Suatu hari seorang pemimpin Squadron tentara Khusus bernama Mayor Eldric sedang menjalankan misi khusus bersama pasukannya. Namun, tanpa diduga pada saat pasukan itu hendak pulang mereka tidak sengaja bertemu dengan pasukan musuh dan terkena serangan dari rudal yang dilepaskan pasukan itu. Tersadar setelah Helikopter yang mereka tumpangi jatuh Eldric kini telanjang bulat di tengah hutan?
Kehilangan sebagian ingatan, dia menemukan bahwa dia dipanggil dengan nama berbeda, Allsbert.
Allsbert sendiri kemudian bertemu dengan Seorang Wanita Elves cantik yang terkutuk.
Bagaimana perjalanan Allsbert di dunia yang berbeda dengan dunianya dulu itu?
Genre: Fantasi, Aksi, petualangan, Dunia Lain ( isekai ), Romantis, Survival, Perang, Kerajaan, Zero to Anti-Hero
Original. Update? Saya usahakan sehari 1x pada jam 19.30 WIB. So, Jangan lupa masukin ke Favorit dan rak buku kalian ya! Thank You. Happy Reading~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lana_Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Demi Ibu Hutan?
Sesuai perintah Allsbert, Archilles muncul dari pohon di belakang Allsbert. Meskipun sudah di beritahu bahwa mereka bukanlah orang jahat. Eris tetap saja mundur sejengkal lagi.
Saat melihat kehadiran Archilles Eris merasakan sebuah aura kuat yang terpancar. Bahkan aura itu serasa lebih menekan dari para orc yang pernah dilawan dia sebelumnya.
Orc itu terlalu kuat untuk tunduk dengan seorang manusia kecil ini.
Ataukah Orc itu hanya berpura-pura untuk menyenangkan anak manusia ini kemudian memakannya dan memakan kami juga?
Eris sekilas melihat kawan-kawan yang terbujur di tanah.
" Allsbert? Zenbat ( berapa ) hari Nik ( aku ) tidur? "
" Jika maksudmu berapa hari sejak aku menolongmu, tiga hari. " Allsbert menunjukkan tiga jari dengan tangan kanannya.
Tiga hari? Benarkah itu? Tunggu... Bisa saja dia berbohong?
Tiga hari aku tidak sadar?
Tunggu.. Tunggu.. Tunggu!! Jangan-jangan selama tiga hari aku tidak sadar ini...?!
Eris kemudian memegang dada dan bagian tubuh lain dengan wajah pucat.
" Aku tidak melakukan seperti yang kau pikirkan! Tapi terserah kau ingin percaya atau tidak. "
Eris menatap tajam ke wajah Allsbert yang seperti acuh tak acuh.
" Sumpah?! Demi ibu hutan?! "
" Untuk apa aku bersumpah?! Terserah kau ingin percaya atau tidak. Lagipula siapa pula ibu hutan itu? "
Eris terkejut dengan perkataan Allsbert itu. Walau Eris tidak bisa benar-benar percaya, tetapi dia tidak tahu juga apakah Allsbert itu berbohong atau tidak. Maka dia tidak memiliki pilihan lain selain untuk mencoba mempercayainya.
Bagaimanapun untuk saat ini. Eris kembali melirik ke arah Allsbert yang sedang berbicara dengan orc di sampingnya. Memastikan apakah dia berbohong atau tidak itu yang paling utama.
Tapi bagaimana jika manusia ini memang lebih kuat dari Orc itu sehingga dapat menaklukan Orc itu?
Bukankah dia berkata jika dia yang menolong kami?
" Eris! "
Dia mengalahkan para Orc yang bahkan kami tidak dapat mengalahkannya? Ah aku ingat! Orc itu sedikit mirip dengan salah satu Orc yang juga dari pasukan itu! Jadi dia benar-benar mengalahkan para Orc itu dan menaklukan Orc ini!
" Hei Eris!! "
" Ya? " Sebuah teriakan membangunkan Eris dari pemikirannya.
" Bagaimana cara keluar dari hutan ini? ''
" Keluar dari hutan ini? " Pikir Eris sambil melihat ke sekitar.
" Ez dakit. ( Tidak tahu ) "
" Apa? "
" Em...Tidak tahu. "
" Apa maksudmu tidak tahu? Bukankah Elves itu adalah penghuni hutan? "
Allsbert menatap tajam kepada Archilles.
" Setahu saya Elves itu memang tahu seluk beluk hutan ini, Tuan. "
" Tapi dia bilang tidak tahu. "
" Itu-"
" Inoiz ez gara erresumaren erreinutik urrun egon, beraz, orain ere ez dakit non gauden. ( Kami memang tidak pernah pergi keluar wilayah kerajaan kami begitu jauh ke selatan. Saya bahkan tidak tahu kita sekarang ada dimana ) " Eris memotong ucapan Archilles.
" Bukankah sudah kubilang, aku tidak paham bahasamu! "
Eris agak berfikir lama sebelum berkata,
" Tidak pergi sejauh ini. Tidak tahu sekarang dimana. "
" Apa maksudnya itu? Jadi Elves ini tersesat gitu? serius? Bagaimana penghuni hutan dapat tersesat dihutan?! " Keluh Allsbert dalam pikirannya.
Allsbert kemudian teringat satu hal.
" Archilles? Katamu tadi kau menemukan sungai? "
" Saya menemukan sungai, Tuan. Agak jauh di sebelah timur. "
" Bagus, nanti kita ke sana! "
" Baik, Tuan. "
Allsbert kemudian mencoba bangun. Walau agak susah. Dia kemudian dibantu Archilles untuk bangun. Dia kemudian mengecek tubuhnya sendiri.
" Tubuhku agak mendingan dan tangan kiriku sudah dapat kugerakan. "
Allsbert mengerak-gerakan tangan kirinya.
Memang masih agak terasa sakit namun sejauh ini cukup dapat digerakan oleh Allsbert. Kemudian untuk kakinya...
" Eris? Bisakah aku meminta bantuan sekali lagi? Bisakah kau obati juga kaki kananku? "
Eris melihat kaki Allsbert yang dibungkus perban.
" Agian ( Mungkin )Bisa. "
Walau Eris masih ragu, tapi nyatanya dia sekali lagi mengobati Allsbert dengan cara aneh yang dia lakukan tadi.
" Ini hebat. Terima kasih ya! Lalu, apa yang kau lakukan tadi? "
" Magia. Magia penyembuh. "
" Magia? Sihir? "
" Ya. "
Allsbert agak terkejut mendengar kata sihir. Allsbert adalah seorang yang tidak percaya sihir, hantu dsb. Namun dengan apa yang barusan terjadi, Allsbert mau tak mau dibuat menjadi percaya.
Eris kemudian permisi untuk mengobati kedua orang rekannya yang masih belum bangun. Allsbert dan Archilles kembali menyaksikan proses penyembuhan yang dilakukan Eris.
Nampak butir-butir keringat mulai bermunculan di wajah Eris. Saat melakukan proses itu, Nafas Eris nampak mulai tidak teratur.
" Itu sihir Archilles? "
" Iya, Tuan. Saya juga baru menyaksikan sihir penyembuh milik Elves. Saya memang pernah melihat mereka meminum cairan berwarna biru itu tapi saya baru mengetahuinya sekarang bahwa itu dapat menyembuhkan luka. "
" Begitu. Kalian juga biasa melakukan itu juga? "
" Tidak-tidak, Tuan. Kaum kami umumnya tidak memerlukan hal semacam itu karena luka di tubuh kami dapat sembuh sendiri. "
" Kau benar. Sepertinya dia sudah selesai. "
Keadaan Eris nampak mulai lelah sehabis melakukan proses itu 2x lagi. Walau dia tidak melakukan tindakan fisik, tapi kondisi Eris sekarang nampak seperti orang yang habis melakukan olahraga fisik seperti lari.
" Matahari juga sudah meninggi, mari buat bekal untuk hari ini Archilles! Kuliti beberapa daging serigala yang masih layak! Akan kusiapkan apinya. "
" Baik, Tuan! "
Allsbert mulai membuat api unggun sambil duduk.
Ketika bara api sudah terbentuk dan api mulai menyala Archilles memanggil dirinya.