NovelToon NovelToon
Better Days

Better Days

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa-Tata susila / Romansa
Popularitas:30.9k
Nilai: 5
Nama Author: D and D

"Maura, nama gadis yang sedang ku cari, sejak setahun yang lalu aku kehilangan semua tentangnya, satu jejak pun tak pernah ada, hanya sepenggal namanya lah yang ku tahu." Reyhan.

"Apa yang istimewa dari hidupku? Aku pun tidak tahu. Semuanya hancur sejak hari itu, dan semakin bertambah hancur ketika malam mengerikan itu terjadi padaku." Senja.

Mengisahkan seseorang gadis bernama Senja Maura Tsalsabila yang menjalani hidup penuh dengan lika-liku, tak semulus yang terlihat. Senyumnya yang lembut dan teduh menutupi segala kesedihan yang ia rasakan. Trauma yang ia alami selalu membuatnya tidak bisa menjalani hari-harinya dengan damai dan tenang, apalagi untuk menjalin kisah cinta bak dunia fantasi, jelas hal itu di luar dari bayangannya.

Bagaimana kisahnya? Dan bagaimana Senja menghadapi semuanya? Lalu ada hal apa di balik trauma Senja itu? Yuk baca ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D and D, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Senja?

Pagi ini, seperti yang sudah dijadwalkan, Senja berangkat ke kampus, lebih tepatnya menemui dosen pembimbingnya. Fara juga ikut, karena hari ini juga menjadi jadwal dia untuk bimbingan. Untungnya hari ini cerah, jadi tidak perlu khawatir akan ada hujan badai, angin ribut ataupun halilintar. Apalagi takut pakaian tidak akan kering karena cuaca yang buruk.

Fara kembali menjemput Senja. Pada dasarnya Fara memang selalu menjemput dan mengantar Senja ke mana pun Senja mau, walaupun Senja sering menolaknya. Bukan tanpa alasan, baginya Senja bukan sekadar sahabat, namun sudah seperti saudara. Apalagi Senja kerap membantunya menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang menurutnya sulit.

Keduanya kini berpisah di masing-masing prodi. Setelah mengantar Senja, Fara langsung pergi menemui dosen pembimbingnya. Yah, Fara dan Senja memang bukan dari jurusan atau prodi yang sama, hanya saja, kedekatan mereka sudah terjalin sejak lama, hampir 7 tahun lamanya. Kata orang, hubungan persahabatan yang sudah lama itu akan menjadi penguat saat badai menerpanya.

"Assalamu'alaikum." Senja mengucapkan salam sambil mengetuk pintu. Dan dari dalam, dapat ia lihat bahwa dosen pembimbingnya tersenyum sambil menjawab salamnya.

"Wa'alaikumsalam, masuk Nak." jawabnya dengan tersenyum. Ia mempersilakan Senja duduk di hadapannya. Sangat baik, terlihat sangat baik. Tidak tahu saja dia merupakan salah satu dosen yang harus serba perfect ketika bimbingan dengannya.

"Bagaimana kabarmu Senja, sudah dua minggu sejak revisi yang Ibu berikan, biasanya kamu tidak akan selama itu loh kalau revisi. Apa begitu sulit?" Ibu dosen itu tersenyum menggoda Senja, sambil membaca, dan mengoreksi skripsi milik Senja.

"Alhamdulillah baik Bu."

Senja menampilkan senyum malunya, karena tebakan dosen pembimbingnya adalah benar. Ia memang sempat mengalami beberapa kesulitan ketika mengerjakan revisi bab terakhir dari dosennya itu.

"Sudah baik, ini hanya ada ada beberapa penulisan saja yang salah, sisanya kalau masalah isi skripsi mu baik, overall is good Senja. Ada bagian-bagian yang Ibu coret, nanti harus kamu perbaiki." ucap dosen itu memberikan koreksinya pada Senja.

"Kemudian, nanti di bagian ini." Ibu itu menggaris bawahi alenia ke empat dari paragraf ketiga. "Kamu tambahin lagi yah, penjelasan mengenai bagian penutup, sekitar satu sampai dua paragraf lagi." lanjutnya pada Senja.

Senja segera mencatat apa saja yang perlu ia catat, tidak lupa juga ia merekam semua yang dosennya katakan.

"Setelah itu kamu siapkan saja seperti abstrak, dan ucapan terimakasih, sisanya seperti surat pengesahan dan lain-lain yang perlu kamu urus di bagian jurusan bisa menyusul." Senja kembali mencatatnya, ia menyimak dengan sangat baik.

Setiap Ibu itu menjelaskan secara rinci tentang kesalahannya, Senja hanya meresponnya dengan mengucapkan kata 'iya Bu' kemudian 'baik Bu' tidak lebih tidak kurang.

"Jangan khawatir, Ibu yakin kamu wisuda tahun ini, bisa dipastikan, walaupun tinggal 3 bulan lagi. Revisi kamu juga makin hari makin sedikit." ucap Ibu dosen dengan tersenyum, kemudian memberikan skripsi dengan isi coretan itu pada Senja.

"Terimakasih Bu, Senja pasti akan mengusahakan yang terbaik." ucap Senja dengan tersenyum.

"Ibu tahu itu, kamu memang salah satu mahasiswi teladan, telaten dan penurut yang Ibu kenal." ucapnya dengan tersenyum pula.

Senja tersenyum menganggukkan kepala.

"Yaudah, bimbingan hari ini cukup sampai di sini, karena memang sudah tidak ada yang perlu Ibu tambahkan atau Ibu salahkan dari isi skripsi kamu." ucap Ibu dosen dengan tersenyum.

"Terimakasih, kalau gitu Senja pamit, assalamu'alaikum." Senja kemudian menyalami dosennya, dan segera keluar untuk menemui Fara di prodi lain.

***

"Ayo dong Rey, lambat banget sih kamu ini, cuma nemenin Mama aja kamu ogah-ogahan gini." ucap Mamanya dengan nada mulai merajuk.

Reyhan menghela napas berat. Sesulit ini mengikuti kemauan Mamanya.

"Mama jangan macam-macam yah." peringat Reyhan dengan tatapan selidik.

"Apa sih, Mama cuma mau kamu ikut Mama ke rumah seseorang, jalin silaturahim." ucap Namanya memberikan alasan.

"Mama gak berniat mau melanjutkan rencana perjodohan itu kan?" tebak Reyhan dengan memicingkan matanya. Entah kenapa ia kini lebih ekstra waspada pada Mamanya.

"Kalau iya kenapa?" tantang Mama Mira pada Reyhan yang sudah kehabisan kata-kata mendengar ucapannya.

Melihat tidak ada reaksi dari putranya Mama Mira kembali melanjutkan ucapannya. "Mau apa kamu kalau iya? Kan kamu sudah buat kesepakatan dengan Mama, ingat satu bulan, kalau bukan karena Mama lupa, harusnya sejak satu minggu yang lalu kamu sudah Mama jodohkan dengan pilihan Mama." ucap Mama Mira membuat Reyhan melotot.

Geri dan Papa Alex menjadi penonton keduanya. Jujur saja Geri suka melihat Reyhan tidak berdaya seperti itu, jarang-jarang melihat Reyhan diam seribu bahasa di depan ratu Alfarisi. Diam-diam dia juga tertawa cekikikan bersama sang Papa.

"Semakin seru Pa." bisiknya pada Papa Alex yang berada di sampingnya.

Papa Alex hanya berdehem. Ia lebih suka jika sang istri tidak memaksa putranya, tapi bagaimana lagi, pilihan sang istri pasti tidak pernah salah, setidak itulah yang ia yakini. Entah karena yakin atau karena ia terlalu cinta sampai tidak bisa menolak keinginan istri tercintanya.

"Mama tidak menerima penolakan, atau kau akan melihat Mama berakhir di rumah sakit." Reyhan tahu itu hanya sebuah gertakan semata, tapi bukan tidak mungkin jika keinginan Mamanya tidak dituruti, maka akan terjadi hal gila lainnya di kemudian hari. Dan Reyhan tidak mau sampai itu terjadi.

"Oke, Reyhan ikut Mama." ucapnya dengan terpaksa, namun tetap memaksakan senyumnya demi kebahagian sang Mama. Kemudian keluar terlebih dahulu meninggalkan Mama Mira untuk menyiapkan mobil.

"Ayo! Papa sayang, Mama pergi dulu yah, dan kamu Geri, jangan lupa tugasmu, kerjakan sesegera mungkin." ucapnya pada kedua pria yang tengah duduk santai di sofa.

"Siap Ma." Geri mengangkat tangannya memberikan hormat pada Mama Mira.

"Hati-hati sayang, jangan terlalu memaksa jika tidak sesuai rencana." ucap Papa Alex memberikan pesan.

"Tidak ada yang tidak sesuai Rencana Pa, Mama bisa pastikan puasa tahun ini akan menjadi berkah untuk keluarga kita." ucap Mama Mira dengan percaya diri.

Entah di masa depan dia bisa menerima sebuah fakta atau tidak, yang ia yakini saat ini adalah menjodohkan Reyhan dengan Senja bagaimanapun caranya.

***

"Bagaimana tugas yang ku berikan? Apa sudah kau temukan jawabannya?" tanya Geri.

Ia bergegas keluar rumah juga setelah kepergian Mama Mira dan Reyhan. Papa Alex yang tahu kemana anaknya pergi pun tak menanyakannya.

"Sudah Bos." jawab pria itu dengan memberikan sebuah amplop coklat berisikan semua yang dicari Geri, termasuk flashdisk kecil berisikan file-file lainnya.

"Terimakasih Dev, kau boleh pergi."

Devan, orang kepercayaan Geri, entah sejak kapan tapi keduanya mulai dekat, dan Devan mulai memberikan hidupnya untuk bekerja dengan Geri.

Geri mulai membuka amplop coklat itu, dan membaca dengan detail tanpa terlewat sedikutpun. Ia bisa saja meminta Devan untuk menjelaskannya, tapi ia tidak ingin sampai Devan mengetahui lebih banyak tentang apa yang dia cari, walaupun bisa dipastikan bahwa Devan juga mengetahui isi dari amplop itu.

"Pilihan Mama memang tidak pernah salah." gumamnya sambil menatap kertas di tangannya.

"Aku yakin ini masih kurang lengkap, ada sesuatu di balik karakter Senja saat ini." monolognya dengan menatap lurus ke depan.

"Aku akan segera mengetahuinya, cepat atau lambat."

1
Berkah Kafa Jaya
Kak Thor DD kemana ini🤔🤔🤔
Chucky
Sangat direkomendasikan
Firda
Saya suka cerita ini, sangat bagus
Assyifa
Sangat menarik
fadhila
semoga cepet pulih kak seperti sedia kala dan bisa lanjut nulis jg ngurus skripsi dgn lancar...☺️☺️☺️semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeki 🤲🤲🤗🤗
fadhila
berati smpe skrg reyhan jg blum ngeh ya soal nama panjang nya senja juga orang yg dijodohkan dg dy dlu...
Atoen_
wah makin menarik nih
Atoen_
uwooow co cweeet....
Kaisar Tampan
Kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga ya teman-teman
simpanan brondong tampan
terima Kasih
D n D: Semangat Kak, nanti DD mampir
total 3 replies
fadhila
aduh babang Reyhan bikin melelehh..bner2 suami idaman dunia akhirat ☺️☺️☺️😄
meeee: hai aku penulis baru disini

baca juga karyaku dengan genre misteri yang berjudul "the purge" ya kak ^^
total 1 replies
Atoen_
bintang kabur bintaaang.... kamu jadi obat nyamuk 😂😂😂
Aqila Yulianis
mungkin banyak yg Lom tau novel ni, aku suka novel ini
Aqila Yulianis
ceritanya bagus banget,semangat truzzzz
meeee: hai aku penulis baru disini

baca juga karyaku dengan genre misteri yang berjudul "the purge" ya kak ^^
total 2 replies
fadhila
langgeng terus ya Reyhan dan senja 🤗🤗
fadhila
suka dech baca keuwuan pasanga bucin tu☺️☺️☺️
Atoen_
sedih sampai sesek dadanya, tapi setelah itu legaaa... leganya berasa ngalami sendiri...
fadhila
akhirnya ketakutan q slma ni terjawab sudah...ikut plong senja☺️☺️
fadhila
gmna ya reaksi reyhan klo tahu kbnran ttg senja??🤔🤔🤔
meeee: ikut promo ya kakak

hai aku penulis baru disini

baca juga karyaku dengan genre misteri yang berjudul "the purge" ya kak ^^
total 1 replies
Firda
Lanjut thor!
Chucky
Lanjut Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!