Arumi Bakhtiar tak kuasa menahan isak tangisnya kala mendapati perselingkuhan suaminya di hari pertama pernikahannya .Wanita itu merasa terkhianati karena kelakuan Raihan. Saat menjadi janda , ia sering menerima bulian dari teman sekantornya. Hingga ia bertemu dengan seorang loper koran yang akan membuat cintanya kembali menyala.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wahyuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Dalam sekian detik , Reza terpaku dan terhipnotis oleh sikap Arumi yang berubah menjadi lembut kepadanya . Diam - diam laki - laki itu mulai mengagumi kecantikan alami yang dimiliki oleh Arumi. Kecantikan yang benar - benar natural dari raut wajahnya , karena tidak dipoles dengan make up tebal.
Rambutnya yang hitam legam dan lurus dengan panjang sebahu membuat wanita itu nampak sempurna di mata Reza . Ditambah lagi kulit wanita itu terlihat sangat terawat, hingga kulitnya sangat mulus dan terlihat sangat menggoda bagi siapapun yang melihatnya . Seandainya saja , bos besarnya tersebut tidak memasang wajah yang jutek , tentu Reza akan jatuh cinta padanya saat pertama kali bertemu.
Bibir ranum milik Arumi yang berwarna merah delima menjadi pusat perhatian Reza kala ia berada diposisi terdekat dengan Arumi. Pikiran laki - laki itu melayang ke udara ketika Arumi menyentuh wajahnya hingga serasa dunia hanya milik berdua saja. Detakan jantung Reza bertabuh ria didalam tubuhnya ,saat berdekatan dengan Arumi.
Arumi tersipu malu begitu Reza memperhatikannya . Wanita itu juga kagum pada keberanian Reza dan hendak berterima kasih kepada Reza dengan caranya sendiri nanti. Arumi bisa melihat sikap Reza yang tulus kepadanya . Ingin sekali ia mengatakan beribu - ribu terima kasih pada Reza , namun ia gengsi untuk mengatakannya .
Suara Mahesa memecahkan angan - angan Reza yang melambung ke udara.
Mahesa terus mendesak Reza agar mau sarapan dirumahnya sebagai ungkapan terima kasihnya yang sudah menyelamatkan putrinya .
"Mari Nak Reza singgahlah ke rumah saya untuk sarapan bersama sebagai ungkapan terima kasih saya pada Nak Reza !", bujuk Mahesa pada Reza setelah Arumi selesai membersihkan luka Reza .
Karena tak enak hati , Reza pun menyanggupinya . Ada rasa sungkan didalam hatinya bila menolak tawaran laki - laki yang merupakan papa dari bosnya tersebut.
Sesampainya di rumah Mahesa , Reza kembali merasa terperangah pada kemewahan rumah bos besarnya tersebut.Bangunan bertingkat pencakar langit yang memiliki warna putih keemasan bila tampak dari luar sehingga memiliki kesan yang cukup natural tapi nampak sangat elegan . Berbagai perabotan mewah berjajar rapi dirumah tersebut. Bahkan , diluar rumah mewah tersebut , ada kolam renang yang cukup luas dengan airnya yang terlihat nampak biru.
Reza ikut rombongan Arumi beserta keluarga inti sedangkan anak buah Mahesa mengikuti mobil Mahesa dibelakangnya . Didalam mobil tersebut ,Reza duduk berdampingan dengan Arumi.
Reza kembali merasakan jeritan hatinya kala ia berada diposisi terdekat dengan Arumi seperti ini.Untuk mengusir kegugupannya , Reza bercakap - cakap dengan Arumi .
"Bagaimana keaadaan Anda Bu sekarang ? ",tanya Reza mengingat tempo hari wanita itu pingsan dan berada di rumah sakit.
"Saya baik - baik saja Za ! Ehm...apa benar kemarin kamu yang membawa saya ke rumah sakit ? ",Arumi berupaya mengeluarkan pertanyaannya yang selama ini mengganjal didalam hatinya. Padahal sudah berulangkali papa dan mamanya menjelaskan bahwa Rezalah yang membawanya ke rumah sakit.
"Saya dan Mbak Dini yang mengantar Ibu ke rumah sakit ",jujur Reza dihadapan Arumi .
"Oh ...gitu ya ...makasih ya Za ! ",ucap Arumi yang diangguki oleh Reza . Seulas senyuman dibibir Arumi yang merekah , benar - benar menyulutkan rasa kekaguman dari dalam diri Reza untuk Arumi.
Dari bilik kaca spion, Mahesa dan Reva hanya tersenyum dalam hati saat mendengar percakapan antara Reza dan putrinya. Mereka berdua berharap luka batin yang alami Arumi segera sembuh setelah bertemu dengan orang yang tulus seperti Reza.
" Kita udah sampai Za ! Kita turun yuk !",Arumi mengajak Reza turun dari mobil dan mempersilahkan Reza masuk ke rumahnya .
Reza nampak ragu menginjakkan kaki di rumah Mahesa mengingat dirinya hanyalah orang biasa . Laki - laki itu begitu kikuk saat berkunjung dirumah yang bagaikan istana tersebut.
Mahesa yang seolah bisa membaca pikiran Reza , kembali bersikap hangat pada Reza . Laki - laki itu disambut seperti tamu istimewa dikeluarga tersebut.
"Mari Nak Reza kita duduk di sini dulu seraya menunggu makanan agar siap dihidangkan di meja makan ",Mahesa mempersilahkan Reza di sebuah sofa panjang yang ada diruang tamu.
"Baik Pak ",jawab Reza dengan sopan. Laki - laki muda itu menjatuhkan tubuhnya disofa ruang tamu usai Mahesa mempersilahkannya duduk .
"Pa , Arumi ke kamar dulu ya mau ganti baju bentar !",ijin Arumi seraya melirik kearah Reza . Arumi masih gengsi menyapa Reza yang ada dihadapannya mengingat perlakuan buruknya selama ini pada laki - laki tersebut.
"Iya Sayang! Cepetan turun nanti kita sarapan bersama ",jawab Mahesa singkat.
Mahesa bisa membuat Reza menghindari rasa kikuknya saat berhadapan dengannya dan juga berada di rumah mewahnya , tentunya dengan bersikap ramah tamah seperti ini kepada Reza .
Tia ternganga.
Tak percaya dengan ancaman yang baru dilontarkan Michael padanya.
Jadi..Tia ikut atau menolak ?
Baca novelnya "MENGEJAR CINTA KAKAK KELAS"
Klik aja akun ini..
Selamat membaca 😘
bagus
semangat