Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24.Aku Bukan siapa siapa Part. 2
"aaahhhkkk... " suara rintihan menahan sakit di kepala menggema di kamar Alex, perlahan Alex membuka mata nya dan memegang kepala nya dengan sesekali menarik rambut nya yang sedikit panjang.
Suara lirih pun terdengar "mah, aku haus.."
Mamah Rani yang berada disitu pun terbangun dengan sigap mamah Rani pun menenangkan Alex dan memberikan minuman di atas nakas tak jauh dari tempat tidur nya.
Alex tertegun melihat mamah nya digenggam tangan mamah Rani hangat dan langusung dipeluk nya rasa kesal yang datang lagi membuat dia tidak mampu menahan air mata nya lagi.
Mamah Rani berusaha menenangkan anak kesayangan nya dipeluk nya dengan kasih sayang.
"menangis lah nak kalau itu yang membuat mu lega tapi tolong jangan siksa dirimu begini, lihat lah tangan mu penuh dengan serpihan kaca, mamah sayang kamu nak, dan tidak mau kehilangan kamu" mamah Rani berbisik ditelinga Alex secara perlahan namun pasti.
"tapi ini menyakitkan mah, aku sayang dia aku cinta dia, Tuhan memang adil!!! hentak Alex penuh amarah.
" astaghfirullah sayang istighfar nak istighfar kamu tidak boleh berkata begitu, Allah mempertemukan kamu dan naima pasti ada rahasia dibalik itu semua dan hanya Tuhan yang tahu nak! "
Mamah Rani terus menasehati Alex agar dia tidak terpancing emosi karena itu akan berakibat fatal dengan kejiwaan nya.
Perlahan Alex melonggarkan pelukan mamah Rani, dan terdiam di tepian tempat tidur.
"sudah.. sudah.. sekarang kamu fokus sama penyembuhan mu sayang, kamu harus sehat jiwa kamu harus stabil...
mamah keluar dulu ya mau bilang si mbok untuk siap kan makanan kesukaan kamu".
Mamah Rani beranjak dari tempat tidur dan berjalan keluar menuju ruang dapur di mana si mbok telah menyiapkan apa yang tuan nya perintahkan.
Darren yang baru pulang dari rumah teman nya pun menghampiri tante Rani.
" Tan, Mmm.... Darren boleh tanya gak?! "
Mamah Rani hanya mendelik singkat sambil terus menata makanan.
"Tan, itu.. ini.. Mmm... " Alex menggaruk-garukan kepala nya yang tak gatal.
"hmm.. kamu tuh mau ngomong apa sih lex, bingung tante".
" hehehhe... Darren hanya mau tanya biar Darren gak penasaran aja Tan, jiwa kepo Darren berontak nih Tan " ucap Darren sambil nyengir nyengir kayak kuda.
"iya buruan tanya tante sibuk ini Darren.. kamu gak liat tante sedang apa".
" iya Tan.. dih tante kalau muka nya cemberut makin cantik loh".
"Mmm dasar kamu itu ya pandai nya ngerayu aja, dah sekarang buruan kamu mau tanya apa".
" itu Tan, apa benar Naima dan Alex kakak adik? aku tahu nya dari asisten di sini loh Tan " Alex mengangkat kedua jari nya takut tante nya marah karena mamah Rani langsung mendelik tanda tidak suka.
"kamu dengar ya Darren apapun yang terjadi di keluarga tante, tante harap kamu diam jangan banyak bicara dan jangan gosip diluar oke!! dan satu lagi saat ini jiwa saudara mu sedang tidak stabil tolong kerjasama nya jangan ganggu dia biarkan dia tenang dulu, kalau sampai kamu melanggar semuanya tante tidak segan segan usir kamu dari rumah tante" ucap mamah Rani dengan penuh ketegasan membuat bulu kuduk Darren merinding 180 derajat.
"iya iya Tan Darren janji".
" tante pegang janji kamu" mamah Rani menunjuk tepat di hidung mancung Darren membuat Darren bersin bersin.. huaacchiim
"idih tante cuci dulu dong tangan nya Tan, kan bekas terasi, hidung Darren jadi terkontaminasi nih, harus cuci 7x nih ntar gak ada yg suka sm Darren lagi kalau gak di bersihkan, hahahhaa" Darren tertawa sampai kepala nya dongak keatas.
Mamah Rani hanya mendelik malas dan pergi meninggalkan Darren yang masih tertawa bebas, menuju lantai atas di mana Alex berada,tak lupa makanan kesukaan Alex juga sudah siap sedia.
***bersambung....
yuk kewajiban nya vote, gift like komen n rate Terima kasih all
love u😘😘😘😘***
next 🌹🌹🌹