Di malam pertunangan Daniel dan Moza, Tiara kehilangan kesuciannya. Kehormatan Tiara direnggut oleh Daniel calon kakak iparnya sendiri.
Sejak malam itu Daniel tidak mau melepaskan Tiara malah memaksa Tiara untuk menjadi istri simpanannya. Tidak ada cinta atau kehamilan, Daniel hanya menginginkan tubuh Tiara semata.
Apa yang terjadi kalau akhirnya Tiara hamil?
Tamat perseason.
1-55 Daniel dan Tiara
Diko dan Laura
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antara Cinta Dan Nafsu
"Aku nggak mau ikut!" tolak Tiara, enak saja setelah meresapi bibir wanita lain, bahkan di depannya Daniel masih punya muka muncul di hadapannya sudah pasti jika ia ikut tidak lain tidak bukan ujung-ujungnya pasti mereka akan berakhir di atas ranjang, Tiara sudah hapal gelagat kucing garong ini.
"Memangnya kau punya hak untuk menolak?" Muka sombongnya muncul lagi, ia memerhatikan sekujur tubuh Tiara. "Apa kau tidak punya pakaian yang lebih pantas dari ini?"
Apa-apaan wanita ini, berani sekali menampakkan kulit putihnya di tempat keramaian.
Tiara mengibaskan rambutnya. "Memangnya apa yang salah, ini pakaian pantai masa kini!"
"Kau mau jadi pusat perhatian setiap laki-laki yang ada di sini?" Daniel menolak bahu Tiara. "Kau masih milikku cuma aku yang bisa melihat lekuk tubuhmu yang jelek ini!"
Tiara berkacak pinggang. "Pikiran mereka nggak semesum pikiranmu! Cuma kau yang nggak bisa mengontrol nafsumu itu!"
Daniel tersenyum mesum. "Aku cuma bernafsu sama satu wanita dan cuma dirimu yang bisa aku permainkan jadi jangan buang-buang waktu karena aku ingin segera menyalurkannya."
Daniel mengedipkan mata, ntahlah ia suka sekali menggoda Tiara, benang kusut yang menyumpal pikirannya sedikit berkurang jika ada Tiara di depannya.
"Dasar kau, setelah kau menyentuh kakakku, kau pun menghancurkan hidupku, lalu Regina dan ntah berapa banyak wanita yang sudah kau tiduri," cibir Tiara.
Daniel semakin tertawa. "Aku tidak pernah menyentuh kakakmu, tidak juga meniduri wanita bodoh lainnya, cuma kau saja yang bersedia menyerahkan diri dan aku tidak berciuman dengan Regina."
"Apa kau pikir aku buta! Sudah jelas kau dan Regina---
Daniel tidak mengijinkan Tiara menyelesaikan bicaranya, sebab ia sudah menyatukan bibir mereka, meresapi setiap rongga mulut Tiara tanpa bisa Tiara menolaknya.
"Ini yang disebut ciuman," ucap Daniel setelah melepaskan tautan bibir tersebut.
"Bukannya itu Daniel? Tapi perempuan itu bukan tunangannya." Terdengar bisik-bisik di belakang Tiara.
Tiara menyembunyikan wajahnya di dada Daniel. "Ada orang yang lihat kita," ucap Tiara lirih, ia tidak berani menoleh kemanapun khawatir jikaorang melihat wajahnya.
"Biarkan saja." Daniel membuka kemeja hitam yang ia pakai lalu menyembunyikan wajah Tiara sepanjang jalan meninggalkan pantai.
Tiara tidak punya pilihan lain selain mengikuti Daniel, ia tidak pernah mengira Daniel akan menciumnya di tempat umum dengan status sebagai tunangan Moza. Apa yang terjadi jika orang-orang melihat wajahnya.
Sedangkan Daniel, rasa lapar yang tadi menyerang perutnya menjadi tidak terasa setelah mencium dan merangkul Tiara sampai masuk ke dalam mobil, kini matanya tertuju pada dada Tiara yang naik turun sebab wanita itu masih menetralkan pernapasannya.
"Ma-mau apa?" Tiara menyilangkan tangan di depan dada, ia belum sepenuhnya memaafkan Daniel, tetapi gelagat yang ditunjukkan laki-laki ini hampir tidak mampu ia lawan.
"Kau ... aku mau kau sekarang!" Daniel menghadap Tiara dan mendekatkan wajah mereka, ia sudah tidak bisa lagi menahan nafsunya.
"Daniel, jangan sekarang." Tiara berpaling muka. "Kau tidak mau punya anak, tapi kenapa selalu menyerangku?" Suara Tiara terdengar lirih. "Akhiri semua sebelum terlambat."
Daniel tidak mau mendengar alasan Tiara, ia mengangkat tubuh Tiara dan mendudukkan Tiara di pangkuannya.
"Kau bilang mau mengakhirinya? Kau pikir setelah berpisah dariku kau bisa kembali lagi sama Diko, itu?" Wajah Daniel sudah kembali datar, namun nafsunya semakin melambung tinggi.
"Kau tau ... aku bisa mencekik lehermu. Kau yang buat aku nggak pantas untuk kak Diko." Tiara memegang leher Daniel.
Daniel mencium Tiara dengan kasar. "Aku muak mendengar mulutmu selalu manis saat menyebut namanya, kau panggil dia kak Diko?" Daniel menaikkan intonasi suaranya.
"Kenapa marah tapi menciumku?" Tiara mengusap bibirnya.
"Jangan sebut nama laki-laki lain saat berdua denganku, atau aku bisa melakukan lebih dari ini." Tangan Daniel sudah menjalar ke mana-mana bahkan menyusup di balik kain yang menutupi badan Tiara.
"Ja-jangan di sini." Tiara khawatir Daniel akan merobek paksa bajunya seperti waktu itu. Tiara memaksa Daniel untuk melepaskannya dan kembali duduk di tempat semula.
'Kenapa aku selalu bernafsu jika dekat denganmu?' batin Daniel, ia mulai mengemudikan mobilnya, namun kini tujuannya sudah berubah, tidak lagi ingin makan siang melainkan ingin memakan Tiara hingga ia mencari hotel terdekat untuk menuntaskan hasratnya.
Di tempat lain, tepatnya di Villa yang sudah lama tidak berpenghuni, seorang laki-laki duduk di kursi berbahan kayu dengan tangan dan kaki yang terikat tali, sementara matanya tertutup dan mulutnya disumpal kain warna hitam.
"Kenapa kalian belum melepaskan dia?" Andre membuka pintu gudang tempat Wira mengurung Toni.
"Belum dapat ijin dari Daniel, karena dia belum puas menghajarnya!" seru Wira sembari menyesap sebatang rokok.
"Dia bisa mati di tangan Daniel." Andre menarik sumpalan kain di mulut Toni.
"Lepaskan aku! Tolong lepaskan aku!" teriak Toni. "Aku udah bilang kalau Moza nggak salah, aku yang dulu berkhianat karena selingkuh sama Sasa, tolong lepaskan aku!"
Toni tidak pernah menyangka kalau Daniel akan menangkapnya, dulu setelah kecelakaan itu Toni memilih mengasingkan diri ke Bali, memutus hubungan dengan semua orang yang berhubungan dengan Sasa da Moza.
"Kenapa kau berani cari masalah dengan Daniel? Apa yang belum kau ceritakan?" Andre melepaskan kain penutup mata itu.
Toni mengerjapkan mata. "Semua sudah aku ceritakan, sumpah," ucap Toni setengah putus asa, sebab sudah seharian dia dikurung dengan memar di wajah yang ia dapatkan dari Daniel.
Andre melihat Wira dengan kening yang mengkerut. "Semua yang mana? Apa ada yang aku lewatkan?"
Wira mengangkat bahu. "Kau pun akan sama seperti Daniel, tidak tau harus melakukan apa, sebaiknya bujuk Daniel supaya dia melepaskan Tiara, kalau tidak perempuan itu bisa semakin membencinya nanti," jawab Wira.
"Kenapa?" Daniel kembali melihat Toni. "Ceritakan yang belum aku ketahui!"
Toni tampak berpikir dan mengamati wajah Andre, sebelumnya ketika ia bicara jujur, Daniel menghajarnya sekarang apa Andre juga akan menghabisinya di sini?
"Aku inging menikmati harta Sasa, makanya aku diam-diam selingkuh sama dia, tapi hati ini masih cinta sama Moza, sampai akhirnya aku merayu moza untuk kembali lagi seperti dulu, tapi Moza menolak sampai aku memaksa dan hampir memerkosa dia, tapi Sasa datang dan mengira kalau Moza berusaha merebutku darinya!"
Pukulan keras kembali dilayangkan Andre di wajah Toni. "Brengs*k! Karena ulahmu semua jadi kacau! Kau membuat kami membenci dan menghancurkan hidup orang lain bangs*t!" teriakannya menggema di ruangan itu.
Toni terbatuk dan kembali terbata. "Ak-aku minta maaf, ijinkan aku ketemu dan bicara sama Moza."
Andre menendang kursi hingga membuat tubuh Toni tersungkur di tempatnya. "Jangan berani lagi muncul di hadapan Moza, atau aku sendiri yang akan menghabisimu!" bentak Andre.
***
🤔"Lah thor, kok Tiara mau aja?"
😬"Kalau mau hamil kan harus diproses dulu."
😔"Jangan rumit-rumit amat, thor!"
😅" Iya, kita selesaikan satu persatu, ya!"
💪"Cuz, ketik thor!"
🤗"Maunya begitu, oke gas ken hihihi timikchi lope-lope."
🙄"Tunggu dulu, thor jangan kabur, nego sampek 100 bab ya!"
😎"Aku harus bersemedi, biar dapat ilham untuk tetap di sini dan dapat ide nulis yang cemerlang."
😆"Ilham anaknya pak Mahli?"
😂"Itu nama cuma dibalik? ILHAM jadi MAHLI?"
😒"Serah thor, sono bersemedi!"
😳"Ngambek? Boleh ... tapi jan lupa jemplin. Timikichi lagi hahaha"
semangat teroos kaa,,karena bagi aq skalipun ada kemiripan dengan novel yg lain nya aq akan tetap stay..asalkan cerita nya seru, alur nya bagus dn minim typo plus g ada kata2 ato kalimat2 yg rancu...💪💪
I like it...
😍😍😍😍😍👍