NovelToon NovelToon
Remember Today

Remember Today

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tata Tetott

Lily terjebak dalam sebuah pernikahan yang tidak bahagia. Dante tidak pernah mencintainya. Dante menikahi Lily hanya untuk membayar hutang Budi orang tuanya kepada orang tua Lily.

Namun sebuah kecelakaan membuat keadaan berubah. Dante didiagnosa menderita cedera otak parah yang membuatnya kehilangan ingatan jangka pendek.

Dante hanya mengingat apa yang terjadi hari ini, lalu setelah dia tertidur dia akan melupakan semua. Begitu setiap harinya.

Inilah kesempatan bagi Lily untuk membuat suaminya bisa menerima dan mencintainya sepenuh hati.

Inilah kesempatan bagi Dante untuk memperbaiki kesalahan besar yang telah dia perbuat.

Namun, kehidupan tidak semudah itu untuk memberi mereka kebahagiaan.

berhasilkah mereka membangun Rumah tangga bahagia atau bahkan perceraian adalah jalan terbaik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tata Tetott, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Dante : Those Beautiful Eyes

Mama datang pagi-pagi sekali, dia bilang hari ini aku harus melakukan fisioterapi. Aku tahu, Lily sudah mengatakannya beberapa saat sebelumnya.

Semua berjalan baik-baik hingga siang, aku, Mama dan Lily menghabiskan waktu bersama, membicarakan banyak hal. Sesekalu Mama menggoda aku dan Lily. Jujur saja aku merasa malu, aku belum terbiasa hidup berumah tangga dan aku agak canggung terhadap Lily. Rasanya baru hari ini aku mengenal dia meski sebenarnya kami sudah menikah hampir tujuh bulan. Ah ya, tentu saja, aku sakit. Itulah mengapa aku selalu merasa baru mengenalnya.

Aku suka wajah memerah Lily, kurasa dia juga malu dengan godaan dari Mama.

"Ma sudahlah jangan menggoda Lily terus, dia malu tuh," ucapku pada Mama yang sedang menunjukan gambar-gambar pakaian tidur sexy yang di jual di online market.

"Bagus tau, nih coba kamu lihat," ucap mama seraya memperlihatkan layar ponselnya padaku.

Aku menatap sekilas gaun berwarna putih gading yang kelihatannya terbuat dari satin itu.

"Bagus. Pasti cantik sekali jika mengenakan pakaian itu," pikirku tanpa berani ku ucapkan, aku takut membuatnya semakin canggung. Jadi aku lebih memilih diam.

Suara bel dapan rumah berbunyi, ah itu pasti sang fisioterapis yang akan menterapiku sudah datang. Baguslah, setidaknya pembicaraan canggung dengan mama akan segera teralihkan.

Betapa terkejutnya aku bahwa yang datang adalah Ryan. Sepupuku.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanyaku.

"Sepertinya kau lupa," ucap Ryan, lalu dia duduk tanpa di persilahkan.

"Bisa kita mulai sekarang sesi terapinya?" ucap Ryan.

Alih-alih menjawab pertanyaannya aku malah vertanya kepada Mama.

"Ma, kenapa harus dia? Apa tidak lagi fisioterapis lain di kota ini selain dia?"

"Ada banyak, tapi dia kan sepupu kamu--"

"Mama sudah lupa dengan apa yang dia lakukan dulu?" ucapku memotong kalimat Mama yang belum selesai.

"Itu sudah lama sekali, kan? Tolong kalian lupakan saja dan berbaikanlah."

"Setelah dia berusaha membunuhku? Apa mama tidak khawatir jika dia akan mencelakaimu lagi sekarang," ucapku berusaha mengingatkan Mama tentang peristiwa bertahun-tahun silam.

"Aku bekerja secara profesional, kau tenang saja. Aku di sini untuk menyembuhkanmu, bukan untuk mencelakakanmu." Ryan akhirnya ikut berbicara.

"Menurutmu aku akan percaya?" tanyaku dengan nada sinis.

"Entahlah." Ryan mengangkat bahunya.

"Ma aku tidak mau di terapi olehnya, tolong cari terapis lain saja," Pintaku pada Mama.

"Tidak bisa, Dante. Kau sudah melewati satu kali sesi terapi dengan Ryan," kata mama.

"Apa? Aku sudah melewati satu sesi terapi dengannya? Bagaimana bisa?" Aku memijit kepalaku yang tiba-tiba berdenyut.

Lalu, tiba-tiba Lily menyentuh tanganku dia menyatukan telapak tangannya di punggung tanganku yang sedari tadi menekan kepala. Sentuhannya membuatku terkejut sampai rasa seperti ada sengatan aliran listrik dari sentuhan itu yang kemudian menyebar keseluruh tubuh.

Lily menatapku tanpa mengucapkan sepatah katapun, lucunya tatapan itu kuartikan sebagai perhomonannya untuk menerima bahwa Ryan adalah terapisku dan aku harus melakukan sesi terapi dengannya.

Kugenggam tangan lili dengan kepalan kedua tanganku dab mengatakan, "aku tidak bisa, Ly."

"Please." Satu kata yang dia ucapkan dengan suara pelan yang serasa meruntuhkan egoku.

"Please, demi kesembuhanmu," ucapnya lagi masih dengan suara pelan namun kali ini dia memberikan kecupan di kepalan tanganku yang menggenggamnya.

Seakan dunia berhenti kecupan sesaat itu terasa lama menempel di tanganku, untuk beberapa saat rasanya bibirku dan semua jaringan di tubuhku membeku, sungguh ajaib efek yang ditimbulkan dari kecupan yang di berikan Lily.

"Dante." Suara Mama menyadarkanku.

"Ya?" ucapku refleks.

"Kau baik-baik saja?" tanya mama.

"Ya, tentu, memangnya kenapa?"

"Tidak ada," ucap mama.

"Kapan dimulai terapinya?" ucapku.

Ah, kuharap aku tidak salah mengambil keputusan, kuharap melakukan terapi dengan Ryan merupakan keputusan yang tepat.

Demi kesembuhanmu

Ucapan dari Lily yang masih terngiang-ngiang di kepalaku.

***

Meski canggung, aku berusaha bekerja sama dengan baik dalam sesi terapi bersama Ryan ini.

Dalam terapi kali ini, Ryan melakukan beberapa pijitan di beberapa titik tertentu. Terapi dilakukan di kamarku, lili menemaniku sementara mama menunggu di luar.

Risih. Tentu saja. Namun sekali lagi, kata-kata dari Lily membuatku bersemangat untuk mencapai kesembuhan.

Demi kesembuhanmu.

Satu hal yang kusadari, meski Lily tidak terlalu banyak bicara, namun tatapannya selalu lekat padaku. Mata bulat berbinar itu seperti menyimpan banyak sekali kata yang tak mampu kuterjemahkan. Mata bulat berbinar itu juga seolah memberikan  keteduhan untukku.

Sesi terapi memakan waktu lebih dari satu Jam. Ryan tak banyak bicara selain tentang  hal yang berkaitan dengan terapi.

Sama, aku juga, rasanya tidak perlu ada yang bicarakan juga dengannya.

Begitu membereskan tasnya. Ryan langsung pamit untuk pulang.

***

Saat hari menjelang sore, mama juga pulang.

"Tidak makan malam di sini dulu?" tanya Lily saat mengantarkan mama kedepan pintu.

Aku juga di sana, duduk di kursi roda.

"Tidak Sayangku, itu Ayah mertuamu ingin mengajak makan malam berdua," ucap Mama malu-malu.

"Ajak saja Papah makan malam bersama di sini," usul Lily.

"Tidak bisa, sayang, kami sudah membuat reservasi di sebuah restoran. Hehe ...." Mama masih tertawa malu-malu.

"Oh, begitu kedengarannya menyenangkan," ucap Lily.

Sedangkan aku hanya bisa memasang senyum. Ah, aku sudah terbiasa melihat keromantisan dan kebucinan mereka berdua sedari kecil.

"Tentu Sayang," kata mama seraya mengusap kepala Lily. "Kalian juga harus menciptakan momen-momen menyenangkan agar hubungan pernikahan kalian semakin kuat," tambah mama.

Lily tidak berkata apa-apa, dia hanya tersenyum.

"Semangat ya, Sayang, kamu pasti bisa" Mama mengambil tangan Lily dan menggenggamnya seraya memberi semangat.

Memberi semangat untuk apa? Memangnya Lily sedang mengikuti kompetisi apa sehingga mama memberinya semangat begitu?

"Ah sudah dulu ya, keburu gelap nanti Papah Dante marah-marah," pamit Mama.

"Baiklah, Ma," Lily menyalami tangan Mama.

Aku menyusul mencium tangan wanita berusia lima puluh lima tahun yang masih terlihat energik dan modis ini.

"Semoga besok kamu terbangun dengan suasana hati yang baik, Nak." Mama mengusap kepalaku.

"Semoga besok aku terbangun dengan ingatan yang telah kembali," harapku walau rasanya hampir mustahil.

~Bersambung~

1
Annisa Rahma
kak sehat2 kah?
al juna kai ruby azzam
Give up...🥀
Juwita Sisamhadhi
ditunggu kak
Anonymous
duh....pliss thor jangan gantung ya.....berharap cerita ini sampe tamat
Annisa Rahma
alhamdulillah akhirnya up juga... selalu ditunggu kak lanjutannya ❤❤❤❤❤❤❤❤
Wahidah Wahidah
Akhirnya Dante-Lily kembali,mksh Thor, 👍
Wahidah Wahidah
tahun telah berganti tp Dante dan Lili belum muncul jg ?????
Anonymous
desember akan segera berakhir....lili ma dante blom nongol2......
Siti Jamrah
Dantenya kemana? udah ditungguin nih 😄
Annisa Rahma
kak udah awal Desember dante sama. lily nya mana kak? 🤭🤭🤭
Wahidah Wahidah
tetap ditunggu Author, smg ketulusan lili bisa menyadarkan Dante, dari manusia jahat, jd manusia yg tahu pengorbanan pasangannya. berharap ada part Dante yg mengejar cintanya pd Lili, tetap bahagia lili-Dante 🙏🙏🙏
Annisa Rahma
whoooaaa kaget pas lihat notif ada up dari mas dante dan lily... selalu ditungguin kak updatenya... semangat selalu ya kak... ❤❤❤❤❤❤❤❤
Aqua Star: betul banget kaget juga
total 1 replies
Annisa Rahma
kak kangen mas dante🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Anonymous
wah mana nih mas dante.....katanya mau sering2 up date dan udah janji mau sampe tamat nih thor...
Annisa Rahma
kak belum up ya!
Wahidah Wahidah
lama tdk up...
Anonymous
semakin kesini.semakin romantis tapi kok jd deg2an....gmn kl ingatan dante kembali ya....
Aqua Star
yuhuuu Lily Dante Miss youu
Wahidah Wahidah
Alhamdulillah, up, terima kasih Thor... smg Lily dan Dante selalu bahagia
punya nama
semangat thor, semoga gk ketularan tetangga seberang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!