NovelToon NovelToon
Berondong Tante Elsa

Berondong Tante Elsa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Berondong / Tamat
Popularitas:138.1k
Nilai: 5
Nama Author: evey rachmawathy

Adit seorang pemuda yang miskin, di asuh oleh tantenya yang bernama Desi, tantenya itu begitu kejam dan tidak berperikemanusiaan selalu menyiksa pemuda itu.

Pemuda itu di jual oleh Tante Desi kepada seorang reinternir yang bernama Tante Elsa, dia reinternir yang kejam, tetapi kekejaman itu tidak berlangsung lama ketika Adit bersamanya. Ada sisi baik Tante Elsa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon evey rachmawathy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Tante Elsa yang terus duduk di samping ranjang om Herman dia terus mengusap air mata yang selalu jatuh di pipinya dia teringat dahulu masa mudanya yang penuh dengan kasih sayang Herman sambil memegang tangan kanan om Herman.

"Ingat tidak sayang, kita pernah makan bakso waktu kita masih SMA, klo dah sadar besok kita ke sana ya sayang,"cerita Tante Elsa kepada om Herman walaupun om Herman belum sadar.

Tak terasa sudah satu Minggu tetapi Herman masih saja tertidur dan Mea, Tante Elsa Adit serta Endra masih menungguinya dengan harapan pria itu membuka matanya.

*****

Di dimensi lain Herman berdiri di tempat yang tidak dia kenali. Tempat itu adalah lorong yang membatasi dua alam, dan dia berada di tengahnya. Pria itu mematung, dia bingung hendak melangkah ke mana ?

"Herman!"

Tiba-tiba ada suara yang tidak ia kenali terdengar dari kejauhan. Tubuh Herman menjadi kaku, suara siapakah ini? Ia melihat sekeliling tempat yang gelap itu. Hingga cahaya datang dari kejauhan yang menyalakan matanya. Dari cahaya itu samar-samar terlihat sosok cerah.

Mata Herman terbelalak seketika saat wajah pria itu terekspos dengan jelas, pria itu mempunyai wajah yang tampan, tinggi besar. Namun, yang membuat dia terkejut adalah dia dan pria itu mempunyai kemiripan wajah terutama di bagian mata dan garis senyum.

"Herman, kemarilah! Ayo ikut denganku!"pinta pria itu sambil mengulurkan tangannya.

Sesaat, Herman tersadar itu artinya dia meninggalkan dunia nyata, ya dunia nyata.

Herman, ayo ke sin! Kemarilah... Apa engkau tidak mau menemaniku?"ucap pria itu sekali lagi.

Herman menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia berbalik arah dan berusah ia berlari menuju pintu kehidupan di mana ia tinggal. ketika tinggal tiga langkah menuju pintu kehidupan langkah kakinya terhenti. Ia kembali berbalik dan masih melihat pria itu menatap penuh sesal.

"Aku menunggumu kembali di sisiku,"ucap pria itu lalu dia menghilang di telan cahaya.

Saat ini, tinggal tiga langkah Herman menuju pintu gerbang dunia nyata. Sementara di belakangnya pintu dunia selanjutnya terbuka lebar.

Seperti Tuhan memberinya dua pilihan yang sulit. memberinya sebuah kematian dan juga memberi kesempatan untuk bertahan hidup.

"Sayang jangan tinggalkan aku...."

Suara isak tangis wanita yang dia kenal mengema di telinganya. Seketika dunia gelap langsung tertutup oleh cahaya.

Saat itu menunjukan pukul sepuluh pagi, Tante Elsa akhirnya terlelap setelah semalam berjaga dan berdoa untuk kekasihnya itu. Ia tertidur sambil terus menggenggam tangan Herman tanpa mau melepasnya.

Ujung jari om Herman bergerak

Gelap

Terang

Gelap

Terang

Kelopak matanya terbuka secara bertahap dan langsung menatap langit-langit ruangan Herman terperangah melihat tubuhnya yang penuh dengan peralatan medis. Monitor detk jantung, selang infus dan selang oksigen.

"Aku kembali ke dunia nyata?"tanya Herman

Pandangan masih ragu-ragu perlahan beralih ke sisi tempat tidur, ia melihat wanita yang di cintai ya tertidur dan membaringkan kepalanya di sisi kanan tubuhnya.

Pria itu mengangkat pelan tangan kanannya untuk mengusap rambut Tante Elsa. senyum haru terlintas di sudut mulutnya. Dengan susah payah dia menepuk bahu wanita itu.

"Sa--sayang ... "ucapannya tak jelas karena masih kesulitan untuk berbicara.

Dalam sekejap Tante Elsa terbangun. Ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah om Herman yang pucat telah membuka matanya.

"Sayang ... kamu sudah sadar?"ia membungkuk lalu memegang tangan Herman yang masih lemah.

Tak ada kata yang bisa keluar ketika tahu kekasihnya itu sudah sadar, antara bahagia, senang dan hati meluap-luap, Tante Elsa hanya bisa memeluk pria yang sekarang menjadi calon suaminya nanti.

Tante Elsa pun menunjukkan cincin yang di berikan oleh om Herman dan di ikuti anggukan kebahagiaan dari pria itu lalu di peluknya lah wanita yang mengisi ruang hatinya.

"Aku akan panggil dokter dulu!"pinta Tante Elsa seraya memanggil dengan alat yang ada di atas kepala om Herman.

Dokter pun masuk ke ruang rawat om Herman, dokter sangat terkejut dan senang pria itu telah sadar kembali lalu dia itu memeriksa dengan teleskop untuk memeriksa jantung dan napasnya.

Adit, Mea dan Endra mendengar berita itu sangat bahagia dan segera mereka bergegas pergi ke rumah sakit untuk menengok om Herman.

Siang itu om herman hanya di temani oleh Adit, saat itu dia bercerita tentang tantenya itu bahwa wanita itu sangat suka makan pedas serta panas padahal dia mempunyai riwayat sakit lambung tetapi dasar orang sudah suka di larang tetap saja makan makanan itu.

Pria itu lalu bercerita tentang Amelia anak asuhnya kalau dia lulus gadis itu akan melanjutkan studi di London dan akan menetap di sana untuk meneruskan perusahaan om Herman.

Om Herman terus berbicara tentang Tante Elsa yang membuat Adit semakin gelisah ada apa sebenarnya dengan tunangan tantenya itu lalu ingin memanggil dokter tapi di larang oleh pria itu.

Setelah berbicara banyak, jantung om Herman mulai tidak stabil dengan melihat di layar monitor pria itu mengalami sesak napas yang amat sangat menyakitkan, seketika Adit mulai panik lalu segera memanggil dokter lewat bel yang berada di atas kepala om Herman.

Dokter yang di panggil tidak kunjung datang akhirnya pemuda itu keluar dan berlari mencari dokter jaga dengan menuju ruang administrasi.

"Dok, tolong om Herman!"pinta Adit di ruang adminitrasi.

"Ada apa sebenarnya? Bukankah dia baik-,baik' saja waktu saya periksa?"tanya dokter kepada Adit sambil berjalan cepat yang di ikuti oleh perawat di belakangnya.

"Iya, tadi juga masih berbicara sama saya, tiba-tiba saja napas tersengal-sengal,"balas Adit yang panik saat itu.

Dokter pun sampai di ruang inap om Herma, dokter itu melihat tubuh pria itu masih banyak peralatan yang menempel, dia melihat detak jantung sudah tidak beraturan lalu dokter meminta Adit keluar agar tidak menganggu dalam menangani pasien.

Dokter pun menyuruh perawat untuk mengambil alat kejut jantung bila nanti di perlukan dengan sigap dokter itu menangani om Herman sedangkan Adit mondar-mandir di depan pintu, dia gelisah bila terjadi apa-apa terhadap calon omnya itu.

Saat itu juga Tante Elsa, Endra dan Mea pun datang setelah mereka makan siang, mereka bingung karena Adit mondar-mandir di luar.

"Ada apa,dit?"tanya Tante Elsa yang khawatir

" Om – om Herman Tan,"jawabnya sedih

"Kenapa Herman?"tanya Tante Elsa lagi seraya menggoncang tubuh Adit dan menangis.

Dokter yang berada di dalam memompa tubuh om Herman dengan tangan tetapi pria tersebut nampaknya sudah menyerah dan di layar monitor bergaris lurus, tetapi dokter belum mau menyerah dia memberikan kejut jantung tapi Tuhan berkata lain.

1
Nggenk Topan
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KLO BISA BUAT SEASON 2 NYA THOR.
Sulaiman Efendy
BAGUSNYA BUAT ADIT NIKAH MA TANTE ELSA, ENDRA NIKAH MA MEA... OM HERMAN SAMA TANTE INDAH ATAU BU GURU JANDA YG DITOLONG ADIT.

CERITANYA GANTUNG...
Sulaiman Efendy
NANGGUNG TAMATNYA, GK DIJELASIN HUBUNGAN ADIT & TANTE ELSA KDEPANNYA..
Sulaiman Efendy
KLO ADIT NIKAH SAMA TANTE ELSA, SEPERTI BAGINDA RASULULLAH YG MNIKAHI SAYIDATUL SITI KHADIJAH, BAGINDA RASULULLAH USIA 25, SAYIDATUL SITI KHADIJAH USIA 40..., MNIKAHI WANITA YG USIANYA LBH TUA ITU SANGAT INDAH..
(PENGALAMAN PRIBADIKU🥰🥰🥰)
Sulaiman Efendy
UMUR ADIT BLM CUKUP UMUR BUAT NIKAH, TPI KLO BUAT KAWIN UDH BISA, ASAL JUNIORNYA UDH LYAK PAKE ALIAS UKURANNYA UDH BSA MUSASIN TANTE.. 😅😅😅😅
MAKANYA SAYANG SEKALI OTHOR BUAT UMUR ADIT 15 TH..
Sulaiman Efendy
AKU JUGA MAU TANTE BELI..🤭🤭🤭🤭🤭

HARUS OTHOR JGN KASIH UMUR ADIT 15 THN, MINIMAL 17 ATAU 18 THN, MSIH RELEVAN LH, KLO 15 MSH KECIL BANGET..
choi yongah
mantap👍👍👍👍
Angelia Comel
adit kok lembek gitu ya
yohanna maria
ok
Herdian Rudiyanto
lanjut....
Dicky Hana
nge flat maaf kurang sip jangan tersinggung
Paputungan Suryadin
👍👍👍bagus bagus bagus
Paputungan Suryadin
👍👍👍bagus bagus bagus
Paputungan Suryadin
👍👍👍
Adhi Gumay
manta
SUTANTRA NAJI ARISARIZQI
apa om herman ayah kandungnya Adit?
Komang Sumerta
lambat ya
XXX$
ending yang menyenangkan GK ada kek aditnikah gitu
Topan Ajja
gda lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!