Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
3 hari berlalu, kehidupan Rayhan dan Tania berjalan sebagaimana mestinya, Tania dengan kegiatan nya di rumah dan mulai berberes untuk kembali ke Jogja
sedangkan Rayhan dengan kesibukan nya mengurus pabrik dan perusahaan miliknya.
Tania begitu merindukan Rayhan, ingin rasanya Tania kembali mengunjungi Rayhan ke pabrik, hanya sekedar ingin melihat wajah pria yang begitu menyebalkan sayangnya yang justru begitu dirindukan hatinya, membuat Tania gelisah di setiap memikirkannya.
ada rasa yang tak bisa dijabarkan dalam hatinya seperti suka tapi juga benci
Tania mengembuskan napasnya lelah
sudah tiga hari dirinya hanya berdiam diri di rumah, pasalnya om nya selalu rektor universitas tempatnya mengajar sudah memberhentikan dirinya secara tertulis.
ingin marah tapi tak kuasa, sedangkan kedua orang tuanya juga terus memintanya untuk pulang.
akhirnya disinilah Tania
berhenti di depan pabrik Rayhan dengan sebuah taksi yang sudah siap membawanya ke bandara.
waktu masih cukup pagi untuk menemui Rayhan, pria itu biasanya akan tiba di pabrik sekitar jam 8, sedangkan ini baru jam 7:30, Tania melihat jam terbangnya 19:00 masih cukup lama, tetapi perjalanan ke bandara Balikpapan juga cukup memakan waktu.
_________
dikediaman keluarga Rayhan, Rayhan sedang malas bekerja, toh sudah 2 hari terakhir dirinya selalu gagal fokus, bayangan Tania selalu gentayangan di otaknya.
tidak pagi, siang, sore, bahkan sangat menganggu waktu tidurnya.
" kamu gak ke pabrik?? tanya Dastant pada Rayhan.
Rayhan memutar tubuhnya
" gak ' malas!!"
sedangkan Dastant yang sudah siap dengan setelan kerja menepuk pundak adiknya.
" masalah itu di hadapi bukan dihindari!!"
" Aku tidak punya masalah!!" dalih Rayhan.
" masalah hati memang susah Ray, tak nampak tapi bikin nyesek, kalo kangen temui, kodratnya memang pria yang ngejar wanita, bukan justru sebaliknya!!" nasehat Dastant.
" Mas Ant ngomong apa sich! gak jelas banget, udah ahh aku mau ke pabrik, jawab Rayhan dengan menyambar jaket Hoodie nya.
Dastant tersenyum penuh arti menatap punggung sang adik yang kian menjauh.
" kamu pintar untuk urusan pekerjaan, tapi nol untuk masalah asmara Ray!!" gunam Dastant sebelum ikut keluar dari rumahnya.
Rayhan melihat sebuah taksi di depan pabriknya, menyergit saat melihat seseorang yang terlihat dari jendela taksi yang setengah terbuka, Rayhan turun setelah memarkirkan mobilnya di bahu jalan.
Rayhan bergegas menghampiri wanita yang di rasa mirip Tania, meski dalam hati bertanya tumben Tania naik taksi??
Tania sendiri yang mencium wangi parfum familiar segera menoleh, Tania menatap penuh binar Rayhan yang tengah berjalan mendekat .
"Mas Ray??" Tania bertanya dengan senyum mengembang.
Rayhan, melihat Tania yang naik taksi sedikit bingung
" kamu...
Tania langsung menarik tubuh Rayhan kedalam pelukannya, membuat Rayhan terkejut karena dada bidangnya langsung bertubrukan dengan sesuatu yang begitu empuk.
itu membuat Rayhan tercekat seketika, hingga kata-kata yang tadinya ingin Ia ucapkan menguap entah kemana.
beberapa saat setelah Rayhan mulai mendapat kesadarannya langsung melepas rengkuhan Tania, bukan karena Rayhan keberatan tetapi Rayhan menyadari bahwa sopir taksi dan beberapa kariawan paprik nya melihat mereka penuh makna.
" jangan berbuat sesuka hati mu Tania!! ini di depan umum!!" Rayhan mengatakan nya dengan sedikit ketus.
Tania tersenyum.
" Maaf aku hanya baper, efek terlalu rindu!!" balas Tania menaik turunkan alisnya genit.
mendengar itu rasanya Rayhan lupa caranya bernafas, seolah angin berhembus melewati hidungnya tanpa bantuan paru-paru, terlalu sejuk untuk di rasakan, sayangnya Rayhan menepis rasa itu dengan sifat arogannya seperti biasa.
" hubungan kita tak se sepesial itu untuk mu bisa merindukanku begitu saja!!" ketus Rayhan.
" aku tau!!" jawab Tania cuek.
" berhenti berperilaku layaknya wanita murahan Tania!!" ucap Rayhan dengan ekspresi serius, sebenarnya Rayhan hanya takut jika saja Tania berperilaku begini tidak hanya pada dirinya saja, melainkan di setiap teman wanitanya, huuh memikirkan itu Rayhan jadi sesak nafas.
" mungkin aku memang wanita yang seperti itu!!" jawab Tania yang menimbulkan rasa tak nyaman untuk Rayhan.
" bukan urusan ku kamu wanita seperti apa tapi saat bersamaku tolong jaga sikap mu!!'
Tania mengangkat wajahnya, tangan putihnya mengalung di leher Rayhan membuat Rayhan terbelalak
Tania mencium kedua pipi Rayhan dengan tekanan ringan
" maafkan aku , aku janji ini yang terakhir kali, ini sebagai salam perpisahan dari ku!!" Tania berbicara terlebih dahulu, sebelum Rayhan kembali mencecarnya karena tindakannya yang sembrono.
Rayhan yang tadinya akan meneriaki Tania dengan kata-kata pedasnya mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Tania yang berkata tentang ucapan perpisahan.
Tania menatap jam tangannya, jam 8: 15, tidak terasa sudah puluhan menit dirinya berbicara dengan Rayhan, memang ya saat berbicara dengan orang yang kita suka waktu terasa berlalu begitu cepat.
" Mas Ray, aku gak bisa lama, aku harus segera ke bandara, maaf jika selama ini ada sikap ku yang membuat mas Ray kurang nyaman, jujur aku suka sama mas Ray, bertamu dengan mas Ray, aku merasa menjadi wanita sebenarnya, thanks!!" Tania memberikan senyuman terbaiknya untuk Rayhan.
Tania melangkah masuk kedalam taxi meninggalkan Rayhan yang belum mampu membaca situasi.