Aku tidak menduga, Suami yang aku cintai selama ini ternyata bermain gila di belakang ku,
Rumah tangga ku yang kubangun dengan kokoh, harus hancur karena datangnya orang ke tiga dalam rumah tangga ku,
Dia berhasil merebut suami ku,
dan sampai dengan tega nya dia juga membuat ku harus berpisah,
penceraian yang tidak pernah aku fikirkan, tapi sekarang aku harus menerimanya.
Dan sayangnya..
Di saat aku ikhlas berdamai dengan keadaan, mencoba melepas semuanya, memulai hidup yang baru,
Cobaan datang kembali saat aku mengetahui aku hamil anak dari suamiku.
Haruskah aku menggugurkannya..???
Atau harus menerima semua ini dan melupakannya lagi..???
TIDAKKKK...!!!!
Aku bukan tuhan yang mempunyai sabar yang tinggi..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuQi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Davis masih terduduk di ruangannya setelah cerry pergi, dia sedang membolak balikkan data cerry yang Leo kirimkan dulu sekarang sudah di print,
entah kenapa Davis merasa iba dengan kisah hidup cerry dan hatinya sedikit bergetar berniat untuk membantunya, Tanpa Davis sadari juga kenapa dia mau membantu cerry yang sangat dia benci itu.
Davis menelfon seseorang.. "Leo, tolong kau hapuskan nama cerry dari block hitam perusahaan," perintah Davis tiba tiba
"Baik tuan, ada lagi..??" tanya Leo, sebagai sekertaris dan orang kepercayaan Davis, Leo harus siap setiap saat saat Davis membutuhkannya, terkadang dia lebih mementingkan Davis dari pada dirinya sendiri apa lagi soal percintaan, tidak jarang gosip miring Leo dan Davis sepasang kekasih sering terdengar ditelinga pegawai kantor,
Davis mengingat wajah cerry lagi saat pertama bertemu, wajah yang cantik dan tidak terlihat pernah menikah, apa lagi melihat dia yang sangat menyayangi maudi, dengan senyum tipis Davis berucap "Dasar keras kepala,"
Davis mengingat cerry yang terakhir keluar dari ruangannya tadi, saat marah cerry sangat menggemaskan Dimata Davis,
"Kenapa aku memikirkan wanita itu," ucap Davis lagi yang sadar dari lamunannya,
"Ah.. aku pasti sudah tertular penyakit Leo yang selalu membicarakan wanita itu terus menerus tanpa berhenti, sepertinya aku harus memberi cuti untuk Leo besok,"
Davis langsung keluar dari ruang kerjanya, dia lalu langsung menuju kamar maudi untuk melihat anaknya,
Saat memasuki kamar maudi, yang tercium pertama kali adalah wangi parfum cerry yang manis seperti vanila, wangi ini cocok untuk cerry wanita yang lembut, dan cengeng, fikir Davis.
Davis langsung sadar lagi dengan ketertarikannya kepada cerry, lalu buru buru menutup kamar maudi agar tidak mengingat cerry lagi,
"Ada apa denganku, apa wanita itu hantu, setiap hari selalu mengelilingi otak ku," ucap Davis kesal lalu pergi dari depan kamar maudi
Davis lalu masuk ke kamarnya dan menuju kamar mandi untuk mandi air dingin agar otaknya bisa lepas dari fikiran tentang cerry.
Setelah dirasa cukup Davis mandi, dia langsung keluar kamar mandi dengan hanya selembar handuk yang menutupi sebagian pinggangnya saja.
handphone Davis berbunyi, terdapat panggilan dari Leo, Davis langsung mengangkatnya.
"Katakan..!!, kalo tidak ada hal penting yang mau dibicarakan lebih baik jangan menelfon saya, tidak ada kerjaan kamu menggangguku di jam segini," kata Davis dengan nada kesal
Leo langsung menelan ludahnya pelan saat mendengat ucapan Davis,
"Dia tadi tidak melihat jam berapa dia menelfonku, kalo bukan karena nona cerry saya juga tidak mau menelfon mu," ucap Leo dalam hati lalu berusaha tenang menjawab Davis
"Tuan, saya melihat mobil nona cerry dengan kecepatan tinggi sedang menuju pinggiran kota,"
Davis berfikir sejenak, "buat apa cerry jam 4 pagi diluar,"
"Leo, kalo cuma itu yang mau kamu bicarakan lebih baik tidak usah menelfonku lagi, lagi pula itu urusan dia, kalo kamu penasaran lebih baik kamu ikuti dia, tidak usah menelfon saya," kata Davis sedikit kesal lalu mematikan telfon dari leo
Leo yang mendengar Davis kesal sedikit tersenyum,
"Tuan Davis, saya tau kamu khawatir, tidak usah menyuruh ku mengikuti nona cerry, tidak disuruh juga saya pasti mengikuti nona cerry, walau bagi anda nona cerry teledor, tapi dia bisa buat nona kecil maudi nyaman, jadi tidak akan saya membuat nona maudi kecil sedih lagi," kata Leo melihat panggilan handphone yang Davis matikan,
lalu Leo menelfon seseorang lagi,
"Tolong kamu lacak mobil plat C.33.RI yang sudah aku kirimkan kepadamu sekarang, dan kirimkan segera kehandpone saya setelah itu, saya kasih waktu 5 menit," perintah Leo.
Setelah mendapat jawaban dari yang Leo telfon, dia lalu melajukan mobilnya menuju kemana cerry pergi tadi.