NovelToon NovelToon
MAMA MUDA

MAMA MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan
Popularitas:186.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rossa Purnama

Nia seorang gadis yang baru lulus sekolah mengalami "kecelakaan" hingga mengakibatkan dia mengandung anak yang tak pernah ia harapkan.

Kekasih yang menodainya tanpa berdosa meninggalkannya tanpa rasa tanggung jawab. Menimbulkan kekecewaan dan frustasi hingga ingin menggugurkan kandungannya.

Namun akhirnya, Nia dipertemukan orang-orang baik yang menyayanginya. Bahkan, seseorang merubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossa Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Angga

Siang ini Nia pulang dengan Febi. Entah mengapa dadanya terasa plong setelah mendengar penjelasan Tari tadi. Seringkali Nia merasa gundah gelisah tak menentu, tapi setelah kejadian tadi kini dirinya merasa lega, beban fikiran pun hilang seketika.

Di tengah perjalanan Nia tersenyum lebar seraya memeluk Febi yang sedang memboncengnya.

"Mbak, makasih banyak, ya. Entah kenapa rasanya aku sekarang tanpa beban," ucap Nia.

"Iya, sama-sama. Lain kali kalau punya masalah cerita sama Mbak, ya, atau sama Tari. Jangan dipendem sendiri!"

"Oke, Mbak."

"Oh, iya, ngomong-ngomong Dokter Raka kenapa gak ngasih aku kabar, ya? Padahal biasanya setiap hari ponselku berdenting menerima pesan masuk darinya, walaupun hanya sekedar bilang hai."

"Cieeee ... ada yang kehilangan rupanya." Febi menggoda.

"Isshhh ... bukan gitu, Mbak, aneh aja!"

"Bilang aja kangen!"

Febi terus menggoda Nia hingga yang digoda tak meneruskan pembicaraannya. Tak lama kemudian mereka sampai di rumah.

"Haahhhh lelah rasanya." Febi mendaratkan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar.

"Mau ku pijat gak, Mbak?" tawar Nia.

"Emmmhh kalau kamu gak capek boleh juga tuh."

"Enggak lah, kalau aku capek mana mungkin aku menawarkan."

Nia lalu memijat kaki Febi. Bibirnya terus menyunggingkan senyuman, rasa-rasanya hari ini dia sangat bahagia. Febi yang melihat tingkah Nia ikut tersenyum merasa senang.

"Oh, iya, tadi kamu nanyain Raka 'kan?"

Febi bangun membenarkan posisinya kini duduk dengan kaki diluruskan. Nia yang masih fokus memijat menggedikan bahunya, seolah sudah tak mau tahu tentang Raka.

"Cie-elah pura-pura gak mau tahu."

"Emmmh, emang kemana sih dia?" Nia mulai mengalah karena rasa penasarannya.

"Dia sekarang kerja di Rumah Sakit Kamila sudah sekitar satu minggu."

"Oh, pantesan. Kenapa gak kasih tau aku, ya, Mbak."

"Itu ... karena Mbak yang nyuruh, hehe."

"Eh, kok gitu?"

"Pengen tau aja kamu bakal kehilangan dia apa enggak. Dan sepertinya kamu emang kehilangan deh, ya?"

"Apaah sih, biasa aja. Aneh sekaligus lega juga sih kalau gak ada dia, jadi aku bisa hidup tenang tanpa gangguan, haha."

"Yakin?" tanya Febi mendekatkan wajahnya pada Nia.

"Kamu jujur aja kenapa sih, Dek. Kamu mulai suka 'kan sama Raka?" Febi terus menyelidiki.

"Emmm itu aku belum bisa memastikan Mbak. Sepertinya perasaan dan fikiranku masih dilema. Tapi sih setelah tadi kita bicara bertiga, aku berniat akan kembali memikirkan hal itu."

"Nah, bagus! Mbak dukung, sekarang sudah gak ada lagi yang perlu kamu khawatirkan."

"Oh, iya, Mbak tahu sejak kapan tentang aku dan Angga?"

"Saat kamu bilang kalau Tari juga suka Raka, Mbak langsung tanyakan sama dia. Dan Tari meng-iya-kan, bahkan dia ngaku udah ngungkapin perasaannya secara langsung sama Raka. Tentu saja, Raka menolak. Setelah itu dia curhat sama adik sepupunya itu dan bilang kalau yang menghalangi hubungan dia dengan Raka itu kamu, Angga yang mulai sadar dari keegoisannya berterus terang sama Tari, sampai pada akhirnya Tari juga sadar. Ya, sperti yang kamu ketahui Tari itu sebetulnya orang baik."

Nia mengangguk semakin faham.

"Menurut Mbak bagaimana dengan orang tua Angga?"

"Sebetulnya aku sedikit lega karena orang tua Angga gak tahu dan Tari tetap merahasiakannya."

"Kenapa?"

"Entahlah, rasanya aku gak bisa bayangin kalau orang tua Angga, terutama ibunya, tahu kamu pacar Angga sekaligus orang yang dihamili Angga. Dia pasti habis-habisan memintamu menggugurkan janin itu, atau bahkan bisa jadi sampai melukaimu."

"Sampai segitunya? Walau pun yang salah anaknya."

"Ya, sepertinya begitu. Bagaimana pun caranya ibunya itu akan membersihkan nama Angga, karena Angga satu-satunya putra mereka yang mereka andalkan demi nama baik sebuah keluarga. Dan mungkin karena itu juga alasan Angga menghindarimu, dia takut jika kamu dicelakai ibunya."

"Ah ... pantas saja aku gak pernah dikenalin sama orangtuanya."

"Ya, mungkin Angga menghindari dari hal yang pernah terjadi pada kakaknya."

"Kakaknya?"

"Iya. Dulu yang menjadi andalan keluarga Angga adalah kakaknya, mati-matian kakaknya itu mengikuti semua keinginan ibunya walau sebetulnya menjadi dokter bukanlah minatnya. Sampai pada suatu saat kakaknya Angga pacaran sama perawat yang kebetulan temen Mbak dan mereka ketahuan. Kamu tahu apa yang terjadi? Temen Mbak itu dipindah tugaskan ke luar pulau. Kakak Angga mulai tahu bahwa semua ini ulah ibunya, karena merasa kecewa dia kabur entah kemana, bahkan saat dilacak temen kakak juga dibawa kabur olehnya sampai sekarang."

"Padahal cuma pacaran?"

"Ya, cuma pacaran."

"Lalu Angga?"

"Angga berbeda, menjadi dokter memang keinginannya. Dan satu yang harus ia pertahankan adalah keadaannya sekarang."

"Mbak, kok tahu banyak tentang Angga?"

"Mbak sudah beberapa kali bertemu dengannya. Dia memang sangat baik, sopan, juga berwibawa. Sedikit tak percaya jika yang menodaimu justru Angga yang Mbak kenal. Ya, hebat sih dia bisa menyembunyikan semuanya selama ini, bahkan Mbak kira dia gak punya pacar seperti teman seusianya."

"Aku pun masih gak nyangka kalau dia tega menodaiku dan menelantarkanku seperti ini."

"Makanya Mbak dan Tari sangat mendukung semua keputusan yang kamu ambil. Ya, memang kecil kemungkinan jika kamu kembali dengan Angga, dan Mbak gak mau sesuatu terjadi sama kamu. Dari pada ambil resiko lebih baik kamu move on!"

"Apa mungkin Angga melakukan ini semua agar aku membencinya?"

Febi menggedikan bahunya.

"Entahlah, tapi yang pasti kamu jangan terlalu membenci Angga. Anak yang kamu kandung anak dia juga, kelak kamu harus mempertemukan mereka. Ingat, jangan sekali-kali menanamkan rasa benci pada anakmu terhadap ayahnya!"

"Itu sudah pasti Mbak. Aku juga berniat begitu, kelak tetap menghubungkan anakku ini dengan ayahnya, walau masih belum terbayang bagaimana caranya, terlebih setelah mendengat cerita ibunya dari Mbak."

"Ya, pokoknya, mulai dari sekarang kamu harus mulai memikirkan bagaimana kedepannya. Ambil semua langkah yang buat kamu bahagia. Jangan sekali-kali lagi korbankan perasaan sendiri, oke!"

"Oke, siap, Mbakku!"

"Termasuk mulai menerima Raka, udah siap?" Febi menggoda untuk kesekian kalinya.

"Issshhh ... kok, bahas itu lagi." Nia mencucu.

"Oh, ya, Dek. Kamu belum USG kan?"

"Eemm, belum, Mbak."

"Gak penasaran sama jenis kelamin janin kamu?"

"Gak kefikiran, Mbak. Tapi sepertinya sekarang mulai penasaran."

"Ah, dasar! Padahal biasanya setiap ibu hamil selalu penasaran dengan jenis kelamin bayi yang mereka kandung."

"Hehe, entahlah, mungkin karena ini anak pertama dan aku gak berpengalaman juga."

"Nanti Mbak antar kamu USG di klinik yang kemarin aja, ya."

"Boleh."

"Kira-kira kamu maunya cewek apa cowok?"

"Apa ya? Cewek aja kali, biar mirip sama aku."

"Haha banyak tau cewek tapi mirip ayahnya atau sebaliknya."

"Iya sih. Gak tau lah, Mbak. Yang aku harapkan janinku sehat selalu di dalam."

"Aamiin. Ya, itu memang poin utama. Mulai sekarang jaga kesehatan dan selalu bahagia, oke!"

"Oke, Mbak. Terima kasih atas banyak dukungannya, Mbak."

"Sama-sama. Mbak mau lanjut tidur, nih. Nanti bangunin sore, ya, kebetulan Mbak lagi datang bulan."

"Oke, Mbak."

1
Bubur Ketan
🥺🥺🥺
cinbar
Waah inspirasi nyata
Mala Mala Sdj
koq tiap masak gk prnh pake daging2an sih ayam kek sapi kek ikan kek...kan ibu hamil perlu tuh thor 😅🙏
Mala Mala Sdj
800 sbulan murah bgtt..kost kamar aja sm harganya :)
crt bagus tulisan dn tata bahas bagus 👍
Atmani Ani
anak siapa ya si feri
vi
Thor , jadi kapan up lagi Thor????
Niea Susanti
kalau yg ini masih lanjut gk kak.. bagus lo kok gk dilanjut.. ditungguin lo kk
Luluk Erna Faqih
klu yang ini masih ad kelnjutannya gk kak😁
Elinda Safitri
visual nya dong thor
Elinda Safitri
manggilnya raka dong thor ..jngn rak ..udh kaya rak piring
Elinda Safitri
dokter raka apa udh tau kalau nia sedang hamil
Elinda Safitri
tetangga tentu pada baik dn ramah ..karena blm tau kalau hamil diluar nikah ..
Cha_Cha: Setelah tau pun juga baik dan ramah kok.
total 2 replies
Cha_Cha
Kaak... kapan up? aku menunggu!!!
babylaaa
kapan up kak?
Cha_Cha
Lanjut, Thor! Semangaattt!
Cha_Cha: Ok kak😊😊😊
total 4 replies
Chalista Ensa
Kapan up lagii kak???
IG:samudra_lee_19: Cara gabung ke gc saya sekarang silakan buka novel KONTRAK PERNIKAHAN (end) bab terakhir ya. Ada info cara bergabung karena sekarang sudah banyak para penikung. Ini adalah salah satu solusi pencegahan kami. Kami melakukan ini supaya lebih hati-hati dalam menerima tamu.

Untuk sementara kami tolak ya, mohon maaf sebesar-besarnya. Silahkan masuk lagi ya sesuai pengumuman nya. Harap memaklumi keputusan kami bersama. 🙏🙏🙏

Kami tunggu kedatangan nya kembali😊.
total 1 replies
Wina Nurwenda
lanjuttt thorrr
Fatma Wati
nangis Thor
Bella Anggel
Lanjut Up Lagi Setiap Hari Sampai TAMAT Makin Penasaran Selanjutnya Ceritanya Bagus Dan Menarik Semangat Nulisnya Tetap Setia Dukung Karyanya Dan Menunggu Up Lagi Thorr 🙏🙏🙏💪
Mia Alfiya
kapan up lagi kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!