Maureen Raynza Gabriela, gadis cantik yang sudah lama menutup hatinya kepada semua lelaki. Karena penghianat yang dilakukan mantan pacarnya beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya orang tua gadis itu memberitahukan tentang perjodohan dengan anak sahabatnya dulu yang sudah pindah ke luar negri.
Karena tidak dapat menolak perjodohan itu membuat gadis cantik yang sering disapa Maureen memberikan persyaratan konyol kepada calon suami nya.
****
Rafael Demian Smith. Pria yang dijodohkan dengan Maureen yang ternyata diam diam sudah menyukainya dari kecil.
Tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan setelah mengetahui wanita yang ia cintai sudah memiliki pria lain disampingnya.
Membuat Rafael pergi meninggalkan gadis impiannya sejak kecil ke luar negeri untuk menghilangkan perasaannya.
bagaimana cerita perjodohan Maureen dan perjalanan cinta Rafael terhadap gadis impiannya. .....???
ikuti ceritanya guyssss..??
ingat cerita ini hanya haluan author aja 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maureen CS dan Rafael CS
Sore hari mata kuliah berakhir Maureen cs pergi ke palkiran. saat sampai disana mereka dihebohkan dengan kerumunan mahasiswa.
"guys ada apa ini??". tanya Felicia penasaran.
"gak tau". ucap Shintia.
Shintia mendekat ke kerumunan dan bertanya pada salah satu mahasiswa disana.
"ada apa rame rame??". tanya Shintia.
"Ada cowok ganteng banget, , kaya pangeran". jawab mahasiswa itu sambil senyum senyum membuat Shintia pergi ke tempat semula.
"mengerumuni cowok biasa". ucap Shintia.
"reen Lo pulang gue anterin ya". tawar Naura.
"gak usah gue dijemput Rafael". ucap Maureen mengambil ponselnya untuk menelpon Rafael.
"hello El dimana??". tanya Maureen setelah panggilan terhubung.
"gue udah sampai palkiran".
jawaban Rafael membuat Maureen kaget.
"jangan jangan". ucap Maureen berjalan membelah kerumunan diikuti 3 sahabatnya.
Benar apa yang Maureen pikirkan, berdirilah seorang cowok dengan kemeja putih yang tangannya digulung sampai siku memakai kacamata hitam sambil memegang ponsel ke telinga.
Gak lama kedua mata itu bertemu dan membuat Maureen menatap Rafael tanpa berkedip.
"itu Rafael". ucap Felicia di belakang Maureen.
Setelah Maureen tersadar ia menepuk dahinya sendiri ternyata Rafael yang menyebabkan kerumunan ini dan menghebohkan seluruh kampus.
"gue pulang duluan. . bye". pamit Maureen pada 3 sahabatnya sambil melambaikan tangan.
"ok bye". ucap Felicia dan Shintia.
"hati hati". sambung Naura.
Maureen berjalan ke arah Rafael dan melihat itu Rafael Langsung membukakan pintu mobil buat Maureen.
Melihat itu semua seluruh kampus menjadi heboh. padahal baru beberapa Minggu maureen masuk kuliah tapi selalu membuat seluruh kampus heboh.
Rafael menjalankan mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju ke kediaman Grizele. Sesampainya di depan rumah Rafael tidak mampir karena ada urusan.
"Maureen tolong sampaikan ke Tante Ella gue tidak bisa masuk karena ada urusan". ucap Rafael saat melihat Maureen mau membuka pintu.
"baiklah".
Maureen masuk setelah kepergian mobil Rafael. saat mau masuk ada beberapa mobil masuk ke pekarangan rumah.
Keluarlah pria pria yang Maureen sayangi melihat mereka bertiga menghampiri Maureen tersenyum dengan manis.
"Baru pulang princess". tanya bang Kelvian.
"ia bang".
Maureen mencium tangan bergantian sampai dikejutkan dengan terbukanya pintu utama dan berdirilah seorang wanita yang sedang tersenyum.
"ah kalian sudah pulang semua".
dimulai dari papi memeluk dan mencium mami diikuti dengan yang lain. mereka semua masuk ke rumah.
"Kalian bersih bersih dulu nanti turun lagi untuk makan malam". perintah mami Ella.
"Siap ibunda ratu". ucap menuanya serempak sambil memberi hormat membuat mami tersenyum.
Semua orang pergi ke kamar masing masing untuk membersihkan badan. Seperti biasa Maureen menyiapkan air hangat untuk berendam dan tidak lupa menuangkan beberapa aroma terapi ke air dicampur sabun mandi.
Berendam 30 menit untuk menyegarkan badan yang sangat lelah hari ini.
Selesai Maureen membersihkan badannya di bawah shower lalu keluar memakai handuk kimono.
Memakai pakaian santai dan pergi ke bawah untuk makan malam bersama sama.
Dibawah sudah ada papi yang menunggu tinggal bang Kelvian yang belum bergabung.
Setelah semua orang ada di maja makan akhirnya mereka makan malam dengan tenang.
...1 Minggu kemudian. . . ....
Beberapa hari lagi Maureen ulang tahun ia berencana untuk mengadakan pesta yang sangat meriah di ulang tahun yang ke 20 tahun ini.
setiap malam Minggu Maureen dan Rafael mengadakan dinner bersama hal itu dilakukan Rafael untuk menebus kesalahannya waktu dinner pertama kali.
Minggu pagi Maureen mengajak Naura cs untuk jalan ke mall.
hubungan Rafael dan maureen mulai membaik walaupun Rafael masih agak cuek sama Maureen tetapi kadang perhatian.
Menuruni anak tangga dengan gembira dan sudah rapih dengan pakaiannya.
"mi pi reen jalan keluar dulu". pamit Maureen.
"sama Rafael??". tanya mami.
"nggak, sama naura dan yang lain". ucap Maureen.
"baiklah. . jangan pulang malam soalnya keluarga Rafael bakal datang". ucap mami mengingatkan.
Maureen mencium pamit dan pergi mengendarai mobil sport kesayangannya dengan kecepatan tinggi.
Maureen menjemput Naura untuk pergi bersama.
Tinn. . . . tin. . tin
Bunyi tlakson yang sangat keras. Naura masuk mobil dan melanjutkan perjalanan ke mall. disana Felicia sudah ngomel ngomel karena nunggu lama.
Keliling mall seharian membuat 4 gadis cantik itu merasa lapar dan pergi makan di salah satu caffe yang ada di sana.
Memasuki salah satu caffe di mall itu satu hal yang mereka lihat adalah 4 cowok yang sedang makan bersama.
Maureen mengenai salah satu dari mereka karena duduk menghadap ke arah pintu masuk.
"Hai". ucap seseorang kepada Maureen.
Maureen emang pura pura gak lihat karena pasti disana ada Rafael.
Pemuda itu mendekat ke arah 4 gadis yang baru masuk.
"kamu disini juga". ucap pemuda itu.
"Wildan". ucap Maureen pelan.
"hm.. lagi hangout". sambung Maureen.
"Ya udah gabung yuk sama kita". ucap Wildan.
Belum mendengar ucapan Maureen, Wildan malah menarik Maureen ke tempat duduk mereka.
"bro gue bawa siapa??". ucap Wildan pada 3 sahabatnya.
"oh hai. lama gak ketemu". ucap Gibran.
"bro diem aja Lo gak mau kenalan cewek cantik nih". ucap Wildan pada Rafael yang dengan fokus main ponsel.
Rafael tidak menjawab ucapan Wildan sama sekali membuat 3 sahabatnya jengkel sendiri.
"Kami duduk di tempat lain aja takut mengganggu". ucap Naura.
"tidak masalah kalian gabung aja". ucap Gibran.
"abaikan aja dia emang gitu orangnya". sahut Wildan.
Maureen disuruh duduk di sebelah Rafael. sampai detik itu pun Rafael tidak tau bahwa disebelahnya ada Maureen. Melihat itu Naura merasa tidak enak dan ingin pindah.
"Lo gak papa disini". bisik Naura pada Maureen yang mukanya mulai bete.
"woles.. anggap aja patung pajangan". ucap Maureen.
Maureen sengaja tidak bersuara sampai disaat dia tertawa karena tingkah Gibran dan Wildan yang lucu.
Tawa Maureen membuat Rafael mengalihkan pandangannya yang tadi fokus pada ponsel nya sekarang melirik ke arah Maureen.
Maureen bercanda lepas menghiraukan tatapan dari orang di sampingnya.
Rafael melirik 3 sahabatnya dengan tatapan tajam.
"dih apa Lo lirik lirik segala". ucap Gibran.
"kok lo disini??". tanya Rafael kepada Maureen.
"gue disini dari setengah jam yang lalu". ucap Maureen santai.
"Kenapa gak bilang".
"lah Lo nya juga sibuk main handphone". ucap Maureen.
setelah itu mereka becanda bersama dengan satu orang yang sedang ngambek.
Maureen belum mengerti dengan sikapnya Rafael dari awal bertemu selalu berubah ubah.
...****************...
...****************...
...****************...
Tunggu cerita selanjutnya. .
...Happy reading guys 😊.. . ....
masyaa allah karya nya luar biasa kak.. semoga Kka sehat selalu dan di berikan kelancaran dalam berkarya.. semoga bisa menjadi penulis terkenal di kemudian hari..
tetap semangat Kka..
baarakallahu fii kum..
salam kenal author 💜💜💜