Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!
Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya
Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berangkat bareng
Lexa dan David tengah duduk bersama di meja makan sambil menikmati sarapan pagi. Keduanya terlihat curi-curi pandang yang sedang menikmati sarapannya.
"Mengapa terus lihatin aku"ucap Lexa yang tengah mengaduk salad buah nya.
David langsung gelagapan dan dengan cepat menyeruput kopi favoritnya. David kembali melirik Lexa yang sedang mengunyah makanan nya.
"Kamu sangat berbeda pagi ini, memang aku akui pandanganku tak bisa teralihkan dari wajah mu"ucap David dan kembali menyeruput kopi favoritnya dengan tatapan yang terus saja mengarah kepada wajah cantik Lexa.
Lexa hanya menatap jengah dan terlihat acuh mendengar ucapan David, ia pun kembali meminum jus buah nya.
"Jangan pernah mengucapkan rayuan gombal mu, aku bukan wanita yang selalu kamu gombalin" ucap Lexa dingin.
David kembali tersenyum, sungguh dugaannya benar bahwa Lexa tidak akan pernah suka yang berbau gombalan.
"Baiklah, aku tidak akan mengucapkan nya lagi. Tapi jujur aku akui, kamu sangat menawan pagi ini, terutama di sudut bibir mu menandakan kamu semakin manis" ucap David tersenyum tipis.
Lexa membulatkan matanya, rupanya David kembali memperhatikan sudut bibirnya yang masih bengkak.
" Habiskan sarapan mu dan jangan lagi berbicara yang menyangkut tentang diriku" ucap Lexa dengan penekanan yang tampak mulai kesal.
"Bolehkah aku mencium mu" ucap David tersenyum licik yang kembali menggoda Lexa.
"David hentikan, pagi-pagi kamu bisa-bisanya berpikiran mesum. Jika kamu melakukannya lagi kamu akan menyesal" ucap Lexa yang langsung bermode galak siap menerkam David.
"Aku cuman bercanda, kamu menanggapi nya terlalu serius" ucap David tersenyum sinis.
Ingin rasanya Lexa menyumpal mulut David menggunakan paprika merah di samping nya.
Lexa hanya mampu melototi nya dengan tatapan tajam. Berdebat dengan David pasti tidak akan ada habisnya, pikirnya.
Setelah selesai sarapan, Lexa kembali membereskan peralatan makan. Sedangkan David berlalu ke ruang tamu sambil menunggu Lexa selesai bersih-bersih.
"Seperti ini ya rasanya hidup berumah tangga, setiap hari berhadapan dengan istri super galak namun aku tetap senang untuk selalu bersamanya. Di masakin, di buatin kopi nikmat dan membantu segala keperluan ku saat berangkat ke kantor. Senang rasanya jika terus di urusin seperti ini. Padahal aku sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk menikah, tapi sekarang aku malah menjalani nya dengan baik" ucap David tersenyum yang sedang bersandar di sofa.
"Aku ingin secepatnya Lexa mencintai ku. Aku belum puas jika hubungan kita hanya sekedar seperti ini" ucap David, lalu mengusap wajahnya dengan kasar.
Terdengar suara bel apartemen nya berbunyi. David segera beranjak dari tempatnya untuk membuka pintu apartemennya.
Ceklek
"Selamat pagi tuan David" ucap wanita paruh baya yang tersenyum ramah. Wanita tersebut tidak lain adalah bi Maya, pelayan senior di mansion nya.
"Pagi bi, ayo masuk" ucap David.
Wanita paruh baya itu langsung bergegas masuk. Bi Maya langsung melangkahkan kakinya menuju dapur. Karena David memang memintanya mulai hari ini dan seterusnya hanya bekerja di apartemen nya. Datang pagi dan pulang di sore hari jika pekerjaan nya selesai.
Lexa tersenyum ramah melihat bi Maya menghampiri nya. Lexa tahu betul wanita paruh baya itu yang akan menjadi asisten rumah tangga.
"Saya duluan bi, semangat bekerja" ucap Lexa tersenyum.
"Iya nyonya" ucap Bi Maya ikut tersenyum.
Lexa lalu melangkahkan kakinya menghampiri David. Terlihat David sudah menunggunya di ruang tamu. Mereka kemudian berjalan bersama-sama menuju bassment apartemen.
"Ayo masuk, kamu bisa telat ke kantor" ucap David yang sudah berada di dalam mobilnya dan duduk di kursi kemudi.
"Aku menunggu mobil ku, Tom sudah mengabari ku akan membawa mobil ku pagi ini" ucap Lexa.
Entah mengapa David menjadi kesal setiap kali Lexa menyebutkan nama Tom.
"Masuk, aku akan mengantarmu ke kantor" ucap David yang terdengar tidak ingin di bantah.
"Tapi...aku sedang menunggu...." ucap Lexa yang tidak mampu melanjutkan ucapannya.
"Mulai sekarang kita akan berangkat bareng, aku akan mengantar jemput kamu. Dan tidak mengizinkan kamu berkendara sendiri"potong David cepat, yang sudah berdiri di hadapan Lexa. Dari gaya bicaranya, David mulai posesif kepada Lexa.
Lexa hanya diam di tempatnya, dan sama sekali tidak beranjak masuk ke dalam mobil David.
"Apalagi yang kamu tunggu, apa aku perlu menyeret mu atau menggendong mu masuk ke dalam mobil" ucap David dengan suara meninggi, David tidak rela jika Lexa satu mobil dengan Tom.
Lexa langsung bergegas masuk ke dalam mobilnya dan duduk di samping kemudi. Tak lupa Lexa mengirimkan pesan kepada Tom bahwa dia berangkat ke kantor bersama David.
Aku tidak akan membiarkan si otom terus bersama Lexa, bisa-bisa mereka saling dekat. Batin David sambil mengepalkan tangannya.
David ikut masuk ke dalam mobil dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Setelah itu, ia pun menancap gas meninggalkan tempat tersebut. Di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan diantara keduanya. David sedikit lega satu mobil dengan Lexa, ia tampak senang bisa berangkat bersama Lexa.
David sesekali melirik Lexa yang tengah sibuk memainkan ponselnya. David hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia tidak ingin Lexa selalu bersikap dingin kepadanya.
" Eemm Lexa, bagaimana kalau kita rencanakan untuk berbulan madu" ucap David dengan pandangan lurus ke depan yang begitu fokus mengemudikan mobilnya.
Lexa langsung mengerutkan keningnya mendengar ucapan David. Lexa kemudian melirik David dengan tatapan dingin.
"Untuk apa!" ucap Lexa.
"Untuk bersenang-senang, bukankah kita sepasang suami istri. Sepertinya kita harus berbulan madu agar semakin dekat, kebetulan bulan depan aku akan melakukan perjalanan bisnis ke negara C. Sekalian aku ingin mengajak mu untuk berbulan madu" ucap David antusias.
"Lupakan saja, aku begitu banyak kerjaan, mungkin dua bulan ke depan aku begitu sibuk, bahkan tidak bisa menemui orang tua ku dan ponakan kembar ku" ucap Lexa acuh.
"Baiklah, tapi aku pastikan kamu akan ikut bersama ku. Seorang istri harus mengikuti kemana pun suaminya pergi" ucap David sambil mencengkram erat stir mobilnya.
"Tapi aku pastikan kamu tidak akan membawaku pergi, jadi lupakan saja" ucap Lexa yang mengalihkan pandangannya ke arah jendela.
Lihatlah, nanti juga kamu tahu rencana ku. Apa yang tidak bisa aku lakukan, termasuk membawa mu adalah perkara mudah. Batin David tersenyum tipis.
David terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Damanik. Mobil yang membawa mereka terus melaju membelah jalanan kota negara B.
Sementara Tom bersama anak buahnya baru saja tiba di bassment apartemen Lexa. Tom hanya mampu berdengus kesal di dalam mobilnya. Setidaknya Lexa menelponnya tadi, sehingga ia tidak perlu jauh-jauh hingga ke apartemennya.
"Kalian boleh pergi" ucap Tom dingin kepada anak buahnya.
"Baik boss" ucap salah satu anak buahnya. Mereka lalu turun dari mobil Lexa, salah satu dari mereka menyerahkan kunci mobil Lexa kepada boss nya. Mereka lalu bergegas masuk ke dalam mobil rekannya.
"Lexa benar-benar, harusnya menelpon ku sedari tadi. Aku jadi tidak perlu ke apartemen nya bukan" ucap Tom kesal. Lalu melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.
Sementara mobil yang dikendarai David tak terasa tiba di perusahaan Damanik. David memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk perusahaan Damanik. Lexa membuka seatbelt dengan cepat untuk bergegas turun dari mobil. Lagi-lagi David menghentikan nya.
"Tunggu sebentar Lexa" ucap David yang menatap Lexa.
"Aku buru-buru dan tidak ingin mendengar ocehan mu" ucap Lexa ketus yang akan membuka pintu mobil, membuat David tidak terima dengan ucapan Lexa.
David langsung menarik tangan Lexa hingga tubuh Lexa jatuh di pelukannya. Lexa terlonjat kaget dan dengan cepat melayangkan tangga nya untuk memukul David, Namun David segera mencengkeram erat kedua tangannya.
Pandangan mereka kembali bertemu, David menatap Lexa dengan tatapan dingin sedangkan Lexa menatapnya dengan tatapan kebencian. David lalu menarik tengkuk nya menggunakan tangan satunya, Lexa mulai memberontak, Namun David tidak peduli.
Dan tanpa basa-basi David langsung mencium bibir manis istrinya dengan r***s dan me**** dengan lembut, David terus memperdalam ciumannya, David melakukan semua itu agar Lexa ikut hanyut dengan ciumannya. Sementara Lexa kembali memberontak untuk lepas, hingga akhirnya memilih pasrah di cium oleh David.
Mulai sekarang Lexa harus terbiasa menerima sentuhannya. David tidak akan pernah melepaskan Lexa yang sudah berstatus jadi istrinya, ia akan menjadikan Lexa sebagai istri seutuhnya dan membuatnya jatuh cinta kepada nya.
David melepaskan ciumannya dan kembali menatap manik mata Lexa yang terlihat memancarkan amarah. Keduanya terlihat ngos-ngosan dengan debaran jantung yang masih memacu di dalam sana. David kembali mengusap bibir Lexa menggunakan jempolnya.
"Mulai sekarang kamu hanya milik ku, termasuk bibir manis mu. Aku berhak mendapatkan ciuman mu, ingat aku suami mu! " ucap David dengan penekanan kata suami sambil mengusap bibir manis Lexa.
Lexa menatapnya dengan tatapan amarah dan langsung menghempaskan tangan David yang begitu lancangnya mengusap bibirnya. Dan tanpa mengatakan sepatah kata pun, Lexa membuka pintu mobil David lalu bergegas turun.
Brakk
Tak lupa Lexa membantingnya pintu mobil itu dengan keras. Membuat David terlonjat kaget diiringi gelak tawa. David kembali menurunkan kaca mobilnya sambil menatap punggung Lexa yang tengah berjalan anggun memasuki pintu masuk perusahaan Damanik.
"Terima kasih istri ku, kamu memberiku semangat pagi" teriak David antusias dari dalam mobil.
Lexa terus saja melangkahkan kakinya tanpa berbalik badan menatapnya. Namun jelas sekali terlihat gelagat Lexa begitu kesal karena mengepalkan kedua tangannya.
David terus saja tersenyum menatap punggung Lexa yang sudah tidak terlihat lagi di balik pintu masuk. Kemudian David melajukan mobilnya dengan semangat empat lima menuju perusahaannya.
Nisa dan beberapa karyawan wanita yang berada di lobi perusahaan langsung menundukkan pandangan nya melihat kedatangan atasannya.
Mereka pun terkejut karena sempat memperhatikan raut wajah atasannya yang tampak memerah dengan riasan wajah yang sedikit belepotan, ditambah hijabnya sedikit miring ke kiri. Membuat mereka hanya mampu bertanya-tanya dalam hati.
Sementara Lexa terlihat acuh dan bergegas masuk ke dalam lift khusus untuk dirinya sebagai direktur utama di perusahaan Damanik. Hingga tak terasa pintu lift terbuka sesuai dengan lantai yang di tuju.
Lexa bergegas keluar dan kembali melangkahkan kakinya memasuki ruangan nya. Lexa meletakkan tasnya di atas meja kerjanya. Kemudian melangkahkan kakinya menuju toilet.
Di dalam toilet, Lexa kembali memperhatikan wajahnya di pantulan cermin. Lexa lalu membuka hijabnya dan menggantung nya di gantungan dinding, kemudian Lexa membasuh wajahnya berkali-kali.
Lexa kembali memperhatikan wajahnya di pantulan cermin. Mata Lexa kembali mengarah di sudut bibirnya.
"Dua kali David mencium ku, aku tidak akan membiarkan dia mempermainkan ku, apalagi sampai mengkhianati pernikahan kami. Aku pastikan dia harus bertekuk lutut dihadapan ku"ucap Lexa dengan tatapan tajam dengan raut wajah sulit diartikan.
"Dan wanita yang bersamanya beberapa bulan terakhir, tidak akan pernah ku biarkan merusak kehidupan rumah tangga ku" ucap Lexa dingin.
Ya Lexa tahu betul kehidupan pribadi David, ia bukanlah wanita bodoh yang tidak menyelidiki terlebih dahulu identitas lelaki yang dijodohkan untuk nya, termasuk masalah pribadinya.
Hanya Tom yang selalu ia percaya dan utus untuk mendapatkan informasi tentang David. Sehingga ia tahu betul siapa wanita yang menjalin kasih dengan David.
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏🙏 🙏
David CEO bodoh nggak tau klw Hanum lagi enak² sama kekasih gelapnya