Arsy adalah putri dari seorang Dokter, ia memiliki seorang pria idamannya, bahkan ia menyukai dalam diam selama 3 tahun lamanya,mereka saling mencintai,ketika Arsy mendapat pernyataan cinta dari pria itu, justru itu menjadi hari terakhir bagi si pria, tak selang beberapa saat, ayahnya juga meninggalkannya dan pada waktu yang sama, Arsy menerima lamaran dari sahabat ayahnya yang belum ia kenali, kecuali hanya nama 'Zaki' yang ia tau.
bagaimana kah kelanjutan ceritanya ? Yuk, simak cerita nya 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silver green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perpus.
" Jadi, jika hanya kita berdua ??" tanya pak Pran iseng.
Arsy terkejut dan spontah menjawab " tidak pak, saya langsung pulang saja !!" seru Arsy dan berbalik.
Pak Pran langsung menarik tangan kecil itu untuk berbalik ke arahnya,Arsy spontan melepas tangannya.
" Maaf , saya tidak bermaksud menyentuhmu karena maksud yang aneh-aneh " tutur pak Pran merasa bersalah.
Arsy hanya terdiam dan menundukkan pandangannya.
"Sebenarnya saya juga ingin membicarakan soal Merry,sekalian saja sambil bantu saya " jelas pak Pran lagi,ia hanya takut jika anak di depannya berfikiran aneh-aneh soal dia dan Merry,ia juga tak ingin anak di depannya selalu merasa takut dan di hantui oleh kejadian sebelumnya.
" Saya tidak akan macam-macam ataupun menggangumu" lanjut pak Pran yang melihat ekspresi khawatir di wajah Arsy.
" Baiklah pak " jawab Arsy yang sudah sedikit tenang perasaannya.
'Kenapa rasanya seperti meyakinkan seorang pacar bahwa aku tak selingkuh' batin Pran mengelap wajahnya dengan satu tangan.
Mereka berjalan ke arah sebuah perpustakaan sembari mengobrol ringan.
" Jadi nama kamu Arsy ??" tanya pak Pran memastikan walaupun ia sudah tau nama anak muridnya itu.
" Iya pak,nama saya Asry" jawab Arsy singkat mengulang pertanyaan Pran.
" Jurusan akper ??" tanya Pran lagi.
" Iya pak " jawab Arsy yang masih terkesan dingin.
Sesampainya di depan pintu perpus.
" Suka baca buku ??" tanya pak Pran sembari membuka pintu itu dengan kunci yang ada ditangannya.
" Sedikit pak, saya lebih suka baca buku novel dari pada buku pelajaran" jawab Arsy jujur.
" Benarkah ??, ah kenapa saya merasa tersinggung ya,ketika mendengar jawaban dari Arsy" gurau pak Pran.
" Ah..tidak pak maksud saya, saya juga suka baca buku pelajaran,tapi juga suka baca buku novel, eh.. maksudnya bukan begitu pak...." jawab Arsy panik.
" Ppfft... " suara Pran tiba-tiba menghentikan pembicaraan Arsy.
Arsy meliht ke arah pak pran.
" Kamu lucu ya ??" kata pak Pran.
'Ternyata pak Pran kalau lagi senyum,memang terlihat menawan,bahkan senyumannya seakan akan menyihir bagi yang melihat,pantas saja banyak dari mahasiswi yang tergila-gila dengan pak pran ' batin Arsy.
" Sampai kapan mau lihatin saya terus ??" lirik pak Pran.
" AstaghfiruLLAH !! " sadar Arsy 'Arsy,kamu harus bisa jaga pandangan,kamu sudah punya suami' batin Arsy.
"Bantu saya letakkan buku-buku ini disana ya,sesuai dengan nomor yang ada di sudut bukunya" pinta pak Pran.
" Baik pak " jawab Arsy canggung.
Pran berjalan ke arah jendela dan membuka semua jendela dan pintu,ia berjaga-jaga supaya tak ada berita miring tentangnya.
Setelah itu,Pran juga membantu Arsy menyusun buku-buku itu,sembari ngobrol ringan dengannya untuk menghilangkan rasa canggung pada muridnya itu.
Selesainya menyusun buku.
" Mau pulang bareng,kebetulan saya juga bekerja di RS Riyadi ??" tawar Pran.
" Benar kah ??" tanya Arsy yang baru menyadari jika gurunya itu juga Dokter di RS milik ayahnya.
" Iya,bukankah kamu tadi bilang kalau rumahmu di dalam RS ??" tanya Pran memastikan.
" Iya pak... apa bapak ingin ke RS juga ??" tanya Arsy setelah menjawab pertanyaan gurunya.
" Iya,kebetulan juga saya ingin menemui seseorang " jawab Pran.
" Terimakasih atas tawarannya pak,saya akan mencari taxi saja" tolak Arsy sopan.
" Barengan sama saya saja ,sekalian kita cari makan siang,sebagai tanda terimakasih saya" ajak Pran.
" Tidak usah pak,saya bantu bapak ikhlas,lagian saya juga tak ada kegiatan hari ini " kata Arsy,karena merasa sungkan terhadap gurunya itu,ia juga takut akan tersebar gosip miring tentangnya.
" Kalau tidak hari ini,bisakah di hari lain ??" tanya pran.
Arsy tampak berfikir sejenak,ia hanya ingin menyudahi pembicaraannya,ia tak ingin jika Merry mengetahui.
"Saya kan belum menceritakan perihal Merry" kata Pran yang ingin meyakinkan Arsy.
' ting !!'
Pesan masuk dari 'no baru'
"Baiklah pak,tapi saya boleh mengajak teman saya tidak pak ??" tanya Arsy.
' Jadi dia masih khawatir' batin Pran.
"Baiklah pak,tapi saya boleh mengajak teman saya tidak pak ??" tanya Arsy.
'Hmm... dia khawatir karena berita miring kah ?' batin Pran.
" Baiklah, itu lebih baik " jawab Pran.
" Kalau begitu saya langsung pamit pulang pak " pamit Arsy.
" Iya,sampai jumpa di lain waktu " jawab Pran dan berbalik menuju kantornya.
Arsy hanya membalas dengan senyuman ringan dan berjalan ke luar pagar.
Ia membuka pesan layar Hpnya,terdapat pesan dari no baru "ada waktu luang ??" tanya Zaki.
Arsy pun menjawab pesan itu dengan singkat "Ada" jawabnya.
"Saya telpon sekarang !?" tanya Zaki sepihak.
"Maaf saya lagi ada di jalan" jawab Arsy yang berdiri di samping jalan menunggu GoCar yang sebelumnya ia pesan.
"Mau kemana ?" tanya Zaki.
"Saya mau pulang, kamu tak ada kegiatan ?" tanya Arsy yang penasaran dengan kegiatan pria itu di waktu siang seperti ini.
"Saya suami kamu,
bisakah tidak memanggil
dengan sebutan 'kamu' ?" tanya Zaki yang mengarahkan Arsy untuk merubah panggilan terhadapnya.
"Maaf saya belum terbiasa" jawab Arsy jujur.
"Iya dek" balas Zaki dalam pesannya.
Arsy hanya membalas pesan itu dengan emotion 'senyum'.
"Jadi ingin menyampaikan apa ?" tanya Arsy kembali ke pembicaraan awal mereka.
Hp Arsy berbunyi ,terdapat tulisan panggilan masuk dari no baru di layar Hp nya.Namun Arsy tak langsung mengangkatnya,ia mengirim pesan pada no baru "maaf,maksud saya,kalau ada yang mau disampaikan
lewat pesan saja"
"Aku ingin mendengar suara
istriku" balas Zaki dalam pesannya,ia merasa rindu pada istri kecilnya,berharap suara lembut dari istrinya mampu mengobati rindu yang ia rasakan.
Arsy tersenyum kecil membaca pesan itu dan melihat kearah depan,tepatnya pada mobil yang baru saja berhenti di hadapannya.
"Apakah anda yang memesan Gocar ??"
tanya seseorang dalam sebuah mobil yang berhenti tepat di hadapannya.
" Iya pak" jawab Arsy dan langsung masuk ke dalam mobil.
" Antar ke RS Riyadi ya pak" pinta Arsy menunjukkan tujuannya.
Supir itupun mengerti dan melajukan mobilnya ke arah tujuan.
Arsy tiba-tiba teringat sebuat kata dalam pesan Zaki ,ia tersenyum kecil ketika mengingat kata 'Dek' di antara kata-kata yang lain.
'Ting ! '
Arsy membuka pesan itu
"Baiklah,beritau aku jika sudah sampai rumah" pesan Zaki.
"Iya" Arsy menjawabnya singkat.
Sesampainya di rumah,Arsy tak langsung memberitaukan padanya,ia meletakkan tas dan bersiap-siap pergi ke dapur,ia membuka internet,mencari resep masakan,ia ingin belajar memasak siang ini.
Arsy menyiapkan semua bahan-bahannya,ia juga membaca resep dan mulai memotong sayur dan menyiapkan bumbunya,setelahnya ia mulai memasak.
Tak selang beberapa saat kemudian,capcai yang ia buat akhirnya audah matang,walaupun bentuk dan warna tidak sesuai pada gambar,tapi Arsy yakin jika masakannya terasa enak.
Arsy mulai mencicipi masakan yang ada di piringnya itu " tak terlalu buruk" lirihnya.
Panggilan masuk dari 'no baru', mau tak mau Arsy mengangkatnya,walaupun saat ini hatinya sudah merasa tak karuan .
"Jadi sudah sampai rumah ?" tanya Zaki.
"Sudah" jawab Arsy singkat,karena ia masih menikmati hidangan yang ada piringnya.
"Tak ada pesan ?" tanya Zaki menyelidik.
"Maaf",Jawab Arsy singkat ,ia kini sedang membersihkan peralatan memasaknya.
"Sedang apa ?" tanya Zaki penasaran dengan suara yang timbul karena percikan air dan peralatan masak saling berdentum.
"Saya masih membersihkan alat memasak" jawab Arsy dingin.
"Bisa masak ?" tanya Zaki yang kini sedang menatap layar laptopnya.
"Sedikit, saya baru belajar" kata Arsy jujur,ia tak ingin menutupi apapun dari Zaki.
"Mas ingin melihat wajah istri sendiri" kata Zaki yang mulai menggoda istrinya.
"Ukhuk..uhuk..." Arsy sedikit terkejut dengan panggilannya pada diri sendiri ' apakah dia baru saja memanggil dengan sebutan mas?' batin Arsy.
"Tersedak air liur sendiri ?" tanya Zaki sembari menutup mulut yang melukiskan senyum kecil,seolah ia tau istrinya tersedak karena apa ?.
"Maaf" kata Arsy malu 'AlhamduliLLAH ini hanya panggilan suara,jika dia benar-benar berada disini,apakah aku akan menggali lubang tuk menyembunyikan wajahku' batin Arsy.
"Ternyata istri mas , bisa seceroboh ini
sampai tersedak dengan hal sepele ?" kata Zaki yang masih melanjutkan candaannya pada istrinya.
"Apakah...aku memanggil dengan sebutan ...Mas ?" tanya Arsy heran,ia merasa ada hal aneh yang ia rasakan kini,padahal hanya mendengar satu kata yang menurutnya umum di ucapkan.
"Jadi...apakah abang , uda atau sayang ?,
sebutan mana yang cocok untuk memanggil suamimu ini ?" tanya Zaki iseng,ia seolah tau jika istrinya sudah melepuh mendengar ucapan-ucapannya.
Arsy terdiam dan berfikir sejenak 'jadi perasaan apa yang aku rasakan saat ini ??' batinnya yang masih belum memahami perasaannya sendiri.
"Bengong ?" tanya Zaki yang lama tak mendapat tanggapan.
"Maaf" jawab Arsy tersadar dari lamunannya.
"Sepertinya hari ini,hanya mendapat kata 'maaf' dari istri sendiri" sindir Zaki,berharap jika istrinya mulai leluasa bercerita dengannya.
"Maaf" kata Arsy yang menyesalinya,tapi ia hanya mampu mengatakan 'maaf',ia tak tau harus berkata apa?.
"Mas" Lanjut Zaki,membimbing istri nya menyebut panggilan untuknya.
"Mas" sebut Arsy yang mengikuti kata Zaki.
"Mulai dari sekarang panggil mas dengan sebuta itu" perintah Zaki berharap istrinya terbiasa dengan sebutan itu.
"Baiklah..." kata Arsy terputus ,ia merasa agak sulit mengucapkan kata itu.
"...Mas "sambung Zaki.
"Mas" sebut Arsy mengikuti kata Zaki,ada perasaan aneh,ia merasa sedikit akrab dengan sebutan itu 'ternyata ada perbedaan setelah merubah panggilan untuknya' batin Arsy.
Arsy mengangkat hp nya dan meletakkan di telinganya.
"Hmm... jadi mas hanya di suguhi gambar telinga ?" tanya Zaki yang melihat telinga istrinya.
Arsy terkejut dan melihat layar hp nya,terdapat wajahnya di situ,ia langsung membalik hp nya itu 'ternyata dari tadi videocall,tapi kenapa wajah dia tak ada dan hanya layar berwarna hitam ?' batin Arsy.
"Arsy terlihat manis,walaupun hanya sekejap melihatnya" kata Zaki jujur,ia merasa puas hanya dengan melihat wajah istrinya sekilas,rasa rindunya kini sedikit terobati.
penasaran.....