Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 23
Maria tiba Di Apartement nya tepat pukul 6 Sore. Pelanggan Butik yang hari ini bisa dibilang lebih ramai dari biasanya membuat Maria cukup lelah namun tetap bersyukur atas Rezeki yang didapat nya.
Baru saja Maria Merebahkan Tubuhnya di atas sofa. Bell Berbunyi, dengan malas Maria kembali bangkit dan menuju Pintu.
"Siapa??" Gumam Maria merasa Heran karena tidak mengenal Pria yang saat ini berdiri di depan Pintu Apartement nya.
"Maaf mengganggu Nona, Saya Ridwan." Ucap Ridwan sopan
"Saya Maria, Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Maria ramah
"Begini nona. Atasan Saya penghuni baru dilantai 25. Dia meminta saya mengundang penghuni Gedung ini untuk makan Malam di kediamannya sebagai salam perkenalan. Diharap kehadirannya ya Nona." Ucap Ridwan langsung pada intinya pada Maria
"Oh... baiklah. Terimakasih atas undangannya tuan, InsyaAllah saya akan datang." Jawab Maria tersenyum
Pantas saja Tuan Bisa terjerat, Senyumnya itu! Ucap Ridwan dalam hati terpesona akan senyuman Maria
"Tuan!" Panggil Maria melambaikan tangannya didepan Ridwan menyadarkan Ridwan dari kekagumannya
"Eh iya, Maaf Nona. Kalau begitu saya permisi." Ucap Ridwan lekas pergi dengan rasa malunya karena tertangkap basah menatap Maria
"Mungkin sebaiknya aku datang, Lagipula aku juga penghuni baru digedung ini. Tapi tunggu dulu, lantai 25 bukankah cuma ada satu Penthouse disana? Apakah mungkin pemilik gedung ini yang menempatinya?" Gumam Maria sembari melangkah masuk kedalam kamar mandi.
****
Dilantai tertinggi FR residence, Faizan terlihat santai meskipun sesungguhnya ia benar benar merasa gugup. Perasaan gugup yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, Bahkan saat mengerjakan Proyek besarpun Faizan tidak pernah segugup ini.
"Apa kau pernah jatuh Cinta?" Tanya Faizan pada Ridwan yang melongo mendengar pertanyaan atasannya. Selama ini Faizan tidak pernah membicarakan hal apapun tentang kehidupan Pribadi, Yang keluar dari bibirnya hanyalah tentang pekerjaan dan selalu tentang pekerjaan. Saat mendengar pertanyaan Faizan tentu saja Ridwan terkejut.
Untunglah aku rajin olahraga dan mempunyai Jantung yang cukup Kuat. Jika tidak, mungkin akau akan terkena serangan jantung akibat dampak dari Kasmarannya Tuan FR. Batin Ridwan
"Kau ingin bisu selamanya?" Sindir Faizan kesal saat Ridwan tak menjawab pertanyaannya
"Maaf Tuan, Dulu pernah tapi sekarang tidak lagi." Jawab Ridwan terdengar senduh tapi tidak akan dimengerti oleh Faizan
"Apa yang kau rasakan saat jatuh Cinta?" Tanya Faizan lagi dengan sorot mata serius menunggu jawaban Ridwan
"Hah? Apa Tuan?"
"Kau Tuli, Apa aku perlu mengulangnnya?"
"Tidak Tuan, Maaf. Pengalaman Pribadiku saat jatuh Cinta. Tentunya Bahagia tuan. Senang melihatnya tersenyum dan sedih saat melihatnya bersedih.
Mempunyai Pasangan membuat hidup terasa lebih berwarna. Apapun dan kapanpun itu, dia selalu menjadi orang pertama yang selalu muncul dikepala Kita. Hanya dengan Mengingatnya dapat membuat kita tersenyum, hanya dengan membayangkan senyumannya dapat meredakan emosi kita. Saat ada hal penting yang terjadi dalam hidup, dia juga selalu menjadi orang pertama yang ingin kita beritahu dan berbagi. Saat melihat sesuatu yang indah, Kita berharap bisa menikmati keindahan itu bersamanya!
Apapun yang dilakukannya sekalipun itu hal terkonyol yang ada didunia, Kita tetap bisa tersenyum dan menerimanya.
Bersamanya kita mengerti apa itu sabar! Sesibuk apapun kita, Kita akan selalu menyisihkan waktu agar bisa bersamanya.
Perasaan rindu akan selalu muncul saat berada jauh darinya.
Meskipun hidup yang dilalui saat bersamanya menjadi hal tersulit sekalipun kita tetap berusaha menjalaninya agar tetap bisa bersamanya." Jawab Ridwan panjang larut dalam kenangan masa lalunya
"Lalu dimana Orang yang kau cintai itu?" Tanya Faizan membuat Ridwan terdiam dengan sorot mata kosong
"Dia sudah bahagia diatas sana Tuan." Jawab Ridwan berusaha tenang meskipun hatinya kembali berkecamuk mengingat sosok yang amat dicinta dan dirindukannya.
"Apa Tuan sedang jatuh Cinta." Tanya Ridwan coba Mengalihkan pembicaraan, meskipun tahu pertanyaannya tidak akan dijawab jujur oleh Faizan.
"Tidak." Jawab Faizan cepat melangkah masuk kedalam kamarnya
Tenyata Pria sepertinya juga bisa merasa malu. Batin Ridwan merasa lucu
Dibantu oleh beberapa pelayan. Ridwan mulai menyiapkan Makan malam romantis untuk Faizan dan Maria. Meskipun bukan permintaan Faizan. Tapi Ridwan sangat yakin jika Tuan kaku nya itu sama sekali tidak akan bisa menciptakan suasana romantis, yang bisa ia lakukan hanyalah membuat suasana menjadi mencekam. Ridwan berharap acara malam ini akan berjalam lancar dan membuka jalan agar Tuannya tersebut dapat bersama Maria
Beberapa saat kemudian, Setelah semua telah persiapan telah selesai. Ridwan meminta para pelayan untuk keluar dari Penthouse Faizan. Sekarang yang tersisa hanya Ridwan dan Faizan yang Ridwan yakini pasti sedang memikirkan apa yang akan dilakukannya saat Maria tiba nanti.
Aku hanya bisa membantu sebatas mempersiapkan ini semua tuan, Selebihnya Tuan harus melakukannya sendiri. Gumam Ridwan
Tok... tok... tok...
"Tuan, Sepertinya Nona Maria sudah tiba. Saya pamit pulang." Ucap Ridwan dari luar pintu Kamar Faizan saat mendengar Suara bell berbunyi.
Cantik...
Ucap Ridwan dalam hati saat melihat Maria yang sudah berdiri didepan pintu.
"Silahkan Masuk Nona Maria." Ridwan mempersilahkan Maria Masuk. Setelah Maria masuk, Ridwan keluar dari sana meninggalkan Faizan Dan Maria berdua.
Semoga anda tidak mengacaukan semua usaha Saya Tuan. Batin Ridwan
.
.
Sekarang itu cara beri dukungan Pada Author itu dengan memberikan hadiah. Berikan like dan hadiah kalian untuk Author ya🙏🥰🥰