setelah dekat dengan Sinta, Reza lebih memilih Anindya cinta pertama Nya, Bokap Reza tidak terima dengan perlakuan Reza pada Sinta membuat Bokap Reza tertekan dan mengalami sakit jantung sampai meninggalkan Reza untuk selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur asiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
suami Dita dan Wati belum menginap di rumah nya ibu fatim
Dita, Wati, ijul dan arka saat kedatangan Reza mereka pindah ke ruang depan
" Reza bagaimana keadaan kamu nak " tanya ibu fatim
" baik mah," .. jawab Reza datar
" sini duduk di samping mama " ajak ibu fatim
Reza pun duduk di samping ibu fatim
"Reza pak Ahmad sedang terbaring di rumah sakit " tambah ibu fatim
" pak Ahmad kenapa mah " tanya Reza
"pak Ahmad mengalami kecelakaan di proyek milik kita, saat pak Ahmad sedang meninjau lokasi pak Ahmad terjatuh dari lantai 3, Reza pak Ahmad adalah orang yang paling berjasa dalam memajukan usaha properti kita, dan kamu pun mengenal nya dengan baik, kalau ada waktu sempat kan lah menjenguk pak Ahmad anggap lah ini permintaan dari mama " pinta ibu fatim dengan memohon
"Reza akhir- akhir ini sibuk mah, Reza mau melangsungkan pernikahan dengan Anin, sehingga Reza harus mengurusi segala persiapan pernikahan. " jawab Reza
"ternyata kamu benar -benar akan melangsungkan pernikahan mu dengan Anin tanpa restu dari mama" ucap ibu fatim dengan nada yang keras
"mah , restuin Reza mah, Reza sangat mencintai Anin cinta pertama Reza, mah Reza meminta Mama mau ikut dengan Reza ke rumah orang tuanya Anin, karena papa Anin meminta keluarga Reza datang melamar Anin " bujuk Reza
"Mama tidak mau " ucap ibu fatim
"mah plis mah, " bujuk Reza
ibu fatim terdiam dan enggan menjawab rengekan Reza dengan memegang kedua tangan ibu fatim
kemudian Reza pergi dari rumah ibu fatim dan mengendarai mobil nya menuju ke rumah nya.
di rumah sakit Rara sedang menyuapi Sinta makan
"ayo Sint buka mulut mu " pinta Rara yang menyodorkan makanan di sendok kedalam mulut Sinta
"gak mau "tolak Sinta
"ayolah Sint nanti kalo kamu sakit siapa yang akan merawat ayah mu" bujuk Rara
" baiklah tapi sedikit saja" ucap Sinta
kondisi Pak Ahmad belum ada perubahan masih belum sadarkan diri
pagi hari Rara minta izin ke Sinta mau ngambil pakaian ganti.
" Sint apa ada lagi yang ingin kamu bawa selain baju ganti " tanya Rara mengambil tas di kursi
"enggak ada Ra, udah itu aja " Jawab Sinta
Rara pergi menyusuri lorong kamar rumah sakit dan mencari pintu utama.
Reza yang pagi hari sudah siap- siap pergi ke kantor di tahan oleh sebuah bunyi ponsel miliknya
" hallo nin ada apa " tanya Reza sambil membereskan lengan kemeja panjang Nya
"sayang kapan kamu mau bawa keluarga mu menemui keluarga ku ?? " tanya Anin langsung
"nanti nin keluarga ku masih pada sibuk " ucap Reza
"yaudah jangan lama-lama ya sayang , papa ku udah urus semua pernikahan kita " pesan Anin
" Hemmm,... " gumam Reza
"yaudah Anin aku berangkat kekantor dulu ya , Udah siang nih " izin Reza mengakhiri pembicaraan Nya
di kantor Reza menyelesaikan beberapa berkas yang menumpuk di meja kantor nya
"huft kapan selesainya ini kerjaan " gumam batin Reza
tok tok tok, bunyi pintu kantor Reza di ketuk
"permisi , pak Reza di panggil pak Zon untuk segera keruangan Nya " suruh Aurel sekertaris pak Zon
"baiklah nanti saya segera ke sana " balas Reza
kurang dari lima menit Reza sudah berada di depan ruangan pak Zon
" braakk .... permisi pak" ucap Reza sopan
"hemmm.... masuk lah Reza " suruh pak Zon