NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENGHANCURKAN HIDUPKU DALAM 1 MALAM

SAHABATKU MENGHANCURKAN HIDUPKU DALAM 1 MALAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Zira Aqilla gadis yang berusia 23 tahun. Apakah sudah mencapai kesuksesan untuk seorang Zira. Tinggal di Ibu Kota tanpa didampingi orangtuanya harus mencoba peruntungannya bekerja sana-sani membuka usaha kecil-kecilan, demi mewujudkan impiannya menjadi wanita karir.

Hidupnya berubah ketika di ujung mencapai kesuksesan mungkin final dari kerja kerasnya selama ini. Tetapi Zira harus menelan pil pahit, memiliki sahabat yang dekat dan membagi kasih sayang belum tentu mengantarkannya ketitik sukses, malah menjerumuskanya kedalam masalah yang besar, demi menutupi sebuah kesalahan yang mengantarkan Zira ketitik kehancuran.

Bertemu dengan CEO perusahaan terbesar di Asia, Addrian Admaja Wijaya, pria yang memiliki ketampanan di atas rata-rata berkulit putih, tinggi ideal, wajah yang begitu arogan dan berkarismatik bersikap dingin, Bertemu dengan Zira karena sebuah kesalahan.

Bagaimana, Zira harus menghadapi masalah yang timbul tanpa di ketahui sebabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 24 ADDRIAN TERLUKA

" Apa, kamu sering seperti ini." Tanya Addrian.

" Iya, aku akan mual, dan ingin muntah jika berhadapan denganmu." Jawab Zira ketus.

" Aku tidak suka bau tubuhmu, membuatku mual." Lanjut Zira lagi, pintu lift pun terbuka, Zira pun bergegas pergi.

" Sial." Umpat Addrian merasa dipermainkan oleh Zira.

" Huuuuuuu untung aja, aku aja bisa lolos dari Addrian, lagian lo sih Zir, ada-ada aja udah tau Addrian orangnya kayak gitu malah dipancing." Ucapnya, menghela nafas ngos-ngosan, buru-buru masuk kamarnya takut Addrian mengejarnya lagi.

Zira dan Jihan sudah 3 hari berada di Yogyakarta, tetapi Jihan harus kembali ke Jakarta terlebih dahulu karena ada urusan mendadak, sementara Zira, harus menunggu 1 hari lagi karena urusanya di Yogyakarta masih belum selesai.

Setelah urusan Zira selesai, hari ini Zira berjalan- jalan mencari-cari beberapa oleh-oleh khas Yogyakarta, yang akan dibawanya pulang. Karena besok pagi Zira harus kembali ke Jakarta.

Zira berbelanja sampai tidak ingat waktu, hingga malam hari. Karena belanjaan Zira yang banyak dan sudah malam sementara dia masih harus membeli sesuatu lagi, Zira menitipkan semua belanjaannya ke mobil, dan menyuruh supir pulang terlebih dahulu, karena merasa tidak enak dengan supir yang seharian menemaninya.

Akhirnya urusan Zira selesai, Zira berjalan Sendirian menggunakan dress berwarna merah dibalut dengan blazer hitam.

Zira berjalan dengan langkah pelan -pelan sepertinya, Zira sedang menghitung langkah kakinya. Zira memegang ponselnya ingin memesan taxi online.

Tiba-tiba matanya silau dengan sinar lampu mobil yang berhenti tiba-tiba di depannya.

Zira menutup matanya karena silau dengan cahaya tersebut, Zira melihat seseorang keluar dari mobil tersebut, Zira tidak bisa melihat dengan jelas tetapi dia yakin mengenalnya.

" Addrian." Ucapnya setelah dengan jelas melihat sosok tersebut. Zira melihat Addrian menghampirinya, karena Zira tidak mau berurusan dengan Addrian karena dia tau apa yang akan terjadi, Zira memutuskan ingin melarikan diri. Karena Zira terlalu banyak berpikir Addrian berhasil menarik tanganya.

" Mau, kemana kamu?" Ucap Addrian memegang tangan Zira.

" Lepasin aku." Zira berusaha memberontak.

" Kenapa kamu suka main lari-larian."

" Lepasin,aku."

" Tidak mau."

" Lepasin nggak."

" Nggak."

" Lepasin aku, kalau tidak aku akan teriak."

" Silahkan." Tantang Addrian.

" Tolong-tolong-tolong-tolong." Teriak Zira memang tidak main-main, ternyata karena teriakan Zira yang begitu keras, dan di tempat umum akhirnya banyak orang berdatangan.

" Kenapa, mbak," tanya salah satu warga.

" Tolong saya, Pak, pria ini menggangu saya, dia ingin menculik saya." Ucap Zira tanpa berpikir, Addrian pun mulai panik melihat banyak warga di sekitarnya. Addrian tidak menyangka Zira benar-benar melakukanya.

" Wahh kurang ajar ni... Ayo kasih pelajaran." Ucap salah satu warga.

" Benar, gak beres ini." Tambah salah satu warga lagi dan akhirnya para wargapun langsung mengeroyok Addrian.

Bruk,buk,buk. pak, bukk, pak, pak. Wargapun mengeroyok Addrian tanpa ampun, Addrian berusaha menghindar tetapi apa daya, Addrian tidak mampu melawan banyak warga.

Zira pun mulai panik melihat warga terus memukul Addrian tanpa ampun. Tubuhnya begitu bergetar melihat perkelahian di depanya. Dia tidak menyangka kejadianya akan seperti ini.

" Pak, tolong hentikan pak, pak tolong pak ini hanya salah paham." Ucap Zira melerai warga, berusaha menghentikan kemarahan warga,

" Pak, saya mohon hentikan, ini hanya salah paham pak." Zira benar-benar panik, warga yang mendengar Zira memohon pun menghentikannya.

" Gimana, maksudnya neng."

" Pak, maaf Pak, saya minta maaf pak." Suara Zira serak, melihat Addrian yang sudah babak belur bahkan matanya berkaca-kaca."

" Dia pacar saya, saya hanya terlibat salah paham jadi saya marah pak, maaf pak tolong jangan pukuli lagi." Zira yang kepanikan melihat emosi warga, sementara Addrian sudah tersungkur dengan banyak luka di wajahnya.

" Gimana, sih neng, kalau urusan pribadi jangan dibawa disini."

" Huuuuuuu, kalau kayak gini gak tanggung jawab, anak orang sudah hampir manti." Ucap kesal warga.

" Maaf, Pak." Zira terus memohon.

" Huuuuuuu, ayo kita pergi." Wargapun dengan kecewa pergi. Zira menghampiri Addrian yang sudah lemas tak berdaya.

" Addrian, kamu gak apa-apa." Tanya Zira cemas, menyentuhkan kedua lututnya ketanah, spontan memegang wajah Addrian. jelas Addrian apa-apa wajah tampannya sudah rusak. nggak sih meski babak belur Addrian masih terlihat tampan.

" Puas," ucap Addrian menghempaskan tangan Zira.

" Aku, nggak bermaksud, aku, gak tau kalau kejadianya bakal kayak gini." Ucap Zira menyesal, Addrian berdiri, membiarkan Zira yang masih di tempatnya semula dengan penyesalannya. Addrian mendekati mobilnya, Zira yang masih duduk di aspal terdiam, tiba-tiba kaget dengan lemparan benda, ya Addrian melemparkan kunci mobilnya Ke Zira.

" Nyetir." Perintah Addrian dan langsung masuk mobilnya.

Zirapun melihat kondisi Addrian memang tidak mungkin jika Addrian menyetir mobilnya, Zira pun bangkit dan menuruti Addrian masuk kedalam mobil Addrian dan menyetirnya.

Hening, didalam mobil terasa hening tidak ada suara, Zira dengan serius menyetir sesekali dia melirik ke Addrian yang menahan rasa sakit.

Addrian dan Zira sampai ke Hotel tempat mereka menginap, Zira memapah Addrian berjalan dari lift sampai menuju kamar Addrian, Addrian memasukkan kartu kamar hotelnya, dan pintu kamar terbuka, Zira ikut masuk tanpa perintah dari Addrian.

Zira membantu Addrian ketempat tidur, Addrian duduk Di tempat tidur. Dengan spontan Zira mengambil kotak obat dan menghampiri Addrian yang memegang luka di pipinya. Zira duduk dihadapan Addrian dan langsung membersihkan luka di wajah Addrian.

" Auhhhhhhh, pelan-pelan." Rengek Addrian merasa pedih di wajahnya.

" Ini juga sudah pelan." Ucap Zira melanjutkan pengobatan pada Addrian.

Zira dan Addrian begitu dekat, Zira begitu serius membersihkan luka di wajah Addrian, Addrian menatapi wajah Zira, yang begitu lembut dan berhati-hati mengobatinya, Zira sadar akan tatapan Addrian.

Tanganya tiba-tiba berhenti dan menatap kembali Addrian, sungguh jantung Zira tiba-tiba berdegup kencang tak beraturan, dengan tatapan Addrian yang tidak seperti biasanya. yang tidak biasanya. Ya tatapan Addrian begitu menusuk membuat wajah Zira pun mulai memerah.

" Kenapa berhenti." Tanya Addrian membuyarkan pandangan Zira dan Zira pun salah tingkah, spontan memukul dada Addrian.

" Auhhhhhhh," teriak Addrian merasa kesakitan langsung memegang dada sebelah kirinya.

" Sorry, dada kamu kenapa," Tanya Zira panik.

" Gak, tau sakit banget, kayaknya ada memar, soalnya warga tadi memukulnya." Jawab Addrian menahan rasa sakit.

" Serius." Ucap Zira panik

"Sini, biar aku lihat." Zira dengan spontan langsung membuka kancing kemeja Addrian.

" Tangan kamu itu lihai banget ya, kalau soal buka membuka." Goda Addrian membuat Zira menghentikan aksinya.

" Diam, kamu, jangan pikir aneh-aneh, aku cuman pengen obatin luka kamu." Elak Zira mulai salah tingkah mengingat dia pernah melakukanya pada Addrian dan Zira pun melanjutkan pekerjaannya.

Baju Addrian sudah terbuka, Zira terdiam sejenak menatap dada Addrian yang begitu sixpack, jujur tubuh Addrian memang begitu sempurna meski ada sedikit memar di dada kirinya.

" Kenapa, kamu sangat tertarik melihat tubuhku, bukanya kamu sudah pernah melihatnya." Goda Addrian lagi yang melihat Zira terdiam.

" Tutup mulutmu, kalau kamu bicara lagi aku akan belahakan pisau ini kedadamu." Ucap Zira, Addrian tersenyum puas berhasil menggoda Zira karena wajah Zira terlihat memerah.

Zira terus mengobati Addrian, dari wajahnya tanganya sampai dadanya, Addrian memang luka parah, wajahnya penuh luka, Zira memasang perban di tangan Addrian, dengan sangat berhati-hati Zira melakukanya, Addrian terus menatapi Zira.

Zira, pasti sadar dengan tatapan Addrian, meski salah tingkah tetapi Zira terus melanjutkan pekerjaannya.

" Jangan menatapi ku terus." Ucap Zira sambil memakaikan perban ketangan Addrian, merasa tidak nyaman dengan tatapan Addrian.

" Kenapa, aku berhak melakukan apapun, ini kamarku." Jawab Addrian

" Aku, tidak nyaman."

" Hmmmmm bagaimna jika aku membuatmu nyaman, atau kita melanjutkan permainan yang tertunda, kita melakukannya di sini bermain dengan panas." Ucap Addrian menggoda Zira lagi, membuat Zira kesal, Zira melototkan matanya.

" Aku tidak tertarik."

" Bagaimna jika aku membuatmu tertarik."

" Atau kamu marah, atau kamu sangat kecewa karena aku meninggalkanmu malam itu."

" Kalau gitu, aku bertanya kenapa kamu pergi." Tanyak Zira, entah apa yang ada dipikiran Zira, dia memang selalu merasa aneh semenjak hamil, bahkan sering salah bicara di depan Addrian.

" Jadi, benar kamu sangat kecewa, kalau gitu mari kita lanjutkan." Ucap Addrian menatap bibir Zira dan ingin menciumnya. Addrian hampir saja sampai menempelkan bibirnya di bibir Zira.

" Auhhhhhhh...." Teriak Addrian kesakitan saat tanganya di tekan Zira.

" Sebaiknya kamu tidur, supaya otak kotormu itu bisa membaik." Ucap Zira beranjak dari tempat tidur Addrian, dan berdiri di hadapan Addrian. Zira melemparkan pil ke Addrian.

" Minum itu, jika lukamu terasa nyeri. Tugas ku sudah selesai." Ucap Zira bergegas pergi.

" Hhhhhhh." Addrian tertawa kecil melihat tingkah Zira, Addrian memang berhasil menggoda dan membuat Zira salah tingkah.

" Zira, Zira." Ucapnya, geleng-geleng sambil tersenyum.

Pagi hari kembali, Zira merapikan kopernya hari ini dia harus kembali ke Jakarta, Zira memakai dress putih selutut, berbahan sifon.

" Selesai juga." Ucapnya Meres koper, Zira pun mendorong kopernya sampai keluar kamar, saat Zira ingin memasuki lift, tiba-tiba tanganya berhenti memecet tombol lift.

" Gimana keadaan Addrian ya, apa dia baik-baik saja." Ucapnya merasa cemas, Zira pun memutuskan mengunjungi kamar Addrian sekedar memastikannya saja, Zira berdiri di depan kamar Addrian, mondar mandir, ragu untuk memecet bel, Zira bingung harus melakukan apa dan Zira tidak sengaja menyenggol pintu kamar Addrian, ternyata pintunya yang tidak di kunci.

" Zira pun memberanikan diri masuk secara pelan-pelan, Zira pun melihat kamar Addrian begitu sunyi, Zira pun melihat Addrian masih tertidur bahkan dengan dada telanjang, Zira spontan mendekati Addrian menarikkan selimut menutup tubuh Addrian dengan selimut.

" Zira melihat Addrian sepertinya kurang sehat, Zira memberanikan diri menyentuh kening Addrian ternyata benar suhu tubuh Addrian naik. Badannya panas Zira pun merasa panik mungkin ini akibat luka Addrian.

" Addrian," panggil Zira lembut tetapi tidak mendapat respon dari Addrian, Zira pun mengambil remote AC dan mematikannya melihat kondisi Addrian yang menggigil.

1
Dyah Oktina
eh ternyata typo juga... pdhal ngetik cuma sedikit.. ngak d baca lagi.. jd salah deh.. maaf ya thor.. terus semangat ya.. 🤭💪🏻😍
Dyah Oktina
kondisi juhan kali.....
Dyah Oktina
ish....typonya ngesel loh thor.. d cek dulu ngapa sebelum d kirim 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
kok makanan d injak sih thor..🤭😂😂
Dyah Oktina
harusnya orang kla baru keguguran istirahat.. blm bisa d sentuh hampir sama dgn masa nifas 100hr
Dyah Oktina
ilham kali... bukan adrian
Dyah Oktina
ngak sopan...panggil kak dong aca k adrian maupun tomy juga ilham
Dyah Oktina
bayi farah???????????????🤭
Dyah Oktina
kok ngak panggil kakak sih k ilham.. pdhal umurnya sama dgn kakaknya adrian...zira juga panggil p su nama doang
Dyah Oktina
maaf sudah membuatmu cemas .....bukan mencemaskanmu...
Dyah Oktina
kayla kali thor.. bukan aca
Dyah Oktina
ita kamu ...aneh kayla.. apa ngak takut.. dah jam mau tengah malam loh.. masa mau ketemuan... ilham nih ngak bener kla memang dia yg chate..kayak ngak ada hari esok aja..ngak umum.. juga bahaya u kayla
Dyah Oktina
mana ada thor k eropa 2hr ...pa ngak bonyok tuh badan.. perjalanan aja udah pp 28 jam non stop kla dari jakarta.. kecuali tunggal d timur tengah iya perjalanan hanya 6jam..
Dyah Oktina
patner thor...bukan fatner
Dyah Oktina
yg sabar ya tom...niat baik u nganter pulang aca d dini hari malah dpt tamparan & makian.. kasiah kau tomy..
Dyah Oktina
udah deh...cepet bawa k rum kit...masa segitu banyak orang ngak ada yg sedikit waras.. ih ..gemes deh
Dyah Oktina
kasihan aca... mau punya pasangan yg d suka .. respon ngak sesuai dgn yg d harapkan.. yg ngaku sebagai calon suami memberatkan hati..apa lagi calon mertua nya...
Dyah Oktina
parah nih... bukan farah..🤭😂😂.. farah itu mamahnya adrian.. 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
bukan bersujud thor.. tp berjongkok... kla bersujud telapak tangan &dahi nempel d lantai/tanah..kla berjongkok menekuk lutut
Dyah Oktina
demi harta marina....kamu tega menjual anakmu pd mertua yg seperti itu.. mikir dong.. ngak kasihan sm anakmu 😔😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!