NovelToon NovelToon
Istri Sambung

Istri Sambung

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:536.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anissah

Jika pengganti tidak diinginkan, maka jalan keluarnya mencari penyambung sosok yang hilang.

Tidak salah, jika timbul rasa cemburu dalam suatu ikatan. Namun, rasa cemburu yang Kinasya miliki pada suaminya. Menghadirkan ketidaknyamanan dan membatasi semua gerak langkah suaminya.

Hingga akhirnya, Kinasya divonis mengidap sindrom Othello. Dia tidak bisa membedakan mana kenyataan dan imajinasi, sehingga ia meyakini dan bersikap sesuai dengan hal yang ia percaya. Padahal sangat bertentangan dengan keadaan sebenarnya.

Bukannya tidak mungkin, kecenderungan terbakar cemburu buta akibat sindrom Othello ini, membuahkan tindak kekerasan atau tindak bunuh diri maupun pembunuhan. Sayangnya, hal ini berakhir tragis untuk dirinya sendiri.

Seribu kali sayang. Disfungsi seksual yang pernah Ghifar alami, kini kambuh kembali dalam dirinya, lepas sepeninggalan istrinya. Ia tidak kuasa menahan rasa traumanya, hingga gairah hidupnya padam begitu saja.

Pekan berganti bulan, bulan berganti tahun. Ghifar tetap enggan untuk menikah kembali, meski wanita silih berganti dipilihkan oleh orang tuanya.

Hidup terus berlanjut, hingga Ghifar tersadar bahwa anak-anaknya membutuhkan peran ibu. Ia tidak mungkin terus melamuni istri yang pergi dan tak akan pernah kembali lagi itu. Mau tidak mau, ia membuka hati dan pikirannya, mencoba membangkitkan gairah dan rasa minatnya pada keindahan wanita kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anissah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IS24. Tamu malam

"KAL…. KAF…." Ghifar seperti mendapatkan hadiah terindah, saat melihat kedua anaknya keluar dari pintu sebuah rumah.

Kal dan Kaf mendengar seruan ayahnya. Ia segera menoleh, mencari sumber suara lepas tersebut.

"Kal…. Papah panik, cari Kal sam Kaf dari tadi." Ghifar bergegas menghampiri anak-anaknya, yang berdiri di teras rumah tersebut.

"Maaf, Far. Aku shift pagi, aku baru sampai, aku baru hubungi kau ini." Ghifar meluruskan pandangannya, pada seseorang yang berdiri di depan pintu yang terbuka lebar itu.

"Roza?" Ghifar bertanya lirih.

Ghifar langsung memfokuskan pandangannya pada kedua anaknya itu, "Kal main kenapa tak izin ke nenek? Kenapa tak ada bilang ke manda, biyung atau ayah?"

Itu adalah beberapa contoh panggilan bibi dan paman dari Kal dan Kaf.

Ghifar langsung menopang tubuhnya dengan lutut, begitu sampai teras rumah tante Shasha tersebut. Sialnya lagi, Ghifar tidak terpikir sedikitpun akan anak-anaknya yang bermain ke rumah tante Shasha itu. Karena, selain jarak rumah mereka cukup jauh. Ghifar berpikir, bahwa Kal tak mungkin mengingat arah jalan rumah tante Shasha tersebut.

Kal dan Kaf langsung berada di gendongan ayahnya, "Maaf ya, Pah?" Kal mencium pipi kiri ayahnya.

"Maaf ya, Pah?" Ghifar pun mendapat kecupan manis di pipi kanannya.

Ghifar menoleh pada kedua anaknya secara bergantian, ia terharu mendapat permintaan maaf dari anaknya.

"Papa khawatir, Kak, Dek." ujar Ghifar dengan mencium pipi anaknya secara bergantian, "Kalian tak pernah main jauh Papa panik, takut kalian main ke ladang." suaranya bahkan tidak stabil.

Ia bangkit kembali, dengan kedua anaknya yang masih berada di gendongannya.

Ghifar terlalu cengeng, jika dihadapi dengan permasalahan kehilangan anggota keluarganya. Ia tidak kuasa, jika terjadi hal yang serupa. Ia trauma, dengan rasa kehilangan.

"Tenang, Pa. Aku tau kok jalan pulang. Aku pulang sekolah jalan kaki ramai-ramai sama kawan, jadi aku hafal jalannya." terang Kal dengan nada cerianya.

"Jangan diulangi ya, Kak?" Ghifar mencium kembali pipi anak sulungnya, "Izin ke nenek dulu kalau mau main. Ke biyung, ayah, abi, umi, meme, bapa, manda, panda, ibu atau kak Ria, atau ke kakek." ujarnya dengan perhatian penuh.

Kal mengangguk, ia merasa bersalah.

"Maaf ya, Pa? Aku janji tak lagi-lagi main tanpa izin." Kal memeluk leher ayahnya.

"Tuh, Far. Aku udah sambungin panggilan ke kau, lepas aku sampai rumah dan tau mereka ada di sini. Tapi malah tak diangkat-angkat."

Ghifar memusatkan perhatiannya pada Rauzha kembali, "HP aku tinggal di rumah. Aku kira, anak-anak di rumah saudaranya, atau ke neneknya. Eh tak taunya, tak ada di rumah keluarga semua." ungkap Ghifar dengan tersenyum ramah.

"Tante kira, Kal udah ada bilang ke mamah kau. Lain kali, biar Tante bilang ke mamah kau, kalau anak-anak kau main ke sini."

Ghifar melirik, pada seorang wanita seumuran ibunya, yang berdiri di samping Rauzha.

"Ya, Tan. Minta tolong ya, Tan?" Ghifar sebenarnya merasa tidak enak merepotkan orang lain.

"Siap, siap. Kal juga lain kali izin dulu ya? Kasian Papa pulang kerja nyariin Kal sama Kaf."

Kal menoleh pada ibu seumuran neneknya tersebut, "Ya, Masyik." Kal tersenyum lebar.

"Pamit dulu ya, Tan? Udah mau maghrib, mereka belum pada mandi." pamit Ghifar kemudian.

"Ya, Far. Ati-ati." sahut tante Shasha dengan tersenyum Ghifar.

"Mari, Za. Assalamualaikum." Ghifar tersenyum ramah pada Rauzha.

Senyum Rauzha mengembang, ia merasa kupu-kupu bertebaran di bawah rusuknya mendapatkan senyum Ghifar. Ditambah lagi, penampilan Ghifar kali ini yang terlihat seperti anak muda, meski hanya dirombak rambutnya saja. Ternyata, model rambut memberi kesan yang cukup besar dalam penampilannya.

~

Ghifar menaikan sebelah alisnya, melihat tamunya malam ini.

"Mamah?"

Mamah Dinda langsung nyelonong masuk, menepis tangan Ghifar yang menghalangi jalannya tersebut.

"Mamah pengen ngobrol sama kau ya?" ujar mamah Dinda, dengan meninggalkan Ghifar yang kebingungan di pintu rumahnya tersebut.

"Far…." mamah Dinda menoleh ke arah anaknya kembali, sebelum menaiki tangga rumah Ghifar yang begitu megah tersebut.

"Ya, Mah." Ghifar lekas menutup pintunya, tidak lupa mengunci pintu rumah tersebut.

Dengan segera, ia menyusuli ibunya keyang sudah berada di lantai dua rumahnya tersebut.

"Gimana, Mah?" Ghifar langsung duduk di samping ibunya, yang duduk santai di sofa ruang keluarga miliknya tersebut.

"Anak-anak udah tidur, Far?" mamah Dinda hanya berbasa-basi.

Pukul sembilan malam, beliau mengetahui pasti bahwa cucu-cucunya sudah terlelap.

"Udah, Mah. Aku barusan cek PR Kal, cukup banyak, tapi tak dikerjakan. Nilainya buruk, masa matematika dapat tiga. Matematika yang paling buruk itu, mata pelajaran lainnya juga paling tinggi itu tujuh. Tapi herannya, tak ada gurunya yang negur aku." Ghifar geleng-geleng kepala, dengan pandangan kosong.

Ia pun tadi dilanda kebimbangan. Ia ingin mengerjakan tugas-tugas anaknya. Tapi ia sadar, jika ia melakukan hal itu, otak anaknya tidak akan terlatih. Namun, Ghifar khawatir Kal mendapat teguran dari gurunya. Jika PR tersebut kembali tidak dikerjakan.

"Tak ada yang berani negur, Far. Chandra gondrong aja, apa ada guru yang negur? Tak ada satu pun, negur anak itu ataupun orang tuanya. Padahal, anak lain kan sampai dicukur sama gurunya. Para pengajar segan sama keluarga kita. Jujur, Mamah bukan malah bangga dihormati dengan cara yang salah kek gitu." mamah Dinda geleng-geleng kepala, jika teringat salah satu cucu yang paling mahal itu.

Chandra disebut cucu yang paling mahal. Banyak cerita dan begitu kompleks, membuatnya menjadi salah satu cucu yang paling mereka sayang.

Ghifar terkekeh kecil, "Calon mafia, anaknya bos tambang." tawanya menular ke ibunya.

"Halah, mafia apa?! Mafia tukang ngadu. Sepedanya dijatuhkan kawannya aja, dia ngadu ke orang tuanya, ke kakek neneknya, ke pengasuhnya, ke ibu, ke ria, ke mangge Yusuf, ma Nilam, sampai ke Dendi pun dia cerita.

"Mental Cendol ya, Mah?"

Tawa mamah Dinda langsung menggema, "Itu mantan pacar kau." tukas mamah Dinda kemudian.

"He'em, bikin tak tega terus." tambah Ghifar, jika mengingat kembali beberapa kejadian bersama kakak iparnya itu.

"Untungnya, cuma Chandra yang mentalnya kek ibunya. Si Key, lebih kek Mamah. Si Zio, kurang percaya diri dan apa-apa serba mau sama ibu, padahal udah punya pengasuh sendiri. Si Ceysa, cenderung almarhum Lendra. Si Caera, bar-bar dan anarkis."

Ghifar tersenyum geli, teringat akan anak-anak kakaknya yang beda ibu tersebut.

"Mamah mau ngomong apa nih?" Ghifar teringat akan tujuan ibunya tadi.

Ding…. Dong….

Mamah Dinda dan Ghifar saling memandang.

"Kau punya janji, Far?" tanya mamah Dinda

kemudian.

Ghifar menggeleng, "Tak ada, Mah. Bentar ya? Aku buka pintu dulu, Mah."

Tak lama kemudian, Ghifar kembali dengan sosok tegap di belakangnya.

"Abang?" mamah Dinda mengerutkan keningnya.

"Main aja! Udah malem, Dek." wajah papah Adi tidak bersahabat.

Untungnya, rumah tangga mereka terselamatkan dari air yang memasuki kapal mereka. Meski sudah memiliki banyak cucu, orang ketiga sempat membuat mamah Dinda keluar dari rumah suaminya.

Begitulah rumah tangga. Keutuhan rumah tangga mereka, terus diuji hingga maut memisahkan.

"Ini, Bang. Mau ngomong sama Ghifar, tentang…

...****************...

1
ahyuun.e
Kurang lama merenungnya, langsung otw nyusul aja Istri msuk kubur biar anak" jdi yatim piatu. Makanya kalau hidup itu punya pegangan dan sandaran itu satu pondasi aja yaitu Tuhan, jdi gak goyah kemana" sedih boleh berlarut ampe 6 bulan itu alangkah, belum lg klo ngak disadarkan hanyut deh ntah sampe kapan itu
falea sezi
kinasya meninggal jadinya
Lismardiana
benci benci benci aku sm givar
Lismardiana
terkadang aku benci jugak sm gifar
sering kali membandingkan istri nya orang lain.. mata nya jelalatan ngk suka aku
Lismardiana
kadang2 aku benci sm gifar udah enak lihat givan
Yunia Spm
mbak nisa nggak jelas...
Yunia Spm
ish mulutnya pkdhe
Yunia Spm
🤣
Yunia Spm
mbak nisa curhat ta...
Yunia Spm
mentang² ibu tiri ghifar mau langsung action....

aq aja yg emak kandung kalo anakku ngga tertib langsung teriak²
Yunia Spm
masih sempat curhat aja mbak nisa 😁
Yunia Spm
Tante Bena hamil novi kan hamil duluan baru akad
Rani Ummi
asli gesrek ini🤣🤣🤣
Rani Ummi
banyak ragam perselingkuhan....
Rani Ummi
lucuuuu
Red Velvet
mau simbiosis mutualisme, parasitisme atau simbiosis apalah itu yg penting kak Nisa udh mau bikinin karya baru lagi. thanks banget loh kak🤭
Febrians
gift dpt bekas givan mulu
Mafa
yayah ipan , love u pull
Edelweiss🍀
semangat terus buat kak Nisa, selalu ku tunggu karya2 mu🥰🥰🥰
Red Velvet
gimanakah keseruan cerita ttg bang Chandra, ku yakin bakalan sangat menarik😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!