NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Modern / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Park alra

Bagaimana jika dua orang yang saling membenci malah terikat hubungan pernikahan?

Itulah yang terjadi pada Isvara dan Gerald. Karna suatu alasan mereka terpaksa untuk menikah.

Gerald sangat membenci Isvara begitu pun sebaliknya, hingga hubungan mereka tak bisa di selamatkan, sang nenek malah memberikan mereka waktu enam bulan untuk mengenal satu sama lain.

"Isvara dan Gerald, nenek kasih waktu kalian selama enam bulan untuk tinggal bersama, jika selama itu tidak ada cinta di antara kalian berdua, maka kalian bebas menentukan takdir masing-masing."

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? Lalu, Apa saja yang akan di hadapi Isvara selama tinggal di kediaman wirasena? Ikuti ceritanya.

Note: cerita ini mengandung kata-kata kasar, dan akan membuat kalian naik darah,jika tak sanggup berhenti tapi jika kalian penasaran?

Kisah ini juga akan membuat kalian senyum-senyum sendiri sampai di kata orang gila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park alra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Kesempatan + Visual

Sejak saat itu hubungan Isvara dan Mahesa semakin dekat, dan itu membuat Gerald semakin kesal.

Rasa tak mengenakkan dalam dirinya semakin besar, namun kini yang di lakukannnya hanya bisa menyiksa Isvara saja.

Seperti saat ini Gerald menyuruhnya mengambil sebaskom air hangat dan menaruhnya ke kamarnya.

"Ini air hangat yang kau minta," Isvara meletakkan baskom berisi air itu di bawah tempat tidur Gerald.

"Siapa yang menyuruhmu untuk pergi!" Isvara menghentikan langkahnya.

"Apalagi?" Ia sudah mulai jengah.

"Basuh kakiku!"

What? Isvara hampir tidak percaya? Membasuh kakinya?

"Cepat lakukan, atau kau ingin ayahmu menderita."

Isvara mendesah. Ancaman itu lah yang sering Gerald katakan saat ia tidak mematuhi perintahnya.

Isvara mulai berjongkok, dan menaruh kedua kaki Gerald ke dalam air.

Gerald tiba-tiba mendesis lalu kembali menarik kakinya.

"Airnya kenapa panas sekali? Wanita sundal, kau ingin membuat kakiku luka hah?!"

Isvara tersentak. Gerald kembali mencacinya, harusnya bisa ia tahan, namun kenapa selalu terasa menyakitkan.

"Sini!" Gerald menarik tangan Isvara hingga ia terduduk di sampingnya.

Gerald lalu memaksa Isvara memasukan kakinya ke dalam baskom. Isvara terbelakak, air ini benar-benar panas, kakinya seperti terbakar.

Isvara semakin meringis, sementara kedua tangan Gerald menahan pahanya agar kakinya tidak bisa ke luar. Tapi Isvara berusaha memberontak.

"Lepaskan Gerald, kakiku sakit," rintihannya.

"Ini yang ku rasakan tadi, kau memang sengaja kan ingin melukai Kakiku?" Gerald menatap tajam.

Gerald sejak awal memang sedang menahan kesal, karna terus menerus melihat kemesraan Isvara dan Mahesa, hingga kini ia terus menyiksa gadis itu untuk melampiaskan kekesalannya.

Isvara menggeleng, air panas ini seperti mendidihkan kedua kakinya.

"Hei wanita Jal*Ng, kau pikir aku tidak tahu rencana apa yang sedang kau susun?"

"Aku tahu kau berencana kabur dengan si bangsat Mahesa itu kan, Kalian berencana kabur berdua dariku, tapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi."

Isvara meringis, tuduhan Gerald benar-benar sangat kejam. Dan itu semua fitnah. "Lepaskan!" desisnya.

Isvara dengan tenaganya berhasil menyentak kedua tangan Gerald, lalu menarik kembali kakinya dari baskom berisi air panas itu.

"Picik sekali pikiranmu, kau kira aku sama sepertimu? Aww--" Gerald menarik kuat rambutnya.

Isvara kembali meringis, tatapan mereka tajam satu sama lain.

"Ingat ya, kau itu harusnya tahu diri? Hanya gadis jelek, kampungan, yang ayahnya adalah seorang koruptor."

"Apa yang baik darimu Hah? Tidak ada!"

"Tidak kau bicarakan pun aku sudah tahu tidak ada yang unggul dariku, tapi setidaknya aku tidak berfikiran picik, kejam seperti dirimu!"

"Awww--" Isvara semakin meringis saat tarikan rambutnya semakin kencang.

Gerald lalu melepaskan cengkeramannya, ia sedikit terkejut karna di tangannya ada begitu banyak rambut coklat milik Isvara. Rontokan rambut itu ada di tangannya karna ia terlalu kasar menarik rambut Isvara.

Isvara juga menatapnya. "Kenapa tidak kau bunuh saja aku."

Satu tetes air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.

Sejak dahulu rambut panjangnya adalah kebanggaan ayahnya. Rambut yang selalu di sisir lembut oleh sang ayah sejak ia kecil.

"Vara, lihatlah rambutmu indah sekali, rambut mu lembut seperti mamah mu, jadi jaga dan rawat ya."

Isvara kecil mengangguk lucu saat sang ayah mencoba untuk mengepang rambutnya.

"Vala pasti akan selu menjaganya dengan baik."

"Anak ayah memang pintar."

Sekelebat bayangan masa lalu itu muncul begitu saja membuatnya dadanya kembali sesak.

"Sudah berapa kali Gerald? Aku sudah mulai lelah, apa aku kini aku mulai menyerah?"

Isvara pergi, meninggalkan Gerald yang hanya diam, mengepalkan tangan yang berisi banyak helaian rambut Isvara.

***

Minggu pagi, semua tampak santai, tuan Aryaloka yang selalu sibuk pun kini mulai menyempatkan waktunya untuk keluarga.

Gerald lewat, melihat keluarganya sedang bersenda gurau Membuat ia tersenyum.

Tapi netra coklat terangnya malah bersibobrok pada mata kelam seorang gadis, yaitu Isvara. Seketika emosinya kembali memuncak.

Entah kenapa hanya sekedar melihat matanya saja membuat darah Gerald mendidih seketika.

"Gerald," Indira memangilnya. "Kamu mau kemana nak?"

"Bukan urusan Lo!" Sarkasnya.

"Gerald! Begitu kah caramu berbicara pada ibumu?!" Aryaloka meradang.

"Ibu? Gak akan sudi buatku memanggilnya begitu!"

"Ibuku hanya Mami Rani, bukan wanita itu!" Ucap Gerald menyebutkan nama almarhumah sang mama.

Gerald lalu mengambil kunci mobil di atas dan memakai jas hitamnya.

"Gerald mau kemana kamu, Gerald!" Aryaloka terus memanggil namun Gerald terus melangkah.

Namun tiba-tiba muncul seorang pria di antara mereka.

"Oh Samuel," seru Aryaloka.

"Maaf om, Tante, nek, Gerald hari ini akan bertemu klien penting, jadi kita akan pergi."

"Oh begitukah, baiklah tolong jaga dia ya," ucap Aryaloka.

"Baik,om." Samuel lalu melenggang pergi.

"Haaah, anak itu sejak dulu selalu keras kepala," Aryaloka memijit pangkal hidungnya.

"Tidak apa-apa, mas." Indira mengusap-ngusap punggung tangan sang suami.

"Aryaloka, menurut ibu ini sudah waktunya Gerald memisahkan diri dari kita?" Seru nyonya Triani.

Ia tampak cemas dengan sikap Gerald yang semakin hari semakin tak terkendali.

"Apa maksud ibu?"

"Gerald tidak bisa terus menerus tinggal bersama kita,dia adalah calon pemimpin dia harus bisa hidup mandiri," ucap nyonya Triani.

"Sikapnya yang buruk ini tidak bisa di tolerir lagi, dia harus keluar dan hidup sendiri untuk merasakan kerasnya hidup serta bisa menghargai orang lain."

"Jadi ibu berfikir untuk dia tinggal sendiri di apartemennya."

"Tapi bagaimana dengan Isvara?" Aryaloka melirik Isvara yang hanya diam.

" Tiga bulan sudah berlalu Arya, ibu tidak yakin akan ada cinta di antara mereka."

Hati Isvara berdesir, tubuhnya membeku dengan cengkraman tangan di ujung bajunya.

"Bu, ku mohon tunggulah sampai enam bulan berakhir, seperti kata ibu."

"Tapi kau lihat gadis itu? Dia akan terus menderita dengan Gerald, kamu tidak boleh egois," ucap nyonya Triani.

Nyonya Triani mengatakan ini karna ia sudah melihat bagaimana Gerald yang terus menganggu Isvara, ia mulai menyadari kekeliruannya dalam memberikan mereka waktu enam bulan untuk saling mengenal.

"Tidak Bu, aku tidak setuju, lagipula Isvara tidak apa-apa, ya kan Isvara?" Aryaloka meliriknya, berharap lewat tatapan mata.

Nyonya Triani Menghela nafas lalu menghadap ke arah Isvara.

"Isvara nenek memberimu sebuah kesempatan, jika kamu mengatakan 'Ya' kamu akan terbebas dari perjanjian ini, jika 'tidak' seperti kata Aryaloka kamu akan tetap tinggal di sini."

"Jadi Isvara, apa kamu masih mau bertahan dengan Gerald?"

Tuan Aryaloka bergumam padanya, dengan lirikan mata memohon.

Ada apa? Bukankah ini kesempatan Isvara untuk kabur dari keluarga ini dan Gerald, jika dia mengatakan 'Yah' pada mereka, Nyonya Triani akan membatalkan perjanjian ini dan dia akan bebas.

Namun tatapan tuan Aryaloka semakin memohon padanya. Ia jadi teringat ucapan tuan Aryaloka tempo lalu. saat ia mengatakan tidak tahan dengan siksaan yang Gerald berikan.

"Gerald hanya butuh waktu Isvara, papa yakin dia akan jatuh cinta padamu."

"Kenapa papa sangat yakin dengan itu? Dan kenapa papa sangat ingin Gerald jatuh cinta dengan ku?"

"Karna itu firasat papa, sejak dulu melihatmu bersama ayahmu di kantor, papa sudah tahu kamu adalah gadis yang bijak dan tangguh, sangat cocok untuk Gerald, pria buruk seperti putraku akan sangat membutuhkan gadis Seperti mu, bukan seperti Laura."

"Jadi papa mohon Isvara, bertahanlah setidaknya sampai enam bulan berakhir."

"Jadi apa jawabanmu Isvara?" ucapan nyonya Triani menyadarkannya.

Isvara melirik kembali tuan Aryaloka, tatapan pria setengah baya itu tetap sama, memohon agar Isvara bisa bertahan selama enam bulan ini.

Setidaknya Aryaloka selalu percaya putranya akan jatuh cinta pada Isvara.

Isvara mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. ia akan mengambil keputusan yang penting untuk dirinya.

"Jika kamu menjawab Iya, nenek bisa membatalkan perjanjian selama enam bulan ini, dan kamu bebas untuk menentukan takdir mu sendiri."

***

HALO-HALO AUTHOR MENYAPA🤗

Sebelumnya terimakasih banyak buat para reader yang selalu memberikan dukungan untuk novel ini.

Aku selaku author mohon maaf jika masih banyak kekurangan di novel ini.

Please buat yang udah baca tinggalkan like, fav, dan hadiah.

Ssst! jangan jadi silent reader ya🤫 karena satu dukungan kamu sangat berarti untuk othor,dan bisa minta bantuannya untuk mempromosikan novel ini agar banyak yang baca dan othor semakin semangat untuk up❤️

Oke tanpa berlama-lama, othor bakal kasih visual untuk novel ini, semoga suka❤️.

GERALD ANGKASA WIRASENA

ISVARA KIRANIADI

MAHESA ATMAJAYA

KAYRA PUTRI WIRASENA

RAKA ANGKARA BUMI

LAURA TASYARAHAJA

SAMUEL KAIVAN

BRINDA ADRIANA

BRANDON ADRIANO

maaf kalau si kembar gak mirip, soalnya othor nyarinya susah. tp gpp kli ya anggap aj kembar hhe.

Done ya, segitu dulu❤️ moga ngeresep di hatl reader sekalian 🤗.

1
Anonim
Buwt yg menantang mbak … perempuan yg kuat biar Gerald bertekuk lutut
*jie_sung8513^ω^*
laura gue cincang juga ya lu..
makin di cuekkin makin menjadi jadi.......😠👊
*jie_sung8513^ω^*
bagus banget ceritanya..
*jie_sung8513^ω^*
jangan lupa mampir di cerita ku ya..
stevily.
kayra raka aja deh
Shifa Burhan
novel egois dan munafik

gerard intraksi dengan wanita lain kalian hujat dengan laknat

tapi

istana bebas berinteraksi dengan lelaki lain, bebas kontaknya fisik dengan lelaki lain, membela lelaki lain, mempermalukan suami didalam lelaki lain dan banyak orang dengan menampar nya, membela lelaki lain, bebas berduaan dengan lelaki lain, bebas curhat dengan lelaki lain, bebas mengumbar aib rumah tangga dan suami pada lelaki lain dan novel membenarkan semua kelakuan istana

memang gerald melakukan kesalahan tapi istana lebih menjijikan dari gerald dan mirisnya novel membenarkan itu

novel membuat wanita isvara tegas tapi gerard dibuat jodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermalukan didepan lelaki lain

novel munafik yang membenarkan semua kelakuan menjijikan pemeran utama wanita (cerminan diri author) dan novel merendah suami

saat pola pikir wanita egois jadi novel egois yang wanita menjijikan tapi semua kelakuannya dibenarkan

mungkin author suka mempermalukan suaminya didepan lelaki lain, atau author juga mau saja dijadikan pacar pura2 pria lain dan mau saja disentuh pria lain jadi semua dia tuangkan dalam novel
Chacha Unyil18: heii kak kamu kenapaa.. ini hanya novel.. isinya juga khayalan bukan dunia nyata .. kok baper sampe segitunya sih.. kalo ga suka gausah dibaca.. kalo mau kasi saran setidaknya gunakan bahasa yg baik bukan memaki, kamu juga belum tentu bisa nyusun karya sperti author nya.. setidaknya hargai usaha nya.. baca komen mu yg baper parah begini malah menunjukkan kalo karya ini bener" hidup karakternya dan bisa masuk ke hati pembaca.. susah loh nyusun karya yg bisa nembus hati pembaca.. buat author semangat yaa karyanya bagus banget... terus berkarya 💪
total 4 replies
Shifa Burhan
kenapa aku jijik dengan lelaki kayak dira yang sok baik pada istri orang yang akhirnya membuat salah paham yang lebih miris lagi begitu wanita2 jablay yang suka dengan sosok lelaki lain yang sok baik, ketahuilah saat wanita merespon dan tergoda dengan kebaikan lelaki lain saat itu lah harga dirimu sebagai istri sudah tidak ada lagi

ingat karya dan komentar mu adalah cerminan kataktermu
Ni Putu Kasihlini
Lanjut
Ningsih Yani
pasti andini
Ana As
aju suka
Beauty JK
😍
Dewie Ratna
konflik nya terlalu banyak Thor kapan happy nya
Itha Fitra
lebih baik si grandong mati aja lah dr pd hidup ny nyusahin orang trus
Itha Fitra
pantas sj grandong sllu jahat,emak ny aja lebih gila
Itha Fitra
melihara iblis,jd otak ny gk ada
Itha Fitra
emang bpk ny grandong kmn sih? kok bs mreka tinggl 1atap ama kluarga gerald?
Itha Fitra
mahesa 2x patah hati,ini yg ketiga s'moga jodoh
Itha Fitra
s'moga ada keajaiban
Itha Fitra
s'moga nela berjodoh ama si grandong
Itha Fitra
yes,,mahesa ttap dpt jodoh cewek sederhana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!