Dika Nugraha seorang CEO di sebuah perusahaan besar. Saat ini dia sudah berusia 30 tahun namun dia belum juga mau untuk menikah. Karena sebuah kecelakaan dia mengalami kelumpuhan dan harus duduk di kursi roda.
Pak Nugraha sebagai papah Dika merasa kasihan pada putra nya itu. Akhir nya dia membeli gadis bernama Nisa Putri Surya yang masih berusia 19 tahun untuk Dika nikahi.
Dika di beri minuman oleh sang papah agar dia berhubungan badan dengan Nisa.
Bagaimana kelanjutan cerita nya?
Tetap setia di sini😊😊😊
Terima kasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diyah nur arroyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Akhir pekan.
Dika dan Huda kembali ke rumah pinggiran kota. Dika tampak sangat bahagia karena dia akan bertemu dengan Nisa lagi.
"Lebih cepat Huda" Ucap Dika meminta Huda untuk mengemudi lebih cepat agar diri nya lebih cepat pula bertemu Nisa.
"Iya iya. Gue tau kalau elo rindu sama Nisa. Tapi keselamat kita yang paling utama" Ucap Huda.
"Sudah lah cepat kayak elo nggak rindu saja sama Tia" Ucap Dika.
"Baik lah" Jawab Huda tersenyum mendengar nama Tiara.
Huda lebih cepat melajukan mobil nya. Dia merindukan juga kekasih nya itu.
Di rumah.
Dika turun dari mobil lalu berlari masuk ke dalam rumah.
"Nisa sayang aku pulang" Teriak Dika mencari cari Nisa ke seluruh sudut rumah.
"Mana Nisa?" Tanya Huda.
"Nggak ada orang di rumah" Jawab Dika menggelengkan kepala nya.
Dika dan Huda memilih duduk di sofa. Mereka merasa lelah dan kecewa karena tidak bertemu dengan kekasih hati mereka.
"Toko kue" Ucap Dika dan Huda bersamaan.
Dika dan Huda langsung lari keluar rumah mereka berlari menuju ke toko kue. Dan benar saja mereka sedang sibuk melayani pembeli yang terlihat ramai.
"Sejak kapan mereka membuka toko ini?" Tanya Dika pada Huda
"Aku nggak tau" Jawan Huda.
Nisa yang perut nya sudah membesar sibuk mondar mandir melayani pembeli. Dika menghampiri Nisa lalu menarik Nisa ke dapur toko.
"Mas ada apa sih? Aku sedang sibuk" Ucap Nisa
"Sejak kapan kamu membuka toko ini?" Tanya Dika marah.
"Oh sejak kemarin mas. Papah Nugraha yang meresmikan pembukaan toko ini. Kata papah nanti papah yang akan memberi tau mas Dika" Jawab Nisa.
"Sayang kamu sedang hamil besar dan sekarang kamu sibuk seperti ini. Bagaimana jika kamu kelelahan?" Ucap Dika marah.
Nisa membuka clemek yang ia pakai. Dia memakaikan clemek tersebut ke Dika.
"Untuk apa ini?" Tanya Dika bingung.
"Kata nya aku nggak boleh capek. Ya sudah mas yang melayani para pembeli. Aku akan duduk di kasir saja" Jawab Nisa tersenyum cantik.
"Tapi aku ingin sama kamu Nisa. Aku merindukan kamu" Ucap Dika protes.
"Nanti malam aku kasih bonus" Ucap Nisa tersenyum genit.
Nisa berjinjit menarik dasi Dika lalu mencium sekilas bibir Dika.
"Uang muka nya" Ucap Nisa berjalan keluar menuju ke kasir.
Dika tersenyum gemas dengan tingkah manis istri kecil nya itu.
"Awas kamu sayang" Guman Dika gemas.
Dika keluar dari dapur. Huda yang bersender di pintu dapur langsung di tarik Dika masuk ke dalam dapur.
"Aduh duh duh. Apaan sih lo Dik" Ucap Huda marah.
Huda seketika tertawa lepas melihat penampilan Dika yang memakai apron pink berenda yang terlihat imut.
"Hahahaha apa yang elo pakai. Elo mau jadi ondel ondel?" Tawa Huda keras.
Dika tidak membalas ledekan Huda. Dia malah tersenyum yang membuat Huda meridning.
"Enggak gue nggak mau pakai" Ucap Huda.
"Kalau elo nggak mau pakai. Gue akan kasih tau Tia kalau elo masih godai keryawan kantor " Ancam Dika.
"Sejak kapan gue suka godain mereka" Jawab Huda.
Dika memperlihatkan foto Huda yang memeluk karyawan di depan ruangan nya.
"Kapan elo punya foto itu? Lagian itu gue nolongin dia bukan nya godain" Ucap Huda membela diri.
"Itu menurut elo. Kalau menurut Tia mungkin beda lagi" Ucap Dika.
Huda langsung merampas apron yang ada di tangan Dika. Dengan wajah nya yang memerah menahan marah Huda meamakai apron tersebut lalu keluar dari dapur bersama Dika.
Ketika Huda dan Dika keluar banyak gadis gadis muda yang histeris melihat ketampanan Dika dan Huda.
Nisa tersenyum puas karena dengan ada nya Dika dan Huda akan membuat toko nya semakin ramai.
"Kapan mereka datang?" Tanya Tiara yang menghampiri Nisa
"Barusan. Ini ide bagus kalau mereka di sini. Toko kita akan dengan cepat terlenal" Jawab Nisa.
"Iya. Aku juga sepemikiran dengan kamu" Sahut Tiara puas
Dengan kedatangan Dika dan Huda toko Nisa semakin ramai. Banyaka anak anak sekolah yang mampir ke toko Nisa untuk membeli kue sekaligus melihat ketampanan Dika dan Huda.
Sore hari nya.
Toko kue Nisa sudah mulai tutup. Nisa dan Tiara sedang asik menghitunga pendapatan yang mereka dapat untuk hari ke 2 mereka buka toko.
Sedangkan Dika dan Huda merebahkan diri nya di atas sofa yang nyaman karena seharian mereka melayani pembeli yang sangat banyak.
"Gue bisa mati kelelahan jika melakukan nya setiap hari " Ucap Dika kelelahan.
"Gue juga. Tapi lihat lah mereka sedang bahagia menghitung uang penjualan hari ini" Ucap Huda.
"Memang nya uang ku tidak cukup untuk nya? Kenapa dia bersikeras membuka toko ini sih" Ucap Dika menatap Nisa yang bahagia.
"Entah lah tapi lelah ku hilang melihat dia tertawa bahagia seperti itu" Sahut Huda.
"Iya aku pun sama" Jawab Dika mengangguk.
Meraka terus melihat ke arah Nisa dan Tiara yang bahagia karena pendapatan mereka hari ini sangat lah banyak. Hampir semua kue yang di buat Nisa habis berkat bantuan Dika dan Huda.
Nisa berdiri dari duduk nya untuk menghampiri Dika.
"Terima kasih berkat kalian kue ku laku keras" Ucap Nisa tulus.
"Imut nya" Ucap Dika terpanah dengan kecantikan Nisa.
"Iya terserah elo" Sahut Huda berdiri untuk menghampiri Tiara.
Nisa duduk di sebelah Dika yang masih rebahan di sofa. Nisa melihat Dika dari atas kepala Dika.
"Mas lelah ya? Maaf ya sudah merepotkan mas Dika" Ucap Nisa.
Dika tidak menjawab ucapan Nisa. Dia menarik tengkuk Nisa lalu mencium bibir Nisa lembut.
Nisa menutup mata nya meraskan ciuman yang di berilan Dika padanya. Ciuman yang beberapa hari ia rindukan.
"Sampai kapan kalian akan ciuman di sini" Ucap pak Nugraha yang melihat Nisa dan Dika berciuman Huda dan Tiara pun tak mau kalah juga.
Setelah mendengar suara pak Nugraha seketika mereka melepaskan ciuman nya. Nisa merapikan rambut nya dan mulai duduk dengan manis kembali.
"Papah kapan datang?" Tanya Nisa canggung.
"Sejak kalian pada ciuman semua" Jawab pak Nugraha duduk di sofa depan Dika.
"Papah gangguin saja tau nggak" Ucap Dika.
"Memang nya kanapa? Apa kalian akan tidur juga di sini kalau papah nggak datang" Ucap pak Nugraha.
"Ya nggak lah" Jawab Dika.
"Sudah lah. Gimana keadaan kamu Nisa? Apa kandungan kamu ada masalah?" Tanya pak Nugraha beralih ke Nisa.
"Tidak kok pah. Bayi nya malah sering nendang kalau aku lapar" Jawab Nisa mengusap perut nya.
"Hahaha kamu sudah mulai lapar terus ya?" Tanya pak Nugraha.
"Iya pah. Tiara saja sering keluar toko untuk membelikan aku makanan" Jawab Nisa.
"Tidak apa apa. Kamu tidak perlu takut kalau badan kamu akan gemuk. Setelah lahiran kamu bisa mulai diet lagi. Tapi saat hamil ini lebih baik jangan dulu kasihan anak kamu nanti kalau kelaparan" Jelas pak Nugraha.
"Iya pah" Jawab Nisa.
"Kamu yang sabar ya Tia. Biasa nya ibu hamil itu banyak mau nya" Ucap pak Nugraha beralih ke Tiara.
"Iya tuan " Jawab Tiara sopan.
"Ya sudah. Ayo kita pulang. Papah sudah bawa banyak makanan di rumah. Bibik sedang menyiapkan nya sekarang" Ucap pak Nugraha berdiri dari duduk nya.
Nisa berdiri dengan bantuan Dika. Dika menggandeng Nisa dengan hangat. Nisa bergelayut manja pada lengan kekar Dika.
# selamat membaca ya kak
# terima kasih banyak
🙏🙏🙏😊😊😊