Novel ini lanjutan dari BU GURU CANTIK UNTUK TUAN MUDA, jadi biar nyambung di harapkan baca kisah RAQILA dulu🙏🙏
Rama Edrik Abraham merupakan putera sulung dari Raffa dan Aqila, saat ini Edrik sedang berada diusia pubernya. Edrik tumbuh menjadi anak yang berbeda, masuk geng motor, urakan, pergaulan bebas, membuat kedua orang tuanya pusing tujuh keliling menghadapi sikap keras Edrik.
Berbeda dengan Kakaknya, Rakka Endro Abraham merupakan anak yang penurut, pendiam, dan lebih kalem.
Kehadiran Alisya Anggun Almira yang merupakan murid baru di sekolah mereka, membuat kehidupan kedua Kakak beradik itu jungkir balik. Wajahnya yang cantik membuat semua orang jatuh cinta kepadanya termasuk Edrik dan Raka.
Siapa yang nantinya akan di pilih oleh Alisya, apakah Edrik pria sombong dan tak terbantahkan? ataukah Raka, pria kalem dan baik hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 ( Wanita Yang Mengagumkan )
🎒
🎒
🎒
🎒
🎒
Tidak terasa ini adalah hari terakhir Ospek, tidak ada bullying, ataupun kekerasan. Ospek kali ini benar-benar sangat seru dan syarat akan makna.
Para senior memberikan arahan dan wejangan mengenai pengalaman mereka dan aturan yang harus semua mahasiswa taati.
"Ok adek-adek, hari ini adalah hari terakhir kita Ospek terima kasih atas semua partisipasinya karena kalian sudah melaksanakan tugas yang diberikan oleh kami, semoga kalian bisa belajar dengan sungguh-sungguh karena di Fakultas Kedokteran tidak ada waktu untuk main-main jadi kalian harus lebih semangat lagi dan selamat datang di keluarga besar Universitas Indonesia," seru Zaki.
Semuanya tampak bahagia dan bertepuk tangan dengan sangat meriah.
"Di Ospek terakhir ini kami hanya ingin lebih mengenal lagi dengan kalian, maka dari itu kami ingin kalian satu persatu maju ke depan memperkenalkan diri kalian masing-masing dan menyampaikan apa tujuan kalian masuk Fakultas kedokteran," seru Zaki.
"Ok, kita mulai dari barisan depan ya. Ayo kamu maju ke depan perkenalkan nama dan tujuan masuk Fakultas Kedokteran," sambung Amar.
Satu persatu mahasiswa baru pun maju ke depan, dan hingga akhirnya sekarang tibalah saatnya giliran Icha yang maju.
"Ayo cantik, kamu maju ke depan sekarang giliran kamu," seru Amar.
Icha pun beranjak dari duduknya dan perlahan melangkahkan kakinya menuju ke depan. Zaki, Amar dan ketiga senior lainnya tampak serius menatap ke arah Icha.
"Selamat siang semuanya, perkenalkan nama aku Alisya Anggun Almira semua orang biasa memanggil aku dengan sebutan Icha. Tujuan aku masuk Fakultas Kedokteran adalah selain cita-cita aku yang ingin menjadi Dokter, aku juga ingin bisa menolong orang-orang yang membutuhkan."
Zaki tampak memperhatikan Icha dengan seksama..
"Aku berasal dari keluarga miskin, Ibuku meninggal disaat aku berusia sepuluh tahun, beliau mengidap penyakit tumor dan beliau meninggal karena tidak ada biaya untuk operasi, tujuan aku ingin menjadi Dokter supaya aku bisa menyembuhkan orang-orang yang aku sayangi dan aku juga punya cita-cita ingin mempunyai klinik khusus untuk orang-orang yang tidak mampu, sekian dan terimakasih."
Prok..prok..prok..
Icha mendapatkan tepukan tangan dari semuanya dan Zaki pun terlihat menyunggingkan senyumannya.
Setelah acara perkenalan dan menyebutkan tujuan mereka masuk Fakultas Kedokteran, para mahasiswa baru pun dipersilakan untuk istirahat dan makan siang.
Kali ini Icha makan siang bareng Rima, teman barunya. Mereka berdua makan dibawah pohon dengan duduk bersila.
"Zak, kita samperin mereka yuk," ajak Amar.
"Mau ngapain?"
"Ya biar lebih kenal aja, ini kan Ospek terakhir kita, ayo buruan."
Amar menarik Zaki dan menghampiri Icha dan Rima yang sedang makan siang.
"Hallo," sapa Amar.
"Hallo Kak."
"Lagi pada makan siang ya?"
"Iya Kak."
Amar dan Zaki pun duduk bergabung dengan mereka walaupun Zaki tampak biasa saja tidak berbicara sedikit pun.
"Kakak-kakak sudah makan siang?" tanya Rima.
"Belum, kenapa mau ngasih kita makanan ya?" sahut Amar dengan percaya dirinya.
"Memang Kakak mau?" tanya Rima.
"Maulah kalau ada."
"Ini Kak, aku punya nasi goreng tapi mungkin sudah dingin kalau mau Kak Amar sama Kak Zaki boleh memakannya," seru Icha.
"Wah, ga apa-apa dingin juga tapi nasi gorengnya wangi bikin perut lapar semakin lapar, sini aku mau makan."
Amar mengambil kotak bekal Icha dan perlahan memasukan satu suapan nasi goreng itu ke mulutnya.
"Hmmm...sumpah ini nasi goreng enak banget, kamu yang bikin sendiri?" tanya Amar dengan mulut penuh makanan.
"Iya Kak."
"Benar-benar ya, sudah cantik pintar masak pula calon istri idaman nih. Zak, kamu coba nasi goreng buatan Icha dijamin lo bakalan ketagihan."
"Tidak terima kasih."
"Ya sudah kalau ga mau."
"Kamu kenapa kasih bekal kamu sama Amar? memangnya kamu tidak lapar?" tanya Zaki dingin.
"Tidak Kak, makan roti saja sudah cukup."
"Oh iya, tumben kamu tidak makan bareng anak-anak Fakultas Bisnis?" tanya Zaki.
"Lagi pengen makan disini saja."
"Mereka teman-teman kamu ya Cha?" tanya Amar.
"Iya Kak, teman SMA aku semuanya."
"Kenapa kamu ga masuk Bisnis juga?" tanya Amar lagi.
"Tadi kan aku sudah bilang kalau cita-cita aku dari kecil ingin menjadi Dokter, nah kalau mereka memang orangtuanya semuanya pengusaha jadi otomatis mereka harus masuk bisnis untuk melanjutkan usaha orangtua mereka."
Amar dan Zaki terlihat manggut-manggut...
***
Waktu pulang pun tiba...
Seperti biasa, Icha pulang bareng Raka. Malam ini Edrik tidak menghubungi Icha dan Icha pun tidur dengan lelapnya karena tubuhnya sudah sangat lelah.
Keesokkan harinya...
Hari ini adalah hari pertama Icha masuk kuliah, Icha sangat bersemangat.
"Ayah Icha berangkat dulu ya."
"Iya Nak, kamu hati-hati ya."
"Oh iya Yah, nanti pulang kuliah Icha langsung ke Caffe ya soalnya sudah tiga hari Icha cuti kerja jadi nanti siang Icha mulai kerja lagi, ga enak kalau lama cuti."
"Iya."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Icha mencium punggung tangan Ayah Bayu dan kemudian segera berangkat menggunakan ojeg online yang sudah dia pesan sebelumnya.
Sesampainya di kampus, teman-temannya sudah menunggu.
"Icha..." teriak Riana.
"Hai semuanya."
"Ciee..ciee..sudah jadi mahasiswa nih," goda Riana.
"Memangnya lo enggak."
"Icha..." teriak seseorang dan dengan senangnya menghampiri Icha.
"Hai Rima, oh iya guys kenalkan ini Rima teman baru gue."
Rima pun berkenalan dengan semuanya, tapi pandangan Rima tidak lepas kepada Raka pria bule yang tampan.
"Ini cowok tampan banget, mana wajahnya bule lagi," batin Rima.
"Ya sudah guys, kalau begitu kita masuk duluan ya," seru Icha.
"Ok bye."
Mereka pun berpisah...
"Cha, teman-teman kamu tampan-tampan ya apalagi yang namanya Raka sudah tampan, wajahnya bule lagi."
"Kenapa, kamu suka sama Raka?"
"Memangnya Raka belum punya cewek?"
"Belum."
"Wah serius Cha? mau dong aku kenal lebih dekat lagi sama Raka."
"Boleh, nanti aku ajak kamu kalau kita lagi nongkrong ya."
"Beneran? janji ya, awas kalau bohong."
"Iya..iya..bawel."
Icha pun sangat bersemangat mengikuti mata pelajaran yang diberikan. Hingga akhirnya waktu pulang pun tiba, Icha harus cepat-cepat ke Caffe. Icha mengambil kuliah pagi, supaya siangnya bisa bekerja di Caffe.
"Rim, aku pulang duluan ya."
"Iya, hati-hati."
Icha cepat-cepat menuju luar kampus karena ojeg online yang dipesannya sudah menunggu.
"Cha, mau kemana? ayo gue anter pulang," seru Raka.
"Ga usah Rak, gue sudah pesan ojeg online ga enak nyusahin lo terus lagipula gue mau ke Caffe. Ya sudah, gue duluan ya bye.."
Icha pun segera pergi menggunakan ojeg online itu menuju Caffe tempat dia bekerja. Sesampainya di Caffe, Icha segera mengganti pakaiannya dan memulai bekerja.
"Zak, kita mampir dulu yuk di Caffe itu aku lapar," seru Amar.
"Ok."
Zaki pun menghentikan mobilnya di Caffe tempat Icha bekerja.
"Selamat siang, silakan mau pesan apa?" seru Icha dengan ramahnya.
"Icha? ngapain kamu disini?" tanya Zaki.
"Kakak tidak lihat aku pakai seragam pelayan, itu tandanya aku kerja disini," sahut Icha.
"Wah hebat kamu Cha, kuliah sambil kerja," seru Amar.
"Aku sudah lama kerja disini Kak, sudah semenjak SMA."
"Serius Cha?"
Icha menganggukkan kepalanya...
Amar dan Zaki pun memesan makanannya.
"Baik, sebentar ya aku ambilkan dulu pesanan Kakak."
Icha pun pergi meninggalkan keduanya..
"Sumpah, tuh cewek hebat banget mana dia ga punya rasa malu lagi. Disaat semua cewek pada sibuk ngurusin penampilan, Icha malah kerja keras untuk membiayai kuliahnya, salut aku sama Icha," sahut Amar.
"Sungguh wanita yang sangat mengagumkan," batin Zaki.
Tidak lama kemudian..
"Ini pesenan Kak Amar dan Kak Zaki, selamat menikmati."
"Terima kasih Cha."
"Sama-sama Kak."
Selama makan siang, Zaki terlihat curi-curi pandang kepada Icha yang saat ini sedang sibuk melayani pelanggan.
"Woi, jangan dilihatin terus nanti jatuh cinta loh," goda Amar.
"Apaan sih kamu, ngaco deh."
Setelah selesai makan siang, kedua pria tampan itu akhirnya pergi dari Caffe.
Waktu berjalan dengan cepat, saat ini jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam dan Icha pun sudah siap-siap untuk pulang.
Icha berdiri dipinggir jalan, menunggu ojeg online yang dipesannya tapi tiba-tiba seorang preman mengambil tas selempang yang dipakai oleh Icha.
"Copet...copet..." teriak Icha sembari mengejar copet itu.
Si copet terus saja berlari dengan melihat ke arah belakang karena Icha terus mengejarnya, tidak disangka didepannya ada seseorang yang dengan sengaja membuka pintu mobilnya dengan sangat kencang.
Bruuukkkk...
Si copet seketika terjungkal, dari dalam mobil itu keluar pria dan dengan cepat memukul si copet.
"Ampun Mas ampun..."
"Pergi sekarang juga atau aku akan laorkan kamu ke Polisi."
"Iya Mas, maaf."
Si copet pun langsung kabur...
"Ini tas kamu."
"Kak Zaki, terima kasih Kak."
"Kamu mau pulang?"
"Iya Kak."
"Ya sudah, ayo aku antar kamu pulang."
"Ah tidak usah Kak, aku bisa naik ojeg online."
Zaki menarik tangan Icha dan membawa Icha masuk ke dalam mobilnya.
"Sudah malam, mana tega aku biarkan kamu pulang sendirian. Lagipula kamu tidak usah takut, aku ga bakalan ngapa-ngapain kamu kok."
Icha hanya diam saja, akhirnya Zaki pun mulai melajukan mobilnya. Sementara itu, dari kejauhan seseorang tampak tersenyum karena berhasil mengambil foto Icha dan Zaki.
"Awas lo Cha, gue pastikan Edrik bakalan benci sama lo," gumam seseorang itu dengan senyumannya.
🎒
🎒
🎒
🎒
🎒
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU