengetahui, bahwa suami dari wanita yang ada dalam ingatannya tersebut, adalah kakaknya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Mimpi Evans (1).

“Aku pergi dulu." Berbekal topi jerami lusuh, tas linen lusuh, dan salah satu belati tua kesayangannya, Leon bersiap hendak berburu di hutan kembali.

Leon biasanya akan menghabiskan waktu lima sampai tujuh malam di hutan, jika mendapatkan buruan biasa.

Namun, jika mendapatkan tangkapan besar, ia akan langsung segera pulang dan membawa kabar baik untuk Iris, sang istri tercinta.

“Berhati-hatilah,” ucap Iris lirih.

Leon mengangguk pelan. Dipeluknya sang istri erat, seolah tengah memindahkan seluruh jiwa ke dalam pelukan tersebut.

Pria itu pun perlahan pergi, meninggalkan cintanya seorang diri di gubuk tua tak berarti.

Tatapan Iris pun tak lepas dari sosok sang suami yang mulai menjauh, hingga akhirnya lenyap di balik pepohonan.

Setelah mengantar kepergian Leon, Iris mulai bersiap ke kebun buah milik tuan tanah untuk bekerja.

Sebenarnya Iris sudah tidak mau kembali ke sana. Sebab, pengalaman tak menyenangkan dengan si tuan tanah masih lekat membekas dalam ingatannya.

Namun, hidup saat ini tidak memberinya pilihan lain. Iris tak sanggup membiarkan Leon menanggung beban hidup seorang diri.

Elena yang masih berada di sana turut mengikuti langkah Iris menuju perkebunan.

Sebelum benar-benar meninggalkan rumah, Iris menarik napas dalam-dalam, lalu menyunggingkan senyum paling lebar yang bisa ia buat.

Elena tersenyum. Diam-diam menaruh kagum dan penghormatan pada wanita muda itu.

Betapa hebatnya Iris menyembunyikan duka di balik senyuman, dan betapa kuatnya ia menyimpan semua beban, agar tak satu pun menyentuh hati Leon.

Walau hidup serba kekurangan, cinta yang dimiliki Iris dan Leon mampu menambal segalanya dengan hangat.

“Iris!” panggil Bella, teman sesama pekerja di sana.

“Bel, kau sudah datang dari tadi?” tanya Iris.

“Tidak, aku baru saja tiba. Ayo! Aku ambil sisi ini, kau di sana!” Bella menunjuk area di dekatnya.

“Terima kasih,” ucap Iris tulus.

Bella mengangguk tersenyum. Mereka pun mulai memetik hasil panen bersama beberapa wanita lainnya.

...***...

Elena mengerutkan keningnya, saat melihat perubahan mendadak pada raut wajah Iris begitu sosok tuan tanah muncul di depan gudang penyimpanan.

Benjamin, nama si tuan tanah, berdiri di sana sambil memerhatikan para pekerja satu persatu dengan mata nyalang.

Langkah Iris terhenti. Ia yang hendak menimbang hasil panen kini tampak menarik napas dalam-dalam, guna menenangkan diri.

Begitu Iris sampai, Benjamin melihatnya. Senyum lebar pun muncul dari wajah buruk pria subur itu. Dengan gerakan genit dan menjijikan, ia menjilat bibirnya sendiri untuk menggoda Iris.

Iris merinding. Dengan tangan sedikit gemetar ia menyerahkan hasil panennya kepada salah satu anak buah Benjamin untuk ditimbang.

Pria subur itu pun berjalan menghampiri Iris.

Iris spontan mundur dua langkah.

“Dua puluh pon!” cetus anak buah Benjamin setelah menimbang buah hasil panen Iris. Ia lalu menghitung koin dan memberikannya kepada wanita itu.

“Bayar dia dua kali lipat!” seru Benjamin tiba-tiba.

“Ti–tidak perlu, Tuan. Hasil kerja saya memang segini!" tolak Iris tegas. Ia tahu, Benjamin hanya mencari alasan untuk mendekatinya lagi.

Iris tentu saja tak ingin terjebak lagi. Kesakitan ini tak pernah hilang dan ia belum pernah menceritakannya pada Leon.

Benjamin meraih tangan Iris dan mencengkeram dagunya.

“Terima saja!” Senyumnya kembali menyeringai mengerikan.

Beberapa pekerja yang berbaris di belakang Iris, hanya bisa menatap wanita muda itu dengan wajah perihatin. Mereka tahu Benjamin menaruh perhatian padanya, padahal pria itu sudah memiliki banyak istri dan simpanan, yang beberapa di antaranya memang berasal dari para pekerja dulu.

Dan para kebanyakan dari para pekerja itu tentu saja tidak menolak, sebab bersama Benjamin hidup mereka bisa terjamin. Baru Iris lah satu-satunya gadis yang berani menolak ajakan Benjamin untuk mempersuntingnya.

"Tidak Tuan, itu bukan hak saya! Saya hanya akan menerima upah dari hasil pekerjaan saya." Iris memberanikan diri berkata demikian. Kepalanya mengangguk hormat, meski kedua tangannya sudah gemetaran hebat.

"Kau memang selalu berani membantah setiap perkataanku, ya? Entah mengapa, semakin kau menolak, aku malah semakin menginginkanmu." Benjamin berbisik ke telinga Iris sebelum kemudian menjauhkan diri.

Anak buah Benjamin pun meletakkan uang tersebut secara paksa di kantong buah Iris dan menyuruhnya pergi.

Dengan berat hati Iris melangkah pergi. Bertahan lebih lama di sana juga tidak baik baginya.

Elena hanya bisa bertanya-tanya dalam hati saat melihat itu semua. Ketakutan apa yang pernah dihadapi Iris dari pria bertubuh besar itu? Apa ia juga menyembunyikannya dari Leon?

...***********************************************...

Evans memandangi sosok adiknya dari balik kaca ruang ICU. Hampir setiap malam ia akan datang dan berjaga di sisi Elena hingga larut.

Kini sudah genap satu minggu Elena berada dalam keadaan koma. Ia memang berhasil melewati masa kritisnya. Namun, entah mengapa Elena belum juga sadar.

“Apa yang kamu tunggu, El? Apa kamu sengaja menunggu sampai penyesalanku menggunung?” bisik Evans lirih.

Menjelang tengah malam, Evans pulang ke rumah dan langsung menuju kamarnya sendiri. Setelah mandi dan berganti pakaian, ia pun memejamkan matanya, tanpa memerdulikan suara perut yang sejak tadi siang bergemuruh minta diisi.

...**************************************************...

Di tengah hutan yang sunyi, seorang pria berpakaian lusuh tengah membidik buruannya secara diam-diam. Ia tak berani melangkah lebih dekat karena takut buruannya kabur kembali.

Begitu yakin kalau buruannya tidak bergerak, pria itu dengan lihai melempar belati tua miliknya.

Suara jeritan babi hutan pun menggema memecah kesunyian malam. Syukurlah, ia berhasil mendapatkan buruan lebih cepat

Dengan wajah sumringah, Leon keluar dari persembunyian dan mengikat tubuh babi itu sebelum menutup tubuhnya dengan kain.

“Mereka pasti menyesal karena tak mau bersabar,” gumam Leon. Sebab kedua temannya yang ikut berburu telah pulang lebih dulu, setelah tidak mendapatkan apapun selama tiga hari kemarin.

Leon pun berjalan santai sambil menyeret babi hutan besar itu. Namun, baru beberapa meter berjalan, sekumpulan orang bersenjata dan berkuda muncul menghadang jalannya.

Ia pikir, mereka adalah para pemburu lain yang mencoba merampas babi hasil buruannya. Namun, ternyata tidak demikian. Kumpulan orang-orang itu malah menghajar tengkuknya hingga tak sadarkan diri.

...***...

Beberapa waktu pun berlalu. Leon terbangun dalam gelap, dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat erat pada sebuah kursi kayu tua.

Ia melirik sekeliling, menatap sekumpulan botol-botol besar berdebu dengan bau menyengat di sana.

Tidak salah lagi, ini adalah gudang bawah tanah khusus penyimpanan minuman keras. Dan tempat ini merupakan satu-satunya milik tuan tanah terkaya di desa mereka.

“Sudah sadar rupanya,” ucap sebuah suara berat.

Benjamin muncul dari tangga batu, diiringi tiga orang pria bersenjata tajam. Langkahnya mantap, senyumnya mengandung ancaman.

Pria yang terikat itu menatap mereka dengan dahi mengernyit, bingung dan takut secara bersamaan.

“Tuan Benjamin? Apa yang terjadi? Kenapa saya ditangkap?” tanyanya dengan nada setenang mungkin.

Benjamin hanya tersenyum sinis, menanggapi pertanyaan Leon.

1
MamDeyh
Gk paham knp Elena dibenci Evan
Nayla Nazafarin
bukannya tidak mendukung El..tp bca smpai sini dominan El yg gigih memperjuangkan janjinya di masa lalu..
Nayla Nazafarin
Evans..penakut sekali kau..
Thia Alyfia
cerita yg bagus bgt thor beneran menguras emosi&air mata bgt😭😭😭, moga adza ada cerita lanjutan season 2 ttg elena&leon
Darna Syukaira
Luar biasa
Nor Rahma Setyawan
bagus sekali
Hiatus: trmksh kk sdh mampir😍🤗😘❤️❤️
total 1 replies
Sinta Safira
mantaaaappp....
Hiatus: trmksh kk sdh bersedia mampir😭😍😘❤️❤️❤️
total 1 replies
Hiatus
❤️❤️❤️
ZhieLaa
kisah Elena dimasa lampau
ZhieLaa
aaah jadi kangen pariwisata jaman sekolah 😄
ZhieLaa
ooohhh terjawab sudah mereka bukan saudara kandung.
Hiatus: xixixi iya ka
total 1 replies
ZhieLaa
hahaha
ZhieLaa
mereka ini saudara Kandung bukan sih 😌
ZhieLaa
dikejauhan ada seseorang melihat mereka tanpa ekspresi 😂😂
ZhieLaa
kabuuuurr 😁
ZhieLaa
hobinya ketiduran 😂
ZhieLaa
masa lalu kah ini ??? ato di dunia berbeda ??
ZhieLaa: waAaah makin penasaran,,,suka kalo ada unsur fantasi2 nya 😍
total 2 replies
ZhieLaa
hibernasinya kurang jauh sekalian ke kutub utara 😂
Hiatus: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
ZhieLaa
wkwkwkwkw tertidur dlm kelas
Hiatus: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
ZhieLaa
baru mampir di karya ini 😍
ZhieLaa: 😍 siaaap
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!